Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.248 views

Inilah 6 Kerugian Saat Pasangan Mengumbar Curhat di Medsos

 

Oleh: Umi Diwanti

Suatu hari di pencucian motor ada sebuah tulisan menarik. "Mun barasih habari nang lain, mun kada barasih habari ulun." (Jika bersih kabari orang lain, jika tidak kabari saya).

Saya pikir tulisan ini keren. Memuaskan bagi pelanggan dan terhormat bagi pemilik pencucian motor itu. Tapi kalau prinsip ini dipakai dalam rumah tangga sepertinya kurang pas.

Yang kurang baik sampaikan ke pasangan lalu yang baiknya ceritakan ke orang lain. Ini bisa bahaya lho. Bagaimana kalau nanti banyak yang daftar jadi r2, r3, r4, apa emak siap?

Parah lagi kalau kebalikannya. Ada pria lain yang melirik seorang istri yang selalu dipromosikan oleh suaminya sendiri. Siapkah anda melepaskannya?

Jikapun tidak terjadi yang seekstrim itu, tetap saja kurang baik. Bisa jadi ada suami/istri lain yang akhirnya membandingkan pasangan mereka. Lalu kecewa karena mendapati pasangannya tak seperti pasangan kita.

Memang sih salah mereka juga. Bisa saja kita bilang ke mereka, "Situnya aja yang baperan. Kalau gak mau baper gak usah baca status saya, kan beres. Gitu aja kok repot!"

Pertanyaannya, memang apa keuntungannya kita publikasikan kebaikan pasangan? Jadi dapat tambahan uang jajan kah? Atau bikin suami tambah sayang? Padahal faktanya kadang berteman saja tidak dengan akun pasangan.

Sebenarnya manusiawi sih, kalau punya sesuatu yang bagus itu inginnya diceritakan. Tapi terkhusus untuk pasangan sebaiknya disimpan, sampaikan langsung ke yang bersangkutan saja. Itu lebih membuat si dia merasa berarti.

Bisa kita tuliskan langsung perasaan bahagia kita atas kebaikannya via WA pribadi. Atau jika ingin lebih romantis, boleh ditulis di kertas seperti orang tempo doeloe. Paling akhir tuliskan 4x4=16.... Apa ayo sambungannya? Yang tahu, berarti kita seangkatan.

Intinya dapur rumah tangga meskipun kebaikan, sebaiknya jangan terlalu diumbar. Apalagi yang kurang baik. Tentu lebih tidak layak lagi.

Pertama, masalah antara kita dan pasangan dijamin tak berkurang dengan mempublikasikan keburukan pasangan. Malah berpotensi tambah parah, jika pasangan tak terima. Bisa jadi dia tambah keki dan benci sama kita.

Kedua, kita telah menjatuhkan kehormatan pasangan. Jikapun itu membuat kita merasa puas. Ingatlah, dia adalah ayahnya anak kita. Jika anak kita sampai tahu bisa jadi mereka turut membenci.

Tanpa sadar kita telah menanamkan bibit durhaka pada anak kita. Jika kejadian, anak kita jadi durhaka pada istri/suami kita (pasangan yang kita jelekan tadi). Bukankah kita pun akan kecipratan dosanya? Sebab baik buruk anak ada hisab atas orangtuanya yaitu kita.

Seharusnya bertengkar pun, kita harus sembunyi dari anak-anak. Jangan sampai menceritakan keburukan pasangan pada anak-anak**, apalagi sampai dipublish. Kalau teman anak kita tahu bahwa orangtua mereka 'bermasalah' (yakni kita), anak kita pun ikut menanggung malu.

Ketiga, Saya ada baca di tulisannya Ria Fariana yang merupakan cerita nyata, ada seorang laki-laki memutuskan batal menikahi seorang gadis baik-baik gegara isi sosmed sang ibu (camer bagi si lelaki). Isi sosmednya penuh tumpahan perasaannya termasuk tentang suaminya.

Logikanya, kalau suami sendiri saja berani dia umbar di publik, apalagi cuma menantu. Maka harus kita perhatikan betul bahwa perbuatan kita seringkali tak hanya berefek pada kita. Tapi pada mereka yang ada di sekeliling kita.

Keempat, pahamilah suami kita bukan sebatangkara. Ada keluarga, relasi dan teman-temannya. Bagaimana jika mereka semua ikut membenci lalu bisnis/kerjaannya terganggu. Atau sebaliknya, mereka justru yakin pasangan kita baik. Maka siap-siaplah kita yang akan dibully habis.

Kelima, kita juga tidak sendiri. Kita punya orangtua, keluarga, teman dan mungkin penggemar. Kalau mereka tahu keburukan pasangan kita dan mereka tak rela. Bisa jadi maksud kita mempublish tadinya cuma sekedar melepas penat, membuang galau tapi mereka terlanjur "meambilakan hati".

Habislah marwah pasangan kita di mata mereka. Bahkan bisa saja akhirnya mereka memprovokasi kita untuk meninggalkan pasangan. Maka pada posisi ini semakin sulit lah bagi kita mempertahankan keutuhan rumah tangga.

"Tu kan sudah kami bilang sejak dulu, dia itu gak bener, kamu sih mau. Udah tinggalin aja. Masih banyak yang lain yang mau sama kamu!" Masalah tak reda, yang ada kita tambah membara. Atau malah dilema, karena bisa saja saat itu kita hanya emosi sesaat.

Keenam, membuka aib pasangan adalah haram di dalam Islam. Kecuali di depan para qhodi (hakim) demi menghentikan kezaliman dan mendapatkan keadilan. Atau di hadapan orang terpercaya dalam rangka meminta bantuan penyelesaian masalah. Bukan cerita sekedar cerita saja. Apalagi di sosial media.

Oleh sebab itu, kiranya prinsip yang tepat untuk pasutri adalah, apapun yang terjadi bicarakan berdua saja." Niscaya hubungan yang renggang akan berangsur merapat, yang sudah baik akan semakin kokoh.

Yang pasti, saat kita benar-benar mampu menjadi pakaian bagi pasangan. Menutupi segala kekurangannya maka yakinlah Allah akan menutupi pula segala kekurangan kita. Sebab kita juga manusia yang tak mungkin sempurna.

“Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat.” (HR. At Tirmidzi). Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

NB.

* r singkatan dari ratu alias istri.

** pengecualian, boleh disampaikan ke anak jika kejahatan suami membahayakan anak semisal suami ada indikasi menjadi predator anak.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Sabtu, 16 Jan 2021 21:25

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Sabtu, 16 Jan 2021 21:05

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Sabtu, 16 Jan 2021 20:13

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Sabtu, 16 Jan 2021 16:41

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Sabtu, 16 Jan 2021 11:59

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

Sabtu, 16 Jan 2021 11:19

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Jum'at, 15 Jan 2021 00:10


MUI

Must Read!
X