Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.283 views

Bela Negara

 

Oleh:

Chusnatul Jannah

Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

 

LEMBAGA Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyatakan keinginannya untuk bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI. Kerja sama itu dalam bentuk kegiatan pembinaan kesadaran bela negara. "Pertama silaturahim, kami saling tukar pendapat dan sharing menghadapi masa depan negara. Yang kedua, bagaimana kami membuat kerja sama dalam rangka bela negara," ujar Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (3/8). LPOI terdiri dari 14 ormas Islam. Ke-14 ormas Islam itu, yakni NU, Al Irsyad Al Islamiyah, Persis, Ittihadiyah, Matlaul Anwar, Arrobitoh Al Alawiyah, Al Wasliyah, Syarikat Islam Indonesia, Perti, Ikadi, Azzikra, PITI, Dewan Da'wah, serta Himpunan Bina Muallaf. (Republika.co.id, 4/8/2019).

Hal ini mendapat respon positif dari Kemenhan. Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, mengatakan ancaman nyata bagi NKRI adalah terorisme dan radikalisme. Menurutnya, dibutuhkan kerjasama seluruh masyarakat. Karena program bela negara akan berhasil jika 99 persen masyarakat melibatkan diri menghancurkan ancaman ini. Sementara menurut ketua PBNU, Said Aqil Siradj, mengemukakan bahwa nacaman terhadap NKRI adalah ideologi asing yang bertentangan dengan Pancasila.

Dari kedua pandangan tersebut, maka ada beberapa hal yang patut digarisbawahi. Pertama, tentang terorisme dan radikalisme. Dalam Islam, aksi terorisme memang dilarang. Tak boleh ada aksi membunuh nyawa manusia apalagi mengatasnamkan agama. Hal ini jelas bertentangan dengan konsep amar makruf nahi mungkar dalam Islam. Islam tak mengajarkan kekerasan.

Sayangnya, isu terorisme dan radikalisme seringkali dimainkan oleh musuh-musuh Islam untuk terus menerus memojokkan Islam. Seolah Islam adalah agama kekerasan. Yang taat agama dibilang radikal. Yang menginginkan penerapan syariat Islam dianggap sebagai bibit teroris. Gejala Islamofobia telah menyempitkan makna Islam sesungguhnya. Maka dari itu, apa yang dimaksud dengan ancaman terorisme dan radikalisme haruslah clear terlebih dahulu. Agar maknanya tak ambigu dan multitafsir.

Kedua, tentang ideologi asing. Entah apa yang dimaksud ketua PBNU dengan istilah ideologi asing tersebut. Sejauh ini, ideologi asing yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila adalah kapitalisme dan komunisme. Ideologi kapitalisme dengan akidahnya yang bernama sekularisme sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Beragama hanya dibatasi dalam ranah ibadah mahdhoh saja. Sementara kehidupan diatur sesuai kehendak manusia.

Kapitalisme merupakan sistem yang tak manusiawi dan berkeadilan. Sebab, kekayaan alam boleh dimiliki pribadi asal ia bermodal besar. Alhasil, sistem kapitalisme membuat jurang pemisah antara si kaya dan miskin. Kekayaan hanya dinikmati segelintir orang. Selama negeri ini mengadopsi sistem kapitalisme dalam bernegara dan bermasyarakat, tak akan berubah. Yang sejahtera ya itu-itu saja. Para konglomerat dan pejabat negara. Kesejahteraan rakyat masih jauh panggang dari api. Sedangkan ideologi komunisme sudah jelas penentangannya. Sebab ia tak akui adanya Tuhan.

Ketiga, tentang bela negara. Kalaulah yang dimaksud bela negara adalah menjaga negeri ini dari ancaman kapitalisme dan komunisme, memang sudah semestinya itu dilakukan. Ancaman kapitalisme itu nyata. Baik kapitalisme Timur maupun Barat. Mental mereka sama. Penjajah. Menjarah kekayaan negeri ini dengan berbagai cara. Baik melalui utang luar negeri, investasi asing, kerjasama internasional, liberalisasi perdagangan, dan sejumlah proyek yang mengharuskan Indonesia tunduk dengan kebijakan global.

Kalaulah yang dimaksud bela negara adalah ancaman radikalisme dan terorisme itu sesuai makna sebenarnya, maka pemahaman Islam yang sebenarnya sudah cukup mampu menangkal aksi terorisme. Namun, bila maksud radikalisme dan terorisme itu diartikan sesuai pandangan Barat dan musuh-musuh Islam, maka sejatinya kita sudah terjebak dengan isu yang dihembuskan Barat untuk melemahkan Islam. Sejauh ini, pengertian radikalisme itu selalu menunjuk Islam sebagai biangnya. Narasi yang akan terus dimunculkan untuk menjauhkan umat dari agamanya dan menghambat kebangkitan Islam.

Bela negara yang sesungguhnya adalah menyelamatkan negeri ini dari ideologi dan sistem yang merusak. Seperti komunisme, kapitalisme, sekularisme, liberalisme, dan derivatnya. Bela negara adalah tidak rela negeri ini terjajah di tangan imperialisme Timur dan Barat. Bela negara adalah senantiasa berdoa agar Allah Subhanahu wa Ta'ala turunkan rahmatNya, bukan bencana. Bela negara adalah mengharapkan negeri ini menjadi negeri yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur. Dibukanya pintu berkah dari langit dan bumi. Hal ini akan terwujud manakala negeri ini tunduk dan taat dengan aturan Pencipta manusia.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Pasukan Darat Rusia Berkumpul di Pedesaan Selatan Idlib Diduga untuk Serangan Baru

Pasukan Darat Rusia Berkumpul di Pedesaan Selatan Idlib Diduga untuk Serangan Baru

Senin, 16 Sep 2019 19:15

Muhammadiyah Palangkaraya Inisiasi Mobil Oksigen Hadapi Karhutla

Muhammadiyah Palangkaraya Inisiasi Mobil Oksigen Hadapi Karhutla

Senin, 16 Sep 2019 18:57

Iran Bantah Tuduhan AS Terkait Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Iran Bantah Tuduhan AS Terkait Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Senin, 16 Sep 2019 18:53

Pria Singapura Ditangkap di Bawah ISA Karena Sediakan Uang untuk Keperluan Jihadis

Pria Singapura Ditangkap di Bawah ISA Karena Sediakan Uang untuk Keperluan Jihadis

Senin, 16 Sep 2019 18:30

KAMMI Desak Jokowi, KPK, dan DPR Duduk Bersama Selesaikan Polemik KPK

KAMMI Desak Jokowi, KPK, dan DPR Duduk Bersama Selesaikan Polemik KPK

Senin, 16 Sep 2019 18:12

Arab Saudi Berusaha Pulihkan Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Arab Saudi Berusaha Pulihkan Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Senin, 16 Sep 2019 17:50

Tempo Tonjok Pinokio

Tempo Tonjok Pinokio

Senin, 16 Sep 2019 17:13

2 Warga AS Ditangkap di New Delhi karena Terbangkan Drone Dekat Istana Kepresidenan

2 Warga AS Ditangkap di New Delhi karena Terbangkan Drone Dekat Istana Kepresidenan

Senin, 16 Sep 2019 16:44

Tanggapi Niat Israel untuk Caplok Wilayah Tepi Barat, Turki: Israel Jadi Rasis dan Apartheid

Tanggapi Niat Israel untuk Caplok Wilayah Tepi Barat, Turki: Israel Jadi Rasis dan Apartheid

Senin, 16 Sep 2019 15:15

Memasang Bendera Setengah Tiang Lagi, Perlukah?

Memasang Bendera Setengah Tiang Lagi, Perlukah?

Senin, 16 Sep 2019 15:11

Selamat Jalan KPK...

Selamat Jalan KPK...

Senin, 16 Sep 2019 14:40

Dinilai Kampanyekan Liberalisme, Tagar #BoikotFilmTheSantri Bergema di Jagad Twitter

Dinilai Kampanyekan Liberalisme, Tagar #BoikotFilmTheSantri Bergema di Jagad Twitter

Senin, 16 Sep 2019 14:30

2 Kelompok Pemberontak Sudan Sepakat Lanjutkan Protes

2 Kelompok Pemberontak Sudan Sepakat Lanjutkan Protes

Senin, 16 Sep 2019 14:15

Natsir, A Hassan, dan Persatuan Islam

Natsir, A Hassan, dan Persatuan Islam

Senin, 16 Sep 2019 14:01

Shut Down KPK?

Shut Down KPK?

Senin, 16 Sep 2019 13:30

Layanan Internet di Jayapura dan Daerah Lainnya di Papua Dibuka Kembali

Layanan Internet di Jayapura dan Daerah Lainnya di Papua Dibuka Kembali

Senin, 16 Sep 2019 10:45

Kemenag akan Hapus Materi Perang di Kurikulum Madrasah

Kemenag akan Hapus Materi Perang di Kurikulum Madrasah

Senin, 16 Sep 2019 08:15

Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa

Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa

Senin, 16 Sep 2019 01:00

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik

Senin, 16 Sep 2019 00:00

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia

Ahad, 15 Sep 2019 23:54


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Senin, 16/09/2019 14:40

Selamat Jalan KPK...