Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.134 views

Reuni 212 Gagal?

Tony Rosyid

[Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa]

Pro-kontra itu biasa. Termasuk tentang Reuni 212. Yang kontra bilang: untuk apa diadakan reuni 212. Gak ada guna. Politis!

Meme dibuat, spanduk dipasang, video didesign yang intinya tak setuju dan mempertanyakan Reuni 212.Tak sampai disitu, akun-akun kabarnya juga diberangus. Siapa pelakunya? Hati-hati jika anda menuduh. Karena ini terkait dengan delik hukum.

Apakah akan ada lagi penghadangan peserta demo sebagaimana masa-masa sebelumnya? Ancaman terhadap perusahaan transportasi? Intimidasi dan penangkapan kepada pengurus masjid yang menyediakan tempat menginap? Dan semua upaya penggagalan Reuni 212? Inilah yang selalu dikhawatirkan.

Bagi yang pro 212, mereka punya alasan tersendiri mengapa peristiwa 212 terus direunukan. Pertama, 212 adalah peristiwa besar dan fenomenal. Tak saja untuk ukuran Indonesia, tapi juga untuk standar dunia. Nyaris tak pernah ada demonstrasi yang diikuti "tujuh juta" massa, tapi tetap aman dan damai. Di sisi ini, mesti secara obyektif harus diakui.

Kedua, ingin memberikan pesan kepada dunia bahwa sebuah perjuangan mesti dilakukan dengan cara-cara yang konstitusional. Tak boleh melanggar hukum dan aturan

Ketiga, menyuarakan semangat toleransi. Dimana setiap umat beragama harus dijaga kenyamanannya dari segala bentuk penghinaan dan penistaan. Protes massa 212 diarahkan tidak hanya kepada Ahok, tapi juga kepada setiap orang, apapun agamanya, yang menghina agama. Termasuk Sukmawati? Biarlah hukum yang bertindak.

Massa 212 juga membuktikan toleransinya. Diantaranya mereka bantu keamanan dan kenyamanan pasangan yang saat itu akan melangsungkan akad nikah di gereja. Dimana halaman sekitar gereja sedang dipadati massa 212. Mereka bilang: "Apalagi manusia, rumput pun aman".

Keempat, mendorong hukum tegak di atas semua kelompok, golongan, partai dan kepentingan. Keadilan di negeri pancasila ini masih menjadi harapan semu, kata mereka. Dan ini PR terbesar yang perlu terus menerus diperjuangkan.

Lepas semua pro-kontra terkait Reuni 212, dimana ada ruang untuk berbeda pendapat dan argumen, tapi yang harus menjadi dasar adalah konstitusi. Bahwa UUD pasal 28E ayat 3 memberi ruang kebebasan bagi setiap warga untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Selama tidak melanggar ketentuan hukum, maka kebebasan berkumpul dan berpendapat tak boleh ada yang menghalangi. Ini harus jadi dasar dan pegangan bersama.

Reuni 212, atau apapun nama dan mimbarnya, siapapun penyelenggaranya, harus dilihat dari sisi undang-undang yang berlaku. Jika tak ada aturan dan hukum yang dilanggar, maka negara harus memastikan bahwa acara tersebut mendapat ijin untuk diselenggarakan.

Terkait hal ini, pihak kepolisian kabarnya telah mengeluarkan ijin. Begitu juga Pemprov DKI juga telah mempersilahkan Monas sebagai tempat diselenggarakannya acara Reuni 212. Ini fakta awal yang positif.

Tapi, ijin saja belum cukup. Ada satu lagi tugas negara yang tak boleh dilewatkan. Yaitu memastikan bahwa tak ada pihak-pihak yang berniat mengganggu, apalagi menghalangi dan menggagalkan terselenggaranya acara Reuni 212. Siapapun yang punya rencana dan berupaya menggagalkan acara tersebut, maka dapat dipastikan bahwa itu adalah pelanggaran. Disini negara harus hadir untuk menindak secara tegas kepada para pengganggu tersebut.

Bagaimana jika yang berupaya menggagalkan adalah oknum dari aparat negara? Tetap saja hukum harus ditegakkan di atas semua institusi dan golongan. Jika tidak, maka akan berlaku hukum rimba. Masing-masing dengan kekuatannya akan adu nekat. Jika ini terjadi, maka, konfllik terbuka bisa mengalirkan darah kembali. Akibatnya?Indonesia gaduh dan energi bangsa terkuras untuk hal-hal yang tak semestinya terjadi.

Disinilah negara dengan instrumen yang dimiliki dituntut untuk hadir dan memastikan tidak ada gangguan dalam bentuk apapun terhadap mimbar demokrasi. Jangan malah aktif untuk menghalangi. Nah, ini akan jadi ujian pertama bagi Menkopolhukam Mahfudz MD. Masihkan punya idealisme hukum dan obyektivitas konstitusional ketika berhadapan dengan Reuni 212.

Sukses dan damainya mimbar rakyat, termasuk Reuni 212 harus dipahami sebagai kesuksesan negara dan damainya sebuah bangsa. Tapi sebaliknya, gagalnya mimbar kebebasan rakyat akan dinilai sebagai gagalnya negara melindungi hak rakyatnya dan menjaga kedamaian bangsa. Sampai disini, nama baik, reputasi dan dedikasi pemerintah akan dipertaruhkan.

Jakarta, 25/11/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X