Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.153 views

RUU PKS, Melindungi Atau Meliberalisasi?

 

Oleh:

Aishaa Rahma, Pegiat di Sekolah Bunda Sholihah, Malang

 

SEKULERISME memang biang kerusakan kehidupan umat manusia saat ini. Setelah barat berhasil meminggirkan agama ke tepi kehidupan, manusia hidup dengan aturan yang nihil dari nilai spiritual. Asas manfaat menjadi ukuran kebaikan setiap aturan yang dihasilkan. sementara itu yang menjadi 'Tuhan' nya adalah suara mayoritas dengan label demokrasi. Vox populi,vox dei. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Meski dalam kenyataannya hanya segelintir orang belaka dari kalangan parpol dan kaum kapitalis yang menentukan hitam- putihnya sebuah negara.

Dengan asas manfaat itulah lalu sekulerisme mengobrak-abrik fitrah manusia, termasuk dalam perkara yang paling mendasar, yakni  pemenuhan kebutuhan biologis. karena yang menjadi parameternya adalah manfaat, dan manfaat itu selalu bersifat relatif dan subjektif. Maka siapapun berhak menyumbangkan aspirasi dan disahkan oleh negara. Sekalipun aspirasi tersebut cacat dan merusak.

Wacana yang berulang kali digodog yakni Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Hingga kini masih menuai kontroversi, sebab muncul anggapan bahwa RUU ini mendukung praktik perzinaan, melanggengkan perbuatan LGBT, dan bahkan mengamini praktik aborsi.

Melansir dari medcom.id. Sejumlah perempuan yang tergabung dalam organisasi Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) menggelar aksi dalam menolak Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Aturan dalam RUU itu dianggap tidak memiliki tolok ukur yang jelas. Humas ACN Alwyah mengatakan banyak pasal dalam RUU tersebut yang tidak memiliki penjelasan secara rinci dan menjadi bias makna. Misalnya, terkait orientasi seksual yang multitafsir. Ia menilai RUU tersebut juga tidak dapat melindungi perempuan dalam tindakan kekerasan seksual atau pemerkosaan.

Ia mengaku menyesalkan munculnya RUU PKS. Terlebih penggagas RUU ini adalah Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan) yang seharusnya bisa melindungi kaum Hawa. Menurut dia, aturan dalam RUU itu justru rentan bermasalah. Misalnya, yakni ketika laki-laki dan perempuan berhubungan intim di luar pernikahan dengan dalih suka sama suka, lantas tidak kena jerat pidana. Mereka baru akan terjerat pidana bila ada yang mengadu. Bagi Alwyah, RUU PKS juga bias gender.

Ia menyebut RUU itu berpotensi membuat banyak kasus perceraian. Alwyah mengaku bakal terus menyuarakan penolakan ini. Ia berkukuh meminta RUU itu dihapuskan. "Kalau pun di lapangan faktanya berbeda, kalau (perempuan) tidak terlindungi itu karena penegakan hukumnya di Indonesia yang perlu dibenerin. Bukan UU baru," pungkasnya. (14/7/2019)

Senada dengan organisasi ACN, Majelis Nasional Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) menyatakan sikap menolak RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang sedang dibahas DPR dengan pertimbangan melanggar norma agama serta sarat dengan muatan feminisme dan liberalisme. Majelis Nasional Formati menyatakan hal itu melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin, yang ditandatangani Koordinator Majelis Nasional Forhati, Hanifah Husein, serta Sekretaris Majelis Nasional Forhati, Jumrana Salikki. "Secara sosiologis, ada muatan yang sarat dengan feminisme dan liberalisme ini, sehingga RUU PKS ini memungkinkan munculnya celah legalisasi tindakan LGBT, serta pergaulan bebas," kata Husein.

Majelis Nasional Forhati juga menilai, secara filosofis RUU PKS ini bertentangan dengan nilai-nilai agama yang mereka katakan, dianut bangsa Indonesia. Menurut Husein dan Malikki, kedua faktor yang dinilai tidak sesuai dengan norma bangsa Indonesia itu merupakan hasil kajian Majelis Nasional Formati.

Majelis Nasional Formati juga mengusulkan agar RUU PKS diganti menjadi RUU tentang Penghapusan Kejahatan Seksual (RUU PJS), karena kata "kejahatan" memiliki makna lebih luas dan Komprehensif Majelis Nasional Formati juga meminta pemerintah dan DPR untuk membuat RUU PJS secara komprehensif, untuk perlindungan terhadap perempuan dengan menerima masukan dan usulan dari aspirasi seluruh elemen masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Forhati juga mengajak elemen masyarakat, lembaga adat, lembaga agama, organisasi massa, organisasi pelajar, mahasiswa, dan pemuda, untuk terus mengawal dan mendukung upaya-upaya mengantisipasi penyakit sosial, terutama perihal kejahatan seksual, penyimpangan seksual, pergaulan bebas, narkotika dan kerusakan moral lain. ANTARA news (15/7/2019).

Jika rancangan ini tetap dilaksanakan, artinya siapapun mendapat jaminan untuk melakukan hubungan seksual yang aman dan memuaskan, serta bebas menentukan kapan saja tanpa memandang apakah hubungan seks tersebut dilakukan antara pasangan suami istri, perzinahan, gay atau lesbian. Apakah hal tersebut pantas dilindungi?

 

RUU Pro Zina?

Indonesia memang Negeri antah berantah. Meskipun mayoritas penduduknya muslim, akan tetapi banyak aturan yang justru menabrak syariat Islam salah satunya adalah rencana pemerintah untuk mengesahkan Rancangan undang-undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Isu mengenai pembentukan RUU PKS sudah ada sejak tahun 2016, sedangkan draft dan Naskah Akademiknya baru selesai di tahun 2019. Kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan seksualitas atau asusila masih banyak terjadi di Negeri ini, sebagaimana dalam Lembar Fakta dan Poin Kunci Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan Tahun 2018 halaman 1 disebutkan bahwa ada 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama tahun 2017, yang terdiri dari 335.062 kasus bersumber pada data kasus/perkara yang ditangani oleh Pengadilan Agama, serta 13.384 kasus yang ditangani oleh 237 lembaga mitra pengadalayanan, tersebar di 34 provinsi.

Realita seperti ini merupakan cerminan bahwa kejahatan seksual masih banyak terjadi karena beberapa faktor, di antaranya kesadaran hukum yang lemah, pemahaman agama yang kurang, pendidikan seksual yang minim, juga instrument hukum yang belum bisa mencerminkan keadilan baik bagi pelaku maupun korban.

Berkaca dari kasus diatas, memang tampak  Jika RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dianggap sebagai terobosan bagi perempuan dalam hukum pidana di Indonesia. Tapi bila melihat kasus Baiq Nuril, seharusnya menampar hukum di negara ini, sudahkah keadilan berlaku bagi korban pelecehan seksual yang sebenarnya? Justru yang melapor dijerat dengan pasal serta denda. Lantas dimana kontribusi undang undang tersebut? Kepentingan siapa yang dilindungi?

Meskipun dalam balutan bahasa yang nampak halus, munculnya rancangan undang-undang ini ditujukan untuk melindungi perempuan dari kekerasan seksual, akan tetapi seharusnya perlindungan negara bukan hanya terhadap perempuan saja, termasuk laki-laki, perempuan, tua muda, harus mendapatkan perlindungan maksimal dari negara. Sangat disayangkan penggunaan kata kata yang manipulatif, seperti kalimat kekerasan dalam perlindungan terkait seksualitas. mengapa tidak menggunakan istilah kejahatan? sebab, dalam kamus besar bahasa Indonesia tentu ada perbedaan yang sangat mendasar antara kekerasan dan kejahatan. Kalau kekerasan dalam KBBI adalah pemaksaan, dan ini yang dimaksud RUU PKS ini, maka perlindungan kekerasan seksual itu hanya ditujukan untuk kaum rentan. Dalam artian kaum rentan versi para pengusung RUU.

Ini yang patut dipertanyakan, jika kaum rentan tersebut ujung-ujungnya kaum minoritas dalam perilaku seksual seperti gay, lesbi, dan seterusnya, maka menjadi pertanyaan besar, ideologi apa yang diusung dalam pembuatan rancangan undang-undang tersebut? tentu saja ideologi asing yang berusaha dimasukkan ke dalam rancangan undang-undang PKS ini. Apalagi jika menilik dari kekeuhnya rancangan ini agar disahkan, maka memunculkan kecurigaan yang erat kaitannya dengan isu RUU KKG (Kesetaraan dan Keadilan Gender) yang sudah ditolak, dan mati suri. Maka boleh jadi RUU PKS ini bertujuan untuk melindungi sebagian kecil kelompok tertentu dari sekian ratus juta bangsa Indonesia.

 

Islam Melindungi Sekaligus Memuliakan.

Kekerasan seksual tidak bisa dituntaskan dengan RUU PKS ataupun RUU penghapusan kejahatan seksual atau RUU kejahatan kesusilaan, sebab yang menjadi induk permasalahan kekerasan seksual ini adalah tentang pranata kehidupan di masyarakat yang menganut sekuler liberal. Bagaimanapun baiknya suatu undang-undang yang dibuat, jika sistem yang digunakan masih mengusung ide dari barat, maka kejahatan seksual akan terus menjamur di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai sebuah sistem aturan hidup, Islam memiliki lensa yang agung dan aturan lengkap mengenai kehidupan individu, keluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Melalui ketakwaan individu disertai dengan aqidah yang benar akan mengantarkan seseorang untuk senantiasa terikat dengan hukum syariat yang didasari oleh aqidah. Ini merupakan salah satu pilar yang menjadikan seseorang  untuk terus berupaya melaksanakan perintah Allah dalam hal pergaulan. Seperti perintah menundukkan pandangan, menutup aurat, larangan berhias di depan umum, menerima syariat poligami, menjadi istri yang patuh terhadap suami, dan lain sebagainya.

Demikian pula dalam tataran berkeluarga, syariat Islam mengatur tentang aurat wanita dan laki-laki di dalam rumah, mengatur pemisahan tempat tidur bagi anak sejak usia 7 tahun, mengatur kewajiban seorang ayah untuk menjaga istri dan anak-anaknya agar mereka mau menutup aurat secara sempurna, mengatur kewajiban bekerja bagi laki dan ibu sebagai pengurus rumah tangga. keluarga yang seperti ini dapat menjadi benteng penjagaan dari pelecehan maupun  kekerasan seksual.

Namun demikian penjagaan keluarga saja tidak cukup jika tanpa didukung oleh masyarakat dan lingkungan yang islami, jika saat ini lingkungan masyarakat terpapar sekuler liberalisme tentu saja pencegahan diatas hanya bersifat temporal. Maka tentu harus ada upaya merombak aturan bermasyarakat secara menyeluruh yang diterapkan di segala lini kehidupan, tidak hanya pada masyarakat namun perlu diambil alih oleh negara yang juga menerapkan aturan Islam.

Mengapa penjagaan secara tuntas dan menyeluruh harus diberlakukan oleh negara? sebab, negaralah yang berhak menghukum adanya tindakan kriminal di tengah masyarakat. Contoh penerapan hukum oleh negara semisal rajam atau hukum cambuk untuk pezina akan memberikan efek yang luar biasa bagi masyarakat ataupun pezina itu sendiri. Bagi pezina, sangsi yang diberlakukan oleh negara akan menjadi penghapus dosa  sehingga tidak akan lagi dihukum oleh Allah SWT di akhirat kelak. Sedangkan  bagi masyarakat adanya sangsi tersebut justru memberikan pelajaran yang nyata sehingga masyarakat benar benar berusaha menghindari tindak kriminal zina. Terlebih bagi seseorang yang mendapatkan pelecehan maupun kekerasan seksual karena terpaksa, maka negara akan menjamin kehidupannya dengan sebaik-baiknya, karena dia sebagai korban yang harus dimuliakan. Sedangkan perilaku pelecehan tersebut akan mendapatkan sanksi yang setimpal.

Jelas hal ini jauh berbeda dengan kondisi aturan hukum yang saat ini berlaku di tengah masyarakat, korban justru bisa terpidana karena menyebarluaskan informasi. Betapa hukum mudah dibeli dengan rupiah ketimbang menyelamatkan hak kaum yang terperdaya.

Oleh karena itu, untuk keberlangsungan yang adil, negara patut memberlakukan sistem yang mengakomodir pendidikan dan pergaulan sesuai kaidah syara', disamping itu turut pula menjamin arus informasi yang sudah tersaring dari pornografi maupun pornoaksi, maka kecil kemungkinan terjadi adanya pelecehan maupun kekerasan seksual di tengah masyarakat. Wallahu a'lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Erdogan Tolak Proposal AS untuk Menengahi Gencatan Senjata di Suriah Utara

Erdogan Tolak Proposal AS untuk Menengahi Gencatan Senjata di Suriah Utara

Rabu, 16 Oct 2019 12:15

Peringatan UNICEF: Lebih dari 200 Juta Anak di Dunia Mengalami Obesitas atau Kurang Gizi

Peringatan UNICEF: Lebih dari 200 Juta Anak di Dunia Mengalami Obesitas atau Kurang Gizi

Rabu, 16 Oct 2019 10:30

Tragedi Irma Nasution

Tragedi Irma Nasution

Rabu, 16 Oct 2019 09:01

SMA Ar-Rohmah Putri Raih Juara Umum Hidayatullah Islamic Competition 2019

SMA Ar-Rohmah Putri Raih Juara Umum Hidayatullah Islamic Competition 2019

Rabu, 16 Oct 2019 08:18

Mengkritisi Disertasi Milku Al-Yamin Abdul Azis

Mengkritisi Disertasi Milku Al-Yamin Abdul Azis

Rabu, 16 Oct 2019 06:17

Catatan dari Gifu, 3 Hari Pasca Badai Topan Hagibis Melanda Jepang

Catatan dari Gifu, 3 Hari Pasca Badai Topan Hagibis Melanda Jepang

Selasa, 15 Oct 2019 21:35

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

Selasa, 15 Oct 2019 21:25

"Bagiku Ini adalah Teguran, Karena Menunda Shalat!"

Selasa, 15 Oct 2019 19:55

Teroris YPG Paksa Pemuda Lokal untuk Bertempur Melawan Pasukan Turki di Suriah Utara

Teroris YPG Paksa Pemuda Lokal untuk Bertempur Melawan Pasukan Turki di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 18:00

Mahasiswa antara Amanat dan Tudingan Pengkhianat

Mahasiswa antara Amanat dan Tudingan Pengkhianat

Selasa, 15 Oct 2019 17:50

Pasukan Saudi Ambil Alih Pelabuhan Aden di Yaman Selatan

Pasukan Saudi Ambil Alih Pelabuhan Aden di Yaman Selatan

Selasa, 15 Oct 2019 16:45

Trump: YPG Kemungkinan Bebaskan Tahanan IS untuk Libatkan AS dalam Operasi Turki di Suriah Utara

Trump: YPG Kemungkinan Bebaskan Tahanan IS untuk Libatkan AS dalam Operasi Turki di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 12:30

Tentara Nasional Suriah Rebut Sejumlah Besar Senjata dan Amunisi Milik YPG di Tal Abyad

Tentara Nasional Suriah Rebut Sejumlah Besar Senjata dan Amunisi Milik YPG di Tal Abyad

Selasa, 15 Oct 2019 11:34

Politisi PKS Setuju Calon Kepala Daerah Tak Boleh Zina dan Mabuk

Politisi PKS Setuju Calon Kepala Daerah Tak Boleh Zina dan Mabuk

Selasa, 15 Oct 2019 11:08

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 10:30

Melihat Amerika Dari Dekat

Melihat Amerika Dari Dekat

Selasa, 15 Oct 2019 09:26

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Selasa, 15 Oct 2019 09:04

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Selasa, 15 Oct 2019 07:30

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Selasa, 15 Oct 2019 06:14

Korupsi dalam Pandangan Islam

Korupsi dalam Pandangan Islam

Senin, 14 Oct 2019 21:45


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X