Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.919 views

Pilih Oposisi, PKS Jadi Tumpuan Terakhir Rakyat

Oleh:

Tony Rosyid

Pengamat politik dan pemerhati bangsa

 

KOALISI 02 bubar. Demokrat sudah lebih dulu merapat ke istana. Ada lampu hijau, kecuali PKB yang masih khawatir jatah kursi di kabinet berkurang. “Silahkan bergabung, tapi jangan ambil jatah PKB”, kata Muhaimin Iskandar.

PAN juga sudah merapat. Tapi, lampu masih kuning. Ada sejumlah pihak yang tak menerima PAN. Kabarnya, karena faktor Amien Rais yang cukup keras kritiknya kepada penguasa. Apakah PAN pada akhirnya punya peluang untuk bersama-sama ikut dalam kekuasaan? Masih belum bisa diprediksi. Pertanyaan yang perlu diajukan publik justru: “mengapa PAN bernafsu untuk ikut bergabung dalam kekuasaan Jokowi?” Apakah semata-mata untuk kekuasaan? Atau ada faktor lain, misalnya untuk mengamankan kadernya dari sebuah kasus?

Sementara Gerindra belum membuat keputusan. Kok belum? Pertama, masih ada tarik menarik dan pro kontra diantara elit Gerindra. Mereka saling adu kuat untuk mempengaruhi Prabowo. Kedua, bagi Prabowo sendiri nampaknya masih menghitung untung rugi masuk koalisi atau jadi oposisi. Untung rugi buat partai maupun tak menutup kemungkinan juga buat nasib Prabowo sendiri sebagai seorang pengusaha. Tak mudah bagi pebisnis jika berseberangan dengan penguasa. Siapapun pebisnis, terutama kelas kakap seperti Prabowo, tak mudah eksis jika berada di luar -dan berlawanan dengan- kekuasaan. Ketiga, Gerindra gagal membujuk PKS untuk bersama-sama ikut berkoalisi dengan kubu istana. Berpisah dengan partai sekutu punya risiko politik baik di parlemen, pilkada maupun pilpres kedepan.

Prabowo peragu? Pertanyaan ini mulai muncul di publik akhir-akhir ini, terutama dari para pendukungnya. Yang pasti, nampak sekali semua yang terjadi pasca pilpres tak diantisipasi dan disiapkan perencanannya secara matang. Gerindra hanya menyiapkan kemenangan. Tapi tak siap langkah antisipatif ketika kalah. Dimulai dari keputusan untuk ke Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Internasional terlihat gamang. Begitu juga berlarut-larutnya keputusan untuk bergabung ke istana atau memilih oposisi. Ini indikator atas ketidaksiapan itu.

Berbeda dengan tiga partai koalisi yang lain. Demokrat dan PAN sudah antisipasi jika kalah. Begitu kalah, segera merapat ke istana dan gabung dengan koalisi Jokowi. Meski secara moral publik mempertanyakan sikap politik kedua partai ini. Tapi pilihan ini setidaknya tegas dan jelas. Jelas jenis kelaminnya.

Jika Demokrat dan PAN dengan langkah mantapnya merapat ke istana, maka PKS sebaliknya. PKS memilih oposisi. Sepertinya, itu harga mati bagi PKS. Kabarnya, berbagai ajakan dan tawaran ke PKS untuk gabung ke istana ditolak. Kenapa PKS harus diajak? Karena PKS jadi kendala Gerindra untuk menerima ajakan gabung ke istana. Kenapa Gerindra diajak? Agar tak ada oposisi yang kuat dan berpotensi jadi hambatan dan gangguan bagi istana. Figur Prabowo jika gabung ke istana dianggap dapat mematahkan dan mematikan semua langkah perlawanan para pendukungnya yang terlalu kritis dan cenderung anti penguasa.

Bagi PKS, negara mesti punya oposisi. Meski tak dikenal di dalam hukum tata negara kita, tapi secara fungsional oposisi dibutuhkan untuk menjaga demokrasi agar tetap sehat. Dengan ada oposisi, maka akan ada check and balance. Pemerintah ada yang mengawasi dan mengontrolnya. Tidakkah ini salah satu tugas parlemen yang harus dijalankan?

Oposisi berfungsi pertama, menjadi alarm jika pemerintah melakukan kesalahan dan pelanggaran konstitusional. Kedua, mencegah rezim terjebak dalam sikap represif dan menjauhkan kekuasaan dikelola secara totaliter dan otoriter. Ketiga, mencegah parlemen jalanan karena ada representasi partai politik yang menampung dan menyuarakannya.

Dalam konteks ini PKS jadi pionir di saat hampir semua partai bernafsu merapat ke istana. Rakyat layak berterima kasih kepada keteguhan dan konsistensi PKS yang bertahan dalam posisinya sebagai oposisi dan tak tergoda kekuasaan. Di tengah keprihatinan rakyat atas kompleksitas problem negara akibat kebijakan pemerintah yang tak tepat dan seringkali keliru, mestinya menjadi inspirasi partai-partai politik untuk makin kuat dalam mengontrol, memperingatkan dan meluruskan pemerintah. Yang terjadi sebaliknya, partai-partai politik itu justru merapat dan mendukungnya. Ini tentu sikap yang memprihatinkan di mata rakyat.

Pilihan PKS mengambil posisi sebagai oposisi seolah menjadi telaga rakyat di tengah kekecewaan yang begitu akut selama ini. PKS-lah tumpuan terakhir bagi aspirasi rakyat yang tak tertampung, dan bahkan cenderung diabaikan oleh penguasa. Sikap PKS tepat karena masih menyiapkan ruang untuk menampung harapan dan keinginan rakyat yang kecewa terhadap pemerintah. Segala risiko yang harus diterima PKS ketika memilih oposisi, pada saatnya nanti akan membuahkan hasil tidak saja untuk bangsa, tapi juga untuk PKS sendiri. Karena sikap oposisinya, PKS berpotensi akan meraih gelombang simpati rakyat dan pada akhirnya akan menjadikannya sebagai partai terbesar sebagaimana PDIP di tahun 2004-2014 saat memilih jadi oposisi.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Rabu, 19/02/2020 01:53

Kemuliaan Seorang Ibu