Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.581 views

Cerita PKI di Jogokariyan

Oleh: 

Yons Achmad, kolumnis tinggal di Depok, Jawa Barat

 

LEBARAN kemarin saya dan keluarga berkunjung ke Masjid Jogokariyan. Kami seminggu tinggal di penginapan sederhana di atas masjid itu. Kami rencananya, bulan Ramadhan mau itikaf di sana. Sayangnya, penginapan masjid semua penuh. Akhirnya, baru kesampaian selepas lebaran beribadah di sana dan tentu saja mendengar sedikit cerita tentang keberadaan Masjid Jogokaryan yang kini menasional, menjadi referensi bagi masjid-masjid di Indonesia.

Salah satu cerita yang saya dapat tentang sejarah PKI di Jogokariyan. Ya, dulu kampung itu memang pernah menjadi basis PKI. Cerita ini saya dapatkan dari penjelasan takmir masjid plus referensi buletin yang diterbikan. Kabarnya, asal mulai nama Jogokariyan berasal dari Jogokariyo. Nama salah satu kesatuan prajurit abdi dalem kraton. Sebuah nama kampung yang sengaja dibuka oleh Sultan. Ini untuk antisipasi penduduk ndalem keraton yang sudah penuh sesak. Makanya, para “bergodo” prajurit itu harus dipindah keluar beteng bersama keluarganya.

Sebab lain adalah dipersempitnya peran prajurit keraton. Semula, mereka seorang prajurit yang tentu saja bertugas dalam peperangan, lantas dipersempit perannya sekadar menjadi prajurit upacara saja. Konon, jumlahnya yang semula 750 orang, hanya menjadi sekitar 75 orang saja. Maka, para abdi dalem itu kemudian harus keluar dari keraton. Akibat kehilangan jabatan dan pekerjaan, maka mereka terpaksa harus menyesuaikan diri.

Layaknya aparat atau prajurit keraton mereka hidup cukup mapan. Semacam para ASN jaman kita sekarang. Tapi, ada kebiasaan buruk para abdi dalem waktu itu. Diantaranya, suka sekali berjudi, mabuk bahkan nyandu. Mereka terbiasa menerima gaji secara rutin, ketika gajinya dihentikan dan mereka kehilangan pekerjaan, membuat mereka syok. Sultan memang tak melepas mereka begitu saja. Mereka diberi sawah (palungguh) untuk dikelola. Sayangnya, mereka gagal menyesuaikan diri menjadi petani dan banyak tanah serta pekarangan dijual kepada para pengusaha Batik.

Akhirnya, anak turun para mantan prajurit itu banyak yang kemudian sekadar menjadi buruh di pabrik-pabrik Batik. Itulah masa suram bagi para keturunan abdi dalem prajurit “Jogokariyo”. Mereka gagal menyesuaikan diri dan kemudian menjadi buruh-buruh miskin, jauh dari kemakmuran. Padahal, mereka punya gelar bangsawan yang tak bisa dianggap remeh waktu itu. Seperti gelar Raden atau Raden Mas.

Nah, kesenjangan demikian yang kemudian, pada periode sejarah selanjutnya dimanfaatkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Isu yang disuarakan adalah sentiment kelas. Tentu saja sentiment buruh dan majikan. Janji-janji kemakmuran disuarakan oleh PKI, yang tentu saja disambut antusias warga Jogokariyan. Sayangnya, janji-janji itu tak pernah ditepati. Sampai, terjadilan tragedi pengkhianatan PKI di tahun 1965. Banyak warga yang ditangkap dan diciduk aparat.

Di masa kritis itulah momentum perubahan terjadi. Momentum mengubah masyarakat yang telah rusak. Dengan mabuk dan judi sebagai kebiasaan, plus tak kenal agama, menjadi masyarakat yang lebih beradab. Maka, masjid Jogokariyan resmi berdiri di tahun 1966. Setahun setelah tragedi pengkhianatan PKI atas NKRI. Ditandai dengan peletakan batu pertamanya. Kini, seperti kita kenal luas, Masjid Jogokariyan telah melaksanakan fungsinya sebagai agen perubahan. Dari masyarakat yang dulu “abangan” komunis menjadi masyarakat Islami berbasis masjid.

Tapi, apakah dengan hadirnya masyarakat Islami di Jogokariyan berarti telah meninggalkan kebudayaan Jawa? Tentu tidak. Hal itu diterangkan oleh Ustadz Jazir selaku sesepuh di Masjid Jogokariyan. Dikatakan bahwa secara historis, kampung Jogokariyan adalah wilayah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang dikhususkan untuk prajurit Jogokariyo. Jadi, warga Jogokariyan adalah keturunan prajurit unggulan.

Pengurus masjid tentu saja ingin mempertahankan nilai-nilai ke-Ngayogyakarta-nan yang hakikatnya diambil dari nilai-nilai Islam. Namun, mereka tidak ingin disalahpahami sebagai Jawa yang lekat dengan kesyirikan. Itu sebabnya mereka mendeklarasikan diri sebagai orang Jawa yang sudah bertaubat dari nilai-nilai kejawen konvensional yang terkontaminasi dengan kesyirikan. Warga Jogokariyan kini adalah orang Jawa yang menjunjung tinggi Tauhid. Itu sebabnya, bendera Tungul Wulung yang didalamnya terdapat kalimat Tauhid selalu dibawa ketika mengikuti aksi bela Islam.

Kini, masyarakat di sana sudah makmur berbasis masjid. Saya pernah dengar ceramah Subuh Ustadz Reza Syarif, di Masjid Nurus Salam Depok. ada 3 tipe pembangunan masjid. (1) Membangun Masjid, (2) Memakmurkan Masjid, (3) Memakmurkan Jamaah. Nah, Masjid Jogokariyan saya kira sudah bisa memakmurkan jamaah, bukan berlomba memakmurkan masjid dengan saldo yang berlimpah. Justru, saldo kas masjid di sana selalu di nol kan untuk semuanya digunakan demi kemakmuran jamaah. Itulah wajah Jogokariyan kini.

Di awal tahun 2019 (27/1), ada insiden serangan ke Masjid oleh kelompok “Abangan”. Warga kampung Jogokariyan saya kira sudah begitu kuat. Mereka sebenarnya bisa saja meratakan dengan tanah kantor kelompok “Abangan” di wilayah itu. Tapi, mereka saya kira memang tak berniat melakukannya. Kenapa? sebab bagi mereka, saya kira Dakwah adalah merangkul, bukan memukul.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Rabithah Alawiyah Minta KPU harus Jaga Keadilan dan Kejujuran

Rabithah Alawiyah Minta KPU harus Jaga Keadilan dan Kejujuran

Sabtu, 20 Apr 2019 06:38

Prabowo-Sandi Unggul di Tabulasi Sementara KawalPemilu

Prabowo-Sandi Unggul di Tabulasi Sementara KawalPemilu

Sabtu, 20 Apr 2019 06:29

MUI Desak KPI Hentikan Tayangan Quick Count karena Bikin Gaduh

MUI Desak KPI Hentikan Tayangan Quick Count karena Bikin Gaduh

Sabtu, 20 Apr 2019 06:17

Film Sexy Killer, Potret Buram Pengeloaan Tambang

Film Sexy Killer, Potret Buram Pengeloaan Tambang

Sabtu, 20 Apr 2019 03:15

Muslim Swedia Jadi Target Serangan Kejahatan Kebencian di Internet

Muslim Swedia Jadi Target Serangan Kejahatan Kebencian di Internet

Jum'at, 19 Apr 2019 23:27

Ini Beda Lembaga Survei di Filipina dan Indonesia Menurut Adhie Massardi

Ini Beda Lembaga Survei di Filipina dan Indonesia Menurut Adhie Massardi

Jum'at, 19 Apr 2019 23:23

Israel Serang Dua Posisi Hamas di Jalur Gaza yang Diblokade

Israel Serang Dua Posisi Hamas di Jalur Gaza yang Diblokade

Jum'at, 19 Apr 2019 23:22

Di Rusia Jokowi-Ma'ruf Menang, Caleg PSI Dapat Suara Terbanyak

Di Rusia Jokowi-Ma'ruf Menang, Caleg PSI Dapat Suara Terbanyak

Jum'at, 19 Apr 2019 23:20

Klaim Menang Pilpres: Jokowi Modal Quick Count, Prabowo Berdasar Real Count

Klaim Menang Pilpres: Jokowi Modal Quick Count, Prabowo Berdasar Real Count

Jum'at, 19 Apr 2019 23:13

Tabulasi KawalPemilu Sementara, Selisih Suara Jokowi dan Prabowo Hanya 5.529 Suara

Tabulasi KawalPemilu Sementara, Selisih Suara Jokowi dan Prabowo Hanya 5.529 Suara

Jum'at, 19 Apr 2019 22:41

Laporan: Kematian Akibat Perang di Yaman Telah Mencapai Setidaknya 70.000 Jiwa

Laporan: Kematian Akibat Perang di Yaman Telah Mencapai Setidaknya 70.000 Jiwa

Jum'at, 19 Apr 2019 22:35

Kubu Prabowo Klaim Menang di Sumut Raih 60 Persen Berdasarkan C1

Kubu Prabowo Klaim Menang di Sumut Raih 60 Persen Berdasarkan C1

Jum'at, 19 Apr 2019 22:09

Pasukan Israel Tembak Mahasiswa Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel Tembak Mahasiswa Palestina di Tepi Barat

Jum'at, 19 Apr 2019 22:03

Taliban Cibir Delegasi Pemerintah, Sebut Konferensi Doha Bukan Undangan Pesta Pernikahan

Taliban Cibir Delegasi Pemerintah, Sebut Konferensi Doha Bukan Undangan Pesta Pernikahan

Jum'at, 19 Apr 2019 22:00

Turki Tangkap Agen Mata-mata UEA Salah Satunya Dicurigai Terkait Pembunuhan Khashoggi

Turki Tangkap Agen Mata-mata UEA Salah Satunya Dicurigai Terkait Pembunuhan Khashoggi

Jum'at, 19 Apr 2019 21:35

Masih Yakin Dapat 4 Persen, Yusril: Jangan Percaya Hasil Quick Count

Masih Yakin Dapat 4 Persen, Yusril: Jangan Percaya Hasil Quick Count

Jum'at, 19 Apr 2019 21:34

AS Daftarkan Orang yang Lahir di Dataran Tinggi Golan Sebagai Penduduk Asli Israel

AS Daftarkan Orang yang Lahir di Dataran Tinggi Golan Sebagai Penduduk Asli Israel

Jum'at, 19 Apr 2019 21:22

Hadiri Syukuran Kemenangan Prabowo, Rizal Ramli: Terharu, Tukang Ojek Tak Mau Dibayar

Hadiri Syukuran Kemenangan Prabowo, Rizal Ramli: Terharu, Tukang Ojek Tak Mau Dibayar

Jum'at, 19 Apr 2019 21:10

Pasukan Israel Hancurkan Rumah Keluarga Palestina yang Dituduh Membunuh Wanita Yahudi

Pasukan Israel Hancurkan Rumah Keluarga Palestina yang Dituduh Membunuh Wanita Yahudi

Jum'at, 19 Apr 2019 21:06

PKS Kuasai Perolehan Suara Pemilu di Arab Saudi

PKS Kuasai Perolehan Suara Pemilu di Arab Saudi

Jum'at, 19 Apr 2019 20:23


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 19/04/2019 16:47

Ada Kecurangan? Laporkan ke Sini