Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.276 views

Apa Masalahnya Perempuan Bekerja?

 

Oleh:

Keni Rahayu || Dakwah Influencer

 

DILEMA. Perempuan bekerja hari ini banyak menuai pro kontra. Jika ia single, keamanan belum nyata. Kehormatan belum tentu ada. Kerja apa saja yang penting ada uangnya. Jika ia berkeluarga, memiliki anak sebuah challenge tersendiri. Tak ada yang merawat, bagaimana ibu bisa bekerja.

Sedangkan, tuntutan hidup begitu tinggi. Bak tak ada pilihan lain. Bekerja sudah menjadi keputusan terbaik, untuk hari ini. Hal inilah yang melandasi pemerintah melahirkan gagasan baru dalam RUU KIA. Ada wacana pemberian cuti melahirkan setidaknya enam bulan. Jika ternyata keguguran, cuti diberikan minimal satu setengah bulan (Detiknews, 20/6/22). Angin segar, bukan?

Tapi, tunggu dulu. Bukan aturan Kapitalistik namanya kalau tidak makan buah simalakama. Lahir respons netizen terkait RUU KIA ini: "kalau begini, perusahaan mana mau memperkerjakan perempuan menikah? Yang lolos seleksi kerja hanya perempuan single, dong? Bagaimana nasib keluarga kami jika kami sudah menikah namun tidak lolos seleksi?"

Masalah Sejati

Setidaknya, minimal ada dua penyebab fundamental ketika perempuan bekerja.

  1. Cara pandang Kapitalisme terhadap perempuan. Dengan rendah, Kapitalisme memandang perempuan berdaya hanya dalam aspek materi dan capaian posisi di ranah publik. Perempuan dikatakan berprestasi jika ia bekerja dan menghasilkan materi setara dengan laki-laki, atau ia ikut bagian dalam aktivitas politik baik itu eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Sedangkan, aspek spiritual dan keberhasilannya menjadi umm wa rabbatul bayt, tidak masuk dalam indikasi kesuksesan seorang perempuan. Apa lagi jika ia menjadi tanggungan keluarga. Maka sungguh, perempuan dinilai tidak produktif dalam kacamata kapitalis.
  2. Kukungan ideologi kapitalisme mengimpit hidup manusia, termasuk perempuan. Lihatlah kemiskinan hari ini. Ia hadir seolah dipermisi. Siapa lagi dalangnya jika bukan ideologi Kapitalisme yang mengizinkan penguasaan hajat hidup orang banyak dimiliki oleh individu kaya raya. Hak-hak orang (yang sengaja dibuat) miskin, ditelan dengan tega oleh manusia rakus tiada habis. Selain itu, segala penjuru kehidupan mengimpit. Biaya hidup makin hari makin tinggi, sedang pemasukan tak bisa diprediksi. Perempuan dengan sadar dituntut turut memenuhi. Padahal, anak di rumah meraung-raung tak ingin sang ibu pergi. Dilematis. Sangat dilematis.

Solusi Sejati

Islam. Satu-satunya paradigma berpikir yang agung dan luas. Cakupan aturan dan konsepsinya memakmurkan setiap lini. Setiap individu akan merasakan legowo dengan pengaturannya yang luar biasa. Lahir darinya konsep perempuan bekerja adalah mubah. Maka, tak ada tuntutan dari mana pun ia harus bekerja. Ia bebas, apakah hendak bekerja atau tidak, cuti melahirkan atau selamanya. Sebab bekerja bagi perempuan sebatas realisasi ilmu semata.

Bagaimana dengan kebutuhan hidup? Tentu bukan urusan (inti) kaum Hawa. Kewajiban mereka sebatas taat pada suami, merawat anak, dan mengurus rumah, ditambah kewajiban agung berdakwah. Sebab Islam telah mewajibkan nafkah hanya kepada kaum Adam. Perempuan tak pernah sekalipun dipaksa bekerja dalam Islam, meskipun itu adalah keadaan.

Hanya saja, konsep ini menjadi realistis jika lingkungan mendukung. Dibutuhkan sistem perekonomian, sistem sosial, sistem hukum, dan seluruh sistem peraturan yang tegak dibangun menerapkan aturan Islam. Sebab seluruh sistem inilah yang akan menjamin terpenuhinya semua kebutuhan hidup (sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, keamanan). Negara dengan menjalankan aturan Islam kafah adalah pelayan dan periayah rakyat, sehingga lapangan pekerjaan untuk paran ayah dan laki-laki baligh terjamin.

Jadi apa masalahnya perempuan bekerja jika ia hidup dalam konsepsi dan realisasi sistem kehidupan berdasarkan Islam? Tidak ada. Wallahua'lam bishowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00

Anies Tak Mempan Diserang Isu Intoleran, Radikal, dan Terorisme

Anies Tak Mempan Diserang Isu Intoleran, Radikal, dan Terorisme

Senin, 15 Aug 2022 21:04

Israel Klaim Blokir 'Terowongan Serang' Dari Gaza

Israel Klaim Blokir 'Terowongan Serang' Dari Gaza

Senin, 15 Aug 2022 20:51

Masyarakat Kesulitan Dapat  Pertalite, Legislator Minta Penjelasan Pertamina

Masyarakat Kesulitan Dapat Pertalite, Legislator Minta Penjelasan Pertamina

Senin, 15 Aug 2022 10:43


MUI

Must Read!
X