Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.682 views

Dua Garis Biru, Edukasi atau Racuni Remaja?

KONDISI remaja di Indonesia sangat memprihatinkan. Lebih dari 60 persen remaja telah melakukan hubungan di luar nikah, 20 persen dari 94.270 perempuan yang hamil di luar nikah adalah remaja dan sebanyak 21 persen diantara remaja ini pernah melakukan aborsi (Data Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementrian Kesehatan pada Oktober 2013).

Kini, telah hadir tontonan yang mendapat apresiasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berjudul Dua Garis Biru. Film ini terpilih oleh BKKBN sebagai bahan edukasi kepada remaja karena dianggap sangat menggambarkan nilai-nilai positif yang ingin ditanamkan pada program Generasi Berencana atau ‘Genre’ untuk mencegah pernikahan dini yang banyak disebabkan oleh hamil pra nikah pada remaja. Tontonan ini diklaim oleh BKKBN menggambarkan kondisi remaja dengan tepat dan menarik sehingga remaja diharapkan dapat mengambil pesan positifnya.

Meski pada awalnya tontonan ini telah menuai petisi penolakan dari sebagian masyarakat, namun sangat disayangkan, luput dari perhatian pemerintah. Buktinya, pemerintah justru mengapresiasi tontonan ini dan mengizinkan tayang di bioskop. Belum sepekan tayang telah meraih satu juta penonton. Maka menjadi pertanyaan bersama, akankah tontonan yang bernuansa cinta, mesra, gaul bebas, mengumbar aurat dan tidak sesuai dengan ajaran Islam ini layak menjadi tontonan yang berfaedah bagi remaja? Tidakkah tontonan semacam inilah yang justru meracuni remaja dalam tingkah lakunya?

 

Tontonan Gaul Bebas Semakin Deras Racuni Remaja

Jika diamati bersama, tontonan yang tersebar luas dan semakin deras diminati oleh kalangan remaja adalah film yang bergenre romantis, berkisah sepasang sejoli mesra, remaja yang berhasil menaklukkan hati wanita, seperti Dilan 1990 dan sebagainya. Semua tontonan ini merangsang bangkitnya naluri seksual remaja. Seharusnya pemerintah waspada, tontonan seperti ini tidak akan membawa kebaikan pada remaja, sebaliknya para remaja justru berangan-angan ingin melakukan adegan serupa di kehidupan nyata. Hal ini justru meracuni remaja terjerumus pada tingkah laku yang terlarang dalam Islam. Berani bermesraan dengan pasangan, menganggap pacaran adalah hal yang lumrah berdalih tak mengapa asalkan tak sampai hamil. Kalaupun sampai hamil pra nikah maka mereka menganggap yang penting dapat bertanggung jawab sebagaimana yang ada pada tontonannya. Padahal sesungguhnya ini semua adalah perbuatan yang keji. Allah telah mengingatkan dalam QS Al-Isra’ ayat 32 artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk” Lalu bagaimana mungkin negeri ini membiarkan tontonan yang menghasut remaja untuk mendekati zina?

Karena itu seluruh masyarakat menyadari bahwa derasnya tontonan yang meracuni remaja Muslim harus ditolak. Gaya hidup liberal tak layak menjadi acuan Muslim. Hal ini tidak terpisah dari agenda kapitalisme dunia dalam menundukkan (baca: menjajah) negeri-negeri Muslim salah satunya melalui industri hiburan ini. Mereka melemahkan generasi muda Muslim, menjerumuskan mereka ke dalam jurang pergaulan yang hina dan menjadikan mereka follower kehidupan ala liberal. Sisi lainnya, di balik semua itu mereka ingin meraup sebesar-besarnya keuntungan dari tontonan yang menyesatkan ini.

 

Peran Negara Menyelamatkan Remaja

Keresahan pemerintah terhadap kondisi remaja yang terjerumus pada nikah dini akibat hamil pra nikah tampak jelas tidak menyentuh akar persoalannya. Hal ini tampak jelas pada klaim bahwa Dua Garis Biru adalah tontonan yang mengedukasi remaja. Bila pemerintah masih saja abai untuk menghentikan arus pemikiran liberal, dapat diyakini kondisi remaja tetap saja buruk justru akan semakin hancur. Generasi muda akan semakin jauh dari tuntunan Islam, tidak lagi memahami standar hidup halal dan haram. Akibatnya mereka tidak takut melanggar batas syariat dalam pergaulan, semakin banyak yang gaul bebas dan hamil pra nikah.

Karena itu, peran negara yang serius menyelamatkan remaja dari kerusakan pergaulan bebas adalah negara yang menjadikan Islam secara sempurna sebagai tuntunan bernegara sebagaimana Khilafah Islam. Negara menerapkan Islam secara kaffah, baik dalam sistem pendidikan berkurikulum sesuai akidah Islam berpadu dengan sistem pergaulan yang sesuai batasan syariat Islam.

Serta kehadiran negara dalam mengontrol lembaga media dalam menyebarkan informasi, menutup segala celah masuknya pemikiran asing yang meracuni generasi. Tentu hal ini akan menjadikan remaja tumbuh dalam habitat yang aman dan mendewasa dengan bekal persiapan ilmu yang matang, siap menjalani kehidupan dalam ketaatan termasuk dalam menjalani pernikahan. Inilah solusi yang hendaknya menjadi pilihan.*

Adinda Putri

Aktivis Muslimah di Banda Aceh

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Pernyataan Pers PP Muhammadiyah tentang Penanganan Covid-19

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah tentang Penanganan Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 09:57

Kasus Positif Harian Tembus 4.000, Anggota Komisi IX Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Kasus Positif Harian Tembus 4.000, Anggota Komisi IX Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Selasa, 22 Sep 2020 08:50

Legislator: Pemerintah Lamban Soal Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Legislator: Pemerintah Lamban Soal Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Selasa, 22 Sep 2020 07:47

Banyak Desakan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Diminta Lakukan Analisis Serius

Banyak Desakan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Diminta Lakukan Analisis Serius

Selasa, 22 Sep 2020 06:57

Bedah Buku 'Bau Amis Komunis' Karya Rizal Fadillah

Bedah Buku 'Bau Amis Komunis' Karya Rizal Fadillah

Selasa, 22 Sep 2020 06:35

Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Senin, 21 Sep 2020 21:20

Protes Menentang Pemerintahan Abdel Fattah Al-Sisi Terjadi di Seluruh Mesir

Protes Menentang Pemerintahan Abdel Fattah Al-Sisi Terjadi di Seluruh Mesir

Senin, 21 Sep 2020 18:45

Honduras Akan Relokasi Kedutaan Besar Mereka Ke Yerusalem Sebelum Akhir Tahun

Honduras Akan Relokasi Kedutaan Besar Mereka Ke Yerusalem Sebelum Akhir Tahun

Senin, 21 Sep 2020 17:45

Covid 19 Mengganas, Saatnya Berserah Diri kepada Allah

Covid 19 Mengganas, Saatnya Berserah Diri kepada Allah

Senin, 21 Sep 2020 16:37

Kerusuhan Pecah di Penjara Ghouiran Suriah Yang Menampung Tahanan Islamic State

Kerusuhan Pecah di Penjara Ghouiran Suriah Yang Menampung Tahanan Islamic State

Senin, 21 Sep 2020 14:45

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Senin, 21 Sep 2020 12:50

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Senin, 21 Sep 2020 11:59

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Ahad, 20 Sep 2020 22:22

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Ahad, 20 Sep 2020 21:53

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Ahad, 20 Sep 2020 21:25

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Ahad, 20 Sep 2020 21:20

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Ahad, 20 Sep 2020 21:05

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Ahad, 20 Sep 2020 18:30

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Ahad, 20 Sep 2020 17:45

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Ahad, 20 Sep 2020 06:52


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X