Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.133 views

Ada Diskriminasi dalam UU Kewarganegaraan India

 

Oleh:

Ainul Mizan

 

UNDANG-UNDANG kewarganegaraan India hasil amandemen telah disahkan. UU ini memberikan pengakuan kewarganegaraan kepada orang non muslim yang mengungsi ke India dari 3 negeri muslim yakni Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan. Asalkan mereka bisa menunjukkan adanya pengekangan agama yang diterimanya.

Sedangkan kepada warganya sendiri yang muslim diperlakukan dengan adanya pembuktian atas status kewarganegaraannya di India. Hal tersebut berpotensi untuk mengabaikan hak-hak warga muslim yang jumlahnya sekitar 200 juta jiwa.

Wajar bila UU tersebut disebut sebagai UU anti muslim. Jika warga minoritas non muslim dari Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan diakui hak kewargaannya, mengapa hal demikian juga tidak berlaku kepada warga minoritas muslim yang berada di India dari Sri Lanka?

Pihak Amnesti Internasional meminta agar UU kewarganegaraan tersebut dicabut. UU tersebut menciderai HAM dan pluralisme agama.

Memang sejak masa Perdana Menteri Narendra Modi, kebijakan - kebijakan pemerintah terlihat tidak memihak kepada kaum muslim.Narendra Modi pernah mengangkat seorang pendeta Hindu anti Islam yang bernama Yogi Adityanath sebagai pemimpin di Uttar Pradesh. Bahkan waktu Modi menjabat sebagai Menteri Utama di Gujarat disinyalir terlibat insiden pada tahun 2002. Insiden tersebut telah menewaskan 1000 orang muslim. Hal itu terjadi ketika ada sebuah penyerangan oleh kelompok Hindhu nasionalis terhadap pemukiman muslim Gujarat.

Narendra Modi diidentikkan dengan sebuah gerakan Hindutva. Sebuah gerakan nasionalis Hindhu yang ekstrim. Mereka menginginkan tanah India itu dikuasai oleh orang - orang Hindhu. Seorang pemimpin senior Dewan Hindhu dunia, Praveen Togadia menyatakan bahwa prosentase orang Hindhu mesti menjadi 100 persen.

Pada tahun 1925, organisasi Hindhu nasionalis, Rashtriya Swayasemvak Sangh (RSS) melancarkan propaganda Hindutva. Sebelumnya propaganda Hindutva diawali pada tahun 1923 oleh Vinayar Davordak Sanarkar, yang merupakan ideolog Hindutva lewat tulisannya "Who is a Hindhu".

Ideologi Hindutva semakin menguat ketika partai sayap kanannya, yakni Baratiya Janata memerintah pada tahun 1998. Baratiya Janata yang merupakan partainya Narendra Modi. Hal itu juga menyebabkan serangan terhadap warga kristen meningkat, di samping terhadap warga muslim.

Keadaan diskriminasi demikian tidak pernah terjadi di dalam sejarah Islam. Kaum non muslim yang mau hidup damai sebagai warga negara di dalam naungan keKhilafahan Islam mendapatkan perlindungan harta, jiwa dan kehormatannya. Merekalah yang kemudian disebut dengan warga dzimmi. Bahkan Rasululloh Saw sendiri menegaskan bahwa barangsiapa yang menganiaya seorang kafir dzimmi, maka sesungguhnya kata Rasulullah, orang tersebut telah menganiaya Rasul. Demikianlah jaminan yang didapatkan oleh warga non muslim tatkala berada di dalam naungan kekuasaan Islam.

Adalah rakyat kota Homs Syria yang notabenenya beragama Nasrani ikut berjuang bersama pasukan keKhilafahan Islam guna menghadapi serbuan pasukan salib. Mereka telah merasakan keadilan Islam.

Begitu pula tatkala terjadi penaklukan Konstantinopel, Sultan Muhammad al Fatih memperlakukan penduduknya dengan sangat manusiawi. Padahal notabenenya penduduk Konstantinopel beragama Nasrani. Entoh, Islam tidak menempatkan mereka sebagai penduduk jajahan. Mereka bukanlah sapi perah bagi sang penakluk.

Penaklukan Islam itu bersifat sebagai pembuka jalan hidayah bagi manusia. Dengan pandangan demikianlah, Islam mampu melebur penduduk asli dan warga Islam yang jadi pendatang untuk bersama membangun wilayahnya menuju kemakmuran.

Demikianlah yang dilakukan oleh Muhammad al Fatih. Dalam waktu sekejap, Konstantinopel disulap menjadi wilayah yang makmur dan maju sehingga layak menjadi ibukota bagi sebuah keKhilafahan Utsmaniy yang agung dan berwibawa.

Tentunya diskriminasi yang menimpa umat Islam termasuk umat kristen yang terjadi di India, termasuk pula yang menimpa muslim Uighur sangatlah bertentangan dengan nilai-nilai kebebasan yang diagungkan selama ini. Bukankah diskriminasi demikian merupakan contoh bentuk penjajahan terhadap hak manusiawi. Karena sesungguhnya Allah menciptakan manusia itu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Memang, manusia membutuhkan keadilan dari aturan Sang Pencipta keberagaman manusia itu sendiri, Allah. Dengan demikian kerahmatan bagi alam semesta bisa terwujud.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Kamis, 02 Feb 2023 16:14

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

Kamis, 02 Feb 2023 14:35

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Kamis, 02 Feb 2023 12:37

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Kamis, 02 Feb 2023 11:45

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Kamis, 02 Feb 2023 10:42

Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Rabu, 01 Feb 2023 16:03

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Rabu, 01 Feb 2023 13:36

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Rabu, 01 Feb 2023 10:25

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Selasa, 31 Jan 2023 18:00

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

Selasa, 31 Jan 2023 17:13

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Selasa, 31 Jan 2023 15:30

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Selasa, 31 Jan 2023 15:00

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Selasa, 31 Jan 2023 14:46

Adab Saat Menguap

Adab Saat Menguap

Selasa, 31 Jan 2023 13:00

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Selasa, 31 Jan 2023 12:55

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Selasa, 31 Jan 2023 12:05

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

Selasa, 31 Jan 2023 11:00

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

Selasa, 31 Jan 2023 10:05

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Selasa, 31 Jan 2023 09:13

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Senin, 30 Jan 2023 19:43


MUI

Must Read!
X