Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.615 views

Dua Wajah Permainan Prancis dalam Perang di Libya

TRIPOLI, LIBYA (voa-islam.com) - Prancis mengklaim mengakui Dewan Presiden yang berbasis di Tripoli sebagai pemerintah sah Libya, tetapi di sisi lain, negara itu mendukung panglima perang Khalifa Haftar di bawah meja untuk menggulingkan Dewan Presiden yang diakui PBB, sebuah langkah yang digambarkan oleh pengamat sebagai sebuah permainan dari permainan dua wajah di negara Afrika Utara tersebut.

Pada awal April, pasukan pemberontak pimpinan Khalifa Haftar merebut kota pegunungan Gharyan tanpa tembakan setelah pemimpin milisi kota itu Adel Da'ab memutuskan untuk bergabung dengan mereka.

Kelompok-kelompok bersenjata Haftar, dengan bantuan ahli militer Prancis dan Uni Emirat Arab (EUA), mendirikan ruang operasi militer di Gharyan untuk menaklukkan Tripoli. Tak lama setelah penyitaan Gharyan, sekelompok 13 perwira intelijen bersenjata Prancis dicegat oleh otoritas Tunisia di perbatasan dengan Libya. Laporan media Tunisia memberi kesan bahwa para perwira Prancis itu mungkin telah membantu pasukan Haftar untuk mendirikan ruang operasi tersebut.

Tetapi berberapa hal tidak berjalan sesuai rencana. Pada tanggal 26 Juni, pasukan pemerintah dukungan PBB merebut kembali Gharyan setelah lebih dari tiga bulan dikuasai pemberontak, dalam sebuah pukulan besar terhadap panglima perang Haftar dan sekutunya di luar negeri.

Pasukan pemerintah sah Libya mengambil alih kota itu dalam serangan 7 jam yang mengejutkan dan menangkap lebih dari seratus pejuang lokal dan tentara bayaran asing. Mereka juga merebut ruang operasi yang didirikan oleh Haftar dan sekutu-sekutunya di luar negeri, di samping sejumlah senjata futuristik, termasuk rudal Javelin buatan AS.

Sementara tuduhan untuk pasokan rudal Jevelin tersebut diarahkan ke UEA, salah satu pendukung utama Haftar, pejabat AS menyimpulkan bahwa rudal itu pertama kali dijual ke Prancis sebelum berakhir di tangan panglima perang kelompok bersenjata Haftar.

Merasa malu, Prancis mengakui bahwa rudal Javelin yang ditemukan di Gharyan dibeli dari Amerika Serikat, tetapi mengklaim bahwa "rudal itu tidak pernah dimaksudkan untuk dijual atau dipindahkan ke pihak mana pun dalam konflik Libya."

Dalam sebuah pernyataan, negara itu menambahkan bahwa rudal tersebut "rusak dan tidak dapat digunakan" dan dimaksudkan sebagai "perlindungan diri bagi unit militer Prancis yang dikerahkan untuk melakukan operasi kontra-terorisme".

Narasi Prancis dianggap tidak akurat dan penuh kontradiksi oleh banyak pengamat dan politisi.

Anggota Dewan Presiden, Mohammad Amari Zayed mengatakan pernyataan Prancis tentang keberadaan misilnya di Gharyan bertentangan. Dari satu sisi pernyataan itu mengklaim rudal itu "rusak dan tidak dapat digunakan" tetapi di sisi lain, Paris mengklaim rudal itu untuk melindungi diri dan memerangi terorisme.

Jadi bagaimana kita bisa memerangi terorisme dengan senjata yang rusak dan tidak dapat digunakan? Amari berpendapat.

Ahmed Sewehli, seorang advokat demokrasi Libya, berpendapat Prancis berperang dengan Libya, menuduhnya membunuh massal rakyat Libya dengan pasokan senjata canggih mereka ke Haftar.

Dukungan Prancis untuk Haftar kembali ke 2014 selama perangnya melawan Benghazi. Sebuah ruang operasi militer Prancis didirikan untuk membantu pasukan Haftar mengambil kendali kota dengan dalih memerangi terorisme.

Pada Juli 2016, tiga tentara pasukan khusus Prancis tewas ketika helikopter mereka ditembak jatuh di kota El Magrun, sekitar 75 km selatan Benghazi, selama operasi militer untuk mendukung pasukan Haftar. Brigade Pertahanan Benghazi mengaku bertanggung jawab atas penembakan itu, tetapi Prancis mengklaim kecelakaan helikopter itu tidak disengaja.

Tautan Prancis ke perang melawan Islamic State (IS) telah menimbulkan pertanyaa. Selama perang Al-Bonyan Al-Marsous yang dilancarkan pemerintah sah Libya di Tripoli pada IS di Sirte pada tahun 2016, sebuah kapal selam Prancis mendekati pantai dalam upaya untuk mengevakuasi "orang-orang penting" ketika perang terhadap kelompok itu sedang berkecamuk.

Berbicara kepada Pengamat Libya dengan syarat anonimitas, seorang perwira tinggi keamanan negara mengungkapkan bahwa pasukan Angkatan Laut Libya telah mendeteksi sebuah kapal selam berlayar di dekat pantai dan mengirim permintaan untuk tanda panggilan. Awak kapal selam mengidentifikasi diri mereka sebagai pasukan marinir AS yang melakukan beberapa operasi sebelum akhirnya menghilang. Kemudian Komando Afrika AS membantah keberadaan kapal selam AS di dekat pantai pada saat itu setelah permintaan klarifikasi yang dikirim oleh Dewan Presiden.

Angkatan Laut Libya menyimpulkan bahwa kapal selam itu milik Angkatan Laut Prancis dan berusaha untuk membantu beberapa "orang penting" melarikan diri dari Sirte, menurut petugas keamanan negara.

Beberapa laporan mengklaim bahwa Prancis sedang mencoba untuk mengevakuasi beberapa pemimpin ISIS yang bekerja untuk intelijen Prancis.

Petugas keamanan juga mengungkapkan bahwa seorang perwira intelijen Prancis  mengunjungi pangkalan udara Watiya di Libya barat dekat perbatasan dengan Tunisia segera setelah revolusi Februari yang menggulingkan rezim Khadafi. Perwira Prancis tersebut memeriksa pangkalan udara dengan tujuan untuk mengatur kehadiran Prancis di dekat perbatasan Tunisia, tetapi tujuan mereka digagalkan setelah permintaan Prancis untuk mengunjungi pangkalan udara kembali ditolak oleh otoritas Libya pada saat itu.

Prancis mungkin ingin memfasilitasi aliran pejuang IS Tunisia ke Libya, menurut pejabat keamanan negara Libya.

Sebelum pertempuran Sirte, konvoi pejuang IS melarikan diri dari Benghazi ke wilayah tengah Libya tanpa dicegat oleh pasukan Haftar. Mantan juru bicara Operasi Martabat Tentaran Nasional gadungan Libya (LNA) pimpinan Haftar, Mohammed Al-Hijazi, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV lokal bahwa konvoi pejuang Islamic State melarikan diri dari Benghazi di bawah perlindungan udara dari sebuah pendukung asing ke Haftar, tanpa menyebutkannya. Namun Kepala Dewan Militer Sabratha Kolonel Taher Al-Gharabli mengungkapkan bahwa pendukung asing itu adalah Prancis.

Perjalanan konvoi itu sendiri berakhir di Sirte tempat apa yang disebut cabang Libya Islamic State diumumkan. (st/LO)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Sabtu, 29 Feb 2020 00:46

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Jum'at, 28 Feb 2020 23:42

Impian Setiap Penguasa

Impian Setiap Penguasa

Jum'at, 28 Feb 2020 22:58

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Jum'at, 28 Feb 2020 22:04

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 21:51

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

Jum'at, 28 Feb 2020 20:11

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X