Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.525 views

Rajab, Wahana Mencetak The Next Sholahuddin al Ayyubiy

 

Oleh:

Ainul Mizan

Guru tinggal di Malang, Jawa Timur

 

PERANG Hittin yang terjadi pada bulan Rajab, telah  menandai berakhirnya pendudukan Pasukan Salib terhadap al Quds. Sholahuddin al Ayyubiy telah berhasil membebaskan al Quds, termasuk di dalamnya adalah Baitul Maqdis, al Aqsha. Sekitar 100 tahun, al Aqsha telah dikangkangi oleh Pasukan Salib kafir. Artinya selama itu pula tidak terdengar seruan adzan dari al Aqsha. Kini di jaman pemerintahan Sholahuddin, al Aqsha telah mengumandangkan seruan adzan kembali. Inilah pembebasan kedua setelah Khalifah Umar ibnul Khoththob ra membebaskan al Quds.

 

Al Aqsha di Bawah Kendali Zionis Israel

Penjagaan terhadap al Quds, termasuk di dalamnya al Aqsha terus dilakukan oleh kaum muslimin. Keberadaan Khalifah di tengah –tengah umat Islam, menjadi penjaga tanah al Quds. Hingga suatu saat ketika Khilafah Utsmaniyyah mengalami kemunduran, hingga disebut sebagai The Sick Man of Eurupe. Utang Khilafah Utsmaniyyah yang begitu besar sebagai akibat kekalahan pada perang dunia pertama.

Theodore Hertzel seorang pendiri gerakan Zionis dengan beraninya menghadap Sultan Abdul Hamid II. Di depan Sultan Abdul Hamid II, Hertzel menjanjikan akan melunasi semua utang Utsmaniy. Adapun syarat yang dikemukakannya adalah Sultan Abdul Hamid II menyerahkan tanah Palestina termasuk al Quds kepada bangsa Israel. Mendengar celotehan dedengkot Zionis ini, Sultan Abdul Hamid II marah sambil berkata dengan tegas bahwa tanah Palestina itu milik umat Islam, bukan milik beliau. Sultan Abdul Hamid II menekankan bahwa zionis Israel akan bisa menguasai tanah Palestina tatkala Khilafah Utsmaniyah telah runtuh. Demikianlah penjagaan Khilafah terhadap tanah kaum muslimin, Palestina, walaupun dalam kondisinya yang paling lemah.

Pada 3 Maret 1924 M atau bertepatan dengan 28 Rajab 1342 H, Khilafah Utsmaniy runtuh. Konspirasi licik dari dalam yaitu lewat Mustafa Kemal Pasha laknatulloh yang bekerjasama dengan Inggris., termasuk Perancis di dalamnya, merupakan penyebab keruntuhan Khilafah. Di samping itu lemahnya pemahaman Islam kaum muslimin yang berimbas kepada buruknya penerapan Islam oleh Khilafah juga memberikan andil bagi runtuhnya Khilafah.

Pasca runtuhnya Khilafah, Zionis Israel pun mendapat angin segar guna menduduki tanah Palestina. Mulai tahun 1948 M, Israel menduduki tanah Palestina. Di tanah Palestina, khususnya di al Quds, Israel melakukan perusakan demi perusakan, termasuk melakukan penumpahan darah. Masjid al Aqsha hingga hari ini masih terbelenggu oleh penjajahan Israel, bangsa terlaknat. Al Aqsha terus memanggil kaum muslimin untuk membebaskannya.

Panggilan – panggilan al Aqsha tersebut seolah tidak terdengar para penguasa kaum muslimin saat ini. Mereka mempunyai mata,tapi tidak digunakan untuk melihat. Mereka mempunyai telinga tapi tidak bisa mendengar. Bahkan mereka mempunyai hati dan akal, tapi mereka tidak bisa memahami. Alih –alih menjawab panggilan al Aqsha, justru para penguasa kaum muslimin melemparkan pernyataan – pernyataan yang mengungkapkan jati diri mereka. Di antara pernyataan tersebut adalah bahwa masalah pembantaian kaum muslimin di al Quds oleh Israel itu adalah masalah dalam negeri Palestina. Itu adalah masalah warga Negara Palestina. Masing – masing Negara punya masalah sendiri – sendiri. Tentu bijaksana tidak mencampuri urusan dalam negeri orang lain, menurut mereka. Oleh karena itu, para penguasa ini tidak akan menurunkan pasukan militer guna mengusir Israel dari Palestina. Mereka hanya bisa mengecam. Mereka hanya bisa berkoar –koar akan kemanusiaan di forum – forum internasional tanpa berani mengambil langkah maju yang menunjukkan mereka adalah ‘lelaki’ walaupun cuma sehari. Mereka terbelenggu oleh nasionalisme sempit. Para penguasa itu lebih ta’at kepada majikannya yakni para penjajah baik dari IMF, Bank Dunia, maupun PBB. PBB pun hanya bisa mengecam.

Adapun panggilan – panggilan al Aqsha itu bagi kaum muslimin di dunia Islam, sangatlah membekas. Kaum muslimin hari ini seperti anak ayam kehilangan induknya. Induknya yang sudah diabolish pada tahun 1924 M jauh dari mata mereka. Kaum muslimin hanya bisa melakukan aksi – aksi solidaritas kemanusiaan. Mereka mengumpulkan bantuan kemanusiaan, berupa makanan, minuman, pakaian, dan obat – obatan. Mereka sadar sekali bahwa untuk membebaskan al – Aqsha termasuk membebaskan tanah Palestina dari cengkeraman Zionis Israel membutuhkan persenjataan dan tentara. Sekali lagi kaum muslimin itu sadar bahwa para penguasa di negeri – negeri mereka adalah mandul. Kaum muslimin tidak bisa lagi mengharapkan kepada para penguasanya tersebut.

Akhirnya kaum muslimin merindukan sosok – sosok pahlawan Islam. Mereka merindukan hadirnya kembali Sholahuddin al Ayyubiy rahimahullah guna membebaskan al Quds dan al Aqsha untuk yang kedua kalinya. Kaum muslimin memanggil dan terus memanggil. “Wahai Sholahuddin…, dimana kau? Wahai Sholahuddin……., dimana kau? Kami minta tolong kepadamu. Bebaskanlah al Quds…., Bebaskanlah al Aqsha…dari tangan – tangan najis bangsa terlaknat, Israel”. Seruan –seruan ini diulang –ulang dalam berbagai forum dan kesempatan. Akan tetapi apalah daya. Seruan minta tolong kepada Sholahuddin Al Ayyubiy bagai gayung yang tidak bersambut. Benar…, bahwa berjuta kali pun mereka memanggil Sholahuddin al Ayyubiy agar bangun kembali dari kuburnya tidak pernah mendapat jawaban. Subhanallah…..kehinaan apa yang dialami oleh kaum muslimin sekarang ini. Bagaimana mungkin pihak yang masih hidup harus meminta pertolongan kepada pihak yang sudah meninggal dunia. Pahlawan Islam, Sholahuddin al Ayyubiy sudah pergi menghadap Ilahi Rabbul alamin. Sholahuddin al Ayyubiy tidak akan mungkin hidup lagi.

Sebenarnya untuk membebaskan tanah Palestina termasuk al Quds dan al Aqsha, tentu membutuhkan sosok – sosok yang memiliki kecintaan kepada Islam dan jiwa pengorbanan layaknya Sholahuddin al Ayyubiy. Untuk membebaskan dunia Islam hari ini dari belenggu penjajahan Kapitalisme yang dimotori oleh Amerika Serikat dan Komunisme yang dimotori oleh China, tidaklah dengan mengharapkan para pahlawan Islam seperti Sholahuddin al Ayyubiy, Nuruddin Zanki, Muhammad al Fatih, Thariq bin Ziyad, Muhammad bin al Qasim ats Tsaqafi, Mudhoffar Syaifuddin Qutuz dan lainnya, agar mereka semua hidup kembali dari kematiannya.

Melahirkan Sholahuddin al Ayyubiy Baru

Mengharapkan sosok Sholahuddin al Ayyubiy hadir kembali tentu maknanya bukanlah mengharapkan beliau bangun dari kuburnya. Mengharapkan kehadiran sosok Sholahuddin bukan bermakna harus  memberikan nama bagi bayi yang lahir dengan nama Sholahuddin al Ayyubiy.

Sesungguhnya karakter- karakter dari Sholahuddin al Ayyubiy itu harus dimiliki oleh generasi kaum muslimin. Keimanan yang kuat kepada Allah SWT dan RasulNya, keta’atan yang tinggi, berani membela yang haq, dan mencintai jihad di jalan Allah SWT, ini beberapa contoh karakter seorang pahlawan Islam. Pembentukan karakter sedemikian membutuhkan tarbiyah atau pendidikan yang bersifat robbaniy yang berorientasi kepada lahirnya generasi Islam yang hanya memberikan pengabdian hidupnya untuk Islam dan kaum muslimin.

Kaum muslimin adalah kaum dan umat yang berlandaskan aqidah Islam. Selama Aqidah Islam itu masih ada di tengah kaum muslimin, selama itu pula, mereka akan mampu mencetak generasi para pahlawan Islam.

Bercermin kepada Sultan Murad II yang mampu mencetak sosok Muhammad al Fatih. Pemberian pendidikan terbaik dengan guru terbaik. Pendidikan terbaik di sini adalah pendidikan Islam. Pendidikan Islam yang memadukan antara pembentukan kepribadian Islami, penguasaan Tsaqafah dan ilmu – ilmu yang dibutuhkan dalam hidup. Syaikh Aaq Syamsuddin, sosok guru mumpuni, waro’ dan memberikan keteladanan. Di bawah bimbingan seorang guru yang demikian, akan mampu memberikan motivasi bagi peserta didiknya untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Ditanamkan di dalam jiwa anak bahwa dialah yang akan menjadi pahlawan Islam, yang akan membebaskan Masjid al Aqsha yang mulia dari tangan najis Israel. Di samping itu, kepercayaan yang utuh dari orang tua kepada guru akan berpengaruh besar dalam proses pembentukan karakter anak didik menjadi sosok pejuang yang ikhlas dan tangguh.

Yang tidak kalah pentingnya adalah menyiapkan sistem kehidupan yang baik bagi tumbuh kembangnya anak didik. Patut untuk selalu disadari bahwa lahirnya sosok – sosok fenomenal pahlawan Islam tersebut berada di dalam kehidupan yang Islami. Kehidupan yang di dalamnya diterapkan hukum Islam dengan paripurna. Sistem kehidupan Islam ini ibarat sebuah pabrik yang senantiasa siap mencetak generasi – generasi pahlawan Islam.

Sistem pendidikan terbaik, guru terbaik, dan kepercayaan orang tua layaknya mesin – mesinnya. Oleh karena itu, kaum muslimin harus bahu membahu mewujudkan sebuah proyek super agung yakni sebuah entitas pemerintahan yang menjadikan Syariat Islam sebagai aturan main dalam mengatur semua bidang kehidupan. Tentunya kita merindukan masa – masa keKhilafahan Islam yang mengutir tinta emas kegemilangan sebuah sejarah peradaban manusia. Maka mari menjadikan semangat Rajab ini untuk melahirkan The Next Sholahuddin al Ayyubiy.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Jum'at, 03 Dec 2021 09:16

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Jum'at, 03 Dec 2021 08:54

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Jum'at, 03 Dec 2021 08:39

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Dec 2021 08:22

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Rabu, 01 Dec 2021 19:12

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

Rabu, 01 Dec 2021 18:55

Kongres Sejarawan Muhammadiyah Pertama Lahirkan 10 Rekomendasi

Kongres Sejarawan Muhammadiyah Pertama Lahirkan 10 Rekomendasi

Rabu, 01 Dec 2021 18:32

Tanda Kolesterol Tinggi Bisa Dilihat dari Perubahan Kulit

Tanda Kolesterol Tinggi Bisa Dilihat dari Perubahan Kulit

Rabu, 01 Dec 2021 18:04

Kemajuan Teknologi Tidak Bisa Serta Merta Menjadi Solusi, Terlebih dalam Urusan Agama

Kemajuan Teknologi Tidak Bisa Serta Merta Menjadi Solusi, Terlebih dalam Urusan Agama

Rabu, 01 Dec 2021 16:29

Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer Ethiopia Di Baidoa Somalia

Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer Ethiopia Di Baidoa Somalia

Rabu, 01 Dec 2021 15:34

Indonesia Jadi Produsen Mobil Listrik di 2022, Pengamat: Tren Pasar Berubah

Indonesia Jadi Produsen Mobil Listrik di 2022, Pengamat: Tren Pasar Berubah

Rabu, 01 Dec 2021 14:52


MUI

Must Read!
X