Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.129 views

Aroma Liberalisasi di Balik Gelar Negara Paling Santai

 

Oleh:

Ernadaa Rasyidah, member Akademi Menulis Kreatif

 

INDONESIA adalah negeri dengan sejuta potensi yang dimiliki, sumber daya alam yang melimpah dan panorama alam yang indah, menjadi target negara-negara imprealis untuk ikut merasakannya. Berbagai macam destinasi wisata bisa ditemukan di negeri dengan sebutan zamrud khatistiwa ini. Mulai dari pantai, laut, pegunungan, hutan, danau, pulau dan sungai bisa ditemukan di sini. 

Selain kaya akan SDA, negeri ini juga memiliki potensi SDM yang tidak bisa dipandang sebelah mata, negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia, yang sangat potensial menjadi benih kebangkitan Islam di masa yang akan datang.

Hal ini disadari betul oleh negara kapitalis barat dan sekutunya, yang menempatkan Ideologi Islam sebagai rival sejatinya. 

Berbagai cara dan propaganda diupayakan untuk menghalangi kebangkitan tersebut. Salah satunya melalui pemberian gelar negara paling santai di dunia, seperti yang disampaikan oleh agen perjalanan asal Inggris, Lastminute.com menyebut Indonesia sebagai Most Chilled Out Countries in The World, atau Negara Paling Santai di Seluruh Dunia.

Kata santai di sini dalam artian positif yang berhubungan dengan relaksasi dan cocok sebagai destinasi liburan. Laporan terbaru ini berdasarkan penelitian terhadap berbagai faktor di suatu negara. Misalnya banyaknya cuti tahunan, polusi suara dan cahaya (lingkungan), hak asasi manusia, budaya, dan banyaknya tempat spa atau retreat. lastminute.com kemudian menyimpulkan penelitian tersebut menjadi 15 destinasi teratas. Hasilnya Indonesia berada di urutan teratas, dengan faktor lingkungan yang unggul dari semua negara, kemudian budaya di peringkat enam, banyaknya cuti di peringkat 13, dan hak asasi manusia di peringkat 14 (travel.kompas.com, 25/01/2019). 

Bukan tanpa sebab, gelar tersebut sarat dengan makna terselubung yang perlu diwaspadai. Pasalnnya upaya liberalisasi dan sekularisasi sangat kental berkedok kunjungan wisata yang terus meningkat. Data BPS menunjukkan, terdapat kenaikan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan asing, dari tahun ke tahun. "Secara kumulatif (Januari–Oktober 2018), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 13,24 juta kunjungan atau naik 11,92 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 11,83 juta kunjungan. (bps.go.id). 

Sekilas, kunjungan wisata menjadi penyumbang devisa negara yang dinilai sangat menguntungkan. Namun di sisi lain, dampak negatif jangka panjang pasti akan dirasakan. Arus liberalisasi dan sekularisme cepat atau lambat akan mempengruhi kondis SDA dan SDM di negeri ini. 

Dengan meningkatnya kunjungan wisata akan memudahkan para pemilik modal untuk melakukan neo-imprealisme dinegeri ini, karena penjajahan adalah tabiat alami ideologi kapitalisme. Sekukarisme yang menjadi asas kapitalisme akan dengan mudah membaur kedalam budaya masyarakat, budaya barat yang rusak akan menjadi tren yang digandrungi generasi. Menjauhkan agama menjadi hal yang wajib. Perbuatan manusia bebas dari nilai-nilai spiritual, gaya hidup hedon, free sex, narkoba, miras, bisnis esek-esek dan berbagai bentuk penyimpangan terus dipublikasikan. Alhasil akan menjauhkan manusia dari tujuan penciptaannya. Mengikis fitrah beragama untuk tunduk dalam ketaatan pada Allah Sang Pengatur. 

Dengan melihat potensi kerugian jangka panjang yang dihasilkan, gelar negara tersantai bukanlah gelar yang patut diapresiasi, namun harus diwaspadai karena akan menjadi ruang bebas untuk pendangkalan akidah generasi dan terbawa arus gaya hidup liberalisme. 

Karenanya menjadikan objek pariwisata sebagai ladang baru mendulang devisa dan mendongkrak ekonomi bukanlah pilihan tepat. Sudah seharusnya negeri dengan mayoritas muslim ini menggunakan aturan Islam dalam mengolah segala bentuk aset pariwisata, agar tetap terjaga kelestariannya dan tidak menimbulkan kerugian baik materi dan non materi. 

Didukung oleh penerapan ekonomi syariah, yang mengambil alih kepemilikan umum berupa kekayaan alam sebagai sumber pemasukan utama. Bukan justru diberikan kepada pihak asing. Dibutuhkan sebuah kepemimpinan yang berdaulat sehingga tidak mudah bergantung pada negara lain, shingga bisa mandiri dan disegani. 

Oleh karena itu, dakwah ditengah masyarakat menjadi sangat penting agar tumbuh kesadaran ideologis. Umat harus waspada atas setiap sanjung puji para penjajah yang membuat kita terlena, seraya terus membongkar makar-makar penguasa yang tidak berpihak kepada umat. Membuka semua kedok persekongkolan penguasa dengan para kapitalis agar umat memiliki sebuah kesdaran politik untuk kembali memperjuangkan kemenangan ideologi Islam.

Wallahu'alam bi ash shawwab.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Penegak Hukum atau Karyawan Hukum?

Penegak Hukum atau Karyawan Hukum?

Senin, 22 Jul 2019 03:51

12 Mahasiswa ADI Aceh Lulus ke STID Mohammad Natsir

12 Mahasiswa ADI Aceh Lulus ke STID Mohammad Natsir

Senin, 22 Jul 2019 02:21

"Warning" Aplikasi FaceApp Mengalihkan Duniamu

Senin, 22 Jul 2019 01:10

Dinilai Bertentangan dengan Norma, Aksi Tolak RUU PKS Membesar

Dinilai Bertentangan dengan Norma, Aksi Tolak RUU PKS Membesar

Senin, 22 Jul 2019 00:26

Resmikan Pondok Tahfizh, KH. Aceng Zakaria: Jadikan Al-Quran sebagai Kurikulum Kehidupan

Resmikan Pondok Tahfizh, KH. Aceng Zakaria: Jadikan Al-Quran sebagai Kurikulum Kehidupan

Ahad, 21 Jul 2019 23:57

Kapitalisme, Pajak Diperas SDA Dilepas

Kapitalisme, Pajak Diperas SDA Dilepas

Ahad, 21 Jul 2019 23:40

MIUMI Aceh: Game PUBG dan Sejenisnya Haram

MIUMI Aceh: Game PUBG dan Sejenisnya Haram

Ahad, 21 Jul 2019 23:34

Visi pada Investasi, Mengokohkan Imperialisme Asing?

Visi pada Investasi, Mengokohkan Imperialisme Asing?

Ahad, 21 Jul 2019 23:22

SMA Ar-Rohmah Putri Malang Raih Akreditasi A

SMA Ar-Rohmah Putri Malang Raih Akreditasi A

Ahad, 21 Jul 2019 22:48

CIIA: Pemerintah Tidak Perlu Khawatir Pulangkan Eks Pendukung ISIS ke Indonesia

CIIA: Pemerintah Tidak Perlu Khawatir Pulangkan Eks Pendukung ISIS ke Indonesia

Ahad, 21 Jul 2019 22:00

Jabar Juara Tingkat Pengangguran

Jabar Juara Tingkat Pengangguran

Ahad, 21 Jul 2019 21:55

2 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Orang Bersenjata di Dekat Perbatasan Pakistan

2 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Orang Bersenjata di Dekat Perbatasan Pakistan

Ahad, 21 Jul 2019 21:30

Oman Serukan Iran Bebaskan Kapal Tanker Berbendera Inggris yang Mereka Tawan

Oman Serukan Iran Bebaskan Kapal Tanker Berbendera Inggris yang Mereka Tawan

Ahad, 21 Jul 2019 19:48

Pendukung Dapat Kursi, Gerindra Tetap Bisa Oposisi

Pendukung Dapat Kursi, Gerindra Tetap Bisa Oposisi

Ahad, 21 Jul 2019 17:09

Ketika Penyebutan Tiongkok Dianggap SARA Hanya karena Soal Bambu

Ketika Penyebutan Tiongkok Dianggap SARA Hanya karena Soal Bambu

Ahad, 21 Jul 2019 16:09

Taliban Tunjukkan Senjata yang Mereka Rebut dari Pasukan Komando Afghanistan di Badghis

Taliban Tunjukkan Senjata yang Mereka Rebut dari Pasukan Komando Afghanistan di Badghis

Ahad, 21 Jul 2019 15:30

Ketika Sibuk Dianggap Sukses

Ketika Sibuk Dianggap Sukses

Ahad, 21 Jul 2019 15:09

Wanita AS Kehilangan Hak Asuh Putri Saudinya Karena Foto Bikini

Wanita AS Kehilangan Hak Asuh Putri Saudinya Karena Foto Bikini

Ahad, 21 Jul 2019 14:45

Tiga Opini Heboh Ini Dipersoalkan Pengamat: Agenda Apa, sih?

Tiga Opini Heboh Ini Dipersoalkan Pengamat: Agenda Apa, sih?

Ahad, 21 Jul 2019 14:09

Inggris Pertimbangkan Pembekuan Aset Iran Menyusul Penyitaan Kapal Tanker Berbendera Inggris

Inggris Pertimbangkan Pembekuan Aset Iran Menyusul Penyitaan Kapal Tanker Berbendera Inggris

Ahad, 21 Jul 2019 14:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 19/07/2019 22:14

Dua Garis Biru, Ada Apa Ya?