Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.401 views

Pangan Murah untuk Emak

 

Oleh:

Nor Aniyah, S.Pd, Pemerhati masalah sosial dan generasi tinggal HSS, Kalsel

 

MAYORITAS harga kebutuhan pangan menanjak pada awal pekan Maret lalu. Kenaikan tertinggi terjadi pada harga bawang merah sebesar 5,92 persen atau sebesar Rp 2.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 35.800 per kg. Selain bawang merah, harga bawang putih juga meningkat 2,23 persen atau Rp 700 per kg menjadi Rp 32.050 per kg. Sementara harga cabai merah besar naik 4,03 persen atau Rp 1.250 per kg menjadi Rp 32.300 per kg.

Lalu harga cabai merah keriting naik 2,14 persen atau Rp 600 per kg menjadi Rp 28,700 per kg dan cabai rawit merah naik Rp 150 per kg menjadi Rp 38.500 per kg. Kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng kemasan bermerk 1, gula pasir premium, dan gula pasir lokal masing-masing menjadi Rp 50 per kg. Harga minyak goreng menjadi Rp 14.350 per kg, gula kualitas premium Rp 14.750 per kg, dan gula pasir lokal Rp 12.050 per kg (m.cnnindonesia.com, 25/03/2019).

Kenaikan bawang merah dan bahan pangan lainnya akan menimbulkan dampak kenaikan harga lainnya. Apalagi menjelang bulan Ramadan. Ibu rumah tangga adalah pihak yang paling merasakan dampak kenaikan pangan. Emak-emak pun dibuat marah dan gerah.

Krisis pangan yang menerpa negeri sudah berulang kali terjadi. Negara agraris yang mayoritas penduduknya hidup dari bercocok tanam dan memiliki lahan pertanian luas justru menghadapi masalah serius dalam situasi pangan. Di berbagai wilayah misalnya, lahan dialihfungsikan untuk membangun perumahan, kawasan industri, hotel dan berbagai infrastruktur lainnya. Maka alih fungsi lahan ini menjadi salah satu penyebab berkurangnya ketersediaan pangan.

Salah urus pemerintah dalam sektor pangan tampak dalam rendahnya pasokan dalam negeri serta ketidakmampuan pemerintah dalam menjaga kestabilan harga. Program swasembada hanyalah isapan jempol semata. Sementara permainan kartel benar-benar telah membuat harga terus melambung tinggi. Kenaikan harga BBM, privatisasi sektor-sektor yang menguasai hajat hidup masyarakat semisal kesehatan, listrik, air dll adalah contoh kebijakan-kebijakan pro kapitalis, di bawah dikte WTO, IMF dan Bank Dunia, telah membawa dampak pada ekonomi masyarakat.

Carut marutnya kondisi pangan kini merupakan akibat dari politik ekonomi Kapitalisme-neoliberal yang telah diterapkan penguasa saat ini. Bergejolaknya harga kebutuhan pokok pada dasarnya disebabkan oleh tidak tercukupinya pasokan ke masyarakat dan macetnya distribusi. Padahal, ketahanan sebuah negara tidak hanya diukur dari kekuatan militernya, tetapi juga dari ketahanan pangan. Berbagai kebijakan ekonomi pro kapitalis-liberal, kini memiskinkan rakyat secara struktural.

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang wajib dipenuhi per individu. Maka, harus ada kebijakan dalam penguasa dalam menyelesaikan kenaikan harga pangan. Yakni, agar masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga terjangkau dan kesejahteraan petani dapat terlindungi. Perhatian penguasa harus dicurahkan untuk mengoptimalisasikan pengelolaan pertanian agar kebutuhan pangan rakyat terpenuhi. Kebijakan pangan negara pun harus dijaga dari unsur dominasi dan dikte negara asing.

Ketersediaan pangan yang dimaksudkan adalah tersedianya stok pangan memadai untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Sementara keterjangkauan pangan adalah tersedianya pangan secara merata di semua wilayah dengan tingkat harga yang wajar. Ketersediaan pangan itu erat kaitannya dengan produksi pangan. Sedangkan keterjangkauan pangan erat kaitannya dengan distribusi dan keseimbangan supply dan demand.

Syariah Islam sangat memperhatikan upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan. Selanjutnya, siapapun yang memiliki tanah, jika ditelantarkan tiga tahun berturut-turut maka hak kepemilikannya atas tanah itu hilang. Selanjutnya tanah yang ditelantarkan pemiliknya itu akan diambil oleh negara dan didistribusikan kepada rakyat yang mampu mengolahnya.

Syariah Islam juga menjamin terlaksananya mekanisme pasar yang baik. Negara wajib memberantas berbagai penimbunan, kanzul mal, riba, monopoli, dan penipuan. Negara juga harus menyediakan informasi ekonomi dan pasar sehingga meminimalkan terjadinya kecurangan pelaku pasar mengambil keuntungan secara tidak benar.

Islam tidak membenarkan penimbunan dengan menahan stok agar harganya naik. Abu Umamah al-Bahili berkata: “Rasulullah Saw melarang penimbunan makanan” (HR al-Hakim dan al-Baihaqi). Jika pedagang, importir atau siapapun menimbun, ia dipaksa untuk mengeluarkan barang dan memasukkannya ke pasar. Jika efeknya besar, maka pelakunya bisa dijatuhi sanksi tambahan sesuai dengan kebijakan negara.

Jika terjadi ketidakseimbangan supply dan demand (harga naik/turun drastis), negara melalui lembaga pengendali, segera menyeimbangkannya dengan mendatangkan barang dari daerah lain. Inilah yang dilakukan Khalifah Umar Ibnu al-Khatab ketika di Madinah terjadi musim paceklik. Ia mengirim surat kepada Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu di Bashrah yang isinya: “Bantulah umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ! Mereka hampir binasa.” Setelah itu ia juga mengirim surat kepada ‘Amru bin Al-‘Ash Radhiyallahu ‘anhu di Mesir. Kedua gubernur ini mengirimkan bantuan ke Madinah dalam jumlah besar, terdiri dari makanan dan bahan pokok berupa gandum. Bantuan ‘Amru Radhiyallahu ‘anhu dibawa melalui laut hingga sampai ke Jeddah, kemudian dari sana dibawa ke Mekah (Lihat: At-Thabaqatul-Kubra karya Ibnu Sa’ad, juz 3 hal. 310-317).

Inilah mekanisme pasar yang diajarkan oleh Islam. Ditopang dengan perdagangan yang sehat, tidak ada monopoli, kartel, mafia, penipuan dan riba yang memang diharamkan dalam Islam, maka hasil pertanian dapat terjaga. Produktivitas tetap tinggi, harga pangan terjangkau, sehingga negara bisa swasembada pangan. Niscaya kestabilan harga pangan dapat dijamin, ketersediaan komoditas, pertumbuhan serta kestabilan ekonomi dapat diwujudkan. Dan para emak, bisa memenuhi kebutuhan pokok keluarga dengan bahagia.**

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Selasa, 25 Jun 2019 00:43

Bola Panas di Ruang RPH MK

Bola Panas di Ruang RPH MK

Senin, 24 Jun 2019 23:19

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Senin, 24 Jun 2019 22:56

Riset Tunjukkan Olahraga di Pagi Hari Lebih Cepat Membakar Lemak

Riset Tunjukkan Olahraga di Pagi Hari Lebih Cepat Membakar Lemak

Senin, 24 Jun 2019 22:30

Polisi Sebut Penangkapan Rahmat Baequni Tidak Ada Hubungannya dengan Desain Masjid 'Iluminati'

Polisi Sebut Penangkapan Rahmat Baequni Tidak Ada Hubungannya dengan Desain Masjid 'Iluminati'

Senin, 24 Jun 2019 22:20

Pengidap Nomophobia Terus Bertambah

Pengidap Nomophobia Terus Bertambah

Senin, 24 Jun 2019 22:20

Konsep Perang

Konsep Perang

Senin, 24 Jun 2019 22:17

Revisi Aturan Kawasan Ekonomi Khusus: Sinyal Impor Tenaga Pendidik Asing?

Revisi Aturan Kawasan Ekonomi Khusus: Sinyal Impor Tenaga Pendidik Asing?

Senin, 24 Jun 2019 21:42

BMKG Jabar Nilai Suhu Dingin di Kota Bandung Masih Wajar

BMKG Jabar Nilai Suhu Dingin di Kota Bandung Masih Wajar

Senin, 24 Jun 2019 21:24

Menkumham Tolak Syarat Napi Khatam Al Quran Baru Bisa Bebas

Menkumham Tolak Syarat Napi Khatam Al Quran Baru Bisa Bebas

Senin, 24 Jun 2019 21:24

Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Persis Jabar, Agus Priatna Minta Dukungan Penuh dari Kader

Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Persis Jabar, Agus Priatna Minta Dukungan Penuh dari Kader

Senin, 24 Jun 2019 21:20

Kemendagri Evaluasi Berkas Permohonan Perpanjangan Izin FPI

Kemendagri Evaluasi Berkas Permohonan Perpanjangan Izin FPI

Senin, 24 Jun 2019 21:10

Ketuk Palu Kebenaran dan Keadilan

Ketuk Palu Kebenaran dan Keadilan

Senin, 24 Jun 2019 21:07

Gerindra Klaim Belum Ada Utusan Jokowi-Ma'ruf Bicarakan Rekonsiliasi

Gerindra Klaim Belum Ada Utusan Jokowi-Ma'ruf Bicarakan Rekonsiliasi

Senin, 24 Jun 2019 21:03

Polda Metro Jaya Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Polda Metro Jaya Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Senin, 24 Jun 2019 20:57

FDP Gelar Safari Dakwah di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Safari Dakwah di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 24 Jun 2019 20:48

Serangan Houthi di Bandara Saudi Tewaskan Satu Orang

Serangan Houthi di Bandara Saudi Tewaskan Satu Orang

Senin, 24 Jun 2019 20:39

Putra Mursi Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan Erdogan

Putra Mursi Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan Erdogan

Senin, 24 Jun 2019 20:17

Mohamed Ould Ghazouani Jadi Presiden Baru Mauritania

Mohamed Ould Ghazouani Jadi Presiden Baru Mauritania

Senin, 24 Jun 2019 20:13

Australia Diam-diam Bangun Pelabuhan Baru untuk Akomodasi Militer AS

Australia Diam-diam Bangun Pelabuhan Baru untuk Akomodasi Militer AS

Senin, 24 Jun 2019 20:01


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X