Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.434 views

Lockdown dan Syariat Islam

 

Oleh:

Keni Rahayu, S. Pd

Guru dan aktivis dakwah

 

COVID-19 sedang mengalami masa jaya. Seluruh dunia membicarakannya. Banyak yang berupaya sungguh-sungguh menjauhi, namun tak sedikit pula yang menganggapnya remeh.

Jika Malaysia dan Filipina telah mengkarantina sekitar setengah dari 107 juta penduduknya (Suara.com 18/3/2020), berbeda dengan Indonesia. Setelah turun instruksi social distance dari Presiden Indonesia, warga +62 dengan santuy menghabiskan waktu libur dengan berlibur ke pantai. Pantai Carita dan Anyer di Pandeglang, Banten dibanjiri wisatawan yang mayoritas dari Jakarta dan Tangerang (iNews.id, 15/3/2020).

Lockdown, salah satu upaya menghindari penyebaran virus Corona. Lockdown diindikasikan dengan isolasi secara sistematis. Diinstruksikan oleh pemerintah, namun pemerintah tetap memberikan fasilitas kepada seluruh rakyat baik dari segi kesehatan maupun asupan makanan.

Sejatinya, lockdown adalah ajaran Islam. Sebagaimana hadis berikut:

"Rasulullah pernah bersabda: Wabah thaun adalah kotoran yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebagian kalangan bani Israil dan juga orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah thaun di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun itu menyebar di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian menghindar dari penyakit itu." (HR Bukhari-Muslim)

Bagi orang awam, larangan keluar dari wilayah berwabah terkesan kejam. Bagaimana mungkin melarang orang keluar dari daerah yang terkena virus? Mengapa tidak dianjurkan menyelamatkan diri? Bukankah itu namanya bunuh diri?

Ternyata, ada kealpaan paham di sini. Hikmah yang besar terjadi ketika kita memahami dan mengamalkan hadis ini. Di antaranya, Rasul tahu ketika penghuni negeri berwabah keluar dari tempatnya dampaknya akan sangat besar dan merugikan. Siapa tau, orang yang hendak melarikan diri mengemban virus. Akibatnya warga di daerah lain bisa tertular. Hal ini lebih bahaya lagi. Kemudian yang tak kalah penting, realisasi lockdown bukan secara individu, melainkan butuh negara sebagai pelaksananya.

Banyak hal yang perlu digarisbawahi terkait perintah lockdown. Ketika ada perintah lockdown, pemerintah punya tanggung jawab besar untuk menjaga rakyatnya. Pertama, pemberian vaksin, atau obat-obatan dalam rangka menjaga daya tahan tubuh warga lain yang masih sehat (di wilayah wabah) secara terjangkau.

Kedua, negara punya kewajiban menjamin makanan warganya. Tanpa kondisi wabah, negara sudah berkewajiban menjamin kesehatan dan kebutuhan pangan warganya, apalagi dalam kondisi demikian. Negara memutar otak bagaimana caranya semua warga terjamin,  mendapat pangan secara merata.  Baik dari segi teknis, kuantitas,  maupun kualitas gizinya.

Ketiga, negara berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan wabah yang telah menjangkiti warganya. Obat dan perawatan diupayakan penuh untuk menyembuhkan warga negara. Jangan ada satu nyawa pun melayang.

Keempat, dalam menjaga ketertiban dalam negeri (setelah terkena wabah) perlu ada upaya sistematis dalam rangka membentuk pemahaman warga dalam negeri, baik yang sudah terkena wabah maupun masih  sehat. Negara wajib melakukan sosialisasi terkait wabah, pencegahan, dan pertolongan pertama jika terkena wabah. Semua warga harus mendapat sosialisasinya. Tujuannya adalah mencegah hoax agar warga tidak bias memahami dan menerima informasi.

Kelima, ada hukum yang tegas bagi pelanggar lockdown. Siapa saja yang keluar rumah tanpa tujuan penting dengan isyarat adanya izin dari negara, mereka akan dihukum sesuai aturan yang telah ditentukan. Hal ini sebagai bukti konsistensi penguasa melakukan locksdown.

Keenam, harus ada pencegahan masuknya warga di luar daerah terjangkit. Baik antardaerah, apalagi dari luar negeri. Percuma saja jika lockdown dilakukan tapi masih menerima wisatawan asing atas nama ekonomi.

Semua perlakuan ini butuh biaya besar. Perlu kesungguhan hati dan kesadaran penguasa memang. Tentu hal ini akan sukar dilakukan bagi negara sekuler, tatkala materi jadi standar untung rugi. Terlebih negara tersebut adalah negara dependen. Lockdown adalah keputusan yang amat sulit.

Sebagaimana kita lihat Indonesia hari ini. Presiden belum mengambil langkah lockdown menjadi sebuah solusi di Indonesia. Karena beliau menduga, ada kemungkinan chaos ketika seruan lockdown dikumandangkan. Padahal, chaos akan terjadi hanya jika negara abai dalam kewajibannya menjamin kebutuhan rakyat. Sebaliknya, chaos tidak mungkin terjadi apabila negara hadir memenuhi berbagai macam kewajiban terhadap rakyatnya. Wallahu a'lam bishowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Latest News
Brigade Al-Qassam Tidak Akan Rilis Informasi 'Tak Ternilai' Terkait Tentara Israel Yang Mereka Tahan

Brigade Al-Qassam Tidak Akan Rilis Informasi 'Tak Ternilai' Terkait Tentara Israel Yang Mereka Tahan

Senin, 02 Aug 2021 21:51

Vaksinasi Jadi Syarat Aktivitas di DKI?

Vaksinasi Jadi Syarat Aktivitas di DKI?

Senin, 02 Aug 2021 21:23

Pasukan Keamanan Tunisia Tangkap 2 Lagi Anggota Parlemen Pengkritik 'Kudeta' Presiden Kais Saied

Pasukan Keamanan Tunisia Tangkap 2 Lagi Anggota Parlemen Pengkritik 'Kudeta' Presiden Kais Saied

Senin, 02 Aug 2021 19:30

15 Tentara Niger Tewas 6 Lainnya Hilang Setelah Serangan 'Teroris' Dekat Perbatasan Burkina Faso

15 Tentara Niger Tewas 6 Lainnya Hilang Setelah Serangan 'Teroris' Dekat Perbatasan Burkina Faso

Senin, 02 Aug 2021 17:45

Presiden Ashraf Ghani Salahkan Penarikan Tiba-tiba AS Untuk Memburuknya Keamanan Di Afghanistan

Presiden Ashraf Ghani Salahkan Penarikan Tiba-tiba AS Untuk Memburuknya Keamanan Di Afghanistan

Senin, 02 Aug 2021 17:05

Pandemi Diperkirakan Berakhir 5 Tahun Lagi, Epidemiolog Ingatkan Potensi Chaos di Masyarakat

Pandemi Diperkirakan Berakhir 5 Tahun Lagi, Epidemiolog Ingatkan Potensi Chaos di Masyarakat

Senin, 02 Aug 2021 15:03

Banyak Ulama Wafat saat Pandemi, HNW: Pentingnya Sanggar Al-Quran Cetak Generasi Penerus Ulama

Banyak Ulama Wafat saat Pandemi, HNW: Pentingnya Sanggar Al-Quran Cetak Generasi Penerus Ulama

Senin, 02 Aug 2021 09:41

Pemilu 2024, Aleg PKS: Untuk Kebaikan Negara, Jangan Asal Coblos!

Pemilu 2024, Aleg PKS: Untuk Kebaikan Negara, Jangan Asal Coblos!

Senin, 02 Aug 2021 08:34

Sang Wartawan Itu Telah Pergi

Sang Wartawan Itu Telah Pergi

Senin, 02 Aug 2021 07:32

Innalillahi, Pegiat Dakwah Masjid Jogokariyan Ustaz Fanni Rahman Wafat

Innalillahi, Pegiat Dakwah Masjid Jogokariyan Ustaz Fanni Rahman Wafat

Senin, 02 Aug 2021 07:07

UEA Kirim 6 Mantan Tahanan Guantanamo Ke Yaman

UEA Kirim 6 Mantan Tahanan Guantanamo Ke Yaman

Ahad, 01 Aug 2021 21:30

Makin Digoyang, Anies Semakin Matang

Makin Digoyang, Anies Semakin Matang

Ahad, 01 Aug 2021 21:17

Taliban Hujani Bandara Kandahar Dengan Roket Untuk Gagalkan Serangan Udara Pasukan Pemerintah

Taliban Hujani Bandara Kandahar Dengan Roket Untuk Gagalkan Serangan Udara Pasukan Pemerintah

Ahad, 01 Aug 2021 21:10

Bahaya “Jurnalisme Omongan” Pejabat

Bahaya “Jurnalisme Omongan” Pejabat

Ahad, 01 Aug 2021 21:02

11 Tentara Mesir Tewas Atau Terluka Dalam Serangan Islamic State Di Semanjung Sinai

11 Tentara Mesir Tewas Atau Terluka Dalam Serangan Islamic State Di Semanjung Sinai

Ahad, 01 Aug 2021 20:50

Ismail Haniyeh Terpilih Kembali Sebagai Pemimpin Kelompok Hamas Untuk Kali Kedua

Ismail Haniyeh Terpilih Kembali Sebagai Pemimpin Kelompok Hamas Untuk Kali Kedua

Ahad, 01 Aug 2021 19:17

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Ahad, 01 Aug 2021 16:05

ACT dan Gernas MUI Kerja Bareng Atasi Pandemi Covid-19

ACT dan Gernas MUI Kerja Bareng Atasi Pandemi Covid-19

Ahad, 01 Aug 2021 13:04

Pemerintah Segera Luncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK

Pemerintah Segera Luncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK

Ahad, 01 Aug 2021 11:10

Wasathi: Khutbah Jumat Perlu Diatur 15 Menit

Wasathi: Khutbah Jumat Perlu Diatur 15 Menit

Sabtu, 31 Jul 2021 23:54


MUI

Must Read!
X