Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.409 views

Konsep "Tangguh Semeru" di Jawa Timur, Solusi Tatanan Baru ?

 

Penulis : Sri Indrianti

Mengiringi kebijakan new normal, digulirkanlah konsep "Tangguh Semeru" di Provinsi Jawa Timur. Semeru merupakan singkatan dari Sehat Aman Tertib dan Rukun. Konsep Tangguh Semeru ini awalnya meliputi Kampung Tangguh dan Pesantren Tangguh. Namun dengan berjalannya waktu, konsep tangguh ini semakin diperluas yakni meliputi Terminal Tangguh, Pasar Tangguh,   Pariwisata Tangguh, dan Kawasan Anak Tangguh.

Konsep Tangguh Semeru ini begitu giat dilaksanakan di berbagai pemerintah kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Jawa Timur. Program ini disinyalir bisa menekan angka kasus penyebaran Covid 19. Bahkan untuk konsep Kampung Tangguh Semeru diadopsi secara nasional dengan nama Kampung Tangguh Nusantara, karena dianggap efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama. (suarasurabaya.net, 11/6/2020)

Sinyal Negara Lumpuh

Program Tangguh Semeru yang diprakarsai Polda Jawa Timur ini patut mendapatkan apresiasi. Program ini mampu membuat masyarakat dari berbagai kalangan untuk bergerak bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid 19. Namun ada hal yang tak boleh dilupakan. Yakni keterlibatan negara dalam membuat kebijakan yang signifikan sehingga Program Tangguh Semeru ini tidak akan berlalu dengan sia-sia.

Seperti yang kita ketahui, Jawa Timur memiliki angka kasus harian yang cukup tinggi. Dilansir dari tirto.id per tanggal 4 Juli 2020, Jawa Timur memiliki angka kasus baru sebanyak 413. Sampai saat ini Jawa Timur masih menjadi episentrum virus menggantikan DKI.

Dengan angka yang masih cukup tinggi ini, semestinya segera dievaluasi terkait pelaksanaan Program Tangguh Semeru. Karena sejauh ini program tersebut tidak dibarengi dengan kebijakan dari negara untuk mendukung kesuksesan Program Tangguh Semeru.

Contohnya, dikeluarkannya kebijakan New Normal Life yang membuat masyarakat bisa bebas berkeliaran dari satu wilayah ke wilayah lain. Pemerintah berdalih ini dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian masyarakat. Padahal dengan adanya kebijakan ini semakin membuat penyebaran Covid 19 tidak terkendali.

Program Bantuan Sosial yang tidak merata semakin menambah polemik penanganan Pandemi Covid 19. Pun juga dengan kebijakan yang mencekik masyarakat di tengah derita pandemi. Seperti kenaikan BPJS dan tarif listrik.

Sebaliknya, terlihat masing-masing pemerintah kabupaten mengupayakan secara swadaya untuk melaksanakan Program Tangguh Semeru ini. Terlibat di dalamnya berbagai kalangan masyarakat demi kesuksesan Program Tangguh Semeru. Padahal program ini tidak akan memberikan dampak signifikan jika negara tidak membuat kebijakan yang sejalan. Negara saat ini justru mengeluarkan kebijakan lain yang tidak ada hubungannya dengan penanganan penyebaran Covid 19.

Penanganan penyebaran Covid 19 yang dilakukan masing-masing pemerintah daerah secara swadaya ini merupakan sinyal negara lumpuh. Negara yang menganut Sistem Kapitalisme ini sebenarnya babak belur menangani Pandemi Covid 19. Ini semua terjadi karena negara sejak awal terjadi pandemi, tidak melakukan prioritas utama penanganan. Aspek ekonomi masih menjadi prioritas utama.

Negara seakan menutup mata dari pendapat para ahli yang meminta untuk melakukan karantina wilayah sebagaimana yang tercantum dalam  Undang-undang Kesehatan ketika terjadi wabah. Negara tidak mengambil langkah ini dengan beralasan tidak memiliki dana. Karena jika ditempuh karantina wilayah negara harus menjamin kebutuhan primer masyarakat tanpa memandang status sosial. Maka diambillah karantina versi ekonomis yakni PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) disertai bantuan sosial ke masyarakat membutuhkan. Ternyata justru ini menambah polemik baru di masyarakat karena tidak tepat sasaran. Bahkan akhirnya PSBB dicabut dan dikeluarkanlah kebijakan New Normal Life yang semakin menunjukan negara abai dalam menangani pandemi.

Islam Mengatasi Wabah

Dalam Kitab The Canon of Medicine karya ilmuwan muslim Ibnu Sina atau Avicenna terdapat penjelasan mengenai karantina ketika terjadi wabah. Metode ini disebut beliau dengan istilah  al-arba’iniyyat (40 harian) lalu dikenal dalam bahasa Itali dengan quarantine yang kemudian diserap dalam bahasa Indonesia menjadi karantina.

Buku wajib dunia kedokteran ini menjelaskan bahwa  karantina dilakukan untuk mengawasi penyebaran penyakit menular. Karantina diharapkan bisa menekan infeksi penyakit, sehingga jumlah kasus tidak bertambah.

Kitab Kedokteran karya Ibnu Sina ini menjadi kitab  rujukan bagi ilmu kedokteran di dunia Islam dan eropa selama berabad-abad.  Ternyata konsep karantina yang pernah dilakukan Ibnu Sina ribuan tahun silam masih relevan dalam pembatasan penyebaran wabah Covid 19 saat ini.

Sebenarnya konsep karantina juga pernah lebih dahulu dilakukan oleh Rasulullah SAW saat terjadi wabah kusta. Begitu juga konsep ini juga dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab saat terjadi wabah tha'un di wilayah Syam.

Tentu saja proses karantina ini juga disertai dengan pemberian fasilitas kesehatan yang memadai baik penderita maupun paramedis. Pemenuhan kebutuhan primer pun menjadi hak masyarakat yang ada di wilayah wabah. Dari sini berarti terbukti bahwa Islam telah memberikan solusi yang tepat terkait penanganan wabah. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Jum'at, 23 Oct 2020 23:31

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Jum'at, 23 Oct 2020 23:26

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

Jum'at, 23 Oct 2020 23:09

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Jum'at, 23 Oct 2020 22:03

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Jum'at, 23 Oct 2020 19:45

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Jum'at, 23 Oct 2020 18:45

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Jum'at, 23 Oct 2020 18:24

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

Jum'at, 23 Oct 2020 17:35

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Jum'at, 23 Oct 2020 17:15

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

Jum'at, 23 Oct 2020 16:46

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Jum'at, 23 Oct 2020 14:14

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Jum'at, 23 Oct 2020 13:30

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Jum'at, 23 Oct 2020 11:55

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Jum'at, 23 Oct 2020 11:32

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

Jum'at, 23 Oct 2020 11:00

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Jum'at, 23 Oct 2020 10:56

Vaksinasi Dipercepat November, Politisi PKS Minta Seluruh Prosesnya Transparan

Vaksinasi Dipercepat November, Politisi PKS Minta Seluruh Prosesnya Transparan

Jum'at, 23 Oct 2020 10:38

Pasukan Azerbaijan Tembak Jatuh 7 Drone Armenia Dalam Tiga Hari

Pasukan Azerbaijan Tembak Jatuh 7 Drone Armenia Dalam Tiga Hari

Kamis, 22 Oct 2020 21:00

Seorang Imam dan 11 Anak Tewas Dalam Serangan Udara di Sebuah Masjid di Takhar Afghanistan

Seorang Imam dan 11 Anak Tewas Dalam Serangan Udara di Sebuah Masjid di Takhar Afghanistan

Kamis, 22 Oct 2020 20:15

Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Kamis, 22 Oct 2020 17:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X