Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.754 views

Ketika Jokowi Membuang Common Sense, Akal Sehat, Pikiran Jernih

 

Oleh:

Asyari Usman*

 

ALHAMDULILLAH, otak manusia, otak kita-kita ini, dibekali komponen yang mampu menghasilkan konsep yang sangat sederhana, yaitu ‘commons sense’ alias ‘pikiran sehat’. Yakni, konsep abstrak yang mengandalkan ‘kearifan’.

Banyak sinomin ‘common sense’. Termasuk ‘good sense’ (nalar baik). Bisa juga diseterakan dengan ‘prudence’ (bijak). Tak salah disebut ‘judgement’ (pikiran jernih, pikiran adil), dan banyak lagi.

Jadi, akal sehat, nalar yang baik, kearifan, pertimabngan yang sehat, dan istilah-istilah lain yang menjadi padanannya adalah landasan berpikir untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan tuntutan alam (lingkungan). Itulah ‘common sense’.

Contoh praktisnya adalah, kalau Anda berjalan sendiri di kawasan yang terkenal bahaya, tentu Anda tidak memamerkan arloji mahal atau smartphone model terbaru. Atau, kalau Anda tahu ada tawuran remaja di depan, Anda akan ambil jalan alternatif. Di level yang lain, kalau Anda tahu semua orang sudah menunjukkan penolakan dengan jelas, tentu Anda tidak perlu memaksakan diri agar mereka mau menerima Anda. Itulah ‘common sense’ atau akal sehat. Alias pikiran jernih.

Anda akan selalu mengambil sikap yang natural. Yang sesuai dengan ‘keinginan lingkungan’ saat itu.

Sikap dan tindakan natural dihasilkan oleh bagian otak depan manusia. Yaitu, bagian otak yang menerima informasi dan kemudian mengolah informasi itu sebagai dasar untuk menghasilkan ‘kreasi’. Sayhdan, sikap dan tindakan yang alami itu adalah ‘kreasi’.

Sekali lagi, sikap dan tindakan yang alami itu adalah produk buah pikiran yang sehat dan sejalan dengan ‘kehendak lingkungan’. Di dunia politik, ‘kehendak lingkungan’ itu lumrah disebut sebagai ‘aspirasi publik’.

Nah, berdasarkan ‘aspirasi publik’ itu, para pemimpin dan pemuka masyarakat akan menunjukkan sikap dan tindakan yang selaras. Orang lain menyebut ‘tindakan selaras’ itu “follow suit”. Yaitu, mengikuti keinginan orang banyak. Dalam terminologi kenabian, ini disebut “sami’na wa atha’na” (aku dengar dan aku patuhi).

Istilah “follow suit” (sami’na wa atha’na) bermuara ke sikap ‘compliance’ (kepatuhan) terhadap ‘aspirasi publik’ itu.

Sikap ‘compliance’ kepada ‘aspirasi publik’ menjadi sirna ketika ada manusia yang serakah. Manusia rakus. Manusia yang minus etika. Tetapi, mereka adalah manusia yang merasa memiliki kekuatan. Memiliki perangkat untuk memaksakan kehendak pribadinya dan kelompoknya.

Inilah yang sedang kita saksikan saat ini. Pak Jokowi dan kelompoknya merasa memiliki perangkat untuk memaksakan kehendak. Beliau tidak rela “sami’na wa atha’na” pada aspirasi publik. Akibatnya, Pak Jokowi harus melakukan apa saja untuk menaklukkan ‘aspirasi publik’ yang menolak hasrat beliau untuk berkuasa dua periode. Dalam banyak contoh, beliau pelihatkan hasrat itu melalui langkah-langkah yang sifatnya arogan.

Segala cara adalah satu-satunya jalan untuk mematikan ‘aspirasi publik’ yang menolak Pak Jokowi itu. Aspirasi publik harus dimatikan karena keberadaannya menciptakan kontradiksi.

Misalnya, ketika mayoritas publik memilih Prabowo di pilpres 2019 ini, Pak Jokowi merasa dia yang menang. Ketika publik mengatakan sudah cukup, Jokowi menjawab dia mau terus. Ketika publik ingin kejujuran, dia malah ’jorjoran’. Ketika publik menuntut keadilan, Jokowi menghadirkan kesewenangan. Jadi, serba bertentangan. Serba kontradiktif.

Supaya kontradiksi itu tidak ada, Pak Jokowi harus membuang ‘common sense’. Harus membuang akal sehat, pikiran sehat, nalar baik, dan kearifan. Ini semua harus dibuang karena menghalangi hasrat beliau.

Jadi, ‘common sense’ alias ‘akal sehat’ alias ‘pikiran jernih’ harus dilenyapkan karena konsep ini adalah antibiotik bagi kesewenangan. Merawat dan menggunakan pikiran jernih, akal sehat, hanya akan melemahkan tekad untuk melakukan tindakan sesuka hati. *Penulis adalah wartawan senior

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Trump: YPG Kemungkinan Bebaskan Tahanan IS untuk Libatkan AS dalam Operasi Turki di Suriah Utara

Trump: YPG Kemungkinan Bebaskan Tahanan IS untuk Libatkan AS dalam Operasi Turki di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 12:30

Tentara Nasional Suriah Rebut Sejumlah Besar Senjata dan Amunisi Milik YPG di Tal Abyad

Tentara Nasional Suriah Rebut Sejumlah Besar Senjata dan Amunisi Milik YPG di Tal Abyad

Selasa, 15 Oct 2019 11:34

Politisi PKS Setuju Calon Kepala Daerah Tak Boleh Zina dan Mabuk

Politisi PKS Setuju Calon Kepala Daerah Tak Boleh Zina dan Mabuk

Selasa, 15 Oct 2019 11:08

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 10:30

Melihat Amerika Dari Dekat

Melihat Amerika Dari Dekat

Selasa, 15 Oct 2019 09:26

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Selasa, 15 Oct 2019 09:04

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Selasa, 15 Oct 2019 07:30

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Selasa, 15 Oct 2019 06:14

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

Selasa, 15 Oct 2019 02:25

Korupsi dalam Pandangan Islam

Korupsi dalam Pandangan Islam

Senin, 14 Oct 2019 21:45

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Senin, 14 Oct 2019 21:19

Fenomena Hijrah

Fenomena Hijrah

Senin, 14 Oct 2019 19:37

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Senin, 14 Oct 2019 17:34

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Senin, 14 Oct 2019 16:59

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Senin, 14 Oct 2019 16:30

Alumni IPB Bantu Korban Gempa Ambon

Alumni IPB Bantu Korban Gempa Ambon

Senin, 14 Oct 2019 14:45

Saudi Sebut Tidak Terlibat dalam Dugaan Serangan Kapal Tanker Minyak Iran di Laut Merah

Saudi Sebut Tidak Terlibat dalam Dugaan Serangan Kapal Tanker Minyak Iran di Laut Merah

Senin, 14 Oct 2019 14:30

Pemuda Kesatria, Putra dari Wanita Mulia

Pemuda Kesatria, Putra dari Wanita Mulia

Senin, 14 Oct 2019 13:42

Prancis Pastikan Keamanan Personel Militer dan Sipil dari Suriah Utara Setelah AS Tarik Pasukan

Prancis Pastikan Keamanan Personel Militer dan Sipil dari Suriah Utara Setelah AS Tarik Pasukan

Senin, 14 Oct 2019 13:35

YPG 'Bebaskan' Ratusan Tahanan Islamic State (IS) dari Kamp Tahanan Ayn Al-Issa

YPG 'Bebaskan' Ratusan Tahanan Islamic State (IS) dari Kamp Tahanan Ayn Al-Issa

Senin, 14 Oct 2019 10:45


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X