Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.936 views

Tak Jadi Presiden, Prabowo Tetap King Maker Handal

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Pilpres 2019 sudah berlalu. Semua rakyat tahu hasilnya. Meski kontroversial, tetap saja harus berpedoman pada konstitusi. Soal Prabowo ucapin selamat atau tidak, itu bukan hal yang fundamental. Megawati juga dua periode kalah, tak mengucapkan selamat kepada SBY. Bertemu saja tidak. Ini hanya masalah situasi saja. Untuk menjaga psikologi para pendukung. Prabowonya sendiri tak ada masalah.

Ucapan selamat tak perlu diributkan. Negara gak cacat tanpa ucapan selamat. Keputusan MK dan ketetapan KPU juga gak batal karena tak ada ucapan selamat. Toh mantan danjen kopassus ini sudah secara intens menjalin komunikasi dengan sejumlah elit istana. Kabarnya sudah berulangkali melakukan pertemuan. Sudah ketemu? Kapan? Sama LBP? Sama BG? Ah, kepo lu!

Tidakkah ini bagian dari i'tikad untuk rekonsiliasi? Rekonsiliasi dalam pengertian memulihkan hubungan agar normal kembali setelah agak tegang selama pilpres berlangsung. Rekonsiliasi dalam pengertian bagi-bagi kursi? Itu kan belum ada keputusan. Ente aja suka manas-manasin. Emang kalau gabung, ente juga mau minta jatah kursi? Hehe... Bercanda.

Soal kenapa rakyat, khususnya para pendukung Prabowo belum bisa terima hasil pilpres, ini menjadi PR bagi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Mesti ada upaya untuk melakukan: Pertama, pemerintah perlu bersikap dan berkomunikasi lebih persuasif. Merangkul bukan memukul. Jangan biarkan orang-orang yang sedang cari muka untuk bertindak seolah-olah membela dan melindungi Jokowi dengan gaya komunikasi yang keras dan kasar. Tindakan represi hanya akan menidurkan kemarahan rakyat untuk sementara waktu. Dalam jangka panjang kemarahan yang tertekan itu akan bangun dan meledak. Ini hanya soal momentum saja.

Kedua, tunjukkan kemampuan pemerintah menyelesaikan problem negara. Kalau negara aman-aman saja; ekonomi stabil, harga stabil, rakyat gak kelaparan, lapangan pekerjaan tersedia, listrik, tol dan TDL gak naik, maka ini bisa jadi obat yang menyembuhkan luka akibat Pilpres. \

Ketiga, sikap adil. Sebagaimana Jokowi dalam sambutan kemenangannya mengungkapkan; ia adalah presiden seluruh rakyat Indonesia. Saatnya membuktikan, bahwa ia bisa bersikap dan berprilaku adil terhadap semua rakyatnya. Terutama adil di aspek hukum. Tak lagi ada dikotomi antara pendukung dan non pendukung. Semua dilayani dan diperlakukan sama di depan hukum.

Jika tiga poin ini mampu direalisasikan Jokowi-Ma'ruf, dengan sendirinya rasa simpati dan respek rakyat akan tumbuh. Gak perlu ngajari rakyat bagaimana cara mengapresiasi. Gak perlu juga ada ancaman-ancaman. Cukup lakukan komunikasi yang baik, bersikap adil, dan tunjukkan prestasi dalam mengurus negara ini, rakyat dengan sendirinya akan mengapresiasi. Simpel!

Di sisi lain, bagimana dengan nasib Prabowo? Tetap sebagai ketua partai besar. Yaitu Gerindra. Meski belum bernasib baik untuk menang dalam pilpres, jasa Prabowo harus diakui cukup besar untuk negeri ini. Terutama keberhasilannya melahirkan tokoh-tokoh potensial untuk menjadi pemimpin di negeri ini. Ridwan Kamil adalah salah satu hasil tangan dingin Prabowo. Setelah Gerindra kasih tiket, Ridwan Kamil jadi walikota Bandung. Dan sekarang jadi gubernur Jawa Barat.

Jokowi, juga hasil dari jerih payah Prabowo membawanya ke Jakarta. Plus tiket partai dan biaya nyagub. Meski akhirnya dua kali mengalahkan Prabowo di pilpres 2014 dan 2019. Seorang mentor mesti bangga jika anak asuhnya bisa melampaui prestasi dan karir dirinya. Curang kok bangga? Di Mahkamah Konstitusi gak ada kecurangan. Setidaknya, itu secara konstitusional. Secara moral? Silahkan berdebat!

Anies Baswedan, tokoh yang pernah berseberangan politik di pilpres 2014 ini akhirnya dimentori oleh Prabowo untuk maju di Pilgub DKI. Dan Anies berhasil mengalahkan anak asuh Prabowo yang dianggap mbalelo, yaitu Ahok. Anies sadar itu. Karenanya, Anies jaga loyalitas dan tak akan pernah mau menghianati Prabowo. "Cukup orang lain saja yang berkhianat, tapi bukan saya," kata Anies. Makanya, ketika Anies dirayu dan dibujuk oleh sejumlah partai, bahkan juga oleh ormas terbesar di Indonesia untuk maju di pilpres 2019, dengan tegas Anies menolak. Kenapa nolak Nis? "Saya tak ingin menghianati Pak Prabowo", jawabnya tegas.

Sebagai King Maker, peran dan kelihaian Prabowo tak diragukan. Dia punya partai dan tak segan rogoh kocek pribadi untuk biayai anak asuhnya nyalon jadi kepala daerah. Tidak hanya anak asuh di partainya, tapi juga kader-kader bangsa terbaik di luar Gerindra. Dan semua itu dilakukan tanpa pamrih, dan tak ada "undertable transaction". Ini yang juga diakui oleh Ahok dan Ridwan Kamil. Juga oleh Anies Baswedan. Hanya Jokowi yang masih ditunggu kerendahan hatinya untuk mengakui itu. Sampai disini, ungkapan Gus Dur bahwa Prabowo adalah salah satu tokoh yang paling ikhlas, telah mendapatkan buktinya.

Setelah pilpres, Prabowo dihadapkan dua pilihan. Oposisi, atau gabung ke Jokowi-Ma'ruf. Kalau Prabowo gabung, para pendukung kecewa dan akan balik kanan. Lalu mengucapkan "goodbye Jenderal".

Para pendukung umumnya, atau malah semuanya, menginginkan Prabowo oposisi. Sembari sebagai oposisi, Prabowo kembali jadi King Maker. Menyiapkan kader untuk menjadi kepala-kepala daerah. 2020 besok ada 60 pilkada. Juga untuk menjadi pemimpin nasional lima tahun kedepan. Prabowo mesti mulai mengidentifikasi siapa kader-kader potensial yang tidak hanya punya integritas, kapasitas dan loyalitas, tapi juga punya peluang untuk menang. Butuh kerja yang terencana.

Untuk di tingkat nasional, Prabowo punya Anies Baswedan, gubernur DKI yang lagi naik daun. Rakyat bilang Anies adalah rising star. Tokoh yang jadi harapan masa depan rakyat. Saat ini, rakyat menjuluki Anies sebagai "Gubernur Indonesia".  Integritas, kapasitas dan loyalitas tak diragukan. Potensi kemenangannya juga besar. Ini fakta di sejumlah hasil survei.

Apakah Prabowo akan benar-benar menyiapkan Anies Baswedan untuk menyembuhkan luka kekalahannya dua kali dari Jokowi? Kita tunggu. Sebab, pilihan ini nampaknya kedepan paling rasional buat Prabowo dan Gerindra.

Di bawah asuhan Prabowo sebagai mentor dan king maker, Anies sangat berpeluang menjadi calon terkuat di pilpres 2024 nanti. Apalagi jika PKS tetap berada dalam persekutuannya dengan Gerindra. Maka, soliditas para pendukung Prabowo akan semakin kuat dan efektif sebagai mesin kemenangan.

Jika Anies terpilih jadi presiden 2024 dari Gerindra, maka akan meneguhkan kembali prestasi Prabowo sebagai "King Maker" handal. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 11/7/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Whatsapp Blokir Ratusan Akun Jurnalis Palestina yang Melaporkan Serangan Israel ke Gaza

Whatsapp Blokir Ratusan Akun Jurnalis Palestina yang Melaporkan Serangan Israel ke Gaza

Ahad, 17 Nov 2019 16:14

Militer Afghanistan Klaim 615 Anggota Islamic State Menyerahkan Diri ke Pasukan Pemerintah

Militer Afghanistan Klaim 615 Anggota Islamic State Menyerahkan Diri ke Pasukan Pemerintah

Ahad, 17 Nov 2019 15:14

Anggota Kongres Rashida Tlaib: Trump Melanggar Hukum dan Harus Dihentikan

Anggota Kongres Rashida Tlaib: Trump Melanggar Hukum dan Harus Dihentikan

Ahad, 17 Nov 2019 14:15

Mahasiswa Hukum Harvard AS Lakukan Aksi Walk Out Saat Konsul Jenderal Israel Berpidato

Mahasiswa Hukum Harvard AS Lakukan Aksi Walk Out Saat Konsul Jenderal Israel Berpidato

Ahad, 17 Nov 2019 13:15

Microsoft Selidiki Perusahaan Israel Terkait Penggunaan Teknologi untuk Mengawasi Warga Palestina

Microsoft Selidiki Perusahaan Israel Terkait Penggunaan Teknologi untuk Mengawasi Warga Palestina

Ahad, 17 Nov 2019 12:16

Trump 'Peras' Jepang, Minta 8 Miliar USD Setahun untuk Tentara AS yang Ditempatkan di Sana

Trump 'Peras' Jepang, Minta 8 Miliar USD Setahun untuk Tentara AS yang Ditempatkan di Sana

Ahad, 17 Nov 2019 11:15

Mardani: Rakornas PKS Kokohkan Diri Jadi Oposisi Kritis Konstruktif

Mardani: Rakornas PKS Kokohkan Diri Jadi Oposisi Kritis Konstruktif

Ahad, 17 Nov 2019 10:23

Sodik Mudjahid: Mau Buat UU Syar'i, Kuasailah DPR dan Eksekutif!

Sodik Mudjahid: Mau Buat UU Syar'i, Kuasailah DPR dan Eksekutif!

Ahad, 17 Nov 2019 09:19

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ahad, 17 Nov 2019 06:53

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sabtu, 16 Nov 2019 22:00

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

Sabtu, 16 Nov 2019 21:30

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Sabtu, 16 Nov 2019 20:45

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Sabtu, 16 Nov 2019 20:00

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Sabtu, 16 Nov 2019 18:30

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Sabtu, 16 Nov 2019 10:16

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Sabtu, 16 Nov 2019 09:49

Tiga Periode, Gak Salah?

Tiga Periode, Gak Salah?

Sabtu, 16 Nov 2019 09:48

Cacat Pertama Nadiem

Cacat Pertama Nadiem

Sabtu, 16 Nov 2019 09:40

Pahlawan Kesesatan

Pahlawan Kesesatan

Sabtu, 16 Nov 2019 09:27

Suicide Bom Mapolrabes Medan; Kenapa Polisi Rentan Menjadi Target Serangan Teror?

Suicide Bom Mapolrabes Medan; Kenapa Polisi Rentan Menjadi Target Serangan Teror?

Sabtu, 16 Nov 2019 09:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X