Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.805 views

Cerita PKI di Jogokariyan

Oleh: 

Yons Achmad, kolumnis tinggal di Depok, Jawa Barat

 

LEBARAN kemarin saya dan keluarga berkunjung ke Masjid Jogokariyan. Kami seminggu tinggal di penginapan sederhana di atas masjid itu. Kami rencananya, bulan Ramadhan mau itikaf di sana. Sayangnya, penginapan masjid semua penuh. Akhirnya, baru kesampaian selepas lebaran beribadah di sana dan tentu saja mendengar sedikit cerita tentang keberadaan Masjid Jogokaryan yang kini menasional, menjadi referensi bagi masjid-masjid di Indonesia.

Salah satu cerita yang saya dapat tentang sejarah PKI di Jogokariyan. Ya, dulu kampung itu memang pernah menjadi basis PKI. Cerita ini saya dapatkan dari penjelasan takmir masjid plus referensi buletin yang diterbikan. Kabarnya, asal mulai nama Jogokariyan berasal dari Jogokariyo. Nama salah satu kesatuan prajurit abdi dalem kraton. Sebuah nama kampung yang sengaja dibuka oleh Sultan. Ini untuk antisipasi penduduk ndalem keraton yang sudah penuh sesak. Makanya, para “bergodo” prajurit itu harus dipindah keluar beteng bersama keluarganya.

Sebab lain adalah dipersempitnya peran prajurit keraton. Semula, mereka seorang prajurit yang tentu saja bertugas dalam peperangan, lantas dipersempit perannya sekadar menjadi prajurit upacara saja. Konon, jumlahnya yang semula 750 orang, hanya menjadi sekitar 75 orang saja. Maka, para abdi dalem itu kemudian harus keluar dari keraton. Akibat kehilangan jabatan dan pekerjaan, maka mereka terpaksa harus menyesuaikan diri.

Layaknya aparat atau prajurit keraton mereka hidup cukup mapan. Semacam para ASN jaman kita sekarang. Tapi, ada kebiasaan buruk para abdi dalem waktu itu. Diantaranya, suka sekali berjudi, mabuk bahkan nyandu. Mereka terbiasa menerima gaji secara rutin, ketika gajinya dihentikan dan mereka kehilangan pekerjaan, membuat mereka syok. Sultan memang tak melepas mereka begitu saja. Mereka diberi sawah (palungguh) untuk dikelola. Sayangnya, mereka gagal menyesuaikan diri menjadi petani dan banyak tanah serta pekarangan dijual kepada para pengusaha Batik.

Akhirnya, anak turun para mantan prajurit itu banyak yang kemudian sekadar menjadi buruh di pabrik-pabrik Batik. Itulah masa suram bagi para keturunan abdi dalem prajurit “Jogokariyo”. Mereka gagal menyesuaikan diri dan kemudian menjadi buruh-buruh miskin, jauh dari kemakmuran. Padahal, mereka punya gelar bangsawan yang tak bisa dianggap remeh waktu itu. Seperti gelar Raden atau Raden Mas.

Nah, kesenjangan demikian yang kemudian, pada periode sejarah selanjutnya dimanfaatkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Isu yang disuarakan adalah sentiment kelas. Tentu saja sentiment buruh dan majikan. Janji-janji kemakmuran disuarakan oleh PKI, yang tentu saja disambut antusias warga Jogokariyan. Sayangnya, janji-janji itu tak pernah ditepati. Sampai, terjadilan tragedi pengkhianatan PKI di tahun 1965. Banyak warga yang ditangkap dan diciduk aparat.

Di masa kritis itulah momentum perubahan terjadi. Momentum mengubah masyarakat yang telah rusak. Dengan mabuk dan judi sebagai kebiasaan, plus tak kenal agama, menjadi masyarakat yang lebih beradab. Maka, masjid Jogokariyan resmi berdiri di tahun 1966. Setahun setelah tragedi pengkhianatan PKI atas NKRI. Ditandai dengan peletakan batu pertamanya. Kini, seperti kita kenal luas, Masjid Jogokariyan telah melaksanakan fungsinya sebagai agen perubahan. Dari masyarakat yang dulu “abangan” komunis menjadi masyarakat Islami berbasis masjid.

Tapi, apakah dengan hadirnya masyarakat Islami di Jogokariyan berarti telah meninggalkan kebudayaan Jawa? Tentu tidak. Hal itu diterangkan oleh Ustadz Jazir selaku sesepuh di Masjid Jogokariyan. Dikatakan bahwa secara historis, kampung Jogokariyan adalah wilayah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang dikhususkan untuk prajurit Jogokariyo. Jadi, warga Jogokariyan adalah keturunan prajurit unggulan.

Pengurus masjid tentu saja ingin mempertahankan nilai-nilai ke-Ngayogyakarta-nan yang hakikatnya diambil dari nilai-nilai Islam. Namun, mereka tidak ingin disalahpahami sebagai Jawa yang lekat dengan kesyirikan. Itu sebabnya mereka mendeklarasikan diri sebagai orang Jawa yang sudah bertaubat dari nilai-nilai kejawen konvensional yang terkontaminasi dengan kesyirikan. Warga Jogokariyan kini adalah orang Jawa yang menjunjung tinggi Tauhid. Itu sebabnya, bendera Tungul Wulung yang didalamnya terdapat kalimat Tauhid selalu dibawa ketika mengikuti aksi bela Islam.

Kini, masyarakat di sana sudah makmur berbasis masjid. Saya pernah dengar ceramah Subuh Ustadz Reza Syarif, di Masjid Nurus Salam Depok. ada 3 tipe pembangunan masjid. (1) Membangun Masjid, (2) Memakmurkan Masjid, (3) Memakmurkan Jamaah. Nah, Masjid Jogokariyan saya kira sudah bisa memakmurkan jamaah, bukan berlomba memakmurkan masjid dengan saldo yang berlimpah. Justru, saldo kas masjid di sana selalu di nol kan untuk semuanya digunakan demi kemakmuran jamaah. Itulah wajah Jogokariyan kini.

Di awal tahun 2019 (27/1), ada insiden serangan ke Masjid oleh kelompok “Abangan”. Warga kampung Jogokariyan saya kira sudah begitu kuat. Mereka sebenarnya bisa saja meratakan dengan tanah kantor kelompok “Abangan” di wilayah itu. Tapi, mereka saya kira memang tak berniat melakukannya. Kenapa? sebab bagi mereka, saya kira Dakwah adalah merangkul, bukan memukul.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Hatice Cengiz Gugat Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Hatice Cengiz Gugat Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 21 Oct 2020 14:05

Warga Tolak Pendirian Gereja Jemaat Allah Mojolaban Sukoharjo

Warga Tolak Pendirian Gereja Jemaat Allah Mojolaban Sukoharjo

Rabu, 21 Oct 2020 09:58

Indonesia Rekor Utang Terbanyak, DPR: Lewati Batas Aman yang Direkomendasikan IMF

Indonesia Rekor Utang Terbanyak, DPR: Lewati Batas Aman yang Direkomendasikan IMF

Rabu, 21 Oct 2020 09:29

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Selasa, 20 Oct 2020 22:35

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Selasa, 20 Oct 2020 22:15

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Selasa, 20 Oct 2020 21:15

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

Selasa, 20 Oct 2020 20:45

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Selasa, 20 Oct 2020 19:41

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

Selasa, 20 Oct 2020 17:59

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Selasa, 20 Oct 2020 17:26

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Selasa, 20 Oct 2020 09:33

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Selasa, 20 Oct 2020 07:02

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Senin, 19 Oct 2020 20:05

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Senin, 19 Oct 2020 16:45

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Senin, 19 Oct 2020 15:35

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

Senin, 19 Oct 2020 14:20


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X