Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.217 views

Koran Kompas Menghina Reuni 212

SEBAGAI media rujukan nasional, yang “dipercaya” oleh masyarakat, harian Kompas melakukan kesalahan besar terkait kebijakan mereka dalam memberitakan peristiwa besar nasional, Reuni 212, pada 2 Desember 2018. Lihat halaman depan Kompas edisi hari ini, 3 Desember 2018.

Mereka mengangkat berita tentang sampah. Bagi saya, penempatan “sampah” sebagai berita utama Kompasmenyelipkan pesan yang sangat menghina Reuni 212. Mereka meletakkan berita reuni itu di halaman dalam. 

Saya berpendapat, segenap pimpinan redaksi Kompasmenganggap Reuni 212 sebagai “peristiwa sampah”. Itulah pesan Kompas dengan menampilkan liputan mengenai sampah di halaman satunya.

Mereka melihat liputan tentang sampah jauh lebih penting dari Reuni 212. Padahal, reuni ini dihadiri jutaan orang dan mendapat liputan dari media internasional.

Jika ditarik lebih jauh lagi, menurut hemat saya, Kompas tidak saja melecehkan Reuni 212. Melainkan surat kabar ini menghina umat Islam secara keseluruhan.

Memang betul bahwa kebijakan redaksi dalam penyajian berita sepenuhnya menjadi hak prerogatif mereka. Tetapi, mengingat Kompas adalah koran yang telah berpengalaman dan dianggap “wise” dalam menjabarkan hak dan tanggung jawabnya sebagai komponen pers nasional yang sekaligus berfungsi sebagai pilar demokrasi, maka penempatan berita Reuni 212 di halaman dalam dengan porsi yang “sangat tak wajar”, sungguh sangat aneh.

Tidak berlebihan untuk disebut tendensius. Pantas juga dikatakan sebagai “deliberate partial act”. Tindakan berpihak yang disengaja. Apa dasar untuk mengatakan begitu?

Ini penjelasannya. Untuk menurunkan liputan utama tentang sampah lengkap dengan data dan grafik, pastilah tim redaksi melakukan upaya yang lama dan melibatkan banyak orang. Artinya, tak terelakkan kesan bahwa Kompas memang sengaja menyiapkan laporan mengenai sampah itu untuk disajikan tepat bersamaan dengan penyajian berita Reuni 212.

Mereka sudah tahu sejak lama bahwa tanggal 3 Desember 2018 adalah hari edisi cetak untuk Reuni 212 itu. Dan redaksi bisa melihat sendiri sebesar apa Reuni 212 itu. Jadi, tak terjelaskan dengan akal sehat jurnalistik mengapa berita besar tentang umat Islam ini disembunyikan di halaman dalam.

Langkah redaksi Kompas seratus persen bertentangan dengan kaidah penyajian berita. Bertolak belakang dengan pertimbangan akal sehat. Apalagi, Kompas menempatkan berita tentang sampah di halaman depan. Ini, bagi saya, menyiratkan “coded message” bahwa liputan tentang sampah, bagi Kompas, lebih bernilai dibandingkan Reuni 212.

Kalau benar dugaan saya bahwa Kompas sengaja “menyampahkan” Reuni 212, alangkah berbahayanya garis kebijakan redaksional yang mereka ambil. Dari sudut pandang mana pun juga, Reuni 212 sangat layak menjadi berita besar. Peristiwa ini memenuhi semua kriteria jurnalistik untuk ditempatkan sebagai berita utama.

Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan pertanyaan kepada pimpinan redaksi Kompas: apakah memang seperti itu yang Anda lakukan? 

Memang sejak lama ada semacam “barrier” (rintangan) antara Kompas dan Islam dan umat Islam. Ini tak perlu saya elaborasi. Sebab, mereka sendirilah yang justru setiap hari mengelaborasikan itu. Merekalah yang sejak lama telah meratifikasikan keberadaan “barrier” itu. 

Saya tak heran kalau ada orang yang menilai Kompas menempatkan dirinya di balik “barrier” itu “by default” atau “by design”. Karena, koran ini tampak kesulitan untuk berlaku ramah kepada Islam dan umat Islam. Saya berpendapat, Kompas merasa Islam dan umat Islam adalah “national security threath” (ancaman keamanan nasional) bagi mereka kalau kita pinjam terminologi sekuriti Amerika Serikat.

Kita tidak perlu berbedat tentang ini. Cukup dengan mencermati sejarah hubungan antara Kompas dan umat Islam. Hubungan yang tak bisa dipungkiri bagaikan berlangsung di atas tumpukan api dalam sekam. Juga bisa terdeteksi dari “management behaviour” koran ini. 

Kita akui bahwa Kompas tidak sendirian dalam melecehkan Reuni 212. Semua koran lain, kecuali Republika dan Rakyat Merdeka, sengaja tidak memberikan porsi kepada peristiwa besar ini.

Akan tetapi, kita tidak dapat menerima perilaku Kompas itu mengingat posisinya sebagi “leading newspaper” (surat kabar terdepan). Koran yang diasumsikan memiliki “highly qualified editorial team”. Yaitu, tim redaksi yang berkualifikasi tinggi. 

Saya mengimbau kepada pimpinan Kompas agar tidak lagi menunjukkan “unpleasant attitude” (sikap tak menyenangkan) ketika menangani berita-berita tentang Islam dan umat Islam. Sebab, diskursus yang telah mendarah daging itu bisa berubah menjadi energi destruktif yang merugikan Kompas sendiri.*

Asyari Usman

Wartawan Senior

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ahad, 17 Nov 2019 06:53

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sabtu, 16 Nov 2019 22:00

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

Sabtu, 16 Nov 2019 21:30

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Sabtu, 16 Nov 2019 20:45

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Sabtu, 16 Nov 2019 20:00

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Sabtu, 16 Nov 2019 18:30

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Sabtu, 16 Nov 2019 10:16

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Sabtu, 16 Nov 2019 09:49

Tiga Periode, Gak Salah?

Tiga Periode, Gak Salah?

Sabtu, 16 Nov 2019 09:48

Cacat Pertama Nadiem

Cacat Pertama Nadiem

Sabtu, 16 Nov 2019 09:40

Pahlawan Kesesatan

Pahlawan Kesesatan

Sabtu, 16 Nov 2019 09:27

Suicide Bom Mapolrabes Medan; Kenapa Polisi Rentan Menjadi Target Serangan Teror?

Suicide Bom Mapolrabes Medan; Kenapa Polisi Rentan Menjadi Target Serangan Teror?

Sabtu, 16 Nov 2019 09:15

Pertolongan Allah

Pertolongan Allah

Sabtu, 16 Nov 2019 09:11

Sejumlah Produsen Raih Halal Award dari LPPOM MUI

Sejumlah Produsen Raih Halal Award dari LPPOM MUI

Sabtu, 16 Nov 2019 08:11

Israel Serang Gaza, Mardani Ali Sera: Indonesia Harus Protes Keras PBB

Israel Serang Gaza, Mardani Ali Sera: Indonesia Harus Protes Keras PBB

Sabtu, 16 Nov 2019 07:41

Fenomena Desa Hantu, Potret Birokrasi Kapitalistik

Fenomena Desa Hantu, Potret Birokrasi Kapitalistik

Sabtu, 16 Nov 2019 06:42

MUI, Lantangkan Suaramu untuk Tegaknya Syariat

MUI, Lantangkan Suaramu untuk Tegaknya Syariat

Sabtu, 16 Nov 2019 05:39

Dorong Ormas Islam Bentuk Koperasi, Menteri ATR Dukung Kemajuan Ekonomi Ummat

Dorong Ormas Islam Bentuk Koperasi, Menteri ATR Dukung Kemajuan Ekonomi Ummat

Jum'at, 15 Nov 2019 21:08

Jusuf Kalla Dijadwalkan Buka Muktamar ke-6 KBPII

Jusuf Kalla Dijadwalkan Buka Muktamar ke-6 KBPII

Jum'at, 15 Nov 2019 20:22

Menlu AS Sebut Koalisi Anti-Islamic State Harus Pindah Fokus ke Afika Barat dan Sahel

Menlu AS Sebut Koalisi Anti-Islamic State Harus Pindah Fokus ke Afika Barat dan Sahel

Jum'at, 15 Nov 2019 17:05


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 15/11/2019 08:14

Ketika Imam Kentut