Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.108 views

Garis Keras atau Kode Keras?

 

Oleh:

Karnali Faisal, Kolumnis

 

NIATNYA baik menyerukan rekonsiliasi agar masyarakat bersatu kembali. Sayangnya niat baik tersebut diimbuhi komentar yang tidak perlu.

Dalam video yang beredar, Prof Mahfud MD, sosok yang menyerukan rekonsiliasi tersebut, menyebut kemenangan Jokowi sudah tidak bisa berubah lagi.

Adapun Prabowo, dari sisi sebaran pemilih, menang di Provinsi-provinsi yang dulunya garis keras dalam agama. Provinsi-provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan.

Sepertinya Prof Mahfud lupa kalau di Madura, Prabowo juga menang mutlak. Di Nusa Tenggara Barat juga sama. Prabowo menang tipis di Bengkulu dan provinsi-provinsi lainnya. Bahkan mengacu pada QC, Tribunnewscom sempat menyebut Prabowo menang di 20 Provinsi.

Dari sisi populasi, kemenangan terbesar Jokowi sebenarnya hanya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dua provinsi yang memiliki jumlah pemilih sebanyak 60 juta atau 30% dari jumlah pemilih.

Jika nanti KPU menetapkan Jokowi sebagai pemenang Pilpres, dua provinsi inilah yang sebenarnya menjadi kunci kemenangannya. Selebihnya, jika pun menang mutlak, populasinya relatif sedikit. Ini berbeda dengan Prabowo yang populasi pemilihnya relatif lebih menyebar di hampir semua provinsi.

Maka menyebut Prabowo menang di provinsi-provinsi -meski dengan embel-embel kata dulu- garis keras dalam agama, sebenarnya tidak lagi relevan. Kalaupun pernah ada kesan itu, fase waktunya sudah lebih dari 50 tahun lalu.

Dari sisi pemilih yang saat ini mayoritas berusia di bawah itu, penilaian tersebut tidak tepat sasaran. Bahkan Karni Ilyas turut meluruskan, Sumatera Barat yang masuk dalam penilaian Prof Mahfud MD, tidak termasuk dalam "dulunya garis keras dalam agama".

Mungkin Prof Mahfud MD perlu membaca ulang buku yang ditulis C. Van Dijk yang berjudul "Darul Islam: Sebuah Pemberontakan". Buku ini merupakan disertasi C. Van Dijk yang secara khusus meneliti tentang latar belakang peristiwa tersebut.

Alhasil, ketimbang mempersoalkan latar belakang sejarah dan pemahaman agama yang secara generasi sudah banyak terlupakan, mungkin lebih baik memberi masukan kepada presiden yang nanti ditetapkan sebagai pemenang.

Kekalahan Jokowi atau Prabowo di sejumlah provinsi seharusnya dimaknai sebagai "Kode Keras" dari masyarakat. Jokowi kalah di sejumlah provinsi di Sumatera, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, NTB, Sulawesi Selatan dan irisan daerah lainnya. Sedangkan Prabowo kalah telak di Jawa Tengah, NTT, Papua, serta daerah-daerah lainnya.

Mungkin perlu ada tim bagi capres terpilih untuk mengkaji kekalahan itu. Bagi Jokowi, kekalahan tersebut bagus untuk menata ulang konsep pembangunan yang selama ini sudah dijalankan. Termasuk evaluasi pertumbuhan ekonomi yang rata-rata hanya lima koma sekian persen.

Sedangkan bagi Prabowo, kekalahan di Jawa Tengah dan Jawa Timur tak perlu terlalu dirisaukan. Yang perlu dicermati justeru kekalahan di NTT, Sulawesi Utara dan Papua atau yang populer dengan sebutan Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Sejauh ini masyarakat di KTI memang sangat merasakan kepedulian Jokowi dalam berbagai bidang pembangunan. Karena itu, jika terpilih, sejauh mana pemerintahan Prabowo tetap komitmen untuk membangun KTI agar sejajar dengan Kawasan Barat Indonesia. Komitmen ini perlu agar pembangunan yang sudah dijalankan Jokowi bisa terus berkelanjutan.

Membaca "Kode Keras" seperti itu sebenarnya jauh lebih relevan ketimbang menyodorkan analisa "Garis Keras" yang memicu polemik tak berkesudahan.*

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Sabtu, 29 Feb 2020 00:46

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Jum'at, 28 Feb 2020 23:42

Impian Setiap Penguasa

Impian Setiap Penguasa

Jum'at, 28 Feb 2020 22:58

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Jum'at, 28 Feb 2020 22:04

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 21:51

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

Jum'at, 28 Feb 2020 20:11

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X