Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.362 views

RUU PKS, Melindungi Atau Meliberalisasi?

 

Oleh:

Aishaa Rahma, Pegiat di Sekolah Bunda Sholihah, Malang

 

SEKULERISME memang biang kerusakan kehidupan umat manusia saat ini. Setelah barat berhasil meminggirkan agama ke tepi kehidupan, manusia hidup dengan aturan yang nihil dari nilai spiritual. Asas manfaat menjadi ukuran kebaikan setiap aturan yang dihasilkan. sementara itu yang menjadi 'Tuhan' nya adalah suara mayoritas dengan label demokrasi. Vox populi,vox dei. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Meski dalam kenyataannya hanya segelintir orang belaka dari kalangan parpol dan kaum kapitalis yang menentukan hitam- putihnya sebuah negara.

Dengan asas manfaat itulah lalu sekulerisme mengobrak-abrik fitrah manusia, termasuk dalam perkara yang paling mendasar, yakni  pemenuhan kebutuhan biologis. karena yang menjadi parameternya adalah manfaat, dan manfaat itu selalu bersifat relatif dan subjektif. Maka siapapun berhak menyumbangkan aspirasi dan disahkan oleh negara. Sekalipun aspirasi tersebut cacat dan merusak.

Wacana yang berulang kali digodog yakni Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Hingga kini masih menuai kontroversi, sebab muncul anggapan bahwa RUU ini mendukung praktik perzinaan, melanggengkan perbuatan LGBT, dan bahkan mengamini praktik aborsi.

Melansir dari medcom.id. Sejumlah perempuan yang tergabung dalam organisasi Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) menggelar aksi dalam menolak Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Aturan dalam RUU itu dianggap tidak memiliki tolok ukur yang jelas. Humas ACN Alwyah mengatakan banyak pasal dalam RUU tersebut yang tidak memiliki penjelasan secara rinci dan menjadi bias makna. Misalnya, terkait orientasi seksual yang multitafsir. Ia menilai RUU tersebut juga tidak dapat melindungi perempuan dalam tindakan kekerasan seksual atau pemerkosaan.

Ia mengaku menyesalkan munculnya RUU PKS. Terlebih penggagas RUU ini adalah Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan) yang seharusnya bisa melindungi kaum Hawa. Menurut dia, aturan dalam RUU itu justru rentan bermasalah. Misalnya, yakni ketika laki-laki dan perempuan berhubungan intim di luar pernikahan dengan dalih suka sama suka, lantas tidak kena jerat pidana. Mereka baru akan terjerat pidana bila ada yang mengadu. Bagi Alwyah, RUU PKS juga bias gender.

Ia menyebut RUU itu berpotensi membuat banyak kasus perceraian. Alwyah mengaku bakal terus menyuarakan penolakan ini. Ia berkukuh meminta RUU itu dihapuskan. "Kalau pun di lapangan faktanya berbeda, kalau (perempuan) tidak terlindungi itu karena penegakan hukumnya di Indonesia yang perlu dibenerin. Bukan UU baru," pungkasnya. (14/7/2019)

Senada dengan organisasi ACN, Majelis Nasional Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) menyatakan sikap menolak RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang sedang dibahas DPR dengan pertimbangan melanggar norma agama serta sarat dengan muatan feminisme dan liberalisme. Majelis Nasional Formati menyatakan hal itu melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin, yang ditandatangani Koordinator Majelis Nasional Forhati, Hanifah Husein, serta Sekretaris Majelis Nasional Forhati, Jumrana Salikki. "Secara sosiologis, ada muatan yang sarat dengan feminisme dan liberalisme ini, sehingga RUU PKS ini memungkinkan munculnya celah legalisasi tindakan LGBT, serta pergaulan bebas," kata Husein.

Majelis Nasional Forhati juga menilai, secara filosofis RUU PKS ini bertentangan dengan nilai-nilai agama yang mereka katakan, dianut bangsa Indonesia. Menurut Husein dan Malikki, kedua faktor yang dinilai tidak sesuai dengan norma bangsa Indonesia itu merupakan hasil kajian Majelis Nasional Formati.

Majelis Nasional Formati juga mengusulkan agar RUU PKS diganti menjadi RUU tentang Penghapusan Kejahatan Seksual (RUU PJS), karena kata "kejahatan" memiliki makna lebih luas dan Komprehensif Majelis Nasional Formati juga meminta pemerintah dan DPR untuk membuat RUU PJS secara komprehensif, untuk perlindungan terhadap perempuan dengan menerima masukan dan usulan dari aspirasi seluruh elemen masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Forhati juga mengajak elemen masyarakat, lembaga adat, lembaga agama, organisasi massa, organisasi pelajar, mahasiswa, dan pemuda, untuk terus mengawal dan mendukung upaya-upaya mengantisipasi penyakit sosial, terutama perihal kejahatan seksual, penyimpangan seksual, pergaulan bebas, narkotika dan kerusakan moral lain. ANTARA news (15/7/2019).

Jika rancangan ini tetap dilaksanakan, artinya siapapun mendapat jaminan untuk melakukan hubungan seksual yang aman dan memuaskan, serta bebas menentukan kapan saja tanpa memandang apakah hubungan seks tersebut dilakukan antara pasangan suami istri, perzinahan, gay atau lesbian. Apakah hal tersebut pantas dilindungi?

 

RUU Pro Zina?

Indonesia memang Negeri antah berantah. Meskipun mayoritas penduduknya muslim, akan tetapi banyak aturan yang justru menabrak syariat Islam salah satunya adalah rencana pemerintah untuk mengesahkan Rancangan undang-undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Isu mengenai pembentukan RUU PKS sudah ada sejak tahun 2016, sedangkan draft dan Naskah Akademiknya baru selesai di tahun 2019. Kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan seksualitas atau asusila masih banyak terjadi di Negeri ini, sebagaimana dalam Lembar Fakta dan Poin Kunci Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan Tahun 2018 halaman 1 disebutkan bahwa ada 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama tahun 2017, yang terdiri dari 335.062 kasus bersumber pada data kasus/perkara yang ditangani oleh Pengadilan Agama, serta 13.384 kasus yang ditangani oleh 237 lembaga mitra pengadalayanan, tersebar di 34 provinsi.

Realita seperti ini merupakan cerminan bahwa kejahatan seksual masih banyak terjadi karena beberapa faktor, di antaranya kesadaran hukum yang lemah, pemahaman agama yang kurang, pendidikan seksual yang minim, juga instrument hukum yang belum bisa mencerminkan keadilan baik bagi pelaku maupun korban.

Berkaca dari kasus diatas, memang tampak  Jika RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dianggap sebagai terobosan bagi perempuan dalam hukum pidana di Indonesia. Tapi bila melihat kasus Baiq Nuril, seharusnya menampar hukum di negara ini, sudahkah keadilan berlaku bagi korban pelecehan seksual yang sebenarnya? Justru yang melapor dijerat dengan pasal serta denda. Lantas dimana kontribusi undang undang tersebut? Kepentingan siapa yang dilindungi?

Meskipun dalam balutan bahasa yang nampak halus, munculnya rancangan undang-undang ini ditujukan untuk melindungi perempuan dari kekerasan seksual, akan tetapi seharusnya perlindungan negara bukan hanya terhadap perempuan saja, termasuk laki-laki, perempuan, tua muda, harus mendapatkan perlindungan maksimal dari negara. Sangat disayangkan penggunaan kata kata yang manipulatif, seperti kalimat kekerasan dalam perlindungan terkait seksualitas. mengapa tidak menggunakan istilah kejahatan? sebab, dalam kamus besar bahasa Indonesia tentu ada perbedaan yang sangat mendasar antara kekerasan dan kejahatan. Kalau kekerasan dalam KBBI adalah pemaksaan, dan ini yang dimaksud RUU PKS ini, maka perlindungan kekerasan seksual itu hanya ditujukan untuk kaum rentan. Dalam artian kaum rentan versi para pengusung RUU.

Ini yang patut dipertanyakan, jika kaum rentan tersebut ujung-ujungnya kaum minoritas dalam perilaku seksual seperti gay, lesbi, dan seterusnya, maka menjadi pertanyaan besar, ideologi apa yang diusung dalam pembuatan rancangan undang-undang tersebut? tentu saja ideologi asing yang berusaha dimasukkan ke dalam rancangan undang-undang PKS ini. Apalagi jika menilik dari kekeuhnya rancangan ini agar disahkan, maka memunculkan kecurigaan yang erat kaitannya dengan isu RUU KKG (Kesetaraan dan Keadilan Gender) yang sudah ditolak, dan mati suri. Maka boleh jadi RUU PKS ini bertujuan untuk melindungi sebagian kecil kelompok tertentu dari sekian ratus juta bangsa Indonesia.

 

Islam Melindungi Sekaligus Memuliakan.

Kekerasan seksual tidak bisa dituntaskan dengan RUU PKS ataupun RUU penghapusan kejahatan seksual atau RUU kejahatan kesusilaan, sebab yang menjadi induk permasalahan kekerasan seksual ini adalah tentang pranata kehidupan di masyarakat yang menganut sekuler liberal. Bagaimanapun baiknya suatu undang-undang yang dibuat, jika sistem yang digunakan masih mengusung ide dari barat, maka kejahatan seksual akan terus menjamur di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai sebuah sistem aturan hidup, Islam memiliki lensa yang agung dan aturan lengkap mengenai kehidupan individu, keluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Melalui ketakwaan individu disertai dengan aqidah yang benar akan mengantarkan seseorang untuk senantiasa terikat dengan hukum syariat yang didasari oleh aqidah. Ini merupakan salah satu pilar yang menjadikan seseorang  untuk terus berupaya melaksanakan perintah Allah dalam hal pergaulan. Seperti perintah menundukkan pandangan, menutup aurat, larangan berhias di depan umum, menerima syariat poligami, menjadi istri yang patuh terhadap suami, dan lain sebagainya.

Demikian pula dalam tataran berkeluarga, syariat Islam mengatur tentang aurat wanita dan laki-laki di dalam rumah, mengatur pemisahan tempat tidur bagi anak sejak usia 7 tahun, mengatur kewajiban seorang ayah untuk menjaga istri dan anak-anaknya agar mereka mau menutup aurat secara sempurna, mengatur kewajiban bekerja bagi laki dan ibu sebagai pengurus rumah tangga. keluarga yang seperti ini dapat menjadi benteng penjagaan dari pelecehan maupun  kekerasan seksual.

Namun demikian penjagaan keluarga saja tidak cukup jika tanpa didukung oleh masyarakat dan lingkungan yang islami, jika saat ini lingkungan masyarakat terpapar sekuler liberalisme tentu saja pencegahan diatas hanya bersifat temporal. Maka tentu harus ada upaya merombak aturan bermasyarakat secara menyeluruh yang diterapkan di segala lini kehidupan, tidak hanya pada masyarakat namun perlu diambil alih oleh negara yang juga menerapkan aturan Islam.

Mengapa penjagaan secara tuntas dan menyeluruh harus diberlakukan oleh negara? sebab, negaralah yang berhak menghukum adanya tindakan kriminal di tengah masyarakat. Contoh penerapan hukum oleh negara semisal rajam atau hukum cambuk untuk pezina akan memberikan efek yang luar biasa bagi masyarakat ataupun pezina itu sendiri. Bagi pezina, sangsi yang diberlakukan oleh negara akan menjadi penghapus dosa  sehingga tidak akan lagi dihukum oleh Allah SWT di akhirat kelak. Sedangkan  bagi masyarakat adanya sangsi tersebut justru memberikan pelajaran yang nyata sehingga masyarakat benar benar berusaha menghindari tindak kriminal zina. Terlebih bagi seseorang yang mendapatkan pelecehan maupun kekerasan seksual karena terpaksa, maka negara akan menjamin kehidupannya dengan sebaik-baiknya, karena dia sebagai korban yang harus dimuliakan. Sedangkan perilaku pelecehan tersebut akan mendapatkan sanksi yang setimpal.

Jelas hal ini jauh berbeda dengan kondisi aturan hukum yang saat ini berlaku di tengah masyarakat, korban justru bisa terpidana karena menyebarluaskan informasi. Betapa hukum mudah dibeli dengan rupiah ketimbang menyelamatkan hak kaum yang terperdaya.

Oleh karena itu, untuk keberlangsungan yang adil, negara patut memberlakukan sistem yang mengakomodir pendidikan dan pergaulan sesuai kaidah syara', disamping itu turut pula menjamin arus informasi yang sudah tersaring dari pornografi maupun pornoaksi, maka kecil kemungkinan terjadi adanya pelecehan maupun kekerasan seksual di tengah masyarakat. Wallahu a'lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Senin, 03 Aug 2020 22:09

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Senin, 03 Aug 2020 20:31

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Senin, 03 Aug 2020 19:59

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Senin, 03 Aug 2020 19:49

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Senin, 03 Aug 2020 19:36

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Senin, 03 Aug 2020 19:26

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Senin, 03 Aug 2020 16:00

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Senin, 03 Aug 2020 15:15

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Senin, 03 Aug 2020 14:28

Pengangguran 10 Juta! Ikuti Training & Praktek 5 hari di RM Padang Express

Pengangguran 10 Juta! Ikuti Training & Praktek 5 hari di RM Padang Express

Senin, 03 Aug 2020 09:46

Djoko S Tjandra Tertangkap Setelah 3 Jenderal Dicopot

Djoko S Tjandra Tertangkap Setelah 3 Jenderal Dicopot

Senin, 03 Aug 2020 08:32

AS Usulkan Agar Para Pejuang Taliban Berbahaya Ditempatkan Dalam Tahanan Rumah

AS Usulkan Agar Para Pejuang Taliban Berbahaya Ditempatkan Dalam Tahanan Rumah

Ahad, 02 Aug 2020 23:15

Warga Israel Lakukan Demonstrasi Anti-Netanyahu Terbesar di Al-Quds Yerusalem

Warga Israel Lakukan Demonstrasi Anti-Netanyahu Terbesar di Al-Quds Yerusalem

Ahad, 02 Aug 2020 22:55

Arti Cinta

Arti Cinta

Ahad, 02 Aug 2020 21:52

Menjaga yang Berharga

Menjaga yang Berharga

Ahad, 02 Aug 2020 21:46

Bumi Pertiwi Disapa Resesi

Bumi Pertiwi Disapa Resesi

Ahad, 02 Aug 2020 21:46

7 Tentara Suriah Tewas 9 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Dengan Pejuang Oposisi Suriah di Idlib

7 Tentara Suriah Tewas 9 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Dengan Pejuang Oposisi Suriah di Idlib

Ahad, 02 Aug 2020 21:44

Terimakasih Nak, Kau Ajarkan Ibumu Beretika

Terimakasih Nak, Kau Ajarkan Ibumu Beretika

Ahad, 02 Aug 2020 21:39

Idul Adha: Refleksi Pengorbanan dan Ketaatan Berbuah Keridhaan

Idul Adha: Refleksi Pengorbanan dan Ketaatan Berbuah Keridhaan

Ahad, 02 Aug 2020 21:32

Badan Intelijen Afghanistan Klaim Tewaskan Seorang Pemimpin Senior Islamic State

Badan Intelijen Afghanistan Klaim Tewaskan Seorang Pemimpin Senior Islamic State

Ahad, 02 Aug 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X