Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.175 views

Hari Kartini, Narasi Feminisme dan Upaya Pengaburan Sejarah

 

Oleh:

Nurdalena, S.P, pendidik

 

SOSOK Kartini menjadi icon kebangkitan perempuan Indonesia. Keberanian Kartini melawan diskriminasi dalam pendidikan kala itu, menginspirasi wanita- wanita Indonesia hingga kini. Peringatan hari kartini senatiasa dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Anak- anak perempuan didandani ala Kartini, sebagai wujud rasa bangga ada sosok yang berwajah ayu itu.

Namun sayang, kebanyakan dari perempuan Indonesia salah kaprah dalam memahami sejarah perjuangan kartini. Narasi Feminisme dan Pengaburan Sejarah Sejarah Kartini telah diulang- ulang diinternalisasi pada pemahaman siswa- siswa Negeri ini selama berpuluh tahun.

Namun sayang kebanyakan dari kita salah kaprah dalam mengenal sosok kartini. Sejarah Perjuangan Kartini diselewengkan oleh barat melalui kaum feminis untuk menggiring perempuan keluar dari kodrat keperempuannya. Kaum feminis barat membangun stigma bahwa Kartini adalah pelopor feminisme di Indonesia dan membenturkannya dengan Agama.

Menggoreng narasi bahwa apa yang dilakukan Kartini adalah penentangan terhadap agama. Ini bukanlah hal yang aneh, mengingat teman Kartini berkirim surat, Sebut saja, Nyonya Abendanon, Annie Glesser, Stella, dan Nyonya Van Kol merupakan tokoh- tokoh feminis Barat.

Jika kita mencoba menilik sejarah, maka kita akan menemukan pengaburan pada sejarah Kartini. Dalam buku “Tragedi Kartini” karya Asma Karimah ( 1989), setidaknya ada tiga masa peralihan pemikiran kartini dilihat dari surat- surat yang ditulis Kartini.

Pertama, Masa Adat Kartini. Pada masa ini, Kartini yang memang keturunan keluarga cerdas banyak mengkritisi kehidupan adat Jawa di lingkungan keningratannya. Perjuangannya di tahapan ini berkisar pada sektor pendidikan dan peraturan adat. 

Pada tahun 1899, surat Kartini merujuk tentang kerumitan adat Jawa yang menata tata laku yang menurutnya berlebihan. Terdapat pembedaan perlakuan yang Kartini rasakan dalan naungan keningratan keluarganya. Kartini juga menuntut hak mendapatkan pendidikan semestinya juga menjadi hak kaum pribumi.Para kolonialis (pemerintah Hindia Belanda) membatasi aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat pada masa itu.

Masa kedua, yakni Masa Barat Kartini. tokoh-tokoh yang berkirim surat dengan kartini membawa misi terselubung terhadap Kartini. Mereka mencoba memasukkan peradaban barat dalam masyarakat pribumi. Dan melalui Kartini yang merupakan priyayilah misi tersebut dapat terlaksana. Kartini menjadi terpengaruh oleh pemikiran Barat.

“Orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik; Orang baik-baik itu meniru perbuatan orang yang lebih tinggi lagi, dan mereka itu meniru yang tertinggi pula ialah orang Eropa,” demikian surat Kartini kepada Stella, 25 Mei 1899.

Ketiga, Masa Pencerahan Kartini. Surat-surat yang ditulis sebelum Kartini wafat, banyak mengulang kata Door Duisternis Tot Licht. Kata-kata tersebut kini kita kenal dengan istilah "Habis Gelap Terbitlah Terang". Namun lagi-lagi sejarah mengabur hingga menutupi makna sebenarnya dari kata tersebut. Padahal kata ini terinspirasi oleh potongan Ayat 257 Surat Al Baqarah. 

Seusai pertemuan kartini dengan Kyai Sholeh Darat, seorang ulama besar dari Darat, Semarang. Kaimat "minadz-dzulumati ilannur" dalam Ayat Alquran, menjadi landasan sebenarnya gerakan Kartini. Masa inilah yang menjadi titik balik kehidupan pemikiran Kartini. Kartini yang semula merasa agama adalah sebuah keterkungkungan.

Kata "gelap" adalah masa lalu Kartini yang belum memahami secara integral tentang agamanya, Islam. "terbitlah Terang" adalah masa pencerahan dan penemuan kembali jati diri keislamannya. Kartini wafat sebelum ia dapat menerima seluruh terjemahan Al Quran. Kartini melewati perjalanan panjang menemukan jati dirinya. Namun sejarah hanya menguak satu sisi dari perjalanannya. Kartini sejatinya adalah seorang muslimah yang berjuang menemukan jati dirinya dan agamanya. Wallu a’lam bishawab.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Menteri Kesehatan Israel Positif Terinfeksi COVID-19

Menteri Kesehatan Israel Positif Terinfeksi COVID-19

Kamis, 02 Apr 2020 20:00

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Kamis, 02 Apr 2020 19:29

Pemerintah Afghanistan Adakan Pembicaraan Pertukaran Tahanan dengan Delegasi Taliban di Kabul

Pemerintah Afghanistan Adakan Pembicaraan Pertukaran Tahanan dengan Delegasi Taliban di Kabul

Kamis, 02 Apr 2020 18:51

Update 2 April 2020 Infografik Covid-19: 1790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal

Update 2 April 2020 Infografik Covid-19: 1790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal

Kamis, 02 Apr 2020 18:40

Interupsi Paripurna DPR, Mardani Minta Warteg, Ojol, Sopir, hingga Asongan Didahulukan Bantuan

Interupsi Paripurna DPR, Mardani Minta Warteg, Ojol, Sopir, hingga Asongan Didahulukan Bantuan

Kamis, 02 Apr 2020 18:08

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung Gelar Ujian Komprehensif Daring

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung Gelar Ujian Komprehensif Daring

Kamis, 02 Apr 2020 17:44

Pasukan Israel Curi Bantuan Makanan dan Medis untuk Warga Palestina Terdampak Wabah Virus Corona

Pasukan Israel Curi Bantuan Makanan dan Medis untuk Warga Palestina Terdampak Wabah Virus Corona

Kamis, 02 Apr 2020 16:35

Efek Wabah Corona, Jamaah Meunasah Lamduro Darussalam Bagikan Sembako Untuk Keluarga Miskin

Efek Wabah Corona, Jamaah Meunasah Lamduro Darussalam Bagikan Sembako Untuk Keluarga Miskin

Kamis, 02 Apr 2020 16:13

Kafir, Meninggalkan Shalat Jumat Tiga Kali karena Corona? Berikut Penjelasan KH Cholil Nafis

Kafir, Meninggalkan Shalat Jumat Tiga Kali karena Corona? Berikut Penjelasan KH Cholil Nafis

Kamis, 02 Apr 2020 14:57

Pasukan Rezim Assad dan Milisi Syi'ah Dukungan Iran Mulai Jarah Properti Warga Sipil di Idlib

Pasukan Rezim Assad dan Milisi Syi'ah Dukungan Iran Mulai Jarah Properti Warga Sipil di Idlib

Kamis, 02 Apr 2020 14:45

Jangan Paranoid!

Jangan Paranoid!

Kamis, 02 Apr 2020 13:53

35 Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah  Rawat 1084 Pasien Covid-19

35 Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Rawat 1084 Pasien Covid-19

Kamis, 02 Apr 2020 12:27

Politisi Golkar: Larangan Mudik Harus Sertakan Sanksi

Politisi Golkar: Larangan Mudik Harus Sertakan Sanksi

Kamis, 02 Apr 2020 08:30

Saleh Daulay: PSBB Belum Tentu Berjalan Efektif

Saleh Daulay: PSBB Belum Tentu Berjalan Efektif

Kamis, 02 Apr 2020 07:46

Nasir Djamil Apresiasi Pemulangan Tujuh TKA China di Aceh

Nasir Djamil Apresiasi Pemulangan Tujuh TKA China di Aceh

Kamis, 02 Apr 2020 06:55

Corona dan Status Darurat Kesehatan

Corona dan Status Darurat Kesehatan

Kamis, 02 Apr 2020 04:50

Angka Kematian Corona di DKI Tertinggi, DPRD Heran Pemerintah Pusat Tolak Karantina Wilayah

Angka Kematian Corona di DKI Tertinggi, DPRD Heran Pemerintah Pusat Tolak Karantina Wilayah

Kamis, 02 Apr 2020 01:21

Keimanan dan Kemanusiaan

Keimanan dan Kemanusiaan

Rabu, 01 Apr 2020 23:43

Gugur di Medan Juang

Gugur di Medan Juang

Rabu, 01 Apr 2020 22:48

Saudi Akan Bangun Ruang Karantina Raksasa untuk Isolasi Pesien Terinfeksi Corona dalam Sepekan

Saudi Akan Bangun Ruang Karantina Raksasa untuk Isolasi Pesien Terinfeksi Corona dalam Sepekan

Rabu, 01 Apr 2020 22:25


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X