Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.575 views

Ketika Rakyat Limus Pratama Mempertahankan Haknya

 

Oleh:

M. Nigara, Wartawan Senior

 

SENIN (29/4) malam, ratusan polisi akhirnya meninggalkan Komplek Perumahan Limus Pratama, Cileungsi, Bekasi. Ratusan warga sekitar perumahan itu bersorak. Ketegangan untuk sementara berakhir.

"Tuuuugasmu mengayomi, tuuuugasmu mengayomi, pak polisi, pak polisi jangan ikut kompetisi!" begitu rakyat atau warga Cileungsi, khususnya warga perumahan Limus Pratama, mengiringi ratusan polisi dengan belasan mobil yang meninggalkan tempat.

Lagu itu awalnya dinyanyikan di stadion sepakbola untuk menyindir PS Bhayangkara, diyakini dimiliki institusi kepolisian. Bhayangkara FC adalah jelmaan Persebaya, yang ikut kompetisi Liga Satu PSSI. Hal ini terjadi karena saat itu PSSI yang sah tidak diakui penerintah. Lalu, untuk memudahkan segalanya, kepolisian dan TNI kala itu sama-sama masuk ke organisasi olahraga tertua di tanah air. Polisi mengambil-alih Persebaya dan TNI mengambil Raja Ampat FC. Tidak jelas benar apakah institusi atau hanya oknum, yang pasti kedua klub itu akhirnya eksis di liga satu PSSI.

 

Beladiri Warga

Ketegangan diawali setelah warga Limus Pratama menaikan super baliho ukuran sekitar 3 x 5 meter persegi. Isinya adalah ucapan terima kasih untuk warga Cilengsi yang telah mendukung Prabowo-Sandi. Baliho dan spanduk model seperti itu sesungguhnya bukan yang pertama, di banyak tempat baik di Jakarta maupun di daerah, sudah bermunculan. Bahkan ada spanduk dan baliho yang isinya justru lebih tegas: Mengucapkan Selamat atas terpilihnya Prabowo-Sandi.

Baliho serupa juga dilakukan kubu sebelah. Tapi, seperti kita ketahui, baliho kubu tetangga aman-aman saja. Malah kasat mata, baliho kubu sebelah justru dijaga.

Orang memang terkesiap dengan baliho yang berdiri di Cilengsi. Ukurannya sangat menohok, ya, super besar.

Yang kemudian jadi pertanyaan, mengapa kok polisi sampai sedemikian perlunya saling berhadapan dengan rakyat Cileungsi? Jika kita cermati dengan hati bersih, pikiran tenang, tidak ada yang perlu dijadikan persoalan. Apa artinya sebuah spanduk? Spanduk tidak akan bisa mengubah hasil pilpres bukan?

Apalagi, pihak pemerintah, KPU, dan Bawaslu meyakini bahwa tidak ada kecurangan. Jadi, untuk apa ratusan polisi datang dan harus berhadapan dengan rakyat? Lalu, apa pentingnya polisi ingin menurunkan spanduk raksasa itu?

Atau, ada kekhawatiran tertentu hingga jalan yang kurang indah itu terpaksa dilakukan polisi? Atau, jangan-jangan video-video yang tersebar di medsos selama ini tentang kecurangan itu, benar-benar sudah terstruktur, sistematis, dan masif? Atau, aparat kepolisian memang sudah ikutan berkompetisi?

Apa yang kita saksikan melalui medsos --Maklum, media mainstream koran, majalah, online, radio, dan televisi tidak lagi mau memberitakan segala sesuatu dari rakyat yang tidak seirama dengan paslon tertentu-- semua terlihat jelas sebagai perlawanan rakyat Cileungsi.

Di Madura, perlawanan atas kecurangan, paling tidak kasat mata dianggap curang, juga terlihat. Rakyat berulang kali menangkap orang-orang yang berusaha melarikan C-1. Semua terlihat jelas di medsos. Rakyat tidak butuh lagi media resmi. Rakyat tahu, mereka bukan lagi para pembela kebenaran, mereka bahkan semakin memperlihatkan posisinya jauh dari rakyat. Jadi, jika pola-pola yang dilakukan para petugas tidak juga berubah, maka bukan tidak mungkin kasus 1966 dan 1998 bisa terulang. Tentu kita berharap hal seperti itu tak boleh terjadi lagi.

 

Untukmu Saudaraku

Saudaraku para polisi Republik Indonesia. Kita ini adalah bagian yang sama, sama-sama warga Republik Indonesia. Kita ini hidup di alam yang sama, di tempat yang sama. Bahkan tidak sedikit rakyat yang sedang berjuang untuk membuktikan pemilu dan pilpres kali ini tidak jujur dan tidak adil, adalah saudara kandungmu, kakak atau adikmu. Ayah atau ibumu. Guru atau sahabat- sahabatmu. Ustadz dan orang-orang yang engkau hormati. Jadi, janganlah kalian sevulgar itu. Membawa segala peralatan perang seolah-olah kami adalah musuh.

Saudaraku polisi, kami tahu tugasmu sangat berat. Tapi, engkau pun tahu beban kami juga sangat berat. Kami paham engkau punya garis komando, tapi yakinlah garis komando kami pada Sang Khalik tak akan tergoyahkan.

Saudaraku polisi, kepada kami, engkau bisa sembunyi, engkau bisa mencuci tangan bersih-bersih. Tapi, kepada Allah, kalian tidak akan mampu sembunyi. Allah tahu apa yang engkau lakulan, dan tentu Allah juga tahu yang kami lakukan.

Saudaraku polisi, kita akan sama-sama berpulang kepada Allah yang sama, jika waktunya tiba. Jangan lupa, kita akan saling bersaksi. Saat di mana tidak seorang pun bisa membela kita, membelamu dan membelaku. Bahkan komandanmu, semua tidak bisa membela siapa pun.

Bahkan, kaki, tangan, lisan, pendengaran, dan penglihatan kita sendiri akan bersaksi untuk diri kita. Siapa pun engkau, Inspektur dua atau jendral berbintang empat sekali pun, tak bisa mengelak dari kesaksian. Kita, engkau dan aku, akan menanggung semuanya sendirian. Siksa atau pahala, tak akan tertukar.

Saudaraku para polisi, mumpung kita masih diberi waktu, mengapa tidak kita siapkan kepulangan kita ke kampung abadi? Ya, mumpung kita masih diberi waktu.

Saudaraku polisi rakyat Indonesia, engkau pasti mendengar istilah suara rakyat adalah suara Tuhan. Masihkah engkau tidak menyadari bahwa perlawanan rakyat Cileungsi bukan perlawanan biasa? Yakinlah, suara rakyat Cileungsi adalah suara Tuhan.

Ya, tak ada sesuatu yang terjadi di bumi tanpa izin Allah. Allah selalu bersama dengan rakyat banyak. Apalagi jika rakyat yang terdzolimi berdoa dan memohon pertolonganNya.

Saatnya kita berdoa agar ridha Allah menyertai kita. Dan, semoga ada kedamaian di hati kita, di hatimu dan tentu di hatiku.*

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Sabtu, 29 Feb 2020 00:46

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Jum'at, 28 Feb 2020 23:42

Impian Setiap Penguasa

Impian Setiap Penguasa

Jum'at, 28 Feb 2020 22:58

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Jum'at, 28 Feb 2020 22:04

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 21:51

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

Jum'at, 28 Feb 2020 20:11

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X