Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.368 views

Seandainya Hakim Marzuki Jadi Hakim MK

Oleh:

M Nigara, Wartawan Senior

 

INI hanya kisah pengulangan. Kisah yang sempat viral melalui unggahan facebook Noviani Zaini dan diturunkan oleh Tribunjambi.com (7/9/16). Tapi sayang kisah itu tenggelam oleh hiruk-pikuk kehidupan.

Hari ini, Sabtu (6/7/19), tepat sepuluh hari pasca sembilan hakim MK yang dengan gagah telah 'melaksanakan tugas dan fungsi sungguh mulia' - karena Hakim adalah wakil Tuhan di dunia - dengan menolak seluruh tuntutan Bambang Wijoyanto, Denny Indrayana, Teuku Nasrullah dan kawan-kawan yang menjadi Kuasa Hukum paslon Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Atas nama konstitusi, Hakim MK telah pula memvonis setidaknya 62-70 juta rakyat Indonesia pemilih Prabowo-Sandi menjadi orang-orang bodoh.

Saya sengaja mengangkat kembali kisah *Hakim Marzuki vs Nenek Pencuri Singkong di Jambi* agar menjadi bahan renungan bagi kita. Marzuki, sungguh-sungguh telah mengambil 'peran Tuhan' dalam menegakkan keadilan. Marzuki, harusnya membuat malu bukan hanya para hakim di MK, tapi juga para pejabat yang nyata-nyata tidak sesuai dengan kemuliaan.

Di bawah ini cuplikan dari Tribunjambi, judulnya saja membuat kita merinding: 

Hakim Menangis saat Menjatuhkan Vonis pada Nenek Ini, Ia Berkata Maafkan Saya!

Kita jadi teringat pembukaan sidang sengketa Pilpres:

Sidang Ini disaksikan Allah dan para Malaikat. Rasanya...adeeem banget. Tapi hasilnya seperti bumi dengan lagit.

 

Mata Hati

Hakim Marzuki menghela nafas, dia memutus di luar tuntutan Jaksa PU, “maafkan saya,” katanya sambil memandang nenek itu,.

Saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi Anda harus dihukum. Saya mendenda Anda Rp 1 jt rupiah dan jika anda tidak mampu membayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU.”

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Hakim Marzuki tiba-tiba mencopot topi. Ia membuka dompetnya kemudian mengambil dan memasukkan uang sejumlah Rp 1 jt rupiah ke dalam topi tersebut dan berkata kepada hadirin…

“Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada setiap orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar Rp 50 ribu rupiah, sebab menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang seperti nenek ini kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya. Termasuk anda dari PT... yang tetap ingin menuntut meski nyata-nyata sang nenek mencuri karena keterpaksaan!" tegas Hakim Marzuki.

Seluruh pengunjung sidang terkesiap, Jaksa Penuntut juga ikut terperanjat, dan perwakilan perusahaan yang menuntut dengan alasan untuk membuat jera, jadi tersipu malu. Dan kisah diakhiri dengan _happy ending,_ uang denda Rp 1 juta terbayar dari Hakim Marzuki, dan sang nenek pulang dengan senyum karena membawa sumbangan sebesar Rp 3,5 juta untuk mengobati anaknya yang sakit dan dapat memberi makan sang cucu.

Marzuki sungguh telah bukan saja mengedepankan mati hati. Namun, ia juga menegakkan keadilan.

Kisah ini juga mengingatkan kita pada kisah Sayyidina Ali, 'pencuri' baju besi, dan Hakim Syuraih. Kisahnya yang sempat dikutip oleh saksi akhli 01, seorang profesor yang keliru berat. Rasulallah memang sempat membebaskan seorang pencuri karena bersyahadat, tapi tidak ada kaitannya dengan kisah baju besi Ali.

Akhir dari kisah Hakim atau Qadhi Syuraih, Ali, dan pencuri Yahudi juga indah. Hukum ditegakkan, padahal Syuraih adalah mantan murid Ali, dan Ali adalah Khalifah. Baju besi sebagai barang bukti, juga secara sah dan meyakinkan memang milik Ali. Tapi, ketika saksi kurang satu, maka hukum benar-benar tak berpihak. Buah dari kejujuran dan keadilan itu, si Yahudi menjadi mualaf.

Sayang makna dua kisah indah itu tak jadi dasar dalam sengketa pilpres. Sayang Marzuki dan Syuraih tidak ada di MK. Tapi, dari dua kisah itu, kita tahu mana Hakim yang mampu menegakkan keadilan, mana yang jauh dari keadilan.

Kalau saja Hakim Marzuki ada di MK, keadilan bukan tidak mungkin bisa ditegakkan. Kalau saja Hakim Syuraih masih ada, mungkin kita tak perlu ragu tentang keadilan. Sayang keduanya bukan Hakim MK. Maka keraguan, sakwasangka, kecurigaan, dan ketidakpercayaan menjadi bagian dari keputusan MK.

Menarik disimak, hadis yang sangat populer yang dirawikan oleh para pengarang kitab Sunan bahwa para Hakim itu hanya tiga orang. *Satu orang di surga dan dua lainnya di neraka*. Seorang yang di surga adalah Hakim yang mengetahui kebenaran, lalu menetapkan hukum dengan kebenaran itu. Ia di surga. Seorang lagi, Hakim yang mengetahui kebenaran, tapi culas. Ia tidak menetapkan hukum berdasarkan kebenaran. Ia di neraka. Yang satu lagi, Hakim yang bodoh, tidak tahu kebenaran, dan menetapkan hukum atas dasar hawa nafsu. Ia juga di neraka. (HR Abu Daud).Semoga Allah memberikan jalan untuk kita semua. Aamiin.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Soal Pembatalan Haji 2020, PKS: Pemerintah Melanggar Undang-Undang!

Soal Pembatalan Haji 2020, PKS: Pemerintah Melanggar Undang-Undang!

Selasa, 02 Jun 2020 23:40

Hikmah di Balik Pembatalan Ibadah Haji 1441H

Hikmah di Balik Pembatalan Ibadah Haji 1441H

Selasa, 02 Jun 2020 22:36

Apple Kunci iPhone Jarahan Untuk Selamanya Ketika Protes Atas Tewasnya Flyod Berlanjut di AS

Apple Kunci iPhone Jarahan Untuk Selamanya Ketika Protes Atas Tewasnya Flyod Berlanjut di AS

Selasa, 02 Jun 2020 22:35

Batalkan Pemberangkatan Haji 2020 Secara Sepihak, Legislator Sebut Menag Offside

Batalkan Pemberangkatan Haji 2020 Secara Sepihak, Legislator Sebut Menag Offside

Selasa, 02 Jun 2020 21:22

Bangladesh Laporkan Kematian Pertama Akibat COVID-19 di Kamp Pengungsi Rohingya

Bangladesh Laporkan Kematian Pertama Akibat COVID-19 di Kamp Pengungsi Rohingya

Selasa, 02 Jun 2020 21:10

Australia Selidiki Serangan Terhadap Wartawannya Oleh Polisi AS Saat Meliput Demonstrasi

Australia Selidiki Serangan Terhadap Wartawannya Oleh Polisi AS Saat Meliput Demonstrasi

Selasa, 02 Jun 2020 20:46

Seorang Karyawan Kantor PM Israel Benyamin Netanyahu Positif Terinfeksi Virus Corona

Seorang Karyawan Kantor PM Israel Benyamin Netanyahu Positif Terinfeksi Virus Corona

Selasa, 02 Jun 2020 19:15

Koalisi Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houtsi yang Akan Menargetkan Warga Sipil Khamis Mushalit

Koalisi Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houtsi yang Akan Menargetkan Warga Sipil Khamis Mushalit

Selasa, 02 Jun 2020 19:00

IPO Desak KPU RI Terapkan Protokol Next Normal untuk Pilkada 2020

IPO Desak KPU RI Terapkan Protokol Next Normal untuk Pilkada 2020

Selasa, 02 Jun 2020 17:47

Ahli Sebut Penggunaan Masker Saat Berolahraga Dimungkinkan

Ahli Sebut Penggunaan Masker Saat Berolahraga Dimungkinkan

Selasa, 02 Jun 2020 15:57

Data Pemilih Bocor, Komisioner KPU Perlu Dirombak Total

Data Pemilih Bocor, Komisioner KPU Perlu Dirombak Total

Selasa, 02 Jun 2020 14:41

Utamakan Keselamatan, Keberangkatan Jamaah Haji Tahun Ini Dibatalkan

Utamakan Keselamatan, Keberangkatan Jamaah Haji Tahun Ini Dibatalkan

Selasa, 02 Jun 2020 13:53

Meski Covid-19 Belum Berakhir, Pengamat Sarankan Pilkada tetap Dilaksanakan di Tahun 2020

Meski Covid-19 Belum Berakhir, Pengamat Sarankan Pilkada tetap Dilaksanakan di Tahun 2020

Selasa, 02 Jun 2020 12:55

Terkait New Normal, Politisi PKS Minta Ojek Online Boleh Bawa Penumpang dengan Protokol Kesehatan

Terkait New Normal, Politisi PKS Minta Ojek Online Boleh Bawa Penumpang dengan Protokol Kesehatan

Selasa, 02 Jun 2020 12:39

Din Syamsuddin Doakan Ade Armando

Din Syamsuddin Doakan Ade Armando

Selasa, 02 Jun 2020 11:37

Trump Ancam Kirim Militer AS untuk Tumpas Kerusuhan Sipil Akibat Kematian George Flyod

Trump Ancam Kirim Militer AS untuk Tumpas Kerusuhan Sipil Akibat Kematian George Flyod

Selasa, 02 Jun 2020 11:35

Soal Covid-19, Jangan Samakan Negeri Gingseng dengan Negeri Tetangga

Soal Covid-19, Jangan Samakan Negeri Gingseng dengan Negeri Tetangga

Selasa, 02 Jun 2020 11:10

Dilarang WHO, Legislator Minta Pemerintah Klarifikasi Penggunaan ‘Klorokuin’ untuk Pasien Covid-19

Dilarang WHO, Legislator Minta Pemerintah Klarifikasi Penggunaan ‘Klorokuin’ untuk Pasien Covid-19

Selasa, 02 Jun 2020 10:21

Ade Armando: Memang Salah Saya Apa?

Ade Armando: Memang Salah Saya Apa?

Selasa, 02 Jun 2020 09:56

Pakar Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan Saat WFH

Pakar Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan Saat WFH

Selasa, 02 Jun 2020 09:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X