Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.839 views

Aroma Liberalisasi di Balik Gelar Negara Paling Santai

 

Oleh:

Ernadaa Rasyidah, member Akademi Menulis Kreatif

 

INDONESIA adalah negeri dengan sejuta potensi yang dimiliki, sumber daya alam yang melimpah dan panorama alam yang indah, menjadi target negara-negara imprealis untuk ikut merasakannya. Berbagai macam destinasi wisata bisa ditemukan di negeri dengan sebutan zamrud khatistiwa ini. Mulai dari pantai, laut, pegunungan, hutan, danau, pulau dan sungai bisa ditemukan di sini. 

Selain kaya akan SDA, negeri ini juga memiliki potensi SDM yang tidak bisa dipandang sebelah mata, negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia, yang sangat potensial menjadi benih kebangkitan Islam di masa yang akan datang.

Hal ini disadari betul oleh negara kapitalis barat dan sekutunya, yang menempatkan Ideologi Islam sebagai rival sejatinya. 

Berbagai cara dan propaganda diupayakan untuk menghalangi kebangkitan tersebut. Salah satunya melalui pemberian gelar negara paling santai di dunia, seperti yang disampaikan oleh agen perjalanan asal Inggris, Lastminute.com menyebut Indonesia sebagai Most Chilled Out Countries in The World, atau Negara Paling Santai di Seluruh Dunia.

Kata santai di sini dalam artian positif yang berhubungan dengan relaksasi dan cocok sebagai destinasi liburan. Laporan terbaru ini berdasarkan penelitian terhadap berbagai faktor di suatu negara. Misalnya banyaknya cuti tahunan, polusi suara dan cahaya (lingkungan), hak asasi manusia, budaya, dan banyaknya tempat spa atau retreat. lastminute.com kemudian menyimpulkan penelitian tersebut menjadi 15 destinasi teratas. Hasilnya Indonesia berada di urutan teratas, dengan faktor lingkungan yang unggul dari semua negara, kemudian budaya di peringkat enam, banyaknya cuti di peringkat 13, dan hak asasi manusia di peringkat 14 (travel.kompas.com, 25/01/2019). 

Bukan tanpa sebab, gelar tersebut sarat dengan makna terselubung yang perlu diwaspadai. Pasalnnya upaya liberalisasi dan sekularisasi sangat kental berkedok kunjungan wisata yang terus meningkat. Data BPS menunjukkan, terdapat kenaikan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan asing, dari tahun ke tahun. "Secara kumulatif (Januari–Oktober 2018), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 13,24 juta kunjungan atau naik 11,92 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 11,83 juta kunjungan. (bps.go.id). 

Sekilas, kunjungan wisata menjadi penyumbang devisa negara yang dinilai sangat menguntungkan. Namun di sisi lain, dampak negatif jangka panjang pasti akan dirasakan. Arus liberalisasi dan sekularisme cepat atau lambat akan mempengruhi kondis SDA dan SDM di negeri ini. 

Dengan meningkatnya kunjungan wisata akan memudahkan para pemilik modal untuk melakukan neo-imprealisme dinegeri ini, karena penjajahan adalah tabiat alami ideologi kapitalisme. Sekukarisme yang menjadi asas kapitalisme akan dengan mudah membaur kedalam budaya masyarakat, budaya barat yang rusak akan menjadi tren yang digandrungi generasi. Menjauhkan agama menjadi hal yang wajib. Perbuatan manusia bebas dari nilai-nilai spiritual, gaya hidup hedon, free sex, narkoba, miras, bisnis esek-esek dan berbagai bentuk penyimpangan terus dipublikasikan. Alhasil akan menjauhkan manusia dari tujuan penciptaannya. Mengikis fitrah beragama untuk tunduk dalam ketaatan pada Allah Sang Pengatur. 

Dengan melihat potensi kerugian jangka panjang yang dihasilkan, gelar negara tersantai bukanlah gelar yang patut diapresiasi, namun harus diwaspadai karena akan menjadi ruang bebas untuk pendangkalan akidah generasi dan terbawa arus gaya hidup liberalisme. 

Karenanya menjadikan objek pariwisata sebagai ladang baru mendulang devisa dan mendongkrak ekonomi bukanlah pilihan tepat. Sudah seharusnya negeri dengan mayoritas muslim ini menggunakan aturan Islam dalam mengolah segala bentuk aset pariwisata, agar tetap terjaga kelestariannya dan tidak menimbulkan kerugian baik materi dan non materi. 

Didukung oleh penerapan ekonomi syariah, yang mengambil alih kepemilikan umum berupa kekayaan alam sebagai sumber pemasukan utama. Bukan justru diberikan kepada pihak asing. Dibutuhkan sebuah kepemimpinan yang berdaulat sehingga tidak mudah bergantung pada negara lain, shingga bisa mandiri dan disegani. 

Oleh karena itu, dakwah ditengah masyarakat menjadi sangat penting agar tumbuh kesadaran ideologis. Umat harus waspada atas setiap sanjung puji para penjajah yang membuat kita terlena, seraya terus membongkar makar-makar penguasa yang tidak berpihak kepada umat. Membuka semua kedok persekongkolan penguasa dengan para kapitalis agar umat memiliki sebuah kesdaran politik untuk kembali memperjuangkan kemenangan ideologi Islam.

Wallahu'alam bi ash shawwab.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Rabithah Alawiyah Minta KPU harus Jaga Keadilan dan Kejujuran

Rabithah Alawiyah Minta KPU harus Jaga Keadilan dan Kejujuran

Sabtu, 20 Apr 2019 06:38

Prabowo-Sandi Unggul di Tabulasi Sementara KawalPemilu

Prabowo-Sandi Unggul di Tabulasi Sementara KawalPemilu

Sabtu, 20 Apr 2019 06:29

MUI Desak KPI Hentikan Tayangan Quick Count karena Bikin Gaduh

MUI Desak KPI Hentikan Tayangan Quick Count karena Bikin Gaduh

Sabtu, 20 Apr 2019 06:17

Film Sexy Killer, Potret Buram Pengeloaan Tambang

Film Sexy Killer, Potret Buram Pengeloaan Tambang

Sabtu, 20 Apr 2019 03:15

Muslim Swedia Jadi Target Serangan Kejahatan Kebencian di Internet

Muslim Swedia Jadi Target Serangan Kejahatan Kebencian di Internet

Jum'at, 19 Apr 2019 23:27

Ini Beda Lembaga Survei di Filipina dan Indonesia Menurut Adhie Massardi

Ini Beda Lembaga Survei di Filipina dan Indonesia Menurut Adhie Massardi

Jum'at, 19 Apr 2019 23:23

Israel Serang Dua Posisi Hamas di Jalur Gaza yang Diblokade

Israel Serang Dua Posisi Hamas di Jalur Gaza yang Diblokade

Jum'at, 19 Apr 2019 23:22

Di Rusia Jokowi-Ma'ruf Menang, Caleg PSI Dapat Suara Terbanyak

Di Rusia Jokowi-Ma'ruf Menang, Caleg PSI Dapat Suara Terbanyak

Jum'at, 19 Apr 2019 23:20

Klaim Menang Pilpres: Jokowi Modal Quick Count, Prabowo Berdasar Real Count

Klaim Menang Pilpres: Jokowi Modal Quick Count, Prabowo Berdasar Real Count

Jum'at, 19 Apr 2019 23:13

Tabulasi KawalPemilu Sementara, Selisih Suara Jokowi dan Prabowo Hanya 5.529 Suara

Tabulasi KawalPemilu Sementara, Selisih Suara Jokowi dan Prabowo Hanya 5.529 Suara

Jum'at, 19 Apr 2019 22:41

Laporan: Kematian Akibat Perang di Yaman Telah Mencapai Setidaknya 70.000 Jiwa

Laporan: Kematian Akibat Perang di Yaman Telah Mencapai Setidaknya 70.000 Jiwa

Jum'at, 19 Apr 2019 22:35

Kubu Prabowo Klaim Menang di Sumut Raih 60 Persen Berdasarkan C1

Kubu Prabowo Klaim Menang di Sumut Raih 60 Persen Berdasarkan C1

Jum'at, 19 Apr 2019 22:09

Pasukan Israel Tembak Mahasiswa Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel Tembak Mahasiswa Palestina di Tepi Barat

Jum'at, 19 Apr 2019 22:03

Taliban Cibir Delegasi Pemerintah, Sebut Konferensi Doha Bukan Undangan Pesta Pernikahan

Taliban Cibir Delegasi Pemerintah, Sebut Konferensi Doha Bukan Undangan Pesta Pernikahan

Jum'at, 19 Apr 2019 22:00

Turki Tangkap Agen Mata-mata UEA Salah Satunya Dicurigai Terkait Pembunuhan Khashoggi

Turki Tangkap Agen Mata-mata UEA Salah Satunya Dicurigai Terkait Pembunuhan Khashoggi

Jum'at, 19 Apr 2019 21:35

Masih Yakin Dapat 4 Persen, Yusril: Jangan Percaya Hasil Quick Count

Masih Yakin Dapat 4 Persen, Yusril: Jangan Percaya Hasil Quick Count

Jum'at, 19 Apr 2019 21:34

AS Daftarkan Orang yang Lahir di Dataran Tinggi Golan Sebagai Penduduk Asli Israel

AS Daftarkan Orang yang Lahir di Dataran Tinggi Golan Sebagai Penduduk Asli Israel

Jum'at, 19 Apr 2019 21:22

Hadiri Syukuran Kemenangan Prabowo, Rizal Ramli: Terharu, Tukang Ojek Tak Mau Dibayar

Hadiri Syukuran Kemenangan Prabowo, Rizal Ramli: Terharu, Tukang Ojek Tak Mau Dibayar

Jum'at, 19 Apr 2019 21:10

Pasukan Israel Hancurkan Rumah Keluarga Palestina yang Dituduh Membunuh Wanita Yahudi

Pasukan Israel Hancurkan Rumah Keluarga Palestina yang Dituduh Membunuh Wanita Yahudi

Jum'at, 19 Apr 2019 21:06

PKS Kuasai Perolehan Suara Pemilu di Arab Saudi

PKS Kuasai Perolehan Suara Pemilu di Arab Saudi

Jum'at, 19 Apr 2019 20:23


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X