Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.171 views

Pak Wiranto Apa Tidak Ingin Husnul Khotimah?

 

Oleh

Hersubeno AriefKonsultan media dan politik

 

MUMPUNG dalam suasana bulan Romadhon, pertanyaan ini perlu kita ajukan kepada Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto.

Dalam Islam seluruh perjalanan hidup seseorang, amal perbuatannya, diukur bagaimana caranya dia mengakhiri hidupnya. Berakhir dengan baik ( husnul khoitimah ), atau berakhir buruk ( su’ul khotimah ).

Mana yang akan dipilih oleh Wiranto mengingat perjalanan panjang karir militer dan pengabdiannya di pemerintahan?

Wiranto baru saja merayakan ulang tahun ke 72 ( Lahir 4 April 1947). Secara kalkulasi manusia, usianya sudah cukup lanjut. Karir politiknya juga sudah memasuki tahapan akhir.

Bagaimana dia ingin dikenang oleh bangsa Indonesia? Apakah dikenang sebagai orang yang baik. Seorang perwira tinggi militer yang punya andil menjaga demokrasi, menjunjung kebebasan dan hak asasi manusia?

Atau sebaliknya dia akan dicatat dengan tinta buruk dalam sejarah perjalanan bangsa. Terpulang kepada Pak Wiranto sendiri.

Pernyataannya yang mengancam akan men-shutdown media massa, dan membentuk tim untuk mengamati dan memantau tokoh yang mencaci presiden, menunjukkan tanda-tanda kuat, Wiranto memilih opsi kedua. Opsi mengakhiri karir politiknya dengan buruk.

Kebebasan dan independensi media massa, kebebasan berpendapat menyampaikan pikiran secara lisan dan tulisan, termasuk mengecam presiden yang berkuasa, adalah dua fitur penting dalam sebuah negara demokrasi. Jauh sebelumnya para pendiri bangsa ( founding fathers ) juga sudah menjaminnya dalam rumusan pasal-pasal UUD 45.

Hanya di negara totaliter —fasis dan komunis— dua kebebasan itu dilarang. Mereka mengontrol dengan ketat dan menjadikan media sebagai alat propaganda. Para pengecam penguasa dibungkam, ditindas. Kalau perlu dilenyapkan, dibuang ke kamp pengasingan dan kerja paksa.

Pemerintah yang sepenuhnya mengontrol rakyatnya secara dramatis digambarkan oleh George Orwell dalam novelnya yang sangat laris “1984’”. Sebuah pemerintahan yang secara brutal mengontrol masyarakat sejak dalam pikirannya. Inilah sebuah massa yang banyak disebut sebagai orde Orwellian, terinspirasi dari rezim komunis Soviet dan perang di Inggris Raya.

Di Amerika Serikat (AS) tak lama setelah Donald Trump terpilih menjadi presiden (2016), di berbagai kota berlangsung demonstrasi serentak. Mereka membawa poster bergambar Trump dengan tulisan Not My Presiden!

Di sejumlah plaza dan tempat-tempat terbuka, boneka Trump dalam ukuran besar dipajang dan dijadikan alat warga melampiaskan kemarahannya.

Ada yang memukulinya dan bergaya bak petinju. Ada juga yang bergaya jago kungfu melakukan tendangan salto. Boneka Trump benar-benar jadi alat warga menghinakannya.

Apakah Trump marah? Benar Trump marah. Dia juga menuduh media massa memprovokasi warga. Tapi hanya sampai disitu. Dia tidak melanjutkan dengan ancaman memberangus media, apalagi menangkap para pengecamnya.

Begitulah negara demokrasi. Orang bebas berekspresi, selama tidak melanggar hukum. Presiden bukanlah orang suci yang tidak boleh disentuh. Dia hanya pelayan rakyat. Menjadi penguasa karena mendapat mandat rakyat.

Sangat mengherankan

Melihat perjalanan hidupnya, pilihan sikap politik Wiranto ini sesungguhnya sangat mengherankan.

Bagaimana mungkin hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun menjadi pembantu Jokowi, dia berubah menjadi seorang true believer. Seseorang yang bertindak secara tidak rasional, benar salah membela Jokowi. Pejah gesang, nderek Jokowi?

Mengapa dia seakan menutup mata, telinga dan nuraninya yang paling dalam atas kebenaran?

Tidak kah dia melihat dengan mata hati yang jernih, bahwa hanya sebagian sangat kecil media yang masih bersikap kritis. Sebagian besar media sudah berhasil dikooptasi, ditundukkan, dan menjadi pendukung buta pemerintah.

Apakah dia tidak bisa bersikap lebih arif, para tokoh tersebut menyuarakan kebenaran dan mengingatkan pemerintahan Jokowi yang menyimpang jauh dari azas demokrasi.

Pemberangusan media dan pembungkaman tokoh oposisi adalah gaya pemerintahan Orde Baru. Wiranto pernah melakukan pengabdian panjang. Tak kurang 30 tahun.

Wiranto pernah menjadi ajudan, dan sampai pada puncak karirnya menjadi Menhankam/Panglima ABRI. Tokoh yang sangat berkuasa di luar Presiden Soeharto.

Namun diujung kekuasaannya Pak Harto pada tanggal 20 Mei 1998 memanggil dan memberi Wiranto mandat yang luar biasa. Soeharto terhitung tanggal 21 Mei 1998 akan mengundurkan diri dan Wiranto diangkat menjadi Komando Kewaspadaan dan Keselamatan.

Melalui Inpres Nomor 16 Tahun 1998 Wiranto sesungguhnya diberi mandat untuk menjadi penguasa berikutnya. Inpres itu sama seperti Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno kepada Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Soeharto.

Dengan bekal surat perintah untuk memulihkan kondisi keamanan pasca pemberontakan G30S/PKI, Letjen TNI Soeharto bergerak cepat. Sejarah akhirnya mencatat dia menjadi penguasa Orde Baru selama 32 tahun.

Wiranto mengambil jalan sejarah berbeda dengan mentornya Soeharto. Dia memilih opsi kedua yang ditawarkan Soeharto: Boleh digunakan, boleh tidak.

Dia memilih bersama arus perubahan bersama rakyat dan mengikuti jalur konstitusional. Mendukung Wapres BJ Habibie menggantikan Soeharto sebagai presiden.

Pilihan Wiranto sangat tepat. Melalui pemerintahan Habibie era demokrasi Indonesia bergulir. Media juga mengalami masa kebebasan.

Melalui Menteri Penerangan Letjen TNI (Purn) Yunus Yosfiah keran kebebasan pers dibuka lebar. Lembaga Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) dihapuskan. Tidak ada lagi lembaga pembredelan.

Menjadi sebuah tandatanya besar bila kini Wiranto mengambil sikap yang berbeda. Dia mengabdi puluhan tahun dan berhutang budi sangat besar kepada Soeharto. Dia juga ditawari menjadi penguasa berikutnya oleh Soeharto.

Dengan posisinya sebagai Menhankam/Pangab Wiranto punya kekuasaan besar di tangannya. Ibarat kata tinggal menjentikkan jarinya, dia akan menjadi penguasa Indonesia. Jokowi saat itu entah sedang berada dimana.

Saat ini posisinya “hanya” seorang Menkopolhukam. Dia masuk melalui proses resafel kabinet. Pengaruhnya di pemerintahan juga sangat kecil. Jauh sekali bila dibandingkan dengan yuniornya Menko Martim Luhut Panjaitan. Secara matematis dan ukuran usia manusia normal, karir politiknya sudah berada di ujung perjalanan.

Mengapa Wiranto harus pasang badan dan memilih berhadapan dengan arus besar perubahan di tengah rakyat?

Benarkah Wiranto terkena “Jokowi effect”? Sebuah efek para tokoh dan cerdik cendekia yang kehilangan akal sehatnya ketika berdekatan dan menjadi pembantu Jokowi?

Sekali lagi terpulang kepada Anda Pak Wiranto. Mau mengakhiri karir politik dan dikenang oleh bangsa Indonesia, maupun anak cucu dengan baik atau buruk?

Bangsa Indonesia akan menjadi saksinya. end

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
[VIDEO] Diabetes dan Cara Penanganannya || Part 2

[VIDEO] Diabetes dan Cara Penanganannya || Part 2

Kamis, 02 Jul 2020 10:58

Mengeja Hujan

Mengeja Hujan

Kamis, 02 Jul 2020 09:26

Jokowi Marah, Demo RUU HIP Gak Goyah

Jokowi Marah, Demo RUU HIP Gak Goyah

Kamis, 02 Jul 2020 08:25

Hamas: Seluruh Faksi Palestina Bersatu Melawan Rencana Aneksasi

Hamas: Seluruh Faksi Palestina Bersatu Melawan Rencana Aneksasi

Rabu, 01 Jul 2020 22:50

UEA Tekan AS untuk Lakukan Intervensi di Libya

UEA Tekan AS untuk Lakukan Intervensi di Libya

Rabu, 01 Jul 2020 22:39

Blessing In Disguise

Blessing In Disguise

Rabu, 01 Jul 2020 19:07

Terjadi Penistaan Agama Jika RUU HIP Disahkan

Terjadi Penistaan Agama Jika RUU HIP Disahkan

Rabu, 01 Jul 2020 18:27

Menag: Indonesia Tetap Berdiri di Belakang Perjuangan Palestina

Menag: Indonesia Tetap Berdiri di Belakang Perjuangan Palestina

Rabu, 01 Jul 2020 14:59

Rusia dan Turki Tingkatkan Penerbangan ke Libya Ketika Pertempuran Besar di Sirte Mendekat

Rusia dan Turki Tingkatkan Penerbangan ke Libya Ketika Pertempuran Besar di Sirte Mendekat

Rabu, 01 Jul 2020 14:45

Studi: Kurang Tidur Bikin Orang Jadi Lebih Mudah Marah

Studi: Kurang Tidur Bikin Orang Jadi Lebih Mudah Marah

Rabu, 01 Jul 2020 14:20

Hyppe, Media Sosial Asli Indonesia Siap Mendunia

Hyppe, Media Sosial Asli Indonesia Siap Mendunia

Rabu, 01 Jul 2020 14:06

Tidak Sekedar Program OPOP, Pengasuh Ponpes Harapkan Adanya Asosiasi Ekonomi Pesantren

Tidak Sekedar Program OPOP, Pengasuh Ponpes Harapkan Adanya Asosiasi Ekonomi Pesantren

Rabu, 01 Jul 2020 12:06

Pertamina Diminta Tinjau Ulang Rencana Penghapusan Premium, Pertalite, dan Solar Dengan CN 48

Pertamina Diminta Tinjau Ulang Rencana Penghapusan Premium, Pertalite, dan Solar Dengan CN 48

Rabu, 01 Jul 2020 11:58

Upaya PKS Berbuah Hasil. Subsidi Gas Melon Tidak Jadi Dicabut Malah Ditambah

Upaya PKS Berbuah Hasil. Subsidi Gas Melon Tidak Jadi Dicabut Malah Ditambah

Rabu, 01 Jul 2020 10:53

Sekjen Gelora:  KPU Perlu Buat Terobosan agar Pilkada Hemat Anggaran

Sekjen Gelora: KPU Perlu Buat Terobosan agar Pilkada Hemat Anggaran

Rabu, 01 Jul 2020 09:40

Beri Ruang Aturan Terkait Keluarga dan Kolaborasi Ilmu, PKS Apresiasi RUU Tentang Profesi Psikologi

Beri Ruang Aturan Terkait Keluarga dan Kolaborasi Ilmu, PKS Apresiasi RUU Tentang Profesi Psikologi

Rabu, 01 Jul 2020 08:24

Pendapat Hukum Dugaan Tindak Pidana Partai Pengusul RUU Haluan Ideologi Pancasila

Pendapat Hukum Dugaan Tindak Pidana Partai Pengusul RUU Haluan Ideologi Pancasila

Rabu, 01 Jul 2020 07:15

Ilmui Gempa, Kuatkan Iman

Ilmui Gempa, Kuatkan Iman

Rabu, 01 Jul 2020 06:55

Psikiater Muhammadiyah Bersatu Mendobrak Stigma Buruk Gangguan Jiwa

Psikiater Muhammadiyah Bersatu Mendobrak Stigma Buruk Gangguan Jiwa

Selasa, 30 Jun 2020 23:40

KH. Hilmi Aminuddin Meninggal Dunia

KH. Hilmi Aminuddin Meninggal Dunia

Selasa, 30 Jun 2020 22:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X