Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.866 views

Ledakan Homoseksual, Buah Demokrasi Liberal

 

Oleh: Annisa Afif Abidah

Kembali, kasus homoseksual mengemuka. Dan temuan paling baru cukup menggegerkan dunia pendidikan Indonesia, yakni ditemukannya ratusan pelajar di Tulungagung yang teridentifikasi mengalami penyimpangan orientasi seksual atau Lelaki Seks Lelaki (LSL) atau homoseksual.

Melansir dari detik.news, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung menemukan ratusan lelaki usia produktif mengalami penyimpangan orientasi seksual atau Lelaki Seks Lelaki (LSL). Fenomena tersebut mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Didik Eka, mengatakan dari pemetaan yang dilakukan selama satu semester terakhir ditemukan 498 LSL. Dari jumlah tersebut 60 persennya merupakan pelajar dalam rentang usia 11 sampai dengan 20 tahun. "Yang terkecil 11 tahun dan itu sudah berhubungan seks menyimpang," kata Didik Eka, Rabu (24/7/2019). 

Pemetaan LSL tersebut dilakukan di tujuh kecamatan meliputi Besuki, Boyolangu, Tulungagung, Kedungwaru, Ngantru, Sumbergempol dan Kecamatan Bandung. Proses pendataan dilakukan dengan melibatkan komunitas LSL secara langsung. "Sehingga apabila di seluruh Tulungagung kemungkinan jumlahnya akan lebih banyak," ujarnya. Beliau  menambahkan jumlah pelaku seks menyimpang tersebut ditengarai mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Dari ratusan LSL itu mayoritas merupakan warga yang masih berusia produktif. Dan telah dilakukan pemeriksaan trhdp 175 LSL (Lelaki Seks Lelaki) atau penyuka sesama jenis, 21 diantaranya positif HIV/AIDS.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut prihatin mendengar kabar yang menyebut ratusan pelajar di Tulungagung memiliki perilaku seks menyimpang. Atas temuan itu, Khofifah segera melakukan koordinasi dengan sejumlah tokoh di Tulungagung dan menkroscek kebenarannya. Beliau menambahkan akan memberikan tidak lanjut tegas sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Sungguh sebuah ironi di negeri yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Para pelajar generasi muda penerus bangsa, yang ada di pundak mereka  impian dan masa depan bangsa dan umat. Namun malah disibukkan dan hancur dalam kubangan dosa. Apa jadinya Indonesia?

Homoseksual = Menyumpang dan Dosa Besar

Allah SWT berfirman: “Dan (kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala Dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?’ Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita,…” (Q.S. Al-A’raaf: 80-81)

Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.” (HR Abu Dawud, At Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Al-Baihaki).

Al-Quran dan Sunnah di atas sudah menerangkan dengan jelas bahwa praktik homoseks merupakan satu dosa besar dan sangat berat sanksinya di dunia. Apabila tidak dikenakan di dunia maka sanksi tersebut akan diberlakukan di akhirat. Sedangkan hukuman bagi pelaku sihaq (lesbi), menurut kesepakatan para ulama, adalah ta’zir, di mana pemerintah yang memiliki wewenang untuk menentukan hukuman yang paling tepat, sehingga bisa memberikan efek jera bagi pelaku perbuatan haram ini (Husaini, hal. 108)

Maka sungguh jika Allah telah mengharamkan suatu perkara maka ada kemudhorotan yang hendak Allah jauhkan. Terbukti sudah banyak bukti penelitian yang menggambarkan dahsyatnya dampak dari aktivitas kaum Nabi Luth tersebut, mulai dari terjangkitnya dengan penyakit kelamin menular, terkena HIV/AIDS, dan tak pelak jumlah kasus pelecehan seksual semakin meningkat. Naudzubillahi min dzalik.

Homoseksual bukan Genetis

Kaum gay dan pelaku seks sejenis di negeri ini saat ini sudah mulai berani unjuk diri. Beberapa kali mereka muncul di layar kaca menyuarakan hak mereka, atau mengadakan pertemuan-pertemuan tingkat nasional.Untuk mengukuhkan eksistensi dan mendapat perlindungan hukum, kalangan homoseksual seperti waria juga beberapa kali mengikuti seleksi anggota Komnas HAM. Di antara cita-cita mereka adalah menginginkan pernikahan sejenis juga diakui secara hukum.

Salah satu alasan yang sering dikemukakan kalangan gay dan liberal agar publik menerima eksistensi kaum gay adalah teori ‘gen gay’ (gay gene theory) atau teori ‘lahir sebagai gay’ (born gay). Mereka memaparkan sejumlah penelitian bahwa homoseksual dan lesbian disebabkan ketentuan genetis. Sifat bawaan yang ada pada kalangan yang kemudian menjadi pembentuk karakter gay pada seseorang.Teori itu dilontarkan oleh Magnus Hirscheld berasal dari Jerman pada 1899. Menurutnya homoseksual adalah bawaan sehingga dia menyerukan persamaan hukum untuk kaum homoseksual.

Pada 1993, Dean Hamer, seorang gay, meneliti 40 pasang kakak beradik homoseksual. Dia mengklaim bahwa satu atau beberapa gen yang diturunkan oleh ibu dan terletak di kromosom Xq28 sangat berpengaruh pada orang yang menunjukkan sifat homoseksual. Namun sampai 6 tahun kemudian, gen pembawa sifat homoseksual itu tak juga ketemu. Maka Dean Hamer pun mengakui bahwa risetnya itu tak mendukung bahwa gen adalah faktor penentu homoseksualitas.

Teori ini semakin runtuh  ketika pada 1999 Prof George Rice dari Universitas Western Ontario, Kanada, mengadaptasi riset Hamer dengan jumlah responden yang lebih besar. Rice menyatakan, hasil penelitian terbaru tak mendukung adanya kaitan gen X yang dikatakan mendasari homoseksualitas pria.

Menyadari bahwa secara ilmiah pun terbantahkan, kalangan gay lalu mencari pembenaran dengan alasan yang mengada-ada, yakni “terperangkap pada tubuh yang salah”. Maksudnya, mereka berjiwa feminin tapi berada pada tubuh seorang lelaki. Tentu saja alasan ini tidak berdasar dan hanya khayalan kosong.

Homoseksual, Buah Demokrasi Liberal

Homoseksual sebenarnya adalah buah busuk dari kerusakan sistem kapitalisme sekuler yang mengagungkan liberalisme. Satu-satunya alasan yang bisa menjadi legitimasi pengesahan aktifitas kaum gay ini adalah demokrasi dan HAM. Dengan prinsip kebebasan berkeinginan (freedom for want) seperti yang dicanangkan Franklin Delano Roosevelt, ekspresi seksual setiap orang menjadi diakui, termasuk aneka penyimpangan seksual seperti gay dan lesbian, sadomachocisme, orgy, swinger (bergonta-ganti pasangan), dsb. Sehingga penerapan sistem tersebut membawa dampak kerusakan dan perilaku aneh yang terus bermunculan.

Maka fenomena terus meningkatnya jumlah pelaku homoseksual dan LGBT tentu tidak lepas dari sistem yang dipergunakan di negara ini. Memang, negara ini adalah negara sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Negara sekuler melahirkan ide liberalisme yaitu kebebasan berupa kebebasan berpendapat, kebebasan berperilaku, kebebasan berkeyakinan, dan kebebasan berkepemilikan.

Dalam kasus homoseksual, kebebasan berperilakulah yang diadopsi untuk memperbolehkan melakukan perbuatan tersebut. Mereka boleh melampiaskan gharizah nau’ (naluri untuk melestarikan jenis) sesuai kemauan mereka walaupun bertentangan dengan syari’at. Hal ini sangat wajar jika terjadi di negara sekuler, karena negara ini bukan tempat hidup kaum muslimin. Kaum muslimin hanya bisa hidup dengan syari’at Islam.

Islam Punya Solusi

Jelaslah, memberantas penyakit seperti LGBT haruslah dilakukan dengan mencampakkan ideologi sekuler berikut paham liberalisme, politik demokrasi dan sistem kapitalisme. Hal itu diiringi dengan penerapan Islam secara menyeluruh.

Islam menjelaskan bahwa hikmah penciptaaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan adalah untuk kelestarian jenis manusia dengan segala martabat kemanusiaannya (QS. an-Nisa [4]: 1). Perilaku seks yang menyimpang seperti homoseksual, lesbianisme dan seks diluar pernikahan bertabrakan dengan tujuan itu. Islam dengan tegas melarang semua perilaku seks yang menyimpang dari syariah itu.

Islam mencegah dan menjauhkan semua itu dari masyarakat. Sejak dini, Islam memerintahkan agar anak dididik memahami jenis kelaminnya beserta hukum-hukum yang terkait. Islam juga memerintahkan agar anak pada usia 7 atau 10 tahun dipisahkan tempat tidurnya sehingga tidak bercampur.

Islam juga memerintahkan agar anak diperlakukan dan dididik dengan memperhatikan jenis kelaminnya. Sejak dini anak juga harus dididik menjauhi perilaku berbeda dengan jenis kelaminnya. Islam melarang laki-laki bergaya atau menyerupai perempuan, dan perempuan bergaya atau menyerupai laki-laki.

« لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُخَنَّثِينَ مِنْ الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنْ النِّسَاءِ »

Nabi saw. melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki (HR. al-Bukhari).

Nabi saw. juga memerintahkan kaum muslim agar mengeluarkan kaum waria dari rumah-rumah mereka. Dalam riwayat Abu Daud diceritakan bahwa Beliau saw. pernah memerintahkan para sahabat mengusir seorang waria dan mengasingkannya ke Baqi’.

Dengan semua itu, Islam menghilangkan faktor lingkungan yang bisa menyebabkan homoseksual. Islam memandang homoseksual sebagai perbuatan yang sangat keji. Perilaku itu bahkan lebih buruk dari perilaku binatang sekalipun. Di dalam dunia binatang tidak dikenal adanya pasangan sesama jenis. Islam memandang homoseksual sebagai tindak kejahatan besar. Pelakunya akan dijatuhi sanksi yang berat. Nabi saw. bersabda:

« مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ »

Siapa saja yang kalian jumpai melakukan perbuatan kaum Nabi Luth as. maka bunuhlah pelaku dan pasangan (kencannya). (HR. Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah).

Dengan sanksi itu, orang tidak akan berani berperilaku homoseksual. Masyarakat pun bisa diselamatkan dari segala dampak buruknya.Di dalam Islam, kewajiban negaralah untuk terus membina keimanan dan memupuk ketakwaan rakyat. Hal itu akan menjadi kendali diri dan benteng yang menghalangi muslim terjerumus pada perilaku menyimpang. Harapan kita untuk agar masyarakat terbebas dari homoseksual dan perilaku menyimpang lainnya dengan segala dampaknya, harus kita wujudkan dengan melipatgandakan upaya dan perjuangan demi diterapkannya Syariah Islam secara utuh dan menyeluruh. Wallahu a'lam bi ash-shawab. (rf/voa-islam.com)

*Pegiat Komunitas Mahasiswa Islam Kaffah Malang.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Imran Khan Tidak Kesampingkan Penggunaan Senjata Nuklir Jika Perang Dengan India Terjadi

Imran Khan Tidak Kesampingkan Penggunaan Senjata Nuklir Jika Perang Dengan India Terjadi

Ahad, 15 Sep 2019 23:15

Angkatan Udara Libya Hancurkan Ruang Operasi Utama Pasukan Haftar di Al-Jufra

Angkatan Udara Libya Hancurkan Ruang Operasi Utama Pasukan Haftar di Al-Jufra

Ahad, 15 Sep 2019 22:30

Pejuang Perlawanan Palestina Tembak Jatuh Pesawat Tak Berawak Israel

Pejuang Perlawanan Palestina Tembak Jatuh Pesawat Tak Berawak Israel

Ahad, 15 Sep 2019 22:01

Rakyat Tunisia Menuju ke TPS untuk Memilih Presiden Baru

Rakyat Tunisia Menuju ke TPS untuk Memilih Presiden Baru

Ahad, 15 Sep 2019 21:22

Daging Impor Tak Wajib Halal, Halal Institute Minta Permendag Dicabut

Daging Impor Tak Wajib Halal, Halal Institute Minta Permendag Dicabut

Ahad, 15 Sep 2019 21:22

Pengemudi Ojol Ngaji Bareng Hidayatullah Jakarta Selatan

Pengemudi Ojol Ngaji Bareng Hidayatullah Jakarta Selatan

Ahad, 15 Sep 2019 20:51

Saudi untuk Sementara Kurangi Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Saudi untuk Sementara Kurangi Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Ahad, 15 Sep 2019 20:10

Negara-negara Arab Kutuk Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Negara-negara Arab Kutuk Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Ahad, 15 Sep 2019 19:51

Di Solo Ada Pesantren Khusus Lansia

Di Solo Ada Pesantren Khusus Lansia

Ahad, 15 Sep 2019 19:36

AS Salahkan Iran karena Serang Fasilitas Minyak Saudi

AS Salahkan Iran karena Serang Fasilitas Minyak Saudi

Ahad, 15 Sep 2019 18:01

Konferensi Tahunan Pengawas Nuklir akan Dimulai Senin

Konferensi Tahunan Pengawas Nuklir akan Dimulai Senin

Ahad, 15 Sep 2019 17:43

Pasukan Haftar Serang Bandara Internasional di Tripoli

Pasukan Haftar Serang Bandara Internasional di Tripoli

Ahad, 15 Sep 2019 16:31

Karhutla, Kesalahan yang Terus Dibiarkan?

Karhutla, Kesalahan yang Terus Dibiarkan?

Ahad, 15 Sep 2019 16:17

Kisah Pilot Ditolak Halus Tiga Kali Anies Baswedan

Kisah Pilot Ditolak Halus Tiga Kali Anies Baswedan

Ahad, 15 Sep 2019 07:26

Anies Baswedan Gelar Nobar Lenong Betawi Bersama Bang Japar

Anies Baswedan Gelar Nobar Lenong Betawi Bersama Bang Japar

Ahad, 15 Sep 2019 06:46

Kristen Radikal

Kristen Radikal

Ahad, 15 Sep 2019 06:36

Astronom Temukan Air di Planet Luar Tata Surya

Astronom Temukan Air di Planet Luar Tata Surya

Ahad, 15 Sep 2019 01:00

Trump Konfirmasi Kematian Putra Syaikh Usamah Bin Ladin, Hamza

Trump Konfirmasi Kematian Putra Syaikh Usamah Bin Ladin, Hamza

Ahad, 15 Sep 2019 00:30

OKI Gelar KTT Luar Biasa Bahas Rencana Aneksasi Netanyahu

OKI Gelar KTT Luar Biasa Bahas Rencana Aneksasi Netanyahu

Ahad, 15 Sep 2019 00:00

Satu dari Setiap 5 Anak Menderita Penyakit Kulit Eksim

Satu dari Setiap 5 Anak Menderita Penyakit Kulit Eksim

Ahad, 15 Sep 2019 00:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X