Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.367 views

Pendidikan Gratis dan Berkualitas Mungkinkah?

TAGAR #AmarahBrawijaya (Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya) sempat ramai diperbincangkan di twitter beberapa waktu lalu. Munculnya tagar ini ditengarai sebagai bentuk kekesalan mahasiswa kepada pihak kampus lantaran biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus tetap dibayar penuh sementara selama kuliah daring tak ada fasilitas kampus yang digunakan.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Amarah Brawijaya juga menyuarakan keresahannya dengan melakukan aksi demo di depan kampus mereka yang diikuti oleh mahasiswa sarjana maupun pasca sarjana. Selain karena faktor tak ada fasilitas kampus yang digunakan, faktor ekonomi juga menjadi alasan demo tersebut. Hal ini disampaikan oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIA UB.

“Kita sadar di masa pandemi ini semua pasti terdampak. Bahkan ada orang tua mahasiwa juga yang mengalami Putus Hubungan Kerja (PHK). Hasil riset kami ada di atas 50-100 yang di-PHK bedasarkan survei kami. Kami sadar kami ini masih beban orang tua, bukan kami yang egois tapi saat ini kami mengerti orang tua kami seperti apa” (RADARMALANG, 18/06/20).

Aksi demo karena alasan serupa juga dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa UIN Banten. Tak hanya meminta keringanan perihal UKT, para mahasiswa juga menuntut penggratisan UKT mahasiswa semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 tanpa syarat serta meminta subsidi kuota internet selama perkuliahan online (BantenNews.co.id, 22/06/20).

Tak cukup melakukan aksi di kampus, bahkan massa mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu melakukan aksi di Kemendikbud. Mereka menuntut adanya audiensi langsung bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim guna membahas aspirasi mereka terhadap dunia perguruan tinggi yakni meminta adanya subsidi biaya perkuliahan sebanyak 50% (detiknews, 22/06/20).

Menanggapi hal itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menganggarkan Rp 1 triliun untuk program dana bantuan uang kuliah tunggal. Penerima dana bantuan UKT akan diutamakan dari mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) yang memenuhi beberapa kriteria diantaranya: pertama, calon penerima harus dipastikan orangtua mengalami kendala finansial sehingga tak mampu membayar UKT. Kedua, penerima dana bantuan UKT juga bukan mahasiswa tidak sedang dibiayai oleh program KIP kuliah atau beasiswa lainnya. ketiga, dana bantuan UKT diperuntukkan mahasiswa PTS dan PTN yang sedang menjalankan semester 3, 5 dan 7 pada tahun 2020 (KOMPAS.com, 21/06/20).

Meski akhirnya negara mengabulkan tuntutan mahasiswa, namun kesan lambat dalam merespon masalah ini kental terasa. Betapa tidak, kesulitan membayar uang kuliah yang dirasakan mahasiswa baru mendapat respon ketika kritik keras dilayangkan kepada Pemerintah. Lebih-lebih setelah banyak mahasiswa dari berbagai universitas melakukan aksi turun ke jalan menyuarakan hal serupa yakni meminta subsidi uang kuliah. Bahkan diantaranya meminta gratis selama pandemi belum berakhir. Di sisi lain, Mahasiswa pun belum bisa bernafas lega meski tuntutan mereka dipenuhi. Sebab, anggaran 1 triliun hanya akan diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria sebagaimana pembahasan di atas. Artinya, mahasiswa yang tak memenuhi salah satu dari kriteria tersebut dipastikan tak mendapat bantuan, misalnya mahasiswa yang telah mendapat beasiswa sebelumnya. Padahal dalam faktanya, beasiswa yang diperoleh mahasiswa tak selalu bisa cair tepat waktu. Akibatnya, mahasiswa terpaksa mencari uang talangan untuk membayar biaya kuliah. Lantas dalam kondisi sulit seperti hari ini, dari mana talangan bisa diperoleh?

Pendidikan dalam rangka mencerdaskan generasi harusnya bisa dinikmati oleh seluruh anak negeri tanpa perlu direpotkan perihal biaya. Sebab mereka adalah aset berharga yang kelak akan mewarisi negeri ini. Tentu butuh sumberdaya manusia yang mumpuni untuk mengelola negara sebesar Indonesia. Jika biaya menjadi penghambat untuk terwujudnya generasi yang demikian, bagaimana nasib Indonesia di masa mendatang? Oleh karenanya, pendidikan harusnya bisa dirasakan secara gratis tanpa disertai syarat tertentu, bukan pula diberikan ketika rakyat sedang ditimpa kesulitan lantas setelahnya dipungut biaya kembali. Tentu tidak demikian, hal ini mengingat pentingnya pendidikan dalam membangun negara yang besar. Mari sejenak bernostalgia dengan pendidikan era kejayaan Islam. Bagaimana output pendidikan kala itu dapat mengantarkan sebuah negara menjadi adidaya yang maju bukan hanya dari segi bangunan fisik namun dari segi kualitas pemikiran dan moral.

Siapa tak kenal negara Spanyol? Negara yang pernah menjadi pusat peradaban dunia di masa kekhilafahan umayyah dan abbasiyyah. Apa yang menjadi istimewa dari negara ini? Disaat negara eropa lainnya masih dalam kondisi gelap gulita, justru Spanyol menjadi negara paling maju. Memiliki bangunan masjid yang jumlahnya mencapai 1.600, pemandian umum sebanyak 900, dan lebih dari 80 ribu toko. Sementara itu kekayaan intelektual terlihat dari banyaknya karya tulis yang dihasilkan. Diantaranya, Perpustakaan Cordova yang memiliki koleksi buku tak kurang dari 600.000 jilid, perpustakaan Al Hakim yang memiliki koleksi sebanyak 720.000 jilid buku dan perpustakaan Darul Hikmah 2.000.000 jilid. Para ilmuwan sebagai output pendidikan di masa itu sangat berperan penting bagi kemajuan Spanyol. Al-Biruni, Jabir bin Hayyan, Al-Khawarizmi, Al-Kindir, Al-Farazi, Al-Fargani, Abu Ali Al-Hasan bin Haythami, Al-Bitruji, Ibnu Sina (Aviccena), Ibnu Rusyd (Averroes), Ibnu Khaldun, dsb.

Bahkan seorang profesor filsafat dan profesor studi Yahudi Zantker di Universitas Kentucky, Oliver Leaman menuturkan kondisi intelektual di masa itu. “Pada masa peradaban agung di Andalus, siapapun di Eropa yang ingin mengetahui sesuatu yang ilmiah ia harus pergi ke Andalus. Di waktu itu banyak sekali problem dalam literatur latin ayng masih belum terselesaikan, dan jika seseorang pergi ke Andalus maka sekembalinya dari sana ia tiba-tiba mampu menyelesaikan masalah-masalah itu. Jadi Islam di Spanyol mempuanyai reputasi selama ratusan tahun dan menduduki puncak tertinggi dalam pengetahuan filsafat, sains, tehnik, dan matematika. Ia mirip seperti posisi Amerika saat ini, dimana beberapa universitas penting berada” (Sumber: Buku Smart With Islam). 

Inilah kenapa bahasan sebelumnya menyebut generasi bangsa ini harus memiliki kemampuan mumpuni untuk mengelola negara dan jangan biarkan mereka sibuk memikirkan perihal biaya pendidikan. Bagaimana mereka bisa fokus sepenuhnya untuk meningkatkan kualitas diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi negeri jika pikiran mereka dipenuhi dengan cara memperoleh biaya kuliah. Bahkan tak jarang kuliah sekedar ditujukan untuk mendapat kerja dan hidup enak di masa mendatang. Suasana materialistik inilah yang memicu munculnya pemikiran tersebut. Jika terus seperti ini kapan mereka sempat memikirkan nasib negeri ini?

Cerita keindahan peradaban Spanyol kala itu tentu bukan sekedar menjadi pemanis dalam tulisan ini, namun menjadi sebuah harapan besar bagi negeri ini untuk mengikuti jejaknya. Mulai dari pelaksanaan pendidikan secara gratis hingga mengupayakan output pendidikan yang berkualitas dengan kurikulum pendidikan yang bukan hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, namun secara emosional maupun spiritual. Sebab generasi demikianlah yang mampu mengubah peradaban Spanyol kala itu menjadi peradaban agung dan dijadikan rujukan oleh negera-negara lain.*

Sri Wahyuni, S.Pd 

Banyuwangi, Jawa Timur 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Latest News
Al-Qaidah 'Mendapatkan Kekuatan' Di Bawah 'Perlindungan' Taliban

Al-Qaidah 'Mendapatkan Kekuatan' Di Bawah 'Perlindungan' Taliban

Kamis, 28 Jan 2021 19:30

5 Kiat Meraih Khusyu’ dalam Shalat

5 Kiat Meraih Khusyu’ dalam Shalat

Kamis, 28 Jan 2021 17:00

Depkeu AS: Islamic State Terus Andalkan 'Pusat Logistik' Di Turki

Depkeu AS: Islamic State Terus Andalkan 'Pusat Logistik' Di Turki

Kamis, 28 Jan 2021 12:45

Pemerintah Diminta Adil dan Tak Buka Ruang Politisir Isu Pemaksaan Siswi Berjilbab

Pemerintah Diminta Adil dan Tak Buka Ruang Politisir Isu Pemaksaan Siswi Berjilbab

Kamis, 28 Jan 2021 12:04

PB Pemuda Muslimin Indonesia Minta KPK Segera Periksa Puan dan Tangkap Herman Hery

PB Pemuda Muslimin Indonesia Minta KPK Segera Periksa Puan dan Tangkap Herman Hery

Kamis, 28 Jan 2021 09:19

PKS Desak PLN Tetap Jaga Stabilitas Operasional Meski Harga Batu Bara Naik

PKS Desak PLN Tetap Jaga Stabilitas Operasional Meski Harga Batu Bara Naik

Kamis, 28 Jan 2021 08:56

Partai Gelora Tolak PT 5 persen, Mahfuz: 4 persen Saja Tidak Mudah Mencapai

Partai Gelora Tolak PT 5 persen, Mahfuz: 4 persen Saja Tidak Mudah Mencapai

Kamis, 28 Jan 2021 08:32

Ketua Komisi VI DPRA Minta Pemerintah Aceh Serius Berlakukan Zakat Pengurang Pajak di Aceh

Ketua Komisi VI DPRA Minta Pemerintah Aceh Serius Berlakukan Zakat Pengurang Pajak di Aceh

Kamis, 28 Jan 2021 07:56

Gerakan Wakaf Nasional Itu Ambivalensi Rezim Jokowi?

Gerakan Wakaf Nasional Itu Ambivalensi Rezim Jokowi?

Kamis, 28 Jan 2021 07:20

Tembus 1 Juta Kasus, Fahira: Kecepatan Virus Bisa Diimbangi Penguatan 3T dan Pembatasan Mobilitas

Tembus 1 Juta Kasus, Fahira: Kecepatan Virus Bisa Diimbangi Penguatan 3T dan Pembatasan Mobilitas

Kamis, 28 Jan 2021 06:56

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Kamis, 28 Jan 2021 04:06

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Kamis, 28 Jan 2021 04:02

Jubir Kesehatan UEA: Orang Perlu Divaksin COVID-19 Setiap Tahun

Jubir Kesehatan UEA: Orang Perlu Divaksin COVID-19 Setiap Tahun

Rabu, 27 Jan 2021 21:35

Jumlah Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Lampaui 100 Juta

Jumlah Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Lampaui 100 Juta

Rabu, 27 Jan 2021 20:35

Zalim kepada HTI atau Anti Islam?

Zalim kepada HTI atau Anti Islam?

Rabu, 27 Jan 2021 15:33

Jangan Berhenti Berbuat Baik Meski Lelah Menghampiri

Jangan Berhenti Berbuat Baik Meski Lelah Menghampiri

Rabu, 27 Jan 2021 15:24

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

Rabu, 27 Jan 2021 15:09

Polisi Israel Kembali Terlibat Bentrok dengan Yahudi Ultra-Ortodoks di Yerusalem

Polisi Israel Kembali Terlibat Bentrok dengan Yahudi Ultra-Ortodoks di Yerusalem

Rabu, 27 Jan 2021 15:00

Turki Hadapi Musuh Jihadis Misterius di Idlib

Turki Hadapi Musuh Jihadis Misterius di Idlib

Rabu, 27 Jan 2021 14:30

Taubat Politik Jusuf Kalla

Taubat Politik Jusuf Kalla

Rabu, 27 Jan 2021 12:10


MUI

Must Read!
X