Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.118 views

Minimnya Peran Negara dalam Arah Pendidikan Islam

MADRASAH RI mendapat kucuran dana pinjaman dari Bank Dunia senilai Rp.3,5 triliun disambut bahagia oleh kemenag (Kementrian Agama). Pinjaman itu akan digunakan untuk meningkatkan mutu Madrasah tingkat dasar dan menengah. Menurut Kemenag, karena keterbatasan dana APBN, pemerintah masih terfokus pada pembangunan sarana fisik, belum kualitas pendidikan (CNNIndonesia.com, 28/06/2019). Benarkah ini sekadar pinjam-meminjam? Di manakah sejatinya peran negara terhadap dunia pendidikan Islam?

No free lunch istilah yang tepat untuk menggambarkan kondisi pinjam-meminjam saat ini. Telah kita ketahui bersama bahwa pinjaman tak sekedar pinjam lantas kembali. Dalam aplikasi Kapitalisme segala sesuatu diukur dengan manfaat dan keuntungan. Para pemodal memberikan pinjaman pasti mengharapkan keuntungan dan manfaat berlipat. Negara peminjam menginginkan sesuatu dari arah pendidikan Islam dari negeri mayoritas Muslim ini.

Minimal ada dua yang diinginkan peminjam; keuntungan bunga yang besar dan kontrol terhadap arah pendidikan. Bunga dalam hal pinjam-meminjam telah menjadi kebiasaan bahkan harus. Ini yang menjadikan penghutang tetap miskin ini bicara di luar hukum syara’, sementara Islam telah melarang keras riba (bunga). Yang kedua, peminjam menjadi pengendali arah pendidikan, ini manfaat jangka panjang. Apa jadinya jika pendidikan Islam negeri ini dikontrol oleh negara Non-Islam?

Faktanya geliat kebangkitan Islam mulai nampak ke permukaan. Penjajahan gaya baru atas nama “memberikan pinjaman” adalah penjajahan paling halus dan sedikit orang menyadari. Muncul kekekhawatiran akut dalam diri penjajah akan tumbuhnya kembali kekuatan-kekuatan Islam, salah satu cara mereka adalah dengan menjauhkan Islam dari pemeluknya. Dengan dalih pinjaman, penjajah bisa mengintervensi arah pendidikan Islam sesuai keinginan mereka. Bagi penjajah, Islam adalah musuh sejati dalam persaingannya. Karena dari pendidikan Islam ini akan lahir bibit-bibit unggul yang kelak akan menjadi pengemban Islam ke seluruh dunia. Jika hal ini tidak sedari dini dibabat habis, sangat berbahaya bagi kepentingan negara penjajah. Penjajah akan terus berusaha melakukan seribu cara untuk menghalangi Islam memimpin dunia.

Torehan sejarah, Islam telah berhasil menaklukkan negara-negara kuat (Romawi, Persia, dan lain-lain) dan hal ini sangat tidak diinginkan oleh penjajah. Jika Islam berkuasa, mereka tidak punya kesempatan sebesar tepung terbangpun untuk menjarah kekayaan negeri-negeri Muslim. Pada dasarnya, mereka memberi pinjaman yang cukup besar itu sebagai alat untuk bisa mengontrol arah pendidikan Islam. Demikian hakikat hutang tidak menjadikan yang dihutangi bebas.

Lantas di manakah kesungguhan pemerintah Indonesia terhadap dunia pendidikan? Padahal negara sejatinya yang mengurusi seluruh kebutuhan rakyatnya, memenuhi hak-hak rakyatnya dan memberi kesejahteraan. Pendidikan adalah kunci negara ini bisa bangkit. Jika kualitas pendidikan jauh dari ideal, bagaimana output (keluaran) bisa membawa negeri ini kepada kemajuan? Selama ini arah pendidikan diukur seberapa mampu peserta didik bersaing dalam pasar internasional.

Kurikulum berkali-kali diubah demi mengikuti standard Kapitalisme yang sejatinya hanya memperalat manusia-manusia yang dijajah guna memenuhi kebutuhan penjajah. Alhasil, peserta didik yang seharusnya menjadi generasi terdepan membawa kebangkitan justru mengikuti arus penjajahan. Generasi Muslim mempunyai tujuan hidup yang jelas yakni mengabdi kepada Islam. Sudah menjadi kewajiban negara mempermudah sarana-sarana generasi Muslim memperdalam pengetahuan Islamnya.

Bila negeri ini menginginkan generasi terbaik dan unggul, bukan bercermin pada pendidikan negara mayoritas non-Muslim, mereka hanya punya satu tujuan ingin menguasai dunia. Sementara Islam menginginkan mulia di dunia selamat di akhirat.

Negara yang tidak berbasis Islam sangat jauh berbeda dengan yang berbasis Islam. Jika Islam menjadi sandaran, pasti akan membentuk negara yang bertanggung jawab. Bagaimana pemerintahan Islam telah melahirkan ilmuwan-ilmuwan yang membuat takjub negara-negara tetangga, yang sempat menyandang Golden Age (masa keemasan) yang diakui oleh ilmuwan non-Muslim bahwa Islam telah berjasa kepada kebangkitan Eropa.

Dalam buku Ro­bert Stephen Briffault (1876-1948) Making of Humanity : “Ilmu pe­nge­­tahuan adalah sumbangan peradaban Islam yang maha pen­ting ke­pa­da dunia mo­dern... Utang ilmu pe­nge­ta­huan kita kepada ilmu pe­nge­ta­huan bangsa Arab tidak ter­gan­tung kepada penemuan-pe­ne­muan teori yang revo­lu­sio­ner: ilmu pengetahuan ber­utang be­sar sekali kepada ke­bu­dayaan Islam.” Ini menjadi bukti nyata hanya dengan menjadikan Islam sebagai sandaran dunia bertekuk lutut.

Mendongkrak mutu pendidikan hanyalah kedok penjajahan guna menguatkan intervensi tangan-tangan penjajah. APBN tak memenuhi, hanyalah cerita, sementara dana yang dikorupsi mencapai triliunan. Pemerintah sendiri juga tak begitu sungguh-sungguh mengemban tanggung jawabnya. Hutang bukanlah solusi, karena negeri ini hanyalah pengekor, keinginan penjajah selalu dianak emaskan. Sistem ekonomi berbasis kapitalisme telah menjadikan negeri ini bak budak di negerinya sendiri. Tak punya otoritas mengolah kekayaan alamnya yang melimpah. Padahal dari kekayaan lautnya saja cukup untuk menghidupi seluruh rakyat, jika benar cara pengolahannya. Apalagi sekedar biaya untuk kemajuan dunia pendidikan.

Islam telah memberikan cara mengatur perekonomian yang benar, yaitu kekayaan alam harus dikelola sendiri bukan diserahkan ke asing. Sehingga pemasukan kas negara bukan dari pajak dan hutang. Inilah bukti kegagalan mendasar dari aturan yang diterapkan oleh negeri yang konon mayoritas Muslim.

Maka jalan hutang adalah jebakan mematikan. Penjajah gaya mulus ini selain memeras keuntungan, juga ingin menghancurkan generasi Muslim dari Islam.*

Zaynab

Alumni UINSA Surabaya, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

7 Warga Sipil Suriah Tewas Dalam Penembakan Artileri Rezim Teroris Assad Di Idlib

Senin, 21 Jun 2021 19:35

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Palestina Kecam PBB Karena Menutupi Kejahatan Israel Terhadap Anak-anak Palestina

Senin, 21 Jun 2021 18:05

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Muhammadiyah Apresiasi Keputusan Pemerintah Geser Hari Libur Nasional

Senin, 21 Jun 2021 17:59

Perpanjang Izin Operasional, LAZ Al Azhar Resmikan Kantor Layanan Bersama

Perpanjang Izin Operasional, LAZ Al Azhar Resmikan Kantor Layanan Bersama

Senin, 21 Jun 2021 17:45

Qatar Hanya Akan Izinkan Orang Yang Telah Divaksin Covid-19 Untuk Menonton Gelaran Piala Dunia 2022

Qatar Hanya Akan Izinkan Orang Yang Telah Divaksin Covid-19 Untuk Menonton Gelaran Piala Dunia 2022

Senin, 21 Jun 2021 15:35

Bersabar Terhadap Sikap Buruk Saudara

Bersabar Terhadap Sikap Buruk Saudara

Senin, 21 Jun 2021 15:16

Taliban Sebut Syariah Islam Satu-satunya Cara Mengakhiri Perang dan Memastikan Hak Perempuan

Taliban Sebut Syariah Islam Satu-satunya Cara Mengakhiri Perang dan Memastikan Hak Perempuan

Senin, 21 Jun 2021 12:00

Mengurai Polemik Jalur Sepeda

Mengurai Polemik Jalur Sepeda

Senin, 21 Jun 2021 10:44

Ketika Antrean ke Masjid Tak Sepanjang Antrean BTS Meal

Ketika Antrean ke Masjid Tak Sepanjang Antrean BTS Meal

Senin, 21 Jun 2021 08:53

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Senin, 21 Jun 2021 02:56

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Ahad, 20 Jun 2021 22:05

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Ahad, 20 Jun 2021 20:40

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Ahad, 20 Jun 2021 19:53

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Ahad, 20 Jun 2021 11:21

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Ahad, 20 Jun 2021 09:15

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Ahad, 20 Jun 2021 09:13

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

Sabtu, 19 Jun 2021 20:15

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Sabtu, 19 Jun 2021 19:45

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

Sabtu, 19 Jun 2021 19:15

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Sabtu, 19 Jun 2021 10:53


MUI

Must Read!
X