Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.595 views

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

 

Oleh:

M. Nigara, Wartawan Senior

 

SIAPA PUN kalian, apa pun yang kalian lakukan. Kepada manusia kalian bisa bersembunyi. Kepada manusia kalian bisa berbohong. Kepada manusia kalian bisa menipu. Tapi, kepada Allah, kalian pasti tidak bisa apa pun.

Balasan Allah atas kejahatan (kecurangan) itu jelas. Jika tidak sekarang, esok, lusa, minggu depan, bulan bahkan tahun depan balasan itu pasti datang. Jika tidak di dunia, kelak di akhirat. Dan jika balasan itu datang, maka sesal tiada berguna.

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam (QS. al-Muthaffifîn/83:1-6)

KPU dan Bawaslu tak ubahnya seperti orang-orang yang digambarkan dalam surat Quran, al-Muthaffifin. Di tangan merekalah timbangan pemilu digenggam. Sebagai sesama manusia, saya berharap para komisioner KPU dan Bawaslu bukanlah termasuk orang-orang yang akan mencelakakan diri mereka dan orang lain.

Tenang Saja

Tanpa harus menuduh, saya dan kita semua, menyaksikan setiap detik di medsos. Sesungguhnya telah terjadi sesuatu dalam pemilu kita kali ini. Tidak sedikit tokoh yang menyebut, inilah pemilu paling brutal kecurangannya. Pemilu paling primitif. Semua kasat mata, dari yang paling canggih mengutak-atik data hingga yang paling primitif, mencoblos yang bukan haknya dan memasukkan ke kotak sendiri.

Namun, hingga hari ke-9 paska pemilu, KPU dan Bawaslu, kelihatan tetap tenang-tenang saja. Mereka seolah tidak melihat adanya penyimpangan apa pun dalam pemilu serentak ini. Bahkan Arief Budiman, Ketua KPU tak segan menyalahkan medsos. "Kesalahan input hanya 24, menjadi ramai karena digoreng medsos. Itu kan human error," katanya seperti dapat disimak di media-media online dan televisi.

Hal ini senada dengan pernyataannya tentang puluhan ribu kertas suara di coblos oleh yang tak berhak di Malaysia. "Itu hal yang biasa saja!" katanya. Sungguh luar biasa.

Ucapannya itu jelas berbeda dengan fakta di lapangan. Medsos menurunkan berbagai keanehan. Ada laporan (foto) C-1, paslon 01 memperoleh angka 78 dan paslon 02 memperoleh 172. Tapi, begitu dicek didaftar inputan KPU, hasilnya tertulis 01= 78 dan 02= 72. Angka 1 di depan 72, lenyap.

Ini bukan satu-satunya kesalahan input. Namun berulang dan berulang lagi. Jumlahnya luar biasa. Hal ini tentu membuat kehebohan yang luar biasa di masyarakat, jika dibiarkan, masyarakat akan mencari caranya sendiri untuk menegakkan keadilan.

Ada lagi bukti, dari salah satu TPS di Bali, seperti menjadi judul Vivanews, Selasa (23/4) jam 17.09. Suara Jokowi dari 83 melonjak ke 1883. Padahal setiap TPS maksimal 300 suara. Artinya ini patut dapat diduga bukan kesalahan input. Saya tidak ingin menyebut itu disengaja, tapi silahkan anda nilai sendiri.

Dan yang paling sadis, angka-angka _quick count_ dari lembaga-lembaga survei. Sejak awal ditayangkan hingga hari ke-9, angkanya tidak berubah 54-56% untuk paslon 01 dan 45-44% untuk paslon 02. Angka-angka ini nyaris sama persis dengan rilis lembaga-lembaga survey itu jauh sebelum 17 April. Sekali lagi, saya tidak ingin menuduh. Apalagi muncul foto-foto para surveyor sedang makan siang dengan petahana di istana, dan terakhir Burhanuddin Muhtadi serta Yuniarto Wijaya, makan bareng Ustadz Yusuf Mansyur. Terakhir malah orang paling tinggi di Charta Politika ikut kampanye akbar di GBK. Anda nilai sendiri ya.

Kembali ke angka-angka yang stagnan itu. Langsung atau tidak, angka-angka itu jelas seperti sebuah penghinaan terhadap rakyat.

Bayangkan, faktor dukungan 411, 212, dan emak-emak militan, serta rakyat yang ingin perubahan seperti dinafikan. Hebatnya lagi, sejak awal surveyor seperti dukun yang bisa meramalkan angkanya seperti di atas.

Penghinaan-penghinaan ini sungguh berbahaya. Bagaimana mungkin orang yang datang karena terpanggil bahkan memberikan sumbangan bisa dikalahkan dengan orang yang datang untuk menghadiri kampanye karena diberi honor dan nasi kotak. Jelas ini penghinaan terhadap adab kemanusiaan.

Sekali lagi, jika situasi ini dibiarkan, maka rakyat akan mencari jalannya sendiri. Seperti air yang mengalir, jika disumbat, air akan mencari jalannya sendiri. Dan jika itu terjadi, maka gelombang pasang air bah akan menerjang. Hukum alam sejatinya peringatan dari Allah Subhanahu Wa'taala bagi manusia untuk tidak melanggar perintah-Nya.**

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Kuwait dan Bahrain Umumkan Kasus Pertama Corona, Berasal dari Orang yang Datang dari Iran

Kuwait dan Bahrain Umumkan Kasus Pertama Corona, Berasal dari Orang yang Datang dari Iran

Selasa, 25 Feb 2020 22:46

KUII dan Penuntasan Masalah Besar Umat Islam

KUII dan Penuntasan Masalah Besar Umat Islam

Selasa, 25 Feb 2020 22:39

Ikapi DKI Jakarta: IBF Milik Semua Umat Islam

Ikapi DKI Jakarta: IBF Milik Semua Umat Islam

Selasa, 25 Feb 2020 22:04

Hasil Riset: 64% atau 175,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terkoneksi Internet

Hasil Riset: 64% atau 175,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terkoneksi Internet

Selasa, 25 Feb 2020 21:50

AQAP Konfirmasi Kematian Qasim Al-Rimi, Tunjuk Khalid Batarfi Sebagai Pemimpin Baru

AQAP Konfirmasi Kematian Qasim Al-Rimi, Tunjuk Khalid Batarfi Sebagai Pemimpin Baru

Selasa, 25 Feb 2020 21:45

Peran Perempuan dalam Memajukan Peradaban Bangsa

Peran Perempuan dalam Memajukan Peradaban Bangsa

Selasa, 25 Feb 2020 21:20

Mantan Diktator Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia

Mantan Diktator Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia

Selasa, 25 Feb 2020 21:14

Keluarga Palestina di Gaza Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarganya yang Diseret Buldoser

Keluarga Palestina di Gaza Tuntut Israel Kembalikan Jenazah Keluarganya yang Diseret Buldoser

Selasa, 25 Feb 2020 20:35

Terkait Jiwasraya, Benny Tjokro Diharapkan Ungkap Dalang yang Rugikan Negara Rp 13,7 T

Terkait Jiwasraya, Benny Tjokro Diharapkan Ungkap Dalang yang Rugikan Negara Rp 13,7 T

Selasa, 25 Feb 2020 19:49

PKS Minta BPH Migas Berantas Mafia BBM Bersubsidi

PKS Minta BPH Migas Berantas Mafia BBM Bersubsidi

Selasa, 25 Feb 2020 17:58

Rektor UIC: Jakarta Banjir Sejak Zaman Baheula, Makanya Ada Rawamangun, Rawa Badak dll

Rektor UIC: Jakarta Banjir Sejak Zaman Baheula, Makanya Ada Rawamangun, Rawa Badak dll

Selasa, 25 Feb 2020 15:29

Muslimah Wahdah Islamiyah Depok Gelar Kajian

Muslimah Wahdah Islamiyah Depok Gelar Kajian

Selasa, 25 Feb 2020 12:42

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Selasa, 25 Feb 2020 11:58

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Selasa, 25 Feb 2020 10:13

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Selasa, 25 Feb 2020 09:50

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Selasa, 25 Feb 2020 09:37

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

Selasa, 25 Feb 2020 09:31

Tips Sholat Khusyuk

Tips Sholat Khusyuk

Selasa, 25 Feb 2020 08:41

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Selasa, 25 Feb 2020 08:26

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Selasa, 25 Feb 2020 08:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X