Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.953 views

Ancaman Corona di Momen Pilkada

 

Oleh: Intan H.A

Bersamaan dengan wabah covid-19 yang semakin tak terkendali, kontestasi pemilihan kepala daerah turut serta mewarnai.  Tepat pada tahun ini,  pilkada serentak tahun 2020 akan segera digelar di beberapa daerah. Komisi II DPR bersama menteri dalam negeri (Mendagri), hingga komisi Pemilihan Umum (KPU)  menyepakati tanggal pelaksanaan pilkada serentak 2020. Pilkada serentak akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

Banyak kalangan menyayangkan keputusan ini. Namun tidak sedikit juga yang menganggap bahwa pilkada harus tetap berjalan meski pandemi masih menghantui negeri. Penolakan pun datang dari Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (perludem) Titi Anggraini bahwa  keputusan untuk segera melanjutkan tahapan pilkada 2020 ditengah pandemi covid-19 mengancam keselamatan jiwa penyelenggara dan pemilih.

"Melanjutkan tahapan pilkada di tengah pandemi covid-19 dengan masa persiapan yang sangat sempit adalah keputusan yang mengancam keselamatan jiwa pemilih dan penyelenggara pemilu, " ujar Titi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, kamis (28/5/2020). (kompas.com,  28/5/2020)

Penolakan dari berbagai pihak bermunculan sebagai sikap kekhawatiran akan semakin banyaknya korban yang berjatuhan akibat wabah ini.  Per tanggal 21 September 2020, kasus terkonfirmasi positif corona di Indonesia bertambah sebanyak 4.176 kasus.  Penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 yang kini secara keseluruhan mencapai 248.852 kasus.  Grafik terjangkitnya virus corona sampai saat ini belum nampak melandai.  Sehingga, kekhawatiran akan semakin bermunculannya kluster baru akibat diselenggarakannya pilkada adalah hal yang wajar. 

Seperti yang diketahui,  pesta Demokrasi selalu diiringi dengan kampanye dari masing-masing paslon yang diusung.  Proses kampanye yang berlangsung akan melibatkan sejumlah pihak.  Alhasil,  bisa dipastikan akan terjadi kerumunan masa mengiringi jalannya proses kampanye berlangsung.  Hal inilah yang dijadikan pertimbangan oleh beberapa pihak. Dengan adanya kerumunan massa yang tak terkendali,  akan memudahkan virus covid-19 mencari mangsa baru. 

Disamping itu,  proses kampanye pun tidaklah murah.  Biaya yang digelontorkan saat mempromosikan paslon dari parpolnya masing-masing, bisa mencapai hitungan milyaran bahkan triliunan.  Di saat pandemi seperti saat ini,  banyak faktor yang seharusnya menjadi bahan pertimbangan oleh rezim. Andaikan biaya tersebut diperuntukan guna membiayai keperluan dalam menangani wabah covid-19, maka tidak lagi terdengar keluhan para dokter akan kekurangan APD, beban yang dipikul rakyat pun tidak semakin berat. 

Abainya sang Penguasa

Sistem Demokrasi sejatinya menghadirkan kebijakan yang tidak memihak pada rakyat.  Nampak dari sikap tergesa-gesa yang ditunjukkan oleh para rezim, untuk tetap menyelenggarakan pilkada ditengah pandemi yang masih melanda.  Ini merupakan sebuah sikap abai terhadap fakta yang ada.  Di mana seharusnya para penguasa memperhatikan keselamatan rakyatnya. Namun sebaliknya,  keputusan untuk menyelenggarakan pemilihan kepala daerah tidak bisa ditunda.

Meski anjuran untuk mematuhi protokol kesehatan selama masa kampanye berlangsung terus digaungkan oleh berbagai pihak.  Tapi, tidak sedikit paslon yang mengabaikan hal tersebut.  Akhirnya kerumunan pun tidak bisa dihindarkan.  Dengan demikian,  pilkada di masa pandemi dinilai  oleh beberapa pihak, akan lebih banyak mudharatnya.

Islam Menawarkan Solusi

Dinasti kekuasaan begitu kental menghiasi kontestasi pilkada tahun ini. Kurang lebih ada 10 keluarga pejabat dan elit politik yang akan berlaga dalam pilkada tahun 2020. Mulai dari anak presiden,  keluarga menteri hingga bupati, turut serta mewarnai pentas pilkada tahun ini.  Padahal, sebagian besar dari mereka tidak memiliki rekam jejak di panggung politik.  Akhirnya keraguan akan kapabilitas mereka dalam mengemban amanah rakyat pun dipertanyakan. 

Seorang pemimpin dalam sistem Demokrasi lahir dari proses pemilihan umum. Pemilu merupakan jalan yang harus ditempuh bagi para paslon untuk menduduki tampuk kekuasaan. Di mana hal ini melibatkan rakyat sebagai pihak yang menentukan siapa yang hendak memimpin mereka.  Meski begitu,  pilihan publik tersebut tidaklah bisa dilepaskan dari pilihan partai politik.

Padahal Islam sebagai agama dan ideologi, memberikan konsep yang lebih praktis dalam memilih pemimpin.  Cara-cara yang ditawarkan oleh Islam dalam mengangkat seorang pemimpin tidaklah serumit di dalam sistem Demokrasi.  Sebab,  kepala daerah dipilih langsung oleh seorang Khalifah yang sebelumnya dipilih melalui proses bai'at.  Sehingga,  tidak membutuhkan dana yang sangat besar dalam pengangkatannya.  Disamping itu,  tatkala wabah tengah melanda seperti saat ini, hal tersebut dapat menghindarkan kerumunan masa yang hanya akan mengundang korban baru semakin berjatuhan. 

Islam memandang politik sebagai aktivitas yang mengatur urusan rakyat.  Bukan sebagaimana perpolitikan yang didefinisikan dalam Demokrasi, yang hanya diperuntukkan guna melanggengkan kekuasaan.

Oleh sebab itu,  penguasa yang dipilih untuk mengemban amanah rakyat adalah ia yang memiliki keimanan pada rabb-Nya.  Dengan demikian,  ia akan menjalankan amanah yang diembankan dipundaknya dengan penuh tanggung jawab.

Seorang penguasa yang menyadari bahwa setiap kebijakan yang diberlakukannya akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah kelak, ia akan takut untuk mengabaikan urusan rakyatnya.  Sehingga,  rakyat yang berada di bawah kepemimpinannya pun akan hidup sejahtera, dan segala kebutuhannya pun tercukupi. Hal ini tidak akan terwujud, manakala kita masih bercokol pada sistem buatan manusia.  Hanya dengan menerapkan sistem Islam yang aturannya berasal dari sang pencipta,  maka kehidupan yang didambakan akan terlaksana. Wallahu'alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Latest News
Brigade Al-Qassam Tidak Akan Rilis Informasi 'Tak Ternilai' Terkait Tentara Israel Yang Mereka Tahan

Brigade Al-Qassam Tidak Akan Rilis Informasi 'Tak Ternilai' Terkait Tentara Israel Yang Mereka Tahan

Senin, 02 Aug 2021 21:51

Vaksinasi Jadi Syarat Aktivitas di DKI?

Vaksinasi Jadi Syarat Aktivitas di DKI?

Senin, 02 Aug 2021 21:23

Pasukan Keamanan Tunisia Tangkap 2 Lagi Anggota Parlemen Pengkritik 'Kudeta' Presiden Kais Saied

Pasukan Keamanan Tunisia Tangkap 2 Lagi Anggota Parlemen Pengkritik 'Kudeta' Presiden Kais Saied

Senin, 02 Aug 2021 19:30

15 Tentara Niger Tewas 6 Lainnya Hilang Setelah Serangan 'Teroris' Dekat Perbatasan Burkina Faso

15 Tentara Niger Tewas 6 Lainnya Hilang Setelah Serangan 'Teroris' Dekat Perbatasan Burkina Faso

Senin, 02 Aug 2021 17:45

Presiden Ashraf Ghani Salahkan Penarikan Tiba-tiba AS Untuk Memburuknya Keamanan Di Afghanistan

Presiden Ashraf Ghani Salahkan Penarikan Tiba-tiba AS Untuk Memburuknya Keamanan Di Afghanistan

Senin, 02 Aug 2021 17:05

Pandemi Diperkirakan Berakhir 5 Tahun Lagi, Epidemiolog Ingatkan Potensi Chaos di Masyarakat

Pandemi Diperkirakan Berakhir 5 Tahun Lagi, Epidemiolog Ingatkan Potensi Chaos di Masyarakat

Senin, 02 Aug 2021 15:03

Banyak Ulama Wafat saat Pandemi, HNW: Pentingnya Sanggar Al-Quran Cetak Generasi Penerus Ulama

Banyak Ulama Wafat saat Pandemi, HNW: Pentingnya Sanggar Al-Quran Cetak Generasi Penerus Ulama

Senin, 02 Aug 2021 09:41

Pemilu 2024, Aleg PKS: Untuk Kebaikan Negara, Jangan Asal Coblos!

Pemilu 2024, Aleg PKS: Untuk Kebaikan Negara, Jangan Asal Coblos!

Senin, 02 Aug 2021 08:34

Sang Wartawan Itu Telah Pergi

Sang Wartawan Itu Telah Pergi

Senin, 02 Aug 2021 07:32

Innalillahi, Pegiat Dakwah Masjid Jogokariyan Ustaz Fanni Rahman Wafat

Innalillahi, Pegiat Dakwah Masjid Jogokariyan Ustaz Fanni Rahman Wafat

Senin, 02 Aug 2021 07:07

UEA Kirim 6 Mantan Tahanan Guantanamo Ke Yaman

UEA Kirim 6 Mantan Tahanan Guantanamo Ke Yaman

Ahad, 01 Aug 2021 21:30

Makin Digoyang, Anies Semakin Matang

Makin Digoyang, Anies Semakin Matang

Ahad, 01 Aug 2021 21:17

Taliban Hujani Bandara Kandahar Dengan Roket Untuk Gagalkan Serangan Udara Pasukan Pemerintah

Taliban Hujani Bandara Kandahar Dengan Roket Untuk Gagalkan Serangan Udara Pasukan Pemerintah

Ahad, 01 Aug 2021 21:10

Bahaya “Jurnalisme Omongan” Pejabat

Bahaya “Jurnalisme Omongan” Pejabat

Ahad, 01 Aug 2021 21:02

11 Tentara Mesir Tewas Atau Terluka Dalam Serangan Islamic State Di Semanjung Sinai

11 Tentara Mesir Tewas Atau Terluka Dalam Serangan Islamic State Di Semanjung Sinai

Ahad, 01 Aug 2021 20:50

Ismail Haniyeh Terpilih Kembali Sebagai Pemimpin Kelompok Hamas Untuk Kali Kedua

Ismail Haniyeh Terpilih Kembali Sebagai Pemimpin Kelompok Hamas Untuk Kali Kedua

Ahad, 01 Aug 2021 19:17

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Ahad, 01 Aug 2021 16:05

ACT dan Gernas MUI Kerja Bareng Atasi Pandemi Covid-19

ACT dan Gernas MUI Kerja Bareng Atasi Pandemi Covid-19

Ahad, 01 Aug 2021 13:04

Pemerintah Segera Luncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK

Pemerintah Segera Luncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK

Ahad, 01 Aug 2021 11:10

Wasathi: Khutbah Jumat Perlu Diatur 15 Menit

Wasathi: Khutbah Jumat Perlu Diatur 15 Menit

Sabtu, 31 Jul 2021 23:54


MUI

Must Read!
X