Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.843 views

Dilema Utang dan Ibukota Baru

DALAM sebuah rapat terbatas pada Senin, 29 April 2019, Presiden Jokowi telah memutuskan akan memindahkan ibukota ke luar jawa (dw.com, 30 April 2019). Daerah di luar jawa yang menjadi alternatif adalah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Hal tersebut disampaikannya saat usai makan siang bersama karyawan PT KMK Global Sports I di Kelurahan Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa (30/04/2019).

Kepala Bappenas sendiri secara serius menggarap keputusan pemindahan ibukota tersebut. Paling tidak menurutnya, ibukota baru nanti membutuhkan luas lahan sekitar 40 ribu hektar dan menyerap dana sekitar Rp 466 trilyun.

Pengamat ekonomi INDEF, Bhima Yudhistira Adhinegara, mewanti – wanti agar pembiayaan proyek ibukota baru tidak membebani APBN maupun APBD, yang tentunya dengan neraca yang defisit akan rawan terjadinya utang. Dengan rasio bunga utang 7 – 8 % dan tertinggi di Asia Pasifik, tentunya adanya utang baru yang semakin besar akan memperkecil ruang fiscal Indonesia.

Terkait keputusan untuk memindahkan ibukota ini, tentunya akan menjadi langkah tidak bijaksana di tengah beban utang Indonesia yang sudah pada angka sekitar Rp 4.800 trilyun. Sedangkan dalam pelunasannya menggunakan mekanisme gali lubang tutup lubang.

Sektor pajak masih menjadi andalan untuk membayar cicilan utang sekaligus bunganya. Sementara realisasi pajak di tahun 2017 mencapai Rp 1.151 trilyun atau hanya 89,7 % dari target APBN-P (BBC Indonesia, 12/03/2018). Artinya penggenjotan penerimaan negara dari sektor pajak kembali akan semakin membebani rakyat.

Begitu juga, keputusan ibukota baru menjadi tidak bermakna di tengah kondisi perpolitikan Indonesia yang belum stabil pasca pemilu 2019 ini. Sedangkan untuk mengeksekusi ibu kota baru membutuhkan kebijakan politik. Sebuah kebijakan politik yang tidak kejar tayang, mengingat penyiapan ibu kota baru menurut Kepala Bappenas, membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 tahun.

Artinya keputusan ibu kota baru itu baru bisa dieksekusi melalui pemerintahan baru yang akan terbentuk. Dan sistem politik lima tahunan memang tidak didesain untuk bisa mengeksekusi kebijakan pemindahan ibu kota. Indikatornya adalah wacana pemindahan ibukota ini digulirkan semenjak jaman Soekarno. Walhasil di setiap rejim politik di Indonesia masih belum bisa mengeksekusi wacana pemindahan ibukota.

Adalah sebuah keniscayaan adanya pemindahan ibukota bagi sebuah negara dan sistem pemerintahan. Sebagai contoh, Amerika Serikat pernah pindah ibukota dari New York ke Washington DC. Bahkan Kekhilafahan Islam pernah pindah ibukota beberapa kali melebihi negara maju manapun di dunia. Kota Madinah, Kufah, Baghdad, Damaskus dan Konstantinopel (menjadi Islambul, Turki) pernah menjadi ibukota Khilafah Islam. Uniknya walaupun beberapa kali pindah ibukota, Kekhilafahan Islam tetap menjadi adidaya hingga sekitar 13 abad.

Berikut ini adalah beberapa yang mestinya diperhatikan dalam pembentukan ibukota baru bagi sebuah negara dan pemerintahan.

Pertama, Landasan falsafah ideologi yang mendasari pembentukan ibukota baru. Hal ini akan mempengaruhi eksistensi ibukota baru tersebut dan urgensinya.

Jika landasan falsafah dari ibukota baru tersebut adalah pragmatisme politik, tentunya akan melahirkan masalah baru, baik terkait dengan pembebasan tanah dan ranah sosial. Di antara pragmatisme politik yang menjadi alasan adalah kondisi rawan banjir, kepadatan penduduk yang tidak merata maupun kepentingan politik praktis lainnya seperti kondisi politik yang memanas.

Dalam Islam, falsafah ibukota baru adalah tanggung jawab negara untuk memakmurkan semua rakyatnya di setiap jengkal wilayahnya dan menjaga daerah perbatasan dengan musuh.

Kedua, Kebijakan ekonomi yang mensejahterakan semua. Ekonomi Islam menggariskan bahwa kepemilikan ekonomi itu terbagi dalam tiga ranah. Ada ranah kepemilikan individu, kepemilikan umum dan negara.

Sumber energi, tambang, hutan, lautan dan kekayaan alam yang dikandungnya merupakan kepemilikan umum yang dikelola negara demi kesejahteraan rakyat. Sedangkan BUMN dan BUMD akan menjadi kepemilikan negara dan pemegang hak pengelolaan kepemilikan umum. Dengan demikian akan tersedia sumber dana yang mencukupi dalam pembentukan ibukota baru. Walhasil pintu pengambilan utang luar negeri ditutup rapat – rapat, karena negara sadar bahwa utang luar negeri hanya akan menjadikan negara tidak mandiri dan tidak berdaya dalam politik internasional.

Ketiga, Adanya kebijakan pemerataan kemakmuran dan kemajuan di seluruh wilayah negara. Pemerataan kemakmuran dan kemajuan dilakukan dengan mengambil dua lini kebijakan yakni pembangunan didasarkan kepada kebutuhan bukan jumlah kekayaan yang dihasilkan dan proses pemerataan jumlah penduduk di setiap wilayahnya.

Pada aspek pembangunan daerah. Daerah – daerah yang mempunyai kebutuhan yang besar akan dilakukan pembangunan dengan baik. Dengan demikian, keinginan daerah untuk otonomi bahkan referendum bisa dicegah. Tidak ada lagi kesenjangan ekonomi dan prasarana kehidupan antara daerah dan pusat.

Adapun pada proses pemerataan penduduk bisa dilakukan dengan adanya program transmigrasi yang berkesinambungan. Dengan pemerataan pembangunan di daerah tentunya akan menjadi daya dukung bagi pemerataan penduduk.

Bahkan Islam mendorong agar umat Islam menjaga daerah perbatasan. Mata yang tidak tidur karena menjaga perbatasan adalah mata yang tidak akan tersentuh api neraka. Dengan dorongan iman tidak hanya dorongan materi, akan menjadi energi kuat bagi akselerasi sebuah daerah yang memungkinkannya menjadi ibukota baru bagi sebuah negara.

Demikianlah beberapa hal yang akan menjadikan pembentukan ibukota baru bukanlah hanya sekedar impian. Tinggal persoalan keberanian politik untuk mengadopsinya.*

Ainul Mizan

Guru tinggal di Malang, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
Rusia dan Cina Memveto Usulan Gencatan Senjata di Idlib

Rusia dan Cina Memveto Usulan Gencatan Senjata di Idlib

Jum'at, 20 Sep 2019 21:25

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

Jum'at, 20 Sep 2019 21:05

Korea Selatan Khawatir Demam Babi Afrika Melanda Wilayah Mereka

Korea Selatan Khawatir Demam Babi Afrika Melanda Wilayah Mereka

Jum'at, 20 Sep 2019 21:00

Indonesia Mempermudah Investasi Asing, Ada Apakah?

Indonesia Mempermudah Investasi Asing, Ada Apakah?

Jum'at, 20 Sep 2019 20:51

Turki Tangkap 4 Orang Asing Diduga Miliki Hubungan dengan Islamic State

Turki Tangkap 4 Orang Asing Diduga Miliki Hubungan dengan Islamic State

Jum'at, 20 Sep 2019 20:21

Pembatasan Usia Pernikahan, Solusi atau Ilusi?

Pembatasan Usia Pernikahan, Solusi atau Ilusi?

Jum'at, 20 Sep 2019 19:52

Mantan Diktator Tunisia yang Digulingkan dalam Musim Semi Arab, Ben Ali Mati di Pengasingan

Mantan Diktator Tunisia yang Digulingkan dalam Musim Semi Arab, Ben Ali Mati di Pengasingan

Jum'at, 20 Sep 2019 19:35

Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Konfirmasi Pembicaraan dengan Taliban Sudah Mati

Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Konfirmasi Pembicaraan dengan Taliban Sudah Mati

Jum'at, 20 Sep 2019 19:16

Twitter Tangguhkan Akun Twitter Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi Saud Al-Qahtani

Twitter Tangguhkan Akun Twitter Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi Saud Al-Qahtani

Jum'at, 20 Sep 2019 19:05

PM Pakistan Bahas Masalah Kashmir dengan Putra Mahkota Saudi

PM Pakistan Bahas Masalah Kashmir dengan Putra Mahkota Saudi

Jum'at, 20 Sep 2019 18:12

Koalisi Pimpinan Saudi Hancurkan 4 Situs Perakitan Kapal dan Ranjau Syi'ah Houtsi di Hodeida

Koalisi Pimpinan Saudi Hancurkan 4 Situs Perakitan Kapal dan Ranjau Syi'ah Houtsi di Hodeida

Jum'at, 20 Sep 2019 17:45

Pernikahan Dini Solusi Ditengah Dekadensi Moral Generasi

Pernikahan Dini Solusi Ditengah Dekadensi Moral Generasi

Jum'at, 20 Sep 2019 17:05

Rusia Tolak Tuduhan Tak Berdasar Tentang Serangan terhadap Aramco

Rusia Tolak Tuduhan Tak Berdasar Tentang Serangan terhadap Aramco

Jum'at, 20 Sep 2019 17:04

Soal RUU P-KS, AILA Indonesia Nilai Anggota Dewan Inkonsistensi

Soal RUU P-KS, AILA Indonesia Nilai Anggota Dewan Inkonsistensi

Jum'at, 20 Sep 2019 12:56

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Jum'at, 20 Sep 2019 10:16

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Kamis, 19 Sep 2019 23:53

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

Kamis, 19 Sep 2019 23:30

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Kamis, 19 Sep 2019 22:03

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 21:56

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Kamis, 19 Sep 2019 21:05


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 19/09/2019 23:53

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!