Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.354 views

Dengan Syariat Pasti Maslahat

Oleh:

Winda Kurniawati*

 

DI TENGAH suhu panas pilpres di Indonesia ternyata ada yang lebih panas dari negeri jiran, Brunei Darussalam. Pasalnya, pada Rabu 3 April 2019 lalu Kesultanan Brunei Darussalam memberlakukan secara bertahap salah satu hukum Syariah yakni rajam dan cambuk bagi pezina dan LGBT.

Kontan saja keputusan ini mengagetkan dunia, terutama Barat. Sejumlah artis Hollywood mengadakan aksi pemboikotan hotel milik kesultanan Brunei Darussalam. Maskapai Australia pun turut memutus perjanjian karena adanya hukuman ini. Sekjen PBB mengatakan, hukuman mati bagi LGBT adalah melanggar HAM.

Bahkan ada yang berpendapat Sultan Hasanah Bolkiah meniru perundangan ISIS. Tak sedikit pula yang menghujat hukuman ini dengan mengatakan hukuman mati bagi LGBT adalah hukum yang sudah kuno alias ketinggalan jaman sebab dewasa ini dunia mulai bisa menerima kehadiran para penyuka sesama jenis. Media – media meanstream pun memberitakan dengan nada nyinyir soal keputusan sultan Brunei tersebut.

Namun semua tuduhan negatif yang disematkan kepada Sultan tak membuat surut tekad beliau untuk memberangus LGBT demi menjaga warga negaranya dari perilaku seks yang diharamkan dalam Islam ini. Dalam pidato peringatan Isra Miraj lalu, Sultan menyerukan ajaran Islam yang lebih kuat.

"Saya ingin melihat ajaran Islam di negara ini tumbuh lebih kuat," katanya dalam pidato yang disiarkan secara nasional di sebuah pusat konvensi di dekat ibu kota Bandar Seri Begawan.

Keteguhan Sultan Hasanah Bolkiah membuahkan hasil. Para pelaku LGBT mulai meninggalkan Brunei untuk menghindari hukuman tersebut. Dan ini berarti lambat laun Brunei akan bersih dari LGBT. Bagus bukan? Brunei adalah salah satu negeri muslim di Asia Tenggara. Negeri yang kecil dengan jumlah muslim sekitar 67% dari 370 ribu penduduknya.

Di negeri yang kaya ini, LGBT sama sekali tak mendapat tempat untuk hidup dan berkembang. Ucapan Sultan Hasanah, ‘ Undang-undang ( syariah ), selain mengkriminalkan dan menghalangi tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam, juga bertujuan untuk mendidik, menghormati, dan melindungi hak-hak yang sah dari semua individu, masyarakat, dari setiap agama dan ras ‘’ tercermin dari seorang muslim yang yakin dan berani karena panggilan keimanan.

Seharusnya sebagai negara serumpun , Indonesia punya sikap yang sama. Terlebih di negeri ini hidup 222 juta orang Islam. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Indonesia menjadi salah satu surga wisata menarik bagi kaum LGBT yakni di Kawasan Seminyak, Bali. Demi menjunjung tinggi kebebasan, selama tidak merusak norma dan hukum adat menjadi faktor utama suburnya kehadiran dan aktivitas kaum LGBT di pulau Dewata ini.

Beberapa kali di beberapa wilayah Indonesia yang memiliki otonomi daerah mendapat kecaman dari berbagai LSM bahkan dari pihak asing manakala diterapkan perda syariah semisal hukuman cambuk di Aceh. Hukuman mati bagi pedofil pun terjegal dengan alasan HAM. Pemerintah daerah yang menutup lokalisasi besar di wilayah kerjanya mendapat hujatan dari orang – orang yang tidak senang dengan ditutupnya lokalisasi tersebut.

Sepertinya meski Indonesia mengklaim negaranya berpenduduk muslim terbesar di dunia namun sulit sekali bagi hukum yang diambil dari Islam untuk bisa diaplikasikan oleh Negara. Maka tak heran kasus perzinaan, perkosaan, pesta seks, pelecehan, LGBT, terus saja terjadi bahkan kian hari kian meningkat. Kerusakan sosial semakin parah.

Nabi Muhammad Salallahu’alaihi Wa Salam pernah bersabda, “ Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri ” (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

Berkaca pada Brunei Darussalam bisa kita lihat bahwa hanya kekuatan negaralah yang bisa menumpas LGBT termasuk perbuatan amoral lainnya. Jadi jika ingin negeri ini terbebas dari masalah perkosaan, pelecehan, penyimpangan seksual, peningkatan HIV/AIDS, dan masalah sosial lainnya tidak ada solusi lain bagi negeri ini selain mengadopsi hukum Islam.

Hukum rajam ini hanyalah salah satu hukum syariat yang diberlakukan di Brunei sudah tampak efek positifnya, bagaimana pula jika penerapan syariat diberlakukan utuh. Penerapan syariat Islam kaffah dalam naungan daulah Islam saja yang dapat menyelesaikan LGBT secara menyeluruh di seluruh dunia, tidak hanya di Brunei saja. Seharusnya jika seluruh negara menginginkan kehidupan yang lebih baik, terbebas dari segala kehancuran ekonomi, sosial, budaya , kecurangan politik, dan sebagainya syariat Islamlah jawabnnya.

Penerapan Islam dalam sebuah system negara seperti yang dicontohkan Rasulullah Salallahu’alaihi Wa Salam menjadi bukti nyata tak terbantahkan bahwa dengan penerapan syariat Islam membawa rahmat bagi seluruh dunia. Bukan hanya bagi orang Islam tapi juga bagi orang-orang diluar Islam bahkan alam pun terjaga ekosistemnya. "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. " (QS.Al A’raf 96 ) Wallahua’lam bish shawab.Anggota Forum Muslimah Peduli Generasi , Bondowoso, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Boykot Israel, Otoritas Palestina Kirim Pasien Ke Rumah Sakit di Yordania dan Mesir

Boykot Israel, Otoritas Palestina Kirim Pasien Ke Rumah Sakit di Yordania dan Mesir

Selasa, 23 Apr 2019 23:05

Wartawan yang Ungkap Pembantaian Muslim Rohingya Divonis 7 Tahun Penjara

Wartawan yang Ungkap Pembantaian Muslim Rohingya Divonis 7 Tahun Penjara

Selasa, 23 Apr 2019 22:23

Pengadilan Tinggi Prancis Tolak Tuntutan Pemulangan Warganya dari Suriah

Pengadilan Tinggi Prancis Tolak Tuntutan Pemulangan Warganya dari Suriah

Selasa, 23 Apr 2019 22:15

Seruan Pendukung Jokowi untuk Boikot Rumah Makan Padang Tidak Berpengaruh

Seruan Pendukung Jokowi untuk Boikot Rumah Makan Padang Tidak Berpengaruh

Selasa, 23 Apr 2019 22:01

Sandiaga Uno Gelar Shalat Ghaib untuk 119 Petugas KPPS yang Wafat

Sandiaga Uno Gelar Shalat Ghaib untuk 119 Petugas KPPS yang Wafat

Selasa, 23 Apr 2019 21:50

Mpok Nur Ajak Emak-emak Kawal C1 hingga Tuntas

Mpok Nur Ajak Emak-emak Kawal C1 hingga Tuntas

Selasa, 23 Apr 2019 21:47

Pemprov Aceh Deklarasikan Gerakan Tolak Pornografi

Pemprov Aceh Deklarasikan Gerakan Tolak Pornografi

Selasa, 23 Apr 2019 21:42

Kepala LNA Khalifa Haftar Umumkan Fase ke-2 Ofensif Tripoli

Kepala LNA Khalifa Haftar Umumkan Fase ke-2 Ofensif Tripoli

Selasa, 23 Apr 2019 21:30

Pemimpin Syi'ah Houtsi Sesumbar Rudal Mereka dapat Mencapai Target Strategis Saudi dan UEA

Pemimpin Syi'ah Houtsi Sesumbar Rudal Mereka dapat Mencapai Target Strategis Saudi dan UEA

Selasa, 23 Apr 2019 20:45

Banyak Kecurangan, Asosiasi Penyelenggara Perguruan Tinggi Sebut Pemilu 2019 Terburuk

Banyak Kecurangan, Asosiasi Penyelenggara Perguruan Tinggi Sebut Pemilu 2019 Terburuk

Selasa, 23 Apr 2019 20:27

Pemerintah Sah Libya Tuduh Prancis Dukung Jenderal Kriminal Khalifa Haftar

Pemerintah Sah Libya Tuduh Prancis Dukung Jenderal Kriminal Khalifa Haftar

Selasa, 23 Apr 2019 19:58

Kwik Kian Gie Silaturahmi ke Rumah Sandi

Kwik Kian Gie Silaturahmi ke Rumah Sandi

Selasa, 23 Apr 2019 19:49

Pejuang Oposisi dan Rezim Teroris Assad Lakukan Pertukaran Tahanan untuk Kali ke Tiga

Pejuang Oposisi dan Rezim Teroris Assad Lakukan Pertukaran Tahanan untuk Kali ke Tiga

Selasa, 23 Apr 2019 19:06

Sambil Jenguk, Sandi Sebut Relawan Sebagai Pejuang

Sambil Jenguk, Sandi Sebut Relawan Sebagai Pejuang

Selasa, 23 Apr 2019 18:49

Hj. Ermi Yusfa SE.ME, Muallaf Politik Akan Duduki Kursi Senayan

Hj. Ermi Yusfa SE.ME, Muallaf Politik Akan Duduki Kursi Senayan

Selasa, 23 Apr 2019 18:02

Viral Surat Terbuka MUI Sorong Minta Maruf Amin Bersikap Atas Kecurangan Pilpres

Viral Surat Terbuka MUI Sorong Minta Maruf Amin Bersikap Atas Kecurangan Pilpres

Selasa, 23 Apr 2019 17:38

Aksi Solidaritas Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya untuk Srilanka

Aksi Solidaritas Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya untuk Srilanka

Selasa, 23 Apr 2019 16:51

PA 212 Bekasi Raya Berharap Wakil dari PKS Duduki Ketua DPRD2 Kota Bekasi

PA 212 Bekasi Raya Berharap Wakil dari PKS Duduki Ketua DPRD2 Kota Bekasi

Selasa, 23 Apr 2019 15:49

Karni Ilyas Cuti dari ILC, Ini Dia Alasannya

Karni Ilyas Cuti dari ILC, Ini Dia Alasannya

Selasa, 23 Apr 2019 15:07

Pluralisme sebagai Paham dan Realitas dalam Tinjauan Perspektif Islam

Pluralisme sebagai Paham dan Realitas dalam Tinjauan Perspektif Islam

Selasa, 23 Apr 2019 14:08


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 23/04/2019 13:45

Pemilu Ulang Solusi Cegah Kecurangan?