Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.692 views

Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Satu)

Oleh:

Mukhlish AK, pemerhati budaya lokal

 

PADA Desember 2018 silam, dunia media sosial- terutama oleh nitizen yang berada di wilayah Kabupaten Banggai-diramaikan dengan perdebatan tentang ritual adat Batui. Hal ini dipicu dengan tersebarnya video di media sosial kegiatan ritual adat di Batui. Pada video itu, tampak sekelompok orang laki-laki dan perempuan yang sedang berdzikir yang diiringi dentuman musik gendang dan gong. Tampak pula sebagian orang yang kesurupan dengan memperagakan berbagai gaya yang berbeda.

Dari hasil konfirmasi langsung penulis pada beberapa tokoh dari Batui, acara tersebut bernama ritual mosawe yang sebelumnya diawali dengan ritual adat molabot tumpe.

Video tersebut mendapat tanggapan yang luar biasa dari masyarakat, terutama mereka yang berada di Kabupaten Banggai. Hemat penulis hal itu disebabkan setidaknya oleh dua hal yakni: pertama, sensifitas aktivis Islam terhadap hal-hal yang dianggap menyimpang dari aqidah Islam, sehingga harus diluruskan. Kedua, rasa trauma yang mendalam terhadap berbagai musibah, terutama gempa dan tsunami yang terjadi di Pasigala (Palu, Sigi dan Donggala). Masyarakat muslim menyakini bahwa musibah-musibah tersebut bukanlah terjadi secara kebetulan. Musibah tersebut sebagai peringatan atau azab dari Allah Swt. karena kemaksiatan manusia terlebih hal-hal yang berbau syirik.

Perdebatan pun terjadi, terutama di media sosial. Para aktivis Islam menyatakan bahwa mereka mengecam acara tahunan tersebut. Acara tersebut dianggap sangat kental dengan nuansa mistik bahkan syirik. Mereka pun menolak acara itu kembali diadakan bulan Desember 2018 ini. Acara tersebut dianggap sebagai acara yang dapat mengundang bencana. Apalagi, menjelang acara tersebut dilaksanakan gempa sempat terjadi beberapa kali dan cukup terasa di Wilayah Kabupaten Banggai.

Sebaliknya masyarakat Batui yang menjadi pegiat acara tersebut menyatakan bahwa acara itu adalah bentuk menjaga amanah dari leluhur yang diwujudkan dalam ritual adat ‘tumpe’ dan rasa syukur yang diwujudkan dalam bentuk ritual adat ‘mosawe’.

Bagaimana sesungguhnya tradisi ritual tumpe dan monsawe ini dalam timbangan aqidah dan syariah Islam? Penulis akan berusaha untuk menjawab masalah ini dengan tetap menjaga sikap ilmiah. Diawali memahami realitas (fakta) kedua ritual tersebut kemudian menghukuminya dengan dalil-dalil Alquran dan Hadits yang relevan.

Untuk memahami realitas ritual adat penulis mengambil sumber primer dengan melakukan interview langsung pada beberapa tokoh asli Batui yang memahami hal ini. Hanya untuk keperluan tertentu, penulis tidak menyebut namanya secara langsung. Sedangkan sebagai sumber skunder, penulis mengambil informasi dari video dan artikel tentang ritual adat Batui tersebut yang banyak tersebar diberbagai media online.

Menjadikan aqidah Islam sebagai timbangan dalam memahami masalah ritual adat Batui ini menjadi suatu keharusan. Hal itu setidaknya disebabkan oleh dua hal. Pertama, secara umum kaum muslimin memang wajib terikat pada rambu-rambu yang diajarkan oleh Allah Swt. dalam Alquran dan Hadits, sebagai konsekuensi logis dari ikrar syahadat mereka. Kedua, masyarakat Kabupaten Banggai umumnya dan Batui khususnya mayoritas beragama Islam, maka menjadikan keyakinan masyarakat mayoritas sebagai tolok ukur sangatlah relevan.

Adapun hukum adat, ia tidak boleh berdiri sendiri. Adat harus dibawah kontrol agama. Adanya semboyan “Adat bersendikan Syara’/kitabullah”, membuktikan bahwa para pendahulu kita telah berusaha memposisikan adat dalam bimbingan agama. Para ulama juga telah merumuskan bahwa salah satu sumber hukum Islam adalah adat atau ‘urf (walau dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat)[1], tentu dengan batasan adat yang tidak menyimpang dari syara’. Sehingga menjadikan hukum adat terlepas dari hukum agama adalah sikap yang tidak tepat.

Penelitian sederhana ini hanya ingin menunjukkan pada khalayak, mana diantara dua pendapat diatas yang berpijak pada nash-nash agama sehingga layak untuk dijadikan pegangan dan mana pendapat yang tidak berpijak pada nash-nash agama sehingga layak untuk ditinggalkan.

 

B. POKOK MASALAH

Makalah atau artikel akan membahas 2 pokok masalah yakni :

1. Bagaimana realitas pelaksanaan ritual adat Molabot Tumpe dan Mosawe?

2. Bagaimana pandangan Islam (aqidah dan syariah) terhadap pelaksanaan ritual adat Molabot Tumpe dan Mosawe?

C. PEMBAHASAN

1. Realitas Adat Molabot Tumpe dan Mosawe

a. Sejarah singkat munculnya Molabot Tumpe dan Mosawe

Menurut sumber hasil interview (sebut saja Bapak Amir[2]), yang hal ini juga dapat dibaca diberbagai media on line, adat tumpe dan mosawe ini ada sebagai bagian dari hasil interaksi sejarah antara Kerajaan Banggai, Kerajaan Batui dan Jawa. Dimana raja Banggai yang memiliki menantu anak raja Batui. Raja Banggai ini memiliki burung Maleo.

Terdapat beberapa versi tentang asal muasal burung maelo tersebut. Pertama, menurut Amir, burung tersebut adalah milik raja banggai. Suatu ketika burung maleo ini dibawa ke pulau Jawa. Namun di Pulau Jawa burung ini tidak bisa berkembang. Sang burung meleo pun akhirnya dibawa kembali ke Banggai.[3] Kedua, menurut Arifin Ahmad, burung tersebut memang berasal dan dibawa dari Pulau Jawa.[4] Ketiga, menurut Haji Jabar, burung itu dari Batui. Dahulu Raja Motindok dari Batui memberikan burung maleo sebagai hadiah pada Abu Kasim, cucunya di Banggai. Namun karena di Banggai tidak ada pasir, burung maleo tidak bisa bertelur, maka dikembalikan lagi ke Batui.[5] Pada hal ini sudah menimbulkan masalah, versi mana yang tepat?

Namun ketiga narasumber sepakat bahwa di Pulau Banggai sang burung maleo tidak dapat bereproduksi. Sang maleo dibawa ke Batui dengan suatu perjanjian, bahwa telur pertama dari sang maleo harus diantarkan ke Banggai, sebagai sang pemilik sesungguhnya dari sang burung. Karena dataran Batui memiliki pasir yang bagus, menjadikan sang meleo dapat kembang dengan baik.

Terjadilah adat mengantar telur pertama maleo dari masyarakat Batui ke Banggai. Menurut Baharuddin H. Shaleh tradisi tersebut sudah dimulai tahun 1621 M hingga hari ini.[6] Acara tersebut terus dilaksanakan hingga hari ini sebagai amanah (sumpah) dari leluhur mereka. Peristiwa inilah yang disebut sebagai ritual adat molabot tumpe. Setelah mengantar telor itu masyarakat Batui melakukan syukuran atas ditunaikan amanah itu, inilah yang disebut dengan ritual mosawe.

Sayangnya, menurut Amir, sejarah ini hanya berupa cerita dari mulut ke mulut dan tidak ada manuskrip sehingga sangat mungkin terjadi penambahan.

 

2. Gambaran Ritual Tumpe dan Mosawe

Ritual adat tumpe adalah ritual yang diadakan dalam mengantarkan telur pertama dari para burung maleo. Bagaimana menentukan telur itu sebagai telur pertama? Masyarakat Batui memahami dari warna cangkangnya. Biasa cangkang yang berbintik-bintik, itu adalah yang lebih duluan keluar. Sedangkan telur baru cangkangnya lebih bersih.[7]  

Sayangnya saat ini, burung maleo ini telah langka. Hal ini sebabkan hutan Bangkiriang, tempat burung maleo telah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Untuk mendapatkan telur itu, masyarakat Batui tak jarang harus membelinya dari daerah Bungku, Morowali[8] maupun tempat-tempat lain.[9]

Prosesi molabot tumpe, akan diawali dengan pengumpulan telur burung maleo oleh perangkat adat Batui sebanyak 160 butir. Setelah itu telur dikumpulkan di rumah ketua adat, dilanjutkan dengan menyiapkan perahu dan pengantar telur maleo sebanyak 7 orang, terdiri 3 orang dari ketua-ketua adat dan 4 orang pendayung. Sebelum diberangkatkan ke Banggai, telur maleo akan dibungkus dengan daun komunong (sejenis Daun Palma).[10] Walau dalam berbagai video tampak bahwa  rombongan pengantar telur ini berjumlah cukup banyak.[11]

Bagi masyarakat Batui belum boleh memakan telur burung maleo selama telur tersebut belum dipersembahkan (diantar) ke Banggai. Konon bila ada masyarakat Batui yang melanggar ketentuan, biasanya akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya sakit. Dan bila itu terjadi dan kebetulan kulit telur maleo jatuh ke sungai atau ke laut, maka kulit tersebut akan hanyut sampai ke Banggai. Kejadian itu lazimnya akan mendatangkan hujan deras dan angin kencang.[12]

Bersambung...

 

Catatan kaki:

[1] Tentang masalah ini, bisa dibaca dalam berbagai Kitab Ushul Fiqh.

[2] Beliau adalah salah satu tokoh Batui yang tinggal di Luwuk.

[3] Hasil Interview penulis

[4] Lihat Video: Batui full Movie

[5] Lihat : https://foto.kompas.com/ photo/detail/ 2016/12/05/ 1480953089-a4a98df0-395/tumpe-ritual-menjaga-tradisi-di-batui.

[6]  Lihat video: Batui Full Movie

[7] lihat penjelasan dari seorang narator dalam video: Batui Full Movie

[8] lihat penjelasan dari seorang narator dalam video: Batui Full Movie

[9] Penulis sendiri ketika melakukan perjalanan menuju Palu mendapatkan informasi bahwa para pengumpul telur burung maleo di Sabo, Tojo Una-Una, biasa menjual telur-telur tersebut pada karyawan PT. DS LNG Batui. Hemat penulis, telur tersebut juga untuk kepentingan ritual adat tumpe.

[10]http://chesachyntia.student.umm.ac.id/2016/08/24/budaya-kota-luwuk-banggai-sulawesi-tengah.

[11] Lihat video di Youtobe yang berjudul: Melihat Rangkaian Upacara Adat Melabot Tumbe untuk Penjemputan telur Burung Maleo, News MNCTV.

[12]http://chesachyntia.student.umm.ac.id/

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Gus Wafi dan PPP Poros Mbah Moen

Gus Wafi dan PPP Poros Mbah Moen

Senin, 18 Mar 2019 22:15

Prabowo Sandi Tak Ingin Terbitkan Kartu-kartu 'Sakti'

Prabowo Sandi Tak Ingin Terbitkan Kartu-kartu 'Sakti'

Senin, 18 Mar 2019 21:27

Komitmen Prabowo-Sandi Hapus UN

Komitmen Prabowo-Sandi Hapus UN

Senin, 18 Mar 2019 19:27

Janji Ma’ruf seperti Janji Manis Jokowi

Janji Ma’ruf seperti Janji Manis Jokowi

Senin, 18 Mar 2019 17:27

Free Konsultasi Quantum Healing, Sel Penyakit Pun Bunuh Diri

Free Konsultasi Quantum Healing, Sel Penyakit Pun Bunuh Diri

Senin, 18 Mar 2019 17:00

Jihadis Terkait Al-Qaidah Kuasai Pangkalan Militer Mali di Kota Dioura

Jihadis Terkait Al-Qaidah Kuasai Pangkalan Militer Mali di Kota Dioura

Senin, 18 Mar 2019 16:45

Satu Kartu (KTP) untuk Semua

Satu Kartu (KTP) untuk Semua

Senin, 18 Mar 2019 15:27

Polisi Australia Geledah 2 Rumah yang Terkait dengan Teroris Pembantai Muslim di Selandia Baru

Polisi Australia Geledah 2 Rumah yang Terkait dengan Teroris Pembantai Muslim di Selandia Baru

Senin, 18 Mar 2019 15:15

Masya Allah, Ini 10 Manfaat Ajaib 'Quranic Quantum Healing', Tanpa Obat, Operasi, Jin dan Dukun!

Masya Allah, Ini 10 Manfaat Ajaib 'Quranic Quantum Healing', Tanpa Obat, Operasi, Jin dan Dukun!

Senin, 18 Mar 2019 13:53

Mau Sehat ? Baca terus Al Quran, Sel Kanker pun Bunuh Diri

Mau Sehat ? Baca terus Al Quran, Sel Kanker pun Bunuh Diri

Senin, 18 Mar 2019 13:00

Gagalnya Perempuan sebagai Ibu, Apakah Penyebabnya?

Gagalnya Perempuan sebagai Ibu, Apakah Penyebabnya?

Senin, 18 Mar 2019 12:17

QLOAN (1) : Menarik Rizki dan Impian tanpa Korupsi dan Dukun

QLOAN (1) : Menarik Rizki dan Impian tanpa Korupsi dan Dukun

Senin, 18 Mar 2019 12:13

Korban Terbesar Terorisme adalah Umat Islam, Benarkah?

Korban Terbesar Terorisme adalah Umat Islam, Benarkah?

Senin, 18 Mar 2019 11:42

Innalillahi, Ibunda Ustaz Abdul Somad Meninggal Dunia

Innalillahi, Ibunda Ustaz Abdul Somad Meninggal Dunia

Senin, 18 Mar 2019 10:58

PM Australia Bela Remaja yang Timpuk Kepala Senator Anning dengan Telur

PM Australia Bela Remaja yang Timpuk Kepala Senator Anning dengan Telur

Senin, 18 Mar 2019 10:40

Pakistan Berikan Penghargaan atas Keberanian Warganya yang Tewas dalam Pembantaian Christchurch

Pakistan Berikan Penghargaan atas Keberanian Warganya yang Tewas dalam Pembantaian Christchurch

Senin, 18 Mar 2019 10:30

Sejuta Orang Lebih Tandatangani Petisi Tuntut Senator Fraser Anning Dipecat

Sejuta Orang Lebih Tandatangani Petisi Tuntut Senator Fraser Anning Dipecat

Senin, 18 Mar 2019 10:28

Suami yang Istrinya Tewas dalam Pembantaian di Masjid Christchurh Maafkan Teroris Brenton Tarrant

Suami yang Istrinya Tewas dalam Pembantaian di Masjid Christchurh Maafkan Teroris Brenton Tarrant

Senin, 18 Mar 2019 09:45

Ma'ruf Amin Pamer Tiga Kartu Sakti, Sandiaga Bungkam dengan Kartu Super Canggih

Ma'ruf Amin Pamer Tiga Kartu Sakti, Sandiaga Bungkam dengan Kartu Super Canggih

Senin, 18 Mar 2019 07:03

Will 'The Eggboy' akan Dihadiahi Jalan-jalan ke Turki

Will 'The Eggboy' akan Dihadiahi Jalan-jalan ke Turki

Ahad, 17 Mar 2019 22:59


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X