Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.172 views

Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

 

Oleh:

Eriga Agustiningsasi, S.KM || Penyuluh Kesehatan; Freelance Writer

 

“Sedang tidak baik-baik saja”. Begitu kiranya kata-kata yang dapat menggambarkan kondisi negeri kita hari ini. Bagaimana tidak? Angka kasus COVID-19 semakin melonjak tinggi, menjadi trending topik di negeri ini. Betapa ingin rasanya mengelus dada mendengar dan melihat berita kematian demi kematian terjadi akibar virus ini. Hingga saat ini, per 11 Juni 2021, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebesar 2.527.203, Sembuh 2.084.724, Meninggal 66.464 (Covid19.go.id, 11/07/2021). 

Dilema, ketika diterapkan aturan pembatasan kegiatan masyarakat dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan berbagai istilah, mulai dari PSBB, PPKM, PPKM Mikro hingga PPKM Darurat yang kini diterapkan di Jawa dan Bali akibat penyebaran virus yang makin tak terkendali. Terjadi ketimpangan ekonomi di beberapa kalangan, terutama para pedagang. Karena tidak semua bisa menerapkan WFH (Work From Home).

Ditambah lagi, angka kasus bukannya turun, justru semakin naik dan korban banyak yang berjatuhan. Tenaga medis lelah dan bertumbangan. Rumah Sakit penuh. Hingga tempat makam pun penuh. Mobil ambulance berjejer rapi sangat panjang di rumah sakit menjadi pandangan yang biasa. Memang, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. 

Meskipun vaksinasi menjadi prioritas saat ini untuk mengendalikan pandemi, tentunya ketaatan kepada protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Mengapa? Karena vaksinasi tidak akan efektif jika hanya menjadi solusi yang berdiri sendiri. Maka butuh solusi lain untuk menguatkan. Vaksinasi berfungsi untuk mengurangi gejala yang timbul jika seandainya seeorang terkena COVID-19, namun tetap bisa menularkan ke orang lain jika tidak patuh pada protokol kesehatan (prokes).

Artinya, penularan akan semakin banyak, dan tentu angka kasus terkonfirmasi akan semakin tinggi. Namun dengan adanya vaksinasi, paling tidak, tidak menambah angka kasus terkonfirmasi dengan gejala berat yang harus memerlukan perawatan di Rumah Sakit, seperti yang kini terjadi. Oleh karena itu, ketaatan prokes menjadi hal yang mutlak yang harus dilakukan baik oleh individu, masyarakat dan tataran kebijakan negara.

Ketepatan penanganan pandemi menjadi hal mutlak dilaksanakan. Mulai dari testing, tracing hingga treatment dan taat prokes harus dilakukan. Ketaatan prokes menjadi PR hingga saat ini. Baik dalam level individu, masyarakat hingga tataran negara. Beberapa waktu yang lalu, 20 tenaga kerja asing (TKA) asal Tingkok, China tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan pada Sabtu (3/7/2021) malam.

Kedatangan 20 TKA tersebut pun menuai sorotan lantaran pulau Jawa dan Bali tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masayarakat (PPKM) Darurat. Anggota Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Hermawan Saputra mengatakan, peran pemerintah serta peran stakeholder berpengaruh besar terhadap apa yang akan dilakukan oleh masyarakat dalam lingkungan tersebut. Hermawan mengatakan bahwa diperlukan koordinasi, komunikasi dan konsolidasi antara tokoh lingkungan atau aparatur pemerintah harus ditegakkan di lingkungan. Tujuannya agar masyarakat dalam ruang kecil (mikro) agar berkomitmen dan untuk melaksanakan serta menerapkan aturan PPKM Darurat dari pemerintah pusat guna memutus rantai penyebaran Covid-19 (Liputan6.com, 04/07/2021).

Maka jika kita menginginkan negeri ini bisa kembali normal, maka harus ada sinergi dari semua kalangan untuk menuntaskan pandemi ini bersama sama. Bukan salah satu yang berusaha taat prokes, namun orang asing bisa tetap masuk ke negeri kita. Agar masyarakat juga tumbuh kepercayaan, bahwa semuanya serius menuntaskan pandemi ini. Karena Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Sebenarnya istilah lockdown, tracing, testing, treatment sudah ada di era kejayaan Islam. Dalam Islam, penangangan pandemi dengan memisahkan antara yang sehat dengan yang sakit. Yang sehat bisa beraktivitas seperti biasa, yang sakit diobati hingga sembuh. Dengan begini penularan bisa dicegah, penyebaran virus bisa terkendali. Tentunya dengan cara pandang meriayah (mengurusi) rakyat karena hal itu adalah sebuah kewajiban yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.

Rasulullah Saw. bersabda, “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Maka jika saat ini vaksinasi digencarkan namun di aspek yang lain longgar kebijakannya maka bukan hal yang tidak mungkin, pandemi ini akan semakin lama terselesaikan. Mau menunggu berapa juta kasus lagi? Mau menunggu berapa ribuan orang lagi yang meninggal? Bukankah ini bukan hanya persoalan angka, melainkan berbicara tentang nyawa manusia.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Rabu, 22 Sep 2021 17:30


MUI

Must Read!
X