Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.541 views

Tiga Pilar Penghapus Bisnis Prostitusi, Apa sajakah?

 

Oleh: R. Raraswati *)

Bermula dari patroli siber Polresta Solo, tiga orang diamankan polisi karena diduga telah mengeksploitasi anak di bawah umur dalam bisnis prostitus. Mereka ditangkap di salah satu hotel di Kawasan Gilingan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (6/3/2021) siang.

Di tempat lain, 15 remaja diduga terlibat prostitusi online telah diamankan polisi di salah satu hotel di Kecamatan Panakkukang, Makassar, Senin (8/3/2021) malam. 

Panit 1 Reskrim Polsek Panakkukang Ipda Abdul Rahman mengatakan, dari 15 remaja yang diamankan tersebut, ada satu orang laki-laki yang sudah ditetapkan tersangka. Rahman menerangkan bahwa 15 remaja yang terdiri dari empat wanita ini ditangkap di tiga kamar berbeda hotel tersebut. Dia mengatakan, tiap kamar ada satu wanita dan beberapa remaja laki-laki. "Kalau pesta masih sementara kami melakukan pemeriksaan," ujar Rahman.  Sementara itu, tiga wanita yang ditahan polisi mengakui mereka melakukan pekerjaan seks komersial dengan tarif mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 500.000. (Kompas.com,10/03/2021)

Fakta di atas hanya sebagian dari sekian banyak kasus prostitusi anak yang terjadi di negeri +62. Miris, pelaku bisnis menjadikan prostitusi sebagai ladang mendulang rupiah. Ada beberapa faktor yang mendukung pelaku bisnis terlarang ini terus bertebaran. Liberalisme merupakan satu dari beberapa faktor tersebut.  Masyarakat yang memisahkan aturan agama dari kehidupan menjadikan gaya hidup bebas tanpa batas. Masyarakat, terutama remaja memiliki gaya hidup hedonis demi pemenuhan eksistensi diri. Mereka tidak lagi menjadikan halal dan haram sebagai hukum setiap aktivitasnya.

Kemajuan teknologi yang serba digital juga menjadi faktor semakin merajalelanya kasus prostitusi. Saat ini, sosial media menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan terutama bagi remaja. Hampir semua remaja menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bersosial media. Jika aktivitas ini tidak atau kurang kontrol dari orang tua, maka meraka mudah terpengaruh dengan pergaulan bebas dan kemaksiatan.

Baik atau rusaknya generasi tidak terlepas dari peran orang tua dalam mendidik dan mengawasi anak. Keluarga merupakan institusi pertama dan utama dalam membentuk generasi berkualitas. Jika orang tua abai, moral generasi bisa tergadai.

Selain minimnya perhatian orang tua terhadap anak, faktor kemiskinan turut berperan dalam rusaknya remaja saat ini. Ibu yang seharusnya menjadi pendidik pertama anak dalam keluarga dipaksa untuk beraktivitas ke luar rumah demi memenuhi kebutuhan hidup. Anak-anak tumbuh remaja tanpa didikan dan perhatian yang cukup. Mereka mudah tergoda oleh gaya hidup orang lain yang terlihat menyenangkan. Karena ekonomi yang tidak sesuai gaya hidup inilah yang akhirnya menjerumuskan mereka untuk menerima tawaran prostitusi oleh para mucikari.

Kurangnya peran negara terhadap kasus prostitusi anak semakin memperparah keadaan. Selama ini solusi yang ditawarkan pemerintah bersifat sementara dan tidak memberikan efek jera terhadap perilaku prostitusi dan kejahatan seksual lainnya.

Sesungguhnya Negara berperan sebagai pengatur dan pengambil kebijakan. Negara harus tegas memberi hukuman baik untuk mucikari, pihak hotel yang menyediakan tempat prostitusi, pemakai maupun penjual jasa.

Di dalam Islam, ada 3 pilar pelaksana penerapan aturan yang dapat memberikan solusi dalam masalah prostitusi. Pilar tersebut adalah negara, masyarakat, dan individu/keluarga. Negara memiliki peran sebagai pengayom, pelindung, dan benteng bagi keselamatan seluruh rakyatnya, termasuk anak. Pemberantasan prostitusi baik dewasa maupun anak harus dilakukan secara sistemis.

Langkah yang dapat dilakukan oleh 3 pilar tersebut adalah:

Pertama, penerapan sistem ekonomi Islam. Islam mewajibkan Negara menyediakan lapangan kerja yang cukup dan layak untuk para kepala keluarga serta laki-laki dewasa. Para pemangku kewajiban dapat bekerja dan mampu menafkahi keluarganya. Sehingga, tidak ada anak yang telantar, krisis ekonomi yang memicu anak mencari kasih sayang dan penghidupan yang layak dengan cara yang haram.

Kedua, penerapan sistem pendidikan Islam. Islam mewajibkan Negara menetapkan kurikulum berdasarkan akidah Islam yang akan melahirkan individu bertakwa. Konsep bagaimana berinteraksi dengan masyarakat yang bukan mahram harus menjadi muatan pedidikan. Seperti batasan aurat, khalwat, menundukkan pandangan, berbaur dengan banyak orang dan lain sebagainya.

Ketiga, pengaturan media massa. Negara wajib mengatur berita dan informasi yang disampaikan hanya konten yang membina ketakwaan serta menumbuhkan ketaatan umat. Konten yang dapat melemahkan keimanan dan pelanggaran hukum syara’ akan ditindak tegas. Dengan demikian situs-situs yang menjadi peluang terjadinya prostitusi dapat dihindarkan.

Keempat, penerapan sanksi sesuai syariah. Negara wajib memberi hukuman tegas terhadap para pelaku prostitusi dan kekerasan seksual terhadap anak. Selama ini, hukuman yang diberikan pemerintah hanya berbentuk denda dan nasehat bagi anak dibawah umur. Hukuman tersebut tidak menghentikan pelaku kejahatan.

Kelima, peran masyarakat dalam mengontrol negara sebagai pelindung rakyat. Masyarakat harus mengingatkan negara akan tanggung jawabnya dalam melayani umat. Islam akan menjadi rahmat bagi semesta alam jika dijalankan secara menyeluruh dalam lini kehidupan. Namun, penerapan tersebut hanya dapat dilaksanakan oleh Negara yang menjalankan ideologi Islam.

Terakhir, peran individu yang harus terus memperbanyak ilmu agama untuk membentengi diri dari perbuatan melanggar syariat. Sering berkumpul dengan orang-orang sholih dan atau sholihah dapat membentuk seseorang menjadi baik. Setiap individu akan memiliki benteng iman dan  takwa yang kuat untuk menghindari kemaksiatan termasuk bisnis prostitusi.

Dengan peran tiga pilar ini, insyallah masyarakat tentram, anak-anak tumbuh dalam keamanan dan kenyamanan serta jauh dari bahaya yang mengancam. Allahu a’lam bish showab. (rf/voa-islam.com)

*) Penulis adalah Aktivis Muslimah Peduli Generasi, Muslimah Jawa Timur.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Catatan 100 Hari Kapolri: Minim Perbaikan dan Melanggengkan Kekerasan

Catatan 100 Hari Kapolri: Minim Perbaikan dan Melanggengkan Kekerasan

Rabu, 12 May 2021 15:12

Mathla’ul Anwar Berduka Atas Wafatnya KH Tengku Zulkarnaen

Mathla’ul Anwar Berduka Atas Wafatnya KH Tengku Zulkarnaen

Rabu, 12 May 2021 15:00

Mudik Bukan Pergerakan Teroris Tapi Kebahagiaan Rakyat

Mudik Bukan Pergerakan Teroris Tapi Kebahagiaan Rakyat

Rabu, 12 May 2021 12:36

Tes Wawasan Kebangsaan dan Pelemahan Pemberantasan Korupsi

Tes Wawasan Kebangsaan dan Pelemahan Pemberantasan Korupsi

Rabu, 12 May 2021 12:09

Tatkala Jalan Tikus pun Ditutup

Tatkala Jalan Tikus pun Ditutup

Rabu, 12 May 2021 11:26

Pelajar Kabupaten Bekasi Berbagi 50 Paket Sembako

Pelajar Kabupaten Bekasi Berbagi 50 Paket Sembako

Rabu, 12 May 2021 10:38

Doni-Dion Mahasiswa STAI Attaqwa Bekasi Juara Aksi Asia Indosiar 2021

Doni-Dion Mahasiswa STAI Attaqwa Bekasi Juara Aksi Asia Indosiar 2021

Rabu, 12 May 2021 10:25

Legislator PKS: Waspadai Dibalik Tujuan Kapal-Kapal Perang China Geruduk Indonesia

Legislator PKS: Waspadai Dibalik Tujuan Kapal-Kapal Perang China Geruduk Indonesia

Rabu, 12 May 2021 10:16

Politisi Golkar Minta Pemerintah Jelaskan Kasus Kematian Pasca Disuntik Vaksin AstraZeneca

Politisi Golkar Minta Pemerintah Jelaskan Kasus Kematian Pasca Disuntik Vaksin AstraZeneca

Rabu, 12 May 2021 10:03

Luka di Akhir Ramadhan

Luka di Akhir Ramadhan

Rabu, 12 May 2021 09:51

Kesenangan yang Melalaikan di Akhir Ramadhan

Kesenangan yang Melalaikan di Akhir Ramadhan

Rabu, 12 May 2021 09:46

Euforia Belanja Lebaran di Era Pandemi

Euforia Belanja Lebaran di Era Pandemi

Rabu, 12 May 2021 09:38

Buya Anwar Abbas: Larangan Mudik Sudah Sesuai Ajaran Islam

Buya Anwar Abbas: Larangan Mudik Sudah Sesuai Ajaran Islam

Rabu, 12 May 2021 09:29

KH Muhyiddin: Normalisasi Hubungan dengan Israel Tak Banyak Manfaatnya

KH Muhyiddin: Normalisasi Hubungan dengan Israel Tak Banyak Manfaatnya

Rabu, 12 May 2021 09:16

Soroti Kekerasan Israel, MUI Gelar Pertemuan Ormas Islam

Soroti Kekerasan Israel, MUI Gelar Pertemuan Ormas Islam

Rabu, 12 May 2021 09:05

Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Selasa, 11 May 2021 22:46

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Selasa, 11 May 2021 22:35

Anakku Investasi Akhiratku

Anakku Investasi Akhiratku

Selasa, 11 May 2021 22:32

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Selasa, 11 May 2021 22:20

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Selasa, 11 May 2021 22:19


MUI

Must Read!
X