Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.142 views

Sistem Neolib Gagal Jamin Kedaulatan Pangan

 

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S

Harga kedelai melambung tinggi di awal tahun 2021. Para produsen tahu dan tempe pun mogok produksi selama tiga hari berturut-turut. Akhirnya rakyat harus rela untuk tidak mengonsumsi tempe-tahu di waktu tersebut. Meski setelahnya, produksi tempe-tahu kembali berjalan, namun tetap menyisakan perih bagi rakyat, sebab harganya naik dari biasanya.

Ternyata mogoknya produksi tempe dan tahu beberapa waktu lalu adalah bentuk protes pengusaha tempe-tahu disebabkan oleh naiknya komoditas kedelai di pasar global. Akhirnya harga jual kedelai di Indonesia pun ikut naik, yakni mencapai Rp9500-10.000/kg padahal biasanya hanya kisaran Rp.6.500-7.000/kg.

Tak hanya itu, Satgas Pangan Polri menemukan temuan mengejutkan yakni adanya penimbunan di gudang importir. Itulah yang menyebabkan harga kedelai melonjak tinggi. Karena memang di Indonesia, impor kedelai dikuasai oleh sekitar 2-3 perusahaan importir saja. Merekalah yang menguasai kuota kedelai impor hingga 66,5%. Keberadaan para importir tersebut mampu memainkan harga kedelai di dalam negeri dan pembatasan pasokan.

Sungguh ironis! Indonesia yang memiliki kekayaan alam melimpah, faktanya tidak mampu berdaulat dalam hal pangan. Kebutuhan kedelai di dalam negeri tidak mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Sebaliknya Indonesia justru bergantung pada impor dari luar negeri.

Ketergantungan Indonesia terhadap impor ini tidak bisa dilepaskan dari adanya liberalisasi perdagangan yang diterapkan saat ini. Hal tersebut sebagai konsekuensi atas ketergabungan Indonesia dengan organisasi perdagangan internasional, yakni WTO. Dengan itu, Indonesia harus tunduk pada berbagai aturan yang ditetapkan oleh WTO. Diantaranya mengurangi subsidi ekspor, mengurangi subsidi di dalam negeri. membuka akses pasar untuk pelaku perdagangan insternasional.

Begitulah hakikatnya liberalisasi perdagangan dalam sistem neolib.  Membuka ruang yang seluas-luasnya bagi cengkraman asing terhadap negeri ini. Sehingga Indonesia tidak memiliki kedaulatan sama sekali. Hal itu jelas merugikan rakyat, sebaliknya menguntungkan para penguasa dan asing.

Salah satu implikasi dari adanya liberalisasi perdagangan adalah penghapusan bea impor sehingga menyebabkan indonesia diserbu  oleh para negara importir. Dan akhirnya produsen di dalam negeri gigit jari.

Pemerintah dalam sistem neoliberal terbukti telah gagal dalam mewujudkan kedaulatan pangan.  Tidak ada jaminan bagi produsen kedelai lokal oleh negara. Sebaliknya lahan-lahan kedelai menyusut, tidak ada perlindungan harga di tingkat petani yang menyebabkan petani senantiasa merugi, akhirnya memilih berhenti menanam kedelai. Selain itu, varietas unggul kedelai di dalam negeri yang kian merosot. Akibatnya, kedelai impor banyak menjadi pilihan karena kualitasnya lebih bagus.

Jelaslah bahwa Indonesia tidak memiliki visi politik pangan yang jelas sehingga tidak mampu berdaulat. Hal tersebut juga menunjukkan telah hilangnya fungsi negara yang benar, yakni sebagai pemelihara atas rakyatnya.

Dalam sistem neolib hari ini, pemerintah mandul dari fungsinya sebagai pelayan rakyat. Sebaliknya pemerintah hari ini hanya berfungsi sebagai regulator, yakni perantara saja, bukan penanggungjawab utama terpenuhinya kebutuhan rakyat.

Sementara itu, sistem Islam memiliki mekanisme yang jelas dan khas dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Negara tidak boleh bergantung pada impor, sebaliknya negara harus mengoptimalkan produksi di delam negeri. Setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan negara dalam rangka mewujudkan swasembada pangan, yakni:

Pertama, intensifikasi pertanian, yakni menyediakan bibit unggul bagi petani, menjamin ketersediaan alat-alat pertanian, menjamin ketersediaan pupuk, dll.

Kedua, ekstensifikasi pertanian, yakni negara wajib menjamin ketersediaan lahan pertanian, membangun infrastruktur yang dapat menopang kelancaran distribusi hasil pertanian, membangun saluran irigasi, dan sebagainya.

Negara juga harus menindak tegas para pelaku penimbunan. Karena dalam Islam, penimbunan adalah sesuatu yang diharamkan, apalagi jika sampai menimbulkan kelangkaan barang sehingga memicu lonjakan harga.

Dari Ma’mar bin Abdullah; Rasulullah bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan penimbunan melainkan dia adalah pendosa.” (HR. Muslim, no. 1605)

Negara juga akan menerapkan sistem politik tanah, yakni akan mengambil alih lahan yang oleh pemiliknya tidak dimanfaatkan selama tiga tahun berturut-turut. Status tanah tersebut menjadi tanah mati. Negara berhak mengelola tanah tersebut atau memberikan tanah tersebut kepada seseorang untuk dikelola/dihidupkan kembali. Sehingga dalam naungan sistem Islam ketersediaan lahan tentu tak perlu dikhawatirkan.

Rasulullah Saw bersabda:

"Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan Abu Dawud).

Dalam pandangan Islam, negara harus berupaya memenuhi kebutuhan rakyatnya secara optimal, bukan menyerahkan kepada koorporasi. Oleh karena itu, untuk menghentikan ketergantungan impor kita tidak bisa tetap berharap dalam sistem hari ini, karena sistem saat ini meniscayakan Indonesia tunduk pada perjanjian-perjanjian dagang internasional. Mustahil bisa mandiri dalam menentukan kebijakan.

Selama negeri ini menerapkan sistem demokrasi liberal, maka selama itu pula lah negeri ini akan tersandera, sehingga kedaulatan pangan yang diharapkan tak akan pernah dapat terwujud. Oleh karena itu, hanya dengan tegaknya Khilafah saja lah negeri ini dapat terlepas dari ketergantungan impor. Dengan begitu pula negeri ini berdaulat dan rakyatnya akan sejahtera lagi mulia. Wallahu'alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Al-Shabaab Bebaskan 400 Tahanan Dalam Pembobolan Penjara di Puntland Somalia Utara

Al-Shabaab Bebaskan 400 Tahanan Dalam Pembobolan Penjara di Puntland Somalia Utara

Sabtu, 06 Mar 2021 21:05

Laporan: Faksi FSA Dukungan Turki Bicarakan Masalah Keamanan Dengan HTS

Laporan: Faksi FSA Dukungan Turki Bicarakan Masalah Keamanan Dengan HTS

Sabtu, 06 Mar 2021 20:00

Kasus Suap Pajak di Tengah Pandemi, Anis: Rapor Merah Pemerintah

Kasus Suap Pajak di Tengah Pandemi, Anis: Rapor Merah Pemerintah

Sabtu, 06 Mar 2021 19:19

Palang Merah Internasional Desak Myanmar Lindungi Relawan dan Petugas Kesehatan

Palang Merah Internasional Desak Myanmar Lindungi Relawan dan Petugas Kesehatan

Sabtu, 06 Mar 2021 13:15

Kajian Ilmu FUUI:

Kajian Ilmu FUUI: "Mengharamkan yang Dihalalkan dan Menghalalkan yang Diharamkan oleh Allah SWT"

Sabtu, 06 Mar 2021 09:50

Jimly Asshiddiqy Salah Besar

Jimly Asshiddiqy Salah Besar

Sabtu, 06 Mar 2021 09:30

Bolehkah Berdoa Agar Disampaikan ke Ramadhan?

Bolehkah Berdoa Agar Disampaikan ke Ramadhan?

Jum'at, 05 Mar 2021 18:43

Organisasi HAM Sambut Baik Keputusan ICC Untuk Selidiki Kejahatan Perang Israel

Organisasi HAM Sambut Baik Keputusan ICC Untuk Selidiki Kejahatan Perang Israel

Jum'at, 05 Mar 2021 16:05

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 15:59

Bank Danamon Syariah Hadirkan Layanan Wakaf Uang

Bank Danamon Syariah Hadirkan Layanan Wakaf Uang

Jum'at, 05 Mar 2021 15:52

Rusia Telah Pulangkan 145 Anak Mantan Pejuang Islamic State Dari Irak dan Suriah

Rusia Telah Pulangkan 145 Anak Mantan Pejuang Islamic State Dari Irak dan Suriah

Jum'at, 05 Mar 2021 15:35

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Jum'at, 05 Mar 2021 14:40

Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Jum'at, 05 Mar 2021 02:28

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Kamis, 04 Mar 2021 21:15

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Kamis, 04 Mar 2021 20:30

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Kamis, 04 Mar 2021 20:02

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Kamis, 04 Mar 2021 19:08

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Kamis, 04 Mar 2021 18:15


MUI

Must Read!
X