Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.972 views

Ketika Jokowi Membuang Common Sense, Akal Sehat, Pikiran Jernih

 

Oleh:

Asyari Usman*

 

ALHAMDULILLAH, otak manusia, otak kita-kita ini, dibekali komponen yang mampu menghasilkan konsep yang sangat sederhana, yaitu ‘commons sense’ alias ‘pikiran sehat’. Yakni, konsep abstrak yang mengandalkan ‘kearifan’.

Banyak sinomin ‘common sense’. Termasuk ‘good sense’ (nalar baik). Bisa juga diseterakan dengan ‘prudence’ (bijak). Tak salah disebut ‘judgement’ (pikiran jernih, pikiran adil), dan banyak lagi.

Jadi, akal sehat, nalar yang baik, kearifan, pertimabngan yang sehat, dan istilah-istilah lain yang menjadi padanannya adalah landasan berpikir untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan tuntutan alam (lingkungan). Itulah ‘common sense’.

Contoh praktisnya adalah, kalau Anda berjalan sendiri di kawasan yang terkenal bahaya, tentu Anda tidak memamerkan arloji mahal atau smartphone model terbaru. Atau, kalau Anda tahu ada tawuran remaja di depan, Anda akan ambil jalan alternatif. Di level yang lain, kalau Anda tahu semua orang sudah menunjukkan penolakan dengan jelas, tentu Anda tidak perlu memaksakan diri agar mereka mau menerima Anda. Itulah ‘common sense’ atau akal sehat. Alias pikiran jernih.

Anda akan selalu mengambil sikap yang natural. Yang sesuai dengan ‘keinginan lingkungan’ saat itu.

Sikap dan tindakan natural dihasilkan oleh bagian otak depan manusia. Yaitu, bagian otak yang menerima informasi dan kemudian mengolah informasi itu sebagai dasar untuk menghasilkan ‘kreasi’. Sayhdan, sikap dan tindakan yang alami itu adalah ‘kreasi’.

Sekali lagi, sikap dan tindakan yang alami itu adalah produk buah pikiran yang sehat dan sejalan dengan ‘kehendak lingkungan’. Di dunia politik, ‘kehendak lingkungan’ itu lumrah disebut sebagai ‘aspirasi publik’.

Nah, berdasarkan ‘aspirasi publik’ itu, para pemimpin dan pemuka masyarakat akan menunjukkan sikap dan tindakan yang selaras. Orang lain menyebut ‘tindakan selaras’ itu “follow suit”. Yaitu, mengikuti keinginan orang banyak. Dalam terminologi kenabian, ini disebut “sami’na wa atha’na” (aku dengar dan aku patuhi).

Istilah “follow suit” (sami’na wa atha’na) bermuara ke sikap ‘compliance’ (kepatuhan) terhadap ‘aspirasi publik’ itu.

Sikap ‘compliance’ kepada ‘aspirasi publik’ menjadi sirna ketika ada manusia yang serakah. Manusia rakus. Manusia yang minus etika. Tetapi, mereka adalah manusia yang merasa memiliki kekuatan. Memiliki perangkat untuk memaksakan kehendak pribadinya dan kelompoknya.

Inilah yang sedang kita saksikan saat ini. Pak Jokowi dan kelompoknya merasa memiliki perangkat untuk memaksakan kehendak. Beliau tidak rela “sami’na wa atha’na” pada aspirasi publik. Akibatnya, Pak Jokowi harus melakukan apa saja untuk menaklukkan ‘aspirasi publik’ yang menolak hasrat beliau untuk berkuasa dua periode. Dalam banyak contoh, beliau pelihatkan hasrat itu melalui langkah-langkah yang sifatnya arogan.

Segala cara adalah satu-satunya jalan untuk mematikan ‘aspirasi publik’ yang menolak Pak Jokowi itu. Aspirasi publik harus dimatikan karena keberadaannya menciptakan kontradiksi.

Misalnya, ketika mayoritas publik memilih Prabowo di pilpres 2019 ini, Pak Jokowi merasa dia yang menang. Ketika publik mengatakan sudah cukup, Jokowi menjawab dia mau terus. Ketika publik ingin kejujuran, dia malah ’jorjoran’. Ketika publik menuntut keadilan, Jokowi menghadirkan kesewenangan. Jadi, serba bertentangan. Serba kontradiktif.

Supaya kontradiksi itu tidak ada, Pak Jokowi harus membuang ‘common sense’. Harus membuang akal sehat, pikiran sehat, nalar baik, dan kearifan. Ini semua harus dibuang karena menghalangi hasrat beliau.

Jadi, ‘common sense’ alias ‘akal sehat’ alias ‘pikiran jernih’ harus dilenyapkan karena konsep ini adalah antibiotik bagi kesewenangan. Merawat dan menggunakan pikiran jernih, akal sehat, hanya akan melemahkan tekad untuk melakukan tindakan sesuka hati. *Penulis adalah wartawan senior

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Hamdan Zoelva: Hukum Islam tidak Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Sabtu, 29 Feb 2020 00:46

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Jum'at, 28 Feb 2020 23:42

Impian Setiap Penguasa

Impian Setiap Penguasa

Jum'at, 28 Feb 2020 22:58

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Jum'at, 28 Feb 2020 22:04

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 21:51

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

Jum'at, 28 Feb 2020 20:11

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X