Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.285 views

Pasar Dadakan Menjelang Lebaran Imbas Paradoks Kebijakan

 

Oleh:

Wida Nusaibah || Penulis dan Pemerhati Kebijakan Publik

 

JEMBATAN Penyeberangan Multiguna (JPM) Pasar Tanah Abang berubah menjadi pasar dadakan menjelang hari raya Idul Fitri 2021. JPM disesaki pengunjung yang asyik memilih pakaian meski masa pandemi virus Corona belum berakhir.

Teriakan petugas agar para pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan seperti tak dihiraukan. Bahkan dengan santainya sejumlah orang tetap berusaha menggunakan JPM menjadi jalur dua arah. (Liputan6.com,3/5/21)

 

Kapitalisme Berorientasi pada Keuntungan Ekonomi 

Membludaknya kerumunan menjelang lebaran tersebut tentu meningkatkan potensi penyebaran virus Corona. Namun, masyarakat seolah tak peduli akan ancaman pandemi yang sedang terjadi.

Fakta ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan menyebarnya virus Corona tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada kesadaran individu masyarakat. Butuh kebijakan selaras agar potensi penyebaran virus dapat dicegah dan dihentikan. Sayangnya, justru ada kebijakan pemerintah yang mendorong konsumsi dengan alasan untuk perbaikan ekonomi. Sungguh ironi!

Kebijakan itu disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Dia punya cara jitu untuk mendongkrak perekonomian yang sedang lesu akibat pandemi. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu minta rakyat untuk tetap membeli baju baru saat Lebaran, meski mudiknya tetap dilarang. (Warta ekonomi online, 24/4/21)

Kebijakan tersebut sungguh sangat bertentangan. Ketika mudik, sekolah tatap muka, salat berjamaah di masjid dilarang justru pemerintah menyerukan agar masyarakat tetap membeli baju lebaran. Tak ayal, pasar pun semakin ramai, pasar-pasar dadakan membludak. Hal itu merupakan imbas dari paradoks kebijakan yang terjadi. 

Pertanyaannya, apakah tempat penyebaran virus corona hanya ada di masjid, sekolah, dan jalan yang dilalui mudik? Adakah yang menjamin bahwa di tempat perbelanjaan tidak akan ada penyebaran virus corona? Sungguh kontradiktif! 

Menelisik kebijakan di atas nampak bahwa unsur keuntungan ekonomi lebih diprioritaskan. Maka tak masuk akal jika disebutkan bahwa kebijakan itu hanya bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Inilah paradigma negeri yang menerapkan sistem kapitalis. Segala sesuatu berorientasi pada keuntungan ekonomi. Maka wajar jika upaya mendongkrak perekonomian tetap dilakukan meski harus mempertaruhkan keselamatan masyarakat.

 

Islam Mengutamakan Keselamatan Masyarakat

Sebagai pemimpin negeri Muslim sudah seharusnya mengambil Rasulullah sebagai tauladan dan menjadikan syariat Islam sebagai landasan pengambilan kebijakan. Dalam Islam sudah ada dan telah dicontohkan oleh Rasulullah terkait menangani wabah penyakit menular yang belum ada obatnya.

Rasulullah Saw bersabda, "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari). 

Begitu juga ketika terjadi wabah kusta yang mematikan dan belum ada obatnya. Kala itu Rasulullah Saw. memerintahkan untuk tidak mendekati atau melihat orang yang terjangkit kusta. Beliau bersabda, "Jangan kamu terus menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta." (HR Bukhari). 

Islam juga mengajarkan kaidah kausalitas, bahwa ketika di sebuah wilayah terdapat wabah maka jangan keluar dari wilayah tersebut agar wabah tidak menyebar. Begitu juga sebaliknya, wilayah yang tidak ada wabah jangan masuk ke daerah yang ada wabah agar tidak terjangkit.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Ketika Antrean ke Masjid Tak Sepanjang Antrean BTS Meal

Ketika Antrean ke Masjid Tak Sepanjang Antrean BTS Meal

Senin, 21 Jun 2021 08:53

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Senin, 21 Jun 2021 02:56

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Ahad, 20 Jun 2021 22:05

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Ahad, 20 Jun 2021 20:40

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Ahad, 20 Jun 2021 19:53

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Ahad, 20 Jun 2021 11:21

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Ahad, 20 Jun 2021 09:15

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Ahad, 20 Jun 2021 09:13

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

Sabtu, 19 Jun 2021 20:15

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Sabtu, 19 Jun 2021 19:45

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

Sabtu, 19 Jun 2021 19:15

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Sabtu, 19 Jun 2021 10:53

IHW Ajak Pelaku Usaha Konversi Masa Berlaku Sertifikat Halal Jadi Empat Tahun

IHW Ajak Pelaku Usaha Konversi Masa Berlaku Sertifikat Halal Jadi Empat Tahun

Sabtu, 19 Jun 2021 10:47

Israel Perdana Menteri Baru, Penjajahan terhadap Palestina Semakin Ekstrim

Israel Perdana Menteri Baru, Penjajahan terhadap Palestina Semakin Ekstrim

Sabtu, 19 Jun 2021 09:49

Yunani Jatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara Pejabat Muslim Minoritas Turki Di Trakia Barat

Yunani Jatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara Pejabat Muslim Minoritas Turki Di Trakia Barat

Jum'at, 18 Jun 2021 20:35

Sembako Dipajaki, Emak pun Harus Berani Menolak!

Sembako Dipajaki, Emak pun Harus Berani Menolak!

Jum'at, 18 Jun 2021 20:22

Netanyahu Secara Ilegal Hancurkan Dokumen Sebelum Naftali Bennet Bertugas Sebagai PM

Netanyahu Secara Ilegal Hancurkan Dokumen Sebelum Naftali Bennet Bertugas Sebagai PM

Jum'at, 18 Jun 2021 19:30

35 Legislator Prancis Protes Pencalonan Pejabat Senior UEA Sebagai Presiden Interpol

35 Legislator Prancis Protes Pencalonan Pejabat Senior UEA Sebagai Presiden Interpol

Jum'at, 18 Jun 2021 18:44

Legislator PKS Minta Sanksi Tegas Oknum Lurah dan Kades yang Terbukti Selewangkan Bansos

Legislator PKS Minta Sanksi Tegas Oknum Lurah dan Kades yang Terbukti Selewangkan Bansos

Jum'at, 18 Jun 2021 11:51

Baitul Wakaf Gagas Wakaf Laboratorium Halal

Baitul Wakaf Gagas Wakaf Laboratorium Halal

Jum'at, 18 Jun 2021 11:26


MUI

Must Read!
X