Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.814 views

Karni Ilyas Cuti dari ILC, Ini Dia Alasannya

 

Oleh:

Djadjang Nurjaman
Pengamat Media dan Kebijakan Publik

GAK ada angin, gak ada hujan pemandu acara TV senior Karni Ilyas tiba-tiba mengumumkan cuti.

Melalui akun twitternya @karniilyas mencuit : Dear pecinta ILC. Selama hampir setahun ILC sudah bekerja memberikan informasi, pendidikan publik dan ikut mengawal dari kampanye sampai pemilu. Karena itu mulai Senin besok, saya memutuskan untuk mengambil cuti. Mohon maaf dan sampai ketemu di ILC yad.

Tak lama kemudian dia membuat ralat : Maaf, maksudnya Selasa besok.

Banyak yang terkejut dengan pengumuman Bang KI, begitu dia biasa dipanggil. Cuti, apalagi di momen penting seperti saat ini, tidak ada dalam kamus KI. Ini anomali, bahkan deviasi. Menyimpang. Ada sesuatu yang tidak wajar.

Selama menjadi wartawan,  penggila kerja ini diketahui jarang  mengambil cuti. Apalagi saat ini  merupakan momen krusial, saat penghitungan suara pilpres. Saat-saat yang sangat menentukan kelangsungan demokrasi di Indonesia.

Sebagai wartawan yang besar di lapangan, dia selalu hadir dalam momen-momen penting. Dia juga hadir dalam momen berbahaya seperti penggerebekan jaringan teroris DR Azhari di Batu Malang.

Begitulah wartawan sejati. Dia justru mendekat, ketika orang lain menjauh. Dia ingin tahu, ketika orang lain tidak ingin tahu, atau pura-pura tidak tahu.

Sangat aneh rasa ingin tahu ( curiosity ) KI tidak tertantang untuk mengetahui ada apa di balik kisruhnya pelaksanaan pilpres kali ini. Ada apa di balik massifnya kecurangan yang dilakukan kubu petahana.  

Karena itu ketika tiba-tiba KI mengumumkan cuti banyak yang curiga. Pasti ada apa-apanya.

Sebuah sumber di tvOne membisikkan,  KI memilih cuti ketimbang harus  kompromi dengan tekanan penguasa.

Sebagai sebuah tayangan yang sangat kritis, menampilkan narasumber dari berbagai sudut pandang, Indonesia Lawyers Club (ILC)   dinilai sering membuat merah telinga penguasa. Beberapa kali ILC sempat tidak tayang.  Salah satunya ketika suhu politik memanas pada saat Aksi 212.

Biasanya yang jadi sasaran penguasa adalah keluarga pengusaha Aburizal Bakrie (ARB) pemilik tvOne. Proyek bisnis oil dan gas keluarga Bakrie bernilai trilyunan dolar AS diamputasi Menteri ESDM Ignasius Jonan, karena ARB pasang badan ILC tetap tayang.

Tekanan terhadap keluarga Bakrie terus berlanjut selama proses Pilpres 2019 berlangsung. Mereka terpaksa harus melakukan kompromi-kompromi politik.

ARB melalui Golkar menyatakan mendukung Jokowi. Anindya Bakrie anak sulung ARB hadir dalam deklarasi pengusaha pendukung Jokowi yang dikomandoi Yusuf Wanandi. Sebaliknya tvOne terus tampil kritis. Begitu juga ILC.

Sebagai sebuah tayangan talk show politik, ILC menempati peringkat teratas diantara tayangan sejenis. Jumlah pemirsanya terbanyak. Hal itu tercermin dari rating dan share audience yang tinggi.

Dari sisi revenue, ILC juga sangat menguntungkan. Ibarat ayam petelur, ILC adalah ayam bertelur emas. Setiap tayang bisa menghasilkan milyaran rupiah dari slot iklannya.

Publik bertanya-tanya mengapa KI dan manajemen tvOne memutuskan menghentikan sementara tayangan, sampai waktu yang tidak ditentukan.

Pasti ada tekanan yang sangat kuat dan tidak mampu mereka tahan. Ketimbang berkompromi membuat tayangan yang tidak sesuai dengan “jati diri” ILC dan KI, lebih baik tidak usah tayang sekalian.

Kalau sekedar KI ingin istirahat, karena kelelahan memandu acara sepekan sekali, mereka bisa membuat rekaman untuk tayangan tunda. Agar isunya tetap aktual,  bisa kok diprediksi topik apa yang akan tetap hangat sampai sepekan ke depan.

Sejumlah pimpinan media mengakui, ada tekanan dari penguasa untuk tidak membuat tayangan/pemberitaan kecurangan-kecurangan pilpres. Selain kecurangan, mereka juga diminta tidak memberitakan kegiatan deklarasi, atau aksi massa menentang pilpres curang.

Tekanan itu bahkan sampai hal-hal yang sangat sepele. Portal berita Warta Kota menjadi salah satu korbannya. Mereka terpaksa menghapus konten berita yang dinilai merugikan palson 01.

Warta kota sebelumnya menurunkan berita tentang protes sejumlah tokoh Sunda atas pernyataan Amin Mudzakir pendukung Jokowi.  Dalam statusnya Amin minta maaf karena Jokowi kalah di Jabar. Menurutnya orang Sunda sulit diajak maju.

Berita itu sempat tayang http://wartakota.tribunnews.com/2019/04/22/heboh-pelecehan-orang-sunda-dan-sejumlah-wilayah-yang-dimenangkan-prabowo-subianto. Namun ketika dibuka naskahnya sudah tidak ada.

Sumber di Warta Kota menyebut mereka mendapat tekanan. Sejumlah petinggi media itu diidentifikasi sebagai pendukung Jokowi “banyak cebong disini kang,” ujar salah satu wartawan.

Selain kecurangan pilpres gila-gilaan,  praktik pemberangusan terhadap kebebasan pers menjadi ciri utama dari rezim Jokowi. Benar seperti dikatakan oleh sejumlah pengamat asing, rezim Jokowi anti demokrasi dan otoriter.

We will miss you Bang KI. See you soon. Entah sampai kapan?

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Kaji Konsep Pendidikan Al-Qur’an Ulama Bugis, Ustadz Zaitun Raih Gelar Doktor

Kaji Konsep Pendidikan Al-Qur’an Ulama Bugis, Ustadz Zaitun Raih Gelar Doktor

Senin, 26 Aug 2019 12:00

Perampok Politik

Perampok Politik

Senin, 26 Aug 2019 11:15

Soal Pindah Ibu Kota, PKS Ingatkan Pemerintah Harus Bahas dengan DPR

Soal Pindah Ibu Kota, PKS Ingatkan Pemerintah Harus Bahas dengan DPR

Senin, 26 Aug 2019 06:45

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner di Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner di Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Senin, 26 Aug 2019 06:10

Ribuan Pengungsi Rohingya Peringati 'Hari Genosida' di Bangladesh

Ribuan Pengungsi Rohingya Peringati 'Hari Genosida' di Bangladesh

Ahad, 25 Aug 2019 23:06

Toyota akan Luncurkan Berbagai Kendaraan Listrik untuk Olimpiade 2020

Toyota akan Luncurkan Berbagai Kendaraan Listrik untuk Olimpiade 2020

Ahad, 25 Aug 2019 22:49

Di Tengah Krisis Kashmir, PM India Malah Dapat Penghargaan Kehormatan dari UEA

Di Tengah Krisis Kashmir, PM India Malah Dapat Penghargaan Kehormatan dari UEA

Ahad, 25 Aug 2019 22:35

Studi Terbaru: Tes Darah Dapat Memprediksi Umur Seseorang

Studi Terbaru: Tes Darah Dapat Memprediksi Umur Seseorang

Ahad, 25 Aug 2019 21:35

3 Tentara Turki Tewas di Irak Utara Setelah Bentrok dengan Pemberontak Komunis Kurdi

3 Tentara Turki Tewas di Irak Utara Setelah Bentrok dengan Pemberontak Komunis Kurdi

Ahad, 25 Aug 2019 21:35

Milisi Syiah Hizbullata Bantah Tembak Jatuh Pesawat Tanpa Awak Israel

Milisi Syiah Hizbullata Bantah Tembak Jatuh Pesawat Tanpa Awak Israel

Ahad, 25 Aug 2019 21:30

Penguncian India Atas Wilayah Kashmir yang Diduduki Berlanjut untuk Hari ke-20

Penguncian India Atas Wilayah Kashmir yang Diduduki Berlanjut untuk Hari ke-20

Ahad, 25 Aug 2019 21:05

Pengungsi Rohingya Merindukan Rumah dan Kewarganegaraan

Pengungsi Rohingya Merindukan Rumah dan Kewarganegaraan

Ahad, 25 Aug 2019 20:22

Dua Pesawat Tanpa Awak Israel Jatuh di Lebanon

Dua Pesawat Tanpa Awak Israel Jatuh di Lebanon

Ahad, 25 Aug 2019 19:16

Pria Muslim Meninggal Setelah Diinterogasi di Penjara Thailand yang Terkenal Kejam

Pria Muslim Meninggal Setelah Diinterogasi di Penjara Thailand yang Terkenal Kejam

Ahad, 25 Aug 2019 19:15

Pesawat Tempur Turki 'Netralisir' 9 Teroris PKK di Irak Utara

Pesawat Tempur Turki 'Netralisir' 9 Teroris PKK di Irak Utara

Ahad, 25 Aug 2019 18:10

Putaran ke-9 Perundingan Damai AS-Taliban Dilanjutkan di Doha Qatar

Putaran ke-9 Perundingan Damai AS-Taliban Dilanjutkan di Doha Qatar

Ahad, 25 Aug 2019 17:03

AS: Pembersihan Etnis Muslim Rohingya Masih Berlanjut di Myanmar

AS: Pembersihan Etnis Muslim Rohingya Masih Berlanjut di Myanmar

Ahad, 25 Aug 2019 16:54

Alumnus: Pemilihan Ketua Alumni UI Memuakkan

Alumnus: Pemilihan Ketua Alumni UI Memuakkan

Ahad, 25 Aug 2019 13:53

Mereka Kritisi Rencana Cina Bantu BPJS

Mereka Kritisi Rencana Cina Bantu BPJS

Ahad, 25 Aug 2019 11:53

Lebih 2/3 Pengungsi Suriah di Kamp Rukhban Menolak Kembali ke Daerah yang Dikuasai Rezim

Lebih 2/3 Pengungsi Suriah di Kamp Rukhban Menolak Kembali ke Daerah yang Dikuasai Rezim

Ahad, 25 Aug 2019 11:30


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Sabtu, 24/08/2019 10:51

Ampun! Ngutang Lagi, ke Cina Lagi?