Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.663 views

Duhai Muslimah, Pilih di Rumah atau Kerja Keluar?

 
 
Oleh: Ummu Mesia
 
Banyak pandangan dan seruan bagi kaum perempuan untuk pulang ke rumah dan hanya di rumah, mengurus urusan rumah, suami dan anak-anak. Titik, tanpa toleransi. Yang beraktivitas keluar untuk bekerja, dianggap seperti perempuan yang kehilangan fitrahnya, menodai kehormatan diri, suami, dan keluarganya tanpa ditinjau lebih dalam dan komprehensif. Sudut pandang yang ekstrim.
 
Kemudian dibalas dengan seruan untuk membebaskan perempuan sebebas-bebasnya ke ranah publik. Semua yang menghalangi dianggap sebagai satu bentuk perbudakan perempuan. Tak kalah ekstrim. Dan nyebelinnya kubu yang ini disokong dan dikampanyekan secara global dan masif. Sama siapa? Hehehe, gugling aja dah. Nyebelin banget deh pokoknya.
 
Dua sudut pandang di atas, terus berseteru sampai level medsos (baca : grassroot). Balas membalas dengan melelahkan dan tidak solutif. 
 
Di Manakah Perempuan Seharusnya?
 
Tempat asal perempuan muslimah memang di rumah, dalam keadaan mulia; dilindungi, dihormati, dinafkahi, disayangi. Namun, jika memiliki hajat keluar tanpa melanggar syariat, ya gapapa, mubah aja. Apalagi kalau keluarnya untuk hal terdesak, mencari makan misalnya. Ahh ini mah dalam masyarakat tradisional juga mudah dipahami sih ya. Kita juga sama-sama tahu kalau sistem perwalian bagi muslimah hari ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Wali seolah hanya hadir saat seorang perempuan menikah. Sad fact! 
 
Apalagi jika perkara keluar rumah ini dikaitkan dengan amanah ilmu di bahu para muslimah. Ada ranah ilmu fardhu 'ain dan ada ilmu fardhu kifayah. Ketika seorang perempuan muslimah memutuskan untuk mendalami suatu ilmu, semestinya mereka harus betul-betul memahami apa konsekuensi di baliknya, apa amanah ilmu yang akan ada di pundaknya. Setelah mengerti sumber dan ruang lingkup ilmu tersebut dengan benar tentu saja. 
 
Dan semestinya itu pula harus dipahami oleh laki-laki, apalagi posisinya sebagai pemimpin masyarakat (waliyul 'amri, 'umara), sebagai ayah, sebagai suami, sebagai wali. 
 
Ketika seorang laki-laki memiliki istri seorang dokter kandungan atau bidan misalnya, di mana ilmunya masuk fardhu kifayah, bahkan ia tidak boleh melarang istrinya keluar untuk menolong perempuan lain yang bersalin jika istrinya orang satu-satunya yang bisa menolong. Sebagaimana ia tidak ingin sang istri dibantu persalinannya oleh laki-laki lain.
 
Namun tentu saja jika sang muslimah memiliki anak yang masih kecil-kecil, yang tidak ada pengasuh terbaik selain dirinya, kiprah kifayah semestinya bisa bergeser kepada muslimah atau perempuan lain yang juga memiliki kafa'ah atau kemampuan dalam bidang tersebut. Dan jika anak-anaknya tersebut sudah tidak lagi tergantung padanya, maka kewajiban kifayah kembali lagi padanya, karena ilmu yang menempel pada dirinya.
 
 
Perempuan Butuh Sistem Pendukung 
 
Harus ada sistem memang, sistem yang dipahami dan diperjuangkan bersama. Bahkan jika memang diperlukan, support system berupa daycare di sekolah-sekolah atau di rumah sakit, di mana para ibu guru dan para dokter perempuan menitipkan sementara balitanya saat ia mengajar atau bertugas, sangat bisa diperjuangkan. 
 
PR umat Islam hari ini memang luar biasa banyak. Sekadar menulis, "Selama keluarnya tidak melanggar syariat, tidak khalwat (berduaan dengan non-mahram), tidak ikhtilat (campur baur), tidak tabarruj (memamerkan kecantikan), tidak safar sendirian, ya gapapa..." memang gampang, tapi realita di lapangan, ga semudah itu.
 
Sebagai mantan analis kimia yang pernah nyicip kerja di dunia industri, jaraaaang sekali nemu pabrik yang bebas ikhtilat. Di laboratorium mikrobiologi mungkin sih, tapi kan ga sistemik, itu mah karena kebiasaan dan karakteristik aja, rata-rata yang ditempatkan di lab. mikrobiologi itu perempuan, mungkin karena lebih tekun dan teliti. Butuh sistem yang suportif memang. Kita diserang kiri kanan depan belakang dengan sistem yang tidak menjadikan wahyu sebagai acuan. Termasuk yang terdekat adalah tidak berjalannya sistem perwalian. 
 
Jadi semestinya sekarang kita bukan lagi berbicara tentang prestise karier, kompetisi kerja antara laki-laki dan perempuan, perkara patriarki vs matriarki, atau memperjuangkan emansipasi dan kesetaraan gender yang tidak jelas pijakannya. Kita punya konsep sendiri tentang ilmu, kita punya konsep sendiri tentang masyarakat. Tata kehidupan seperti apa yang semestinya lahir dari ilmu yang bersumber pada Yang Maha Berilmu, Allah Al 'Alim yang harus kita perjuangkan. Mari berjuang!
 
Allahumma shalli wa salim wabarik 'alaih. Wallahua'lam. (rf/voa-islam.com)
 
Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Anies Sebut Formula E Diaudit BPK Tiga Kali, Hasilnya Tidak Ada Masalah

Anies Sebut Formula E Diaudit BPK Tiga Kali, Hasilnya Tidak Ada Masalah

Kamis, 06 Oct 2022 11:13

Dampak Inflasi, PKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Batas Garis Kemiskinan

Dampak Inflasi, PKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Batas Garis Kemiskinan

Kamis, 06 Oct 2022 10:23

Rekonstruksi Kanjuruhan: Suruh 40 Ribu Polisi Duduk di Stadion, Tembakkan Gas Air Mata

Rekonstruksi Kanjuruhan: Suruh 40 Ribu Polisi Duduk di Stadion, Tembakkan Gas Air Mata

Kamis, 06 Oct 2022 09:57

Saudi Jadi Negara Arab Paling Banyak Dikunjungi Turis Sepanjang Tahun 2022

Saudi Jadi Negara Arab Paling Banyak Dikunjungi Turis Sepanjang Tahun 2022

Kamis, 06 Oct 2022 09:27

Politisi Sayap Kanan Marine Le Pen Tuntut Lebih Banyak Penutupan Masjid Di Prancis

Politisi Sayap Kanan Marine Le Pen Tuntut Lebih Banyak Penutupan Masjid Di Prancis

Rabu, 05 Oct 2022 16:24

Menuju Madrasah Unggulan, Pondok Ngruki Study Banding ke MAN IC Serpong

Menuju Madrasah Unggulan, Pondok Ngruki Study Banding ke MAN IC Serpong

Rabu, 05 Oct 2022 13:11

Sahabat Taat, Only Label atau Benar-Benar Available?

Sahabat Taat, Only Label atau Benar-Benar Available?

Rabu, 05 Oct 2022 10:15

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Rabu, 05 Oct 2022 07:47

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 05 Oct 2022 07:41

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Rabu, 05 Oct 2022 05:38

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Selasa, 04 Oct 2022 10:51

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Selasa, 04 Oct 2022 09:12

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30


MUI

Must Read!
X