Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.936 views

Pemimpin yang Dirindukan

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Negara mesti ada pemimpin. Tanpa pemimpin, negara akan berantakan, lalu hilang. Lebih baik seribu tahun negara dipimpin oleh orang dzalim dari pada sehari tanpa pemimpin, kata Ibnu Taimiyah. Hak anda untuk setuju atau tidak. Tapi, kepemimpinan adalah mutlak dalam dunia sosial, terutama bangsa.

Jika negara atau sebuah bangsa dipimpin orang yang dianggap oleh rakyatnya dzalim, biasanya akan muncul gejolak. Semakin besar kedzaliman, semakin besar juga gejolaknya. Ini sudah jadi hukum sejarah. Berlaku di negara manapun dan kapanpun.

Kezaliman itu terjadi bisa karena kebodohan si pemimpin sehingga negara dikendalikan oleh pihak-pihak yang hanya tahu keuntungan dan bagaimana merampok kekayaan negara. Boleh jadi juga karena si pemimpin itu tak punya integritas sehingga suka melakukan ketidakadilan. Intimidasi dan tangkap setiap orang yang dianggap membahayakan posisinya. Membonsai lawan politik dan membungkam suara perbedaan.

Kekecewaan rakyat kemudian terakumulasi pada isu dan mometum tertentu, lalu secara bersama-sama bergerak melakukan perlawanan. Biasanya, situasi ini memakan korban. Semakin banyak korban berjatuhan, makin tinggi eskalasi perlawanan itu.

Orde Lama tumbang setelah tujuh jenderal Angkatan Darat diculik dan dibunuh PKI. Orde Baru tumbang setelah sejumlah mahasiswa diculik dan ditembak mati. Diawali dengan krisis ekonomi sebagai "trigger" yang menghadirkan gelombang massa. Gusdur harus turun setelah isu Bulog Gate. Apa Jokowi akan mundur dengan isu UU KPK, kematian dua mahasiswa Kendari dan 32 masyarakat pendatang di Papua? Allahu A'lam. Takut jawab ya? Tidak! Tak ada yang tahu soal niat itu kecuali Jokowi sendiri dan Tuhan. Tak ada juga yang tahu situasi kedepan.

Sudah jadi "sunnatullah", ketika pemimpin itu mengecewakan, maka rakyat berharap ada pergantian. Dalam konteks ini ada tiga kelompok. Pertama, kelompok emosional yang hanya berpikir pokoknya ganti. Siapapun penggantinya, tak penting baginya. Lebih baik atau lebih dzalim, tak dipikirkannya. Kedua, kelompok pragmatis-politis. Penggantinya harus orangnya dia. Setidaknya sesuai dengan selera dan kepentingan kelompok ini. Bisa dikendalikan dan dijadikan alat bagi kepentingannya. Kalau ada wakil presiden, maka orang-orang di sekeliling wakil presidenlah yang lebih bersemangat dan mendorong kuat segera terjadinya pergantian presiden itu. Banyak kelompok yang akhirnya merapat ke wakil presiden dan ikut mempercepat pergantian presiden. Ini namanya rizki nomplok, kata orang. Ketiga, kelompok idealis. Ganti ok, tapi penggantinya harus ok juga.

Saat ini mulai ada benih-benih kekecewaan. Berbagai demonstrasi mahasiswa di hampir semua wilayah di Indonesia jadi indikatornya. Saat itulah rakyat merindukan pemimpin yang lebih ideal. Apa kriteria ideal itu? Smart, punya komitmen, bicaranya bisa dipahami dan konsisten. Artinya, satu kata dengan perbuatan. Tak mudah diintervensi. Mandiri dalam bernarasi, bersikap dan mengambil keputusan. Punya gagasan yang tak saja bisa direalisasikan, tapi juga dibutuhkan. Tegas, jelas bobotnya dan menyejukkan dalam berkomunikasi. Mengayomi, bukan memusuhi. Peka terhadap suara rakyat, terutama suara mereka yang tertindas secara struktural dan kultural. Menjadikan hukum sebagai pondasi dalam membangun negara dan bangsa. Bukan sebagai sarana membunuh lawan politiknya. Berwibawa ketika berdiri dan berbicara di forum internasional. Sehingga menjadi kebanggaan bagi bangsa dan negara. Berdiri sama tinggi, bahkan sedikit di atas negara lainnya.

Intinya, seorang pemimpin harus punya integritas, kapasitas global dan komitmen kebangsaan maupun kerakyatan. Siapa itu? Rakyat sudah harus mulai mengindentifikasi orang dengan kriteria ini. Tentu orang seperti ini harus dilahirkan melalu proses politik yang benar dan sah sehingga punya legal standing yang kuat. Pemilu maksudnya? Betul sekali. Soal kapan pemilu akan digelar, itu soal lain. Bisa 2024, itu normalnya. Bisa setelah atau sebelumnya jika situasi tak normal. Meski tak normal, tetap harus mengacu pada konstitusi yang tersedia.

Dengan kriteria ini, maka Indonesia kedepan akan melahirkan pemimpin yang dirindukan, bukan pemimpin karbitan yang sarat polesan. [PurWD/voa-islam.com]

Doha, Qatar, 1 Oktober 2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Jepang Lebih Islami daripada Muslim Sendiri, Benarkah?

Jepang Lebih Islami daripada Muslim Sendiri, Benarkah?

Sabtu, 18 Jan 2020 23:34

Saat Suami Lemah Urusan Nafkah, Haruskah Istri Bersabar?

Saat Suami Lemah Urusan Nafkah, Haruskah Istri Bersabar?

Sabtu, 18 Jan 2020 23:04

Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Drone yang Diberlakukan Setelah Serangan Bom Paskah

Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Drone yang Diberlakukan Setelah Serangan Bom Paskah

Sabtu, 18 Jan 2020 20:30

Trump Peringatkan Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran Ali Kamenei untuk 'Hati-hati' Berbicara

Trump Peringatkan Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran Ali Kamenei untuk 'Hati-hati' Berbicara

Sabtu, 18 Jan 2020 19:43

Angkat Tema Pendidikan, FGD Pra KUII ke-7 Soroti Dikotomi Ilmu Agama dan Non-Agama

Angkat Tema Pendidikan, FGD Pra KUII ke-7 Soroti Dikotomi Ilmu Agama dan Non-Agama

Sabtu, 18 Jan 2020 19:11

Predator Seksual Buah Akidah Sekuler-Liberal

Predator Seksual Buah Akidah Sekuler-Liberal

Sabtu, 18 Jan 2020 18:57

Erdogan: Eropa Akan Hadapi Ancaman Teror Jika Pemerintah Tripoli Jatuh

Erdogan: Eropa Akan Hadapi Ancaman Teror Jika Pemerintah Tripoli Jatuh

Sabtu, 18 Jan 2020 18:53

Pluralitas dan Pluralisme Menurut Islam

Pluralitas dan Pluralisme Menurut Islam

Sabtu, 18 Jan 2020 18:49

Liberalisasi Pariwisata

Liberalisasi Pariwisata

Sabtu, 18 Jan 2020 18:35

Wakil Ketua DSN MUI Pusat kunjungi DQA

Wakil Ketua DSN MUI Pusat kunjungi DQA

Sabtu, 18 Jan 2020 18:32

Menyikapi Potensi Spritual Manusia

Menyikapi Potensi Spritual Manusia

Sabtu, 18 Jan 2020 18:23

Manfaat Menghindari Riba

Manfaat Menghindari Riba

Sabtu, 18 Jan 2020 18:19

Toxic Friendship, Persahabatan Berkedok Hijrah

Toxic Friendship, Persahabatan Berkedok Hijrah

Sabtu, 18 Jan 2020 18:10

Taliban Berencana Akan Tandatangani Kesepakatan Damai dengan AS Akhir Januari

Taliban Berencana Akan Tandatangani Kesepakatan Damai dengan AS Akhir Januari

Sabtu, 18 Jan 2020 18:08

WIZ Bantu Perbaikan Mesin Pompa Air Bagi Korban Banjir Bekasi

WIZ Bantu Perbaikan Mesin Pompa Air Bagi Korban Banjir Bekasi

Sabtu, 18 Jan 2020 18:00

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Sabtu, 18 Jan 2020 08:02

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

Sabtu, 18 Jan 2020 07:18

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Sabtu, 18 Jan 2020 06:57

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Sabtu, 18 Jan 2020 06:47

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Sabtu, 18 Jan 2020 05:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 16/01/2020 09:18

Boven Digoel