Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.568 views

Mewujudkan Sistem Pendidikan Berbasis Akidah Islam, Bisakah?

 

Oleh: Undiana

Wacana penghapusan mata pelajaran agama di sekolah beberapa waktu lalu menuai kritik dari berbagai pihak. Bahwa di tengah kemerosotan dan dekadensi moral yang menimpa generasi milenial kekinian, ide ini dianggap menjadi hal yang paradoks.

Bagaimana tidak, penguatan nilai agama diyakini mampu menjadi filter segala bentuk pemikiran dan perilaku rusak di kalangan generasi muda khususnya pelajar. Dengan masih diajarkannya agama di sekolah saja, berbagai ragam penyimpangan perilaku dan kejahatan yang melibatkan pelajar masih banyak yang terjadi. Lalu, akan bagaimana hancurnya jika pelajaran agama dihapus?

Sekularisme vs Komunisme

Sistem sekularisme yang melingkupi kehidupan hari ini telah menempatkan agama hanya berada pada ranah privat semata. Agama hanya untuk mengatur urusan ibadah ritual. Sementara urusan kehidupan masyarakat dan pengelolaan negara dijauhkan dari aturan agama.

Kondisi ini jelas berpengaruh pada sistem pendidikan yang menjadi bagian tanggungjawab negara kepada rakyatnya. Bahwa dari asas sekularisme yang melandasi pengelolaan negara termasuk bidang pendidikan, telah menjadikan dikotomi antara pendidikan agama dan non agama sebagai hal yang tidak terelakkan.

Maka, secara kelembagaan, kita mengetahui terdapat perbedaan instansi yang menaungi bidang pendidikan. Pendidikan agama melalui madrasah, pesantren dan universitas berbasis agamadikelola oleh Kementerian Agama.Sementara pendidikan umum mulai pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah dan kejuruan dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lalu pendidikan tinggi umum oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.   

Selain itu, bukti nyata tentang sekulernya dunia pendidikan ini bisa dilihat dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003  Bab VI tentang jalur, jenjang dan jenis pendidikan bagian kesatu (umum) pasal 15 yaitu: Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagaman, dan khusus.

Berdasarkan hal tersebut nampak bahwa pelajaran agama hanya dipilih sebagai salah satu muatan mata pelajaran diantara sekian banyak mata pelajaran lainnya. Sementara pelajaran non agama seperti sains, sejarah atau budaya, dianggap tidak ada hubungannya dengan agama. Dengan kata lain, mata pelajaran sains yang dalam perspektif agama sesungguhnya bisa menjadi bukti akan keberadaan atau kekuasaan Sang Pencipta malah menjadi sebaliknya, meniadakan keberadaan Pencipta. Pada akhirnya tidak bisa menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan seorang hamba kepada Penciptanya.

Salah satu contohnya tentang teori hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Teori ini (dan yang sejenisnya), secara langsung telah meniadakan keberadaan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur segala sesuatu. Hal yang tentu sangat bertentangan dengan Islam, dimana tidak ada kejadian di dunia ini baik nyata maupun abstrak, yang terlepas dari penciptaan dan pengaturan Allah swt. Maka kita mendapati, seperti inilah ide sekularisme bekerja dalam mengikis keimanan dan menjauhkan generasi dari nilai-nilai agama (Islam).

Akan halnya komunisme, keyakinan dasarnya adalah agama sebagai candu bagi masyarakat. Juga tidak mengakui keberadaan Pencipta dalam kehidupan. Menurut ide ini, semua makhluk lahir dari proses evolusi yang tidak memerlukan Pencipta. Tuhan dianggap hanya rekaan dan hasil hayalan manusia yang tidak ada hakikatnya. Jadi, jika agama adalah candu dan racun bagi manusia, untuk apa harus beragama dan bertuhan? Dan untuk apa pula bejajar agama?

Maka pada dasarnya pendidikan berasas sekulerisme ataupun komunisme, sama-sama berbahaya dan tidak akan mampu melahirkan peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt. Malah menjerumuskan peserta didik pada kehancuran pemikiran dan perilaku.

Jika demikian, apa yang harusnya menjadi solusi tuntas bagi sistem pendidikan untuk mewujudkan generasi cemerlang yang beriman dan beradab sehingga mampu menjadi pemimpin tangguh di masa depan?

Berbasis Akidah Islam

Dalam catatan sejarah, Islam telah menorehkan pencapaian luar biasa dalam mencetak generasi pemimpin yang cakap dalam bidang politik/pemerintahan maupun dalam militer (strategi perang/jihad). Tak hanya cakap memimpin umat, mereka juga dikenal dengan akhlak yang mulia. Sebut saja diantaranya seperti Shalahuddin Al Ayubi yang berhasil membebaskan Al Quds Palestina, juga Muhammad al Fatih yang telah membebaskan Konstantinopel di usia 21 tahun.

Selain itu, Islam juga memiliki ulama-ulama sekaliber Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Bukhari dan lainnya. Juga terukir indah dalam sejarah nama Al Khawarizmi (penemu aljabar dan pengembang algoritma),  Ibnu Sina dan Ar Razi dalam bidang kedokteran, dan Ibnu Haitsam seorang pioner optika modern.

Juga ada Al Biruni, seorang muslim polymath (menguasai beberapa bidang ilmu sekaligus). Sudah hafal Alquran sebelum usia baligh, juga telah mempelajari fiqih dasar sehingga saat usia baligh sudah memahami semua syariat yang wajib diketahui dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, menekuni bidang geografi, astronomi, geologi, juga menghasilkan karya ilmiah dalam bidang sejarah, karya sastra, kedokteran, farmakologi, dan lain-lain.

Semua ini telah menjadi bukti bahwa Islam telah sukses melahirkan para ilmuan yang mumpuni dalam bidang sains. Pada saat yang sama mereka adalah seorang alim yang menguasai hukum syariat yang menjadi standar aktivitas bagi seorang muslim.

Keberhasilan yang cemerlang ini tak bisa dilepaskan dari akidah Islam yang menjadi asas negara Islam (Khilafah) pada masa itu. Akidah ini pula yang menjadi dasar berbagai pemikiran dan pengetahuan baik tentang hukum-hukum syara’ maupun tentang sejarah, budaya sains dan teknologi.

Dengan demikian, sistem pendidikan dalam Islam tidak mengenal adanya dikotomi antara pendidikan umum dan agama. Bahkan akidah Islamlah yang menjadi dasar bagi pengajaran seluruh mata pelajaran yang diajarkan pada peserta didik.

Melalui pelaksanaan inilah, Islam mampu mencetak generasi dengan kepribadian tangguh dan berakhlak mulia, siap terjun dalam kancah kehidupan dan memimpin dunia dengan penuh kegemilangan dalam rangka mengangkat martabat umat manusia menuju derajat keimanan dan ketakwaan pada Allah Sang Pencipta.   

Oleh karena itu, jika ingin mewujudkan keberhasilan dan melahirkan generasi-generasi hebat sebagaimana pada masa lalu, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan kembali menjadikan asas yang sama dengan yang digunakan pada masa lalu. Yaitu dengan menjadikan akidah Islam sebagai standar dalam seluruh bidang kehidupan, termasuk pengelolaan pendidikan dan pengajaran. Hanya dengan itu, kita akan kembali meraih kejayaan, kemandirian, dan menghasilkan generasi-generasi yang diakui bahkan hingga tingkat dunia. Wallahu’alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Kuwait dan Bahrain Umumkan Kasus Pertama Corona, Berasal dari Orang yang Datang dari Iran

Kuwait dan Bahrain Umumkan Kasus Pertama Corona, Berasal dari Orang yang Datang dari Iran

Selasa, 25 Feb 2020 22:46

KUII dan Penuntasan Masalah Besar Umat Islam

KUII dan Penuntasan Masalah Besar Umat Islam

Selasa, 25 Feb 2020 22:39

Ikapi DKI Jakarta: IBF Milik Semua Umat Islam

Ikapi DKI Jakarta: IBF Milik Semua Umat Islam

Selasa, 25 Feb 2020 22:04

Hasil Riset: 64% atau 175,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terkoneksi Internet

Hasil Riset: 64% atau 175,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terkoneksi Internet

Selasa, 25 Feb 2020 21:50

AQAP Konfirmasi Kematian Qasim Al-Rimi, Tunjuk Khalid Batarfi Sebagai Pemimpin Baru

AQAP Konfirmasi Kematian Qasim Al-Rimi, Tunjuk Khalid Batarfi Sebagai Pemimpin Baru

Selasa, 25 Feb 2020 21:45

Peran Perempuan dalam Memajukan Peradaban Bangsa

Peran Perempuan dalam Memajukan Peradaban Bangsa

Selasa, 25 Feb 2020 21:20

Mantan Diktator Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia

Mantan Diktator Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia

Selasa, 25 Feb 2020 21:14

Keluarga Palestina di Gaza Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarganya yang Diseret Buldoser

Keluarga Palestina di Gaza Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarganya yang Diseret Buldoser

Selasa, 25 Feb 2020 20:35

Terkait Jiwasraya, Benny Tjokro Diharapkan Ungkap Dalang yang Rugikan Negara Rp 13,7 T

Terkait Jiwasraya, Benny Tjokro Diharapkan Ungkap Dalang yang Rugikan Negara Rp 13,7 T

Selasa, 25 Feb 2020 19:49

PKS Minta BPH Migas Berantas Mafia BBM Bersubsidi

PKS Minta BPH Migas Berantas Mafia BBM Bersubsidi

Selasa, 25 Feb 2020 17:58

Rektor UIC: Jakarta Banjir Sejak Zaman Baheula, Makanya Ada Rawamangun, Rawa Badak dll

Rektor UIC: Jakarta Banjir Sejak Zaman Baheula, Makanya Ada Rawamangun, Rawa Badak dll

Selasa, 25 Feb 2020 15:29

Muslimah Wahdah Islamiyah Depok Gelar Kajian

Muslimah Wahdah Islamiyah Depok Gelar Kajian

Selasa, 25 Feb 2020 12:42

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Selasa, 25 Feb 2020 11:58

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Selasa, 25 Feb 2020 10:13

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Selasa, 25 Feb 2020 09:50

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Selasa, 25 Feb 2020 09:37

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

Selasa, 25 Feb 2020 09:31

Tips Sholat Khusyuk

Tips Sholat Khusyuk

Selasa, 25 Feb 2020 08:41

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Selasa, 25 Feb 2020 08:26

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Selasa, 25 Feb 2020 08:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X