Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.433 views

Mengungkap Rahasia Metodologi Islam dalam Pendidikan Dasar di Barat

 

Oleh: Ustadzah Nia Nuraeni Gustini, Lc.,M.A.

(Disampaikan dalam Seminar Metodologi Pendidikan Islam di SDIT An-Najahul Islami Bekasi, 2 Februari 2019)

Pendidikan Dasar di Barat khususnya di Australia, saat ini menyesuaikan dengan perkembangan manusia. Metodologi ini bukan hal baru, karena jauh sebelumnya sudah tertuang dalam Kitab Suci Al-Qur'an:

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat” (Qs Al-Insan 2).

Jadi, pendidikan dasar lebih diutamakan pada kemampuan mendengar terlebih dahulu, sebelum mengasah kemampuan melihat, berpikir dan berbicara.

Di Australia, anak-anak mulai dari bayi sudah terbiasa dibacakan cerita. Anak-anak diajarkan aturan melalui cerita, seperti cara bertanya, mengontrol diri, empati terhadap sesama, dan sebagainya. Inipun sesuai dengan nilai Islam yang mengutamakan akhlakul karimah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia” (HR Bukhari).

Pengajaran anak yang berurutan (step by step) mulai dari budaya mendengar, baru kemudian melihat, berpikir hingga berbicara, akan memberikan hasil positif, antara lain: anak-anak didik akan lebih patuh kepada aturan.

...Pendidikan Dasar di Barat saat ini menyesuaikan dengan perkembangan manusia. Jauh sebelumnya metodologi ini sudah tertuang dalam Kitab Suci Al-Qur'an...

Metodologi Pendidikan yang Keliru di Indonesia

Sementara di Indonesia, sebagian besar pengajaran dimulai dari melihat. Misalnya anak diajarkan membaca sejak dini sebelum memasuki sekolah dasar. Atau anak diajarkan baca Iqro’ sebelum sering diperdengarkan Al-Qur’an.

Karena diawali dari membudayakan ‘melihat’, akibatnya anak-anak menjadi kurang berkembang akhlaknya. Ketika diberikan suatu perintah, anak lebih sulit untuk patuh.

Contoh lain dari pengembangan budaya ‘melihat’ dibandingkan ‘mendengar’ di Indonesia, anak-anak dikenalkan televisi, ponsel, dan gadget sejak dini. Berbeda dengan kebiasaan di luar negeri yang lebih sering membacakan cerita kepada anak.

Akibat dari salah urutan mengajar tadi, akhlakul karimah pada anak kurang terbentuk. Anak hanya shalat atau mengaji ketika disuruh, tidak memahami mengapa harus shalat dan mengaji. Anak berbuat baik hanya ketika ada yang melihat, tapi ketika tidak diawasi orang tua atau guru malah berlaku buruk.

Hal ini karena tidak tertanamnya ihsan di jiwa masing-masing anak, yaitu perasaan Allah selalu melihat di manapun kita berada.

...Keseimbangan otak kanan dan kiri akan berpengaruh pada kecerdasan, kesuksesan dan akhlak seseorang dalam kehidupannya...

Makanan Sehat, Halal dan Thayyib

Nilai Islam yang dipraktikkan di Australia juga misalnya: anak-anak dibiasakan makan makanan sehat. Mereka makan kismis di pagi hari. Kismis adalah salah satu buah yang disenangi Nabi.

Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 168, manusia diperintahkan untuk makan makanan yang halal lagi baik. Memakan makanan baik ternyata penting, karena akan berpengaruh pada cara berpikir dan emosi seseorang.

Pengaruh makanan terhadap cara berpikir dan emosi anak disadari betul oleh orang tua dan guru di Australia, sehingga anak lebih dibiasakan makan buah dan air mineral sebagai snack saat pergi sekolah.

Budaya bermain di alam juga dibiasakan di Australia. Bermain di alam sangat bermanfaat untuk melatih otak kanan, yang akan berhubungan dengan akhlak yang baik.

Hal tersebut mengikuti kisah hidup Nabi Muhammad SAW. Setelah dilahirkan, Nabi dibesarkan di pegunungan dan terbiasa bermain di alam seperti menggembala kambing, dan sebagainya. Ini turut berperan bagi perkembangan otak kanan beliau. Dan keseimbangan perkembangan otak kiri diasah dengan membiasakan mengerjakan segala sesuatu yang baik dengan tangan kanan.

Keseimbangan otak kanan dan kiri akan berpengaruh pada kecerdasan, kesuksesan dan akhlak seseorang dalam kehidupannya.

Semoga nilai-nilai Islam yang diadaptasi pendidikan dasar di Barat bisa diterapkan di Indonesia. [Eva Fauzah, M.Psi.]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Jum'at, 18 Sep 2020 19:52

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 19:46

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Jum'at, 18 Sep 2020 18:59

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

Jum'at, 18 Sep 2020 17:50

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Jum'at, 18 Sep 2020 14:13

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Jum'at, 18 Sep 2020 13:20

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Jum'at, 18 Sep 2020 09:03

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Jum'at, 18 Sep 2020 08:58

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Jum'at, 18 Sep 2020 08:37

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Jum'at, 18 Sep 2020 06:41

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Jum'at, 18 Sep 2020 06:01

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Kamis, 17 Sep 2020 23:30

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Kamis, 17 Sep 2020 23:20

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Kamis, 17 Sep 2020 23:15

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Kamis, 17 Sep 2020 21:45

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Kamis, 17 Sep 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X