Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.434 views

Era Digital, Benarkah Zaman Terpasungnya Kepakaran?

 

Oleh: Shita Ummu Bisyarah

Hari ini dunia memasuki era baru kehidupannya, yakni era digital. Era digital merupakan era informasi yang disokong perkembangan teknologi berbasis digital, artinya penggunaan teknologi digital mendominasi dalam keseharian. Dapat kita lihat hari ini ada 4,5 milyar orang di dunia yang menggunakan internet untuk mengakses informasi. Hanya dalam beberapa detik informasi apapun yang kita inginkan bisa kita ketahui menggunakan HP di genggaman. Tak perlu lagi ke perpustakaan di tengah kota atau bertanya langsung kepada pakar untuk mengakses informasi.

Namun era digital ini memunculkan tantangan tersendiri. Esensi dari informasi bergeser dari akurat menjadi aktual. Informasi lebih difokuskan pada kecepatan dalam penyajiannya, bukan lagi keakuratan informasi tersebut. Padahal untuk memperoleh informasi yang terverifikasi dapat dibuktikan kebenarannya tidak bisa instan. Pada akhirnya demi menyajikan berita atau opini dengan cepat banyak media atau orang dengan menggunakan sosial medianya memunculkan opini yang sarat akan data tidak valid bahkan hoaks. Padahal berita hoaks sangatlah berbahaya bagi masyarakat, karena akan menggiring mereka kepada isu kebencian atau tindakan lain yang membahayakan secara global.

Sebagai contoh hoaks yang terjadi di masa pandemi ini. Sejak kasus virus corona menyebar pada akhir Januari 2020 sampai pertengahan Maret 2020, di Indonesia menyebar 187 hoax yang menunggangi isu virus corona. Sedangkan malware yang menunggangi isu virus corona di dunia dapat dihitung dengan jari. Balum lagi isu konspirasi tentang virus ini yang akhirnya menggiring masyarakat kepada tak patuh pada protokol kesehatan ( www.detik.net )

Ironisnya masyarakat Indonesia sangat mudah tergiring hoaks hingga konspirasi. Hal ini disebabkan kemampuan literasi masyarakat yang sangat rendah diirjngi dengan pelaku hoaks yang meningkat. Menurut hasil survei Programme for International Student Assesment (PISA), kemampuan membaca atau literasi siswa Indonesia tidak berkembang salama 18 tahun. Hal ini membuat masyarakat kita percaya pada berita yang mereka suka bukan berita berdasarkan fakta. Disinilah terjadi "bias konfirmasi".

Posisi pakar tak lagi berada di puncak piramida keahlian, akan tetapi sama dengan orang awam yang bahkan tak memiliki keahlian. Kita lihat saja ketika vaksin corona Sinovac memasuki uji klinis tahal 3. Orang yang paling reaksioner terhadap hal ini bukanlah para pakar, tetapi orang yang tak memiliki keahlian. Sebut saja berita yang sempat viral yakni wawancara Anji dengan Hadi Pranoto yang mengklaim memiliki obat penyembuh Covid-19. Bahkan dalam youtube yang sempat Tranding tersebut, Hadi mengklaim bahwa obat antibodi COVID-19 sudah menyembuhkan ribuan pasien COVID-19 dalam waktu 10 sampai 20 jam tanpa dasar ilmiah.

Video ini pun menuai berbagai respon dari masyarakat, terutama kelompok anti vaksin yang menyebarkan opini menentang uji klinis 3 vaksin Sinovac dengan narasi "Jangan jadikan kami kelinci percobaan!" Seolah - olah uji klinis ini disamakan dengan animal testing. Padahal sebelum uji klinis 3 vaksin melalui proses panjang, mulai dari uji komputer, animal tasting, uji klinis 1 dan 2 dll. Ketidak tahuan masyarakat terhadap hal ini ditambah menyebarnya berita hoaks bisa dipastikan akan menimbulkan bahaya global. Padahal para pakar atau ahli kesehatan tidak begitu bereaksi karena mereka masih meneliti dan memahami agar informasi yang mereka sampaikan berdasarkan data valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Kemudahan informasi memang tak diselingi dengan kemampuan literasi yang sepadan. Sehingga hal seperti ini sangat memungkinkan terjadi. Namun pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa hal semacam ini menjamur dan sangat sering? Pertama mari kita telaah beberapa modus dari pelaku. Dilansir dari www.sindonews.com Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2020) mengatakan bahwa modus yang digunakan para pelaku umumnya karena iseng, bercandaan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Jika kita analisis kebanyakan modus para pelaku adalah iseng hingga becandaan yang kemudian bisa mereka gunakan sebagai konten bombastis media sosial agar konten mereka bisa viral. Dengan viralnya mereka jelas mereka bisa terkenal dan kemudian memperoleh rupiah dari keviralan mereka. Maka modus utamanya adalah soal materi belaka.

Modus selanjutnya adalah ketidak percayaan terhadap pemerintah. Jujur tidak dipungkiri memang kebijakan Indonesia dalam menangani pandemi menuai banyak kritik dari para ahli, karena kesembronoannya dan tidak tegas dlaam mengeluarkan kebijakan. Kebijakan yang paling bombastis adalah memasukkan TKA China dan kebijakan New Normal ketika pandemi sedang puncak - puncaknya. Maka tak heran jika masyarakat kebingungan mencari solusi walau solusi itu solusi semu asal bisa menenangkan masyarakat seperti wawancara Anji diatas. Sehingga efek selanjutnya adalah masyarakat lebih percaya pada klaim - klaim bombastis di medsos, ketimbang perkataan para pakar. Karena para pakar tak difasilitasi untuk cepat melakukan penelitian, bahkan usulnya saja ditolak oleh negara.

Hal ini tak hanya terjadi pada individu, tapi juga negara. Masih hangat diingatan bagaimana negara mengimpor 2 juta obat Avigan dari India dan China ( news.ddtc.co.id 22/03/2020 ) padahal obat ini belum teruji bisa menyembuhkan pasien virus corona. Negara lebih percaya pada klaim bombastis tanpa penelitian ketimbang para pakar. Jelas karena hak ini sangat menguntungkan pihak - pihak yang andil dalam impor. Lagi - lagi ini soal materi.

Jelas ini bukanlah masalah individu belaka, namun ini adalah masalah sistemis. Kita bersama tau negara ini menganut sistem demokrasi kapitalisme. Asas dari sistem ini adalah materi. Maka jika kita lihat modus - modus pelaku semuanya demi mencari materi belaka, mencari keuntungan sebesar - besarnya. Maka jelas dalam sistem ini para pakar sejajar dengan orang awam yang tak punya dasar. Asal klaim berlebihan asal bombastis lebih dipercaya ketimbang para pakar yang susah payah meneliti dengan sangat hati - hati. Inilah yang disebut era terpasungnya kepakaran. Kapitalismelah yang telah memasungnya.

Hal ini sangat berbeda dengan Islam. Dalam Islam posisi pakar sangatlah dimuliakan. Bahkan jika mereka menelurkan sebuah karya yang kemudian mereka bukukan, maka imbalan bagi mereka adalah emas seberat buku tersebut, masyaAllah. Selain itu Islam mendorong masyarakatnya menjadi seorang pakar, tidak hanya dalam 1 bidang bahkan banyak bidang. Karena Rasulullah bersabda “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad)

Maka tak heran jika dalam daulah Islam saat itu terlahir banyak Pholymath ( orang yang pakar dalam banyak bidang) seperti Ibnu Sina, Al-Hytham, Maryam Al-Asturlabi dkk.  Bahkan ketika Baghdad dibangun penduduknya mayoritas adalah para Pholymath sekaligus ulama. MasyaAllah.

Maka tak layak lagi ideologi ini dipertahankan, karena ideologi ini merupakan media kultur yang sangat baik untuk menyuburkan kemungkaran. Mulai dari LGBT, kekerasan, pezinaan, pencurian, pembunuhan dan tindak kriminal lainnya. Sudah saatnya Islam kembali memimpin dunia dengan aturannya yang sempurna dan memuliakan. Wallahualambissawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Islamic State Bobol Penjara di Kongo, Bebaskan Setidaknya 1300 Narapidana

Islamic State Bobol Penjara di Kongo, Bebaskan Setidaknya 1300 Narapidana

Rabu, 21 Oct 2020 19:15

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Pimpinan Ponpes Gontor KH. Abdullah Syukri Zarkasyi Wafat

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Pimpinan Ponpes Gontor KH. Abdullah Syukri Zarkasyi Wafat

Rabu, 21 Oct 2020 19:06

Turki Akan Kirim Bantuan ke Warga Sipil Azerbaijan Terdampak Pertempuran di Nagorno-Karabakh

Turki Akan Kirim Bantuan ke Warga Sipil Azerbaijan Terdampak Pertempuran di Nagorno-Karabakh

Rabu, 21 Oct 2020 18:55

Dilihat Sebagai Oposisi Terkuat, KAMI Akan Ditekan Terus

Dilihat Sebagai Oposisi Terkuat, KAMI Akan Ditekan Terus

Rabu, 21 Oct 2020 17:45

Hatice Cengiz Gugat Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Hatice Cengiz Gugat Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 21 Oct 2020 14:05

Warga Tolak Pendirian Gereja Jemaat Allah Mojolaban Sukoharjo

Warga Tolak Pendirian Gereja Jemaat Allah Mojolaban Sukoharjo

Rabu, 21 Oct 2020 09:58

Indonesia Rekor Utang Terbanyak, DPR: Lewati Batas Aman yang Direkomendasikan IMF

Indonesia Rekor Utang Terbanyak, DPR: Lewati Batas Aman yang Direkomendasikan IMF

Rabu, 21 Oct 2020 09:29

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Selasa, 20 Oct 2020 22:35

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Selasa, 20 Oct 2020 22:15

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Selasa, 20 Oct 2020 21:15

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

Selasa, 20 Oct 2020 20:45

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Selasa, 20 Oct 2020 19:41

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

Selasa, 20 Oct 2020 17:59

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Selasa, 20 Oct 2020 17:26

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Selasa, 20 Oct 2020 09:33

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Selasa, 20 Oct 2020 07:02

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X