Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.061 views

Indonesia Mengapa Belum Lockdown?

Oleh:

Sayma Putri S

Aktivis Muslimah Dakwah Community

 

VIRUS Corona sudah menyebar di 150 negara di dunia termasuk Indonesia, pesatnya persebaran virus jenis baru ini (Covid-19) akhirnya membuat Badan Kesehatan Dunia (WHO) Menetapkan menjadi sebuah pandemi.

Berbagai negara merespon dengan cepat, bahkan negara-negara lain sudah melakukan kebijakan, ada yang mendeklarasikan status darurat ada juga yang melakukan lockdown untuk menghentikan penyebaran virus corona, beberapa negara yang sudah memilih opsi tersebut yaitu Itali, China, Prancis, hingga Malaysia. Namun tidak dengan Indonesia. Hingga hari ini masih belum ada keputusan untuk lockdown.

Juga terus melakukan usaha evakuasi warganya dari Wuhana seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Prancis. Sejumlah pihak di dalam negeri lantas menyarankan kepada Presiden Jokowi untuk menerapkan langkah serupa. 

Indonesia sudah banyak yang terjangkit virus covid-19, menjangkitnya sampai ratusan orang hingga ribuan orang. Hal itu Juga disampaikan Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (20/3/2020)

"(Menurut) data, kemungkinan yang kita miliki, yakni population of risk, adanya kelompok orang yang berisiko (terjangkit virus corona) adalah pada kisaran 600.000 hingga 700.000 (orang)," ujar Yuri. Kompas.com/21/03/2020

Terus menerus korban semakin bertambah membuat masyarakat khawatir. Mengapa Pemerintah juga tidak melakukan lockdown, bahkan sejak awal pemerintah dianggap lambat dengan tidak pembatasi wisatawan Cina ke Indonesia. Tidak menutup tempat tempat bertransaksi, seperti mol, minimarket, pasar, bank, tempat wisata, dll, padahal kita sudah sama-sama tahu penyebaran virus ini semakin meluas bila banyak melakukan aktivitas diluar rumah, sedangkan rakyat tidak tau siapa saja yang mengalami atau terjangkitnya virus Covid 19 ini. 

Lambatnya penetapan status dan penyerahan langkah tindak masing-masing daerah bisa jadi berbeda penanganan antara pemerintah daerah, terbukti membuat warga terjangkit Covid  meningkat hingga berlipatganda. Bahkan masyarakat masih beraktivitas seperti biasa, karena kebijakan diserahkan kemasing-masing daerah, sehingga berbeda-beda pencegahan dan penyelesaiannya. Padahal korban semakin hari semakin bertambah. Entah apa lagi yang di tunggu. Jangan menunggu sebanyak apa korban baru menerapkan lockdown.

Jika memang dana sudah disiapkan untuk melakukan tindakan lockdown, lalu apa lagi, seperti yang di katakana Mentri keuangan Ibu Sri Mulyani mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran dan memfasilitasi kebijakan lockdown. Tapi sampai hari ini fasilitas maskerpun belum sampai kerakyat, bahkan ada rumah sakit yang tidak mendapatkan fasilitas, seperti masker daan pelindunh tubuh, bagaimana dengan kebutuhan lainnya? 

Masyarakat berusaha sendiri, baik itu penderita maupun tim medis, sebagian Masyarakat mengambil tindakan inisiatif sendiri, dengan menjaga kesehatan, kebersihan, dan mencoba bertahan dirumah masing-masing. Bagi sebagian masyarakakan tidak paham dan tidak mengeti tetap melakukan aktivitasnya. Hal ini akan memperlambat pencegahan satu diantara yang lain, karena tida semua paham akan hal ini, dalam kondisi seperti ini butuhnya peran pemerintah, bukan menyerahkan begitu saja. Padahal hal seperti ini adalah tanggungjawab pemimpin untuk rakyatnya.

 Hal ini menunjukkan betapa lambannya negara mengurusi rakyat, di lihat dari sikap pemerintah sejak awal hingga menyerahkan begitu saja kepada kepala daerah dan sejak awal menganggap remeh terhadap masalah ini bahkan hingga hari ini sebelum dilakukan lockdown pemerintah dianggap meremehkan masalah ini. Andaikan sejak awal kejadian di Cina pemerintah langsung mengambil sikap tegas dan tepat, tentulah tidak sampai selebar ini penyebarannya. Dan hari ini masyarakat menghimbau Pemerintah memberlakukan lockdown dan memfasilitasi segala kebutuhan rakyat.

Sudaah selayaknya kita kembali kepada sistem Islam, yang mampu mengurusi urusan umat dengan cepat dan tepat. Islam selalu punya solusi dalam menghadapi berbagai macam persoalan begitulah keunggulan Ideologi ini lengkap dengan aturannya. Islam telah lebih dulu dari masyarakat modern menghadapi wabah.

Selain Islam memerintahkan umatnya untuk senantiasa menjaga kesehatan, menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar. Namun demikian penguasa punya peran sentral untuk menjaga kesehatan warganya. Apalagi saat terjadi wabah seperti hari ini, peran penguasa sangat di butuhkan. Penguasa tidak boleh abai. Penguasa seharusnya bertanggungjawab atas segala persoalan yang mendera rakyatnya.

Dalam sejarah, wabah penyakit menular pernah terjadi pada masa Rasulullah saw. Dan khalifah Umar bin al Khatthab ra. Wabah itu ialah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Adalah menerapkan karantina atau isolasi terhadap penderita. Dan tidak meninggalkan dan tidak memasuki wilayah wabah, mencari tahu mekanisme penyakit dan antisipasi pencegahan penyakit berbasis bukti.

Sebagaimana telah di contohkan  sebelumnya oleh para penguasa Muslim pada masa lalu sudah selayaknya kita kembali kepada aturan yang sempurna yaitu Islam. Wallahu a'lam bi ash-shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Jum'at, 16 Apr 2021 23:56

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Jum'at, 16 Apr 2021 23:10

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Jum'at, 16 Apr 2021 22:05

Pakistan Blokir Media Sosial Di Tengah Kekhawatiran Protes Nasional

Pakistan Blokir Media Sosial Di Tengah Kekhawatiran Protes Nasional

Jum'at, 16 Apr 2021 21:45

Israel Batasi Muslim Palestina Yang Akan Lakukan Shalat Jum'at Di Masjid Al-Aqsa

Israel Batasi Muslim Palestina Yang Akan Lakukan Shalat Jum'at Di Masjid Al-Aqsa

Jum'at, 16 Apr 2021 21:30

Erdogan: Yunani Tidak Berhak Menunjuk Mufti Umat Muslim

Erdogan: Yunani Tidak Berhak Menunjuk Mufti Umat Muslim

Jum'at, 16 Apr 2021 21:04

Larangan Mudik, Kebijakan Basa Basi Menurunkan Covid-19

Larangan Mudik, Kebijakan Basa Basi Menurunkan Covid-19

Jum'at, 16 Apr 2021 19:35

Ramadhan Menjelang, Harga Pangan Menjulang

Ramadhan Menjelang, Harga Pangan Menjulang

Jum'at, 16 Apr 2021 19:21

Syiah Biang-Kerok Gerakan Makar dan Terorisme

Syiah Biang-Kerok Gerakan Makar dan Terorisme

Jum'at, 16 Apr 2021 13:44

Siswa Muhammadiyah Ini Ciptakan Sajadah Anti Corona

Siswa Muhammadiyah Ini Ciptakan Sajadah Anti Corona

Jum'at, 16 Apr 2021 11:30

Benih Terorisme Itu Syiah

Benih Terorisme Itu Syiah

Jum'at, 16 Apr 2021 11:12

Akankah Jokowi Pimpin PDIP Setelah Megawati?

Akankah Jokowi Pimpin PDIP Setelah Megawati?

Jum'at, 16 Apr 2021 10:44

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Raih Gelar Doktor

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Raih Gelar Doktor

Jum'at, 16 Apr 2021 10:07

Takut kepada Allah

Takut kepada Allah

Jum'at, 16 Apr 2021 09:38

Pesantren Virtual 2021 Ajak Masyarakat ‘Nyantri’ Secara Daring

Pesantren Virtual 2021 Ajak Masyarakat ‘Nyantri’ Secara Daring

Jum'at, 16 Apr 2021 08:59

Penyembah Galon

Penyembah Galon

Kamis, 15 Apr 2021 23:42

AS Beri Sanksi Baru Terhadap Rusia Karena Dugaan Campur Tangan Dan Peretasan Pilpres

AS Beri Sanksi Baru Terhadap Rusia Karena Dugaan Campur Tangan Dan Peretasan Pilpres

Kamis, 15 Apr 2021 22:30

Ikuti Amerika Serikat, Australia Akan Tarik Seluruh Pasukan Dari Afghanistan Pada September

Ikuti Amerika Serikat, Australia Akan Tarik Seluruh Pasukan Dari Afghanistan Pada September

Kamis, 15 Apr 2021 22:00

Yordania Kecam Sabotase Israel Atas Pengeras Suara Untuk Adzan Di Masjid Al-Aqsa

Yordania Kecam Sabotase Israel Atas Pengeras Suara Untuk Adzan Di Masjid Al-Aqsa

Kamis, 15 Apr 2021 21:35

Spanyol Izinkan Agen Mossad Israel Interogasi Jurnalis Palestina Di Madrid

Spanyol Izinkan Agen Mossad Israel Interogasi Jurnalis Palestina Di Madrid

Kamis, 15 Apr 2021 21:20


MUI

Must Read!
X