Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.389 views

Kebijakan Zonasi Memakan Korban Lagi

DUNIA pendidikan kembali digegerkan oleh sistem zonasi PPDB. Pasalnya penerapan sistem penerimaan peserta Didik baru ini memunculkan berbagai polemik. Diantaranya, pertama ada beberapa sekolah yang kekurangan peserta didik. Seperti kasus yang terjadi di Bojonegoro, ada 10 SMAN yang kekurangan siswa baru alias belum memenuhi PAGU sebanyak puluhan siswa bahkan ada yang kekurangan nya hingga ratusan siswa  (https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4599174/ini-10-sma-negeri-di-bojonegoro-kekurangan-siswa-baru-ppdb-2019).

Kedua, ada juga siswa yang depresi gara-gara tidak diterima di sekolah yang mereka inginkan. Bahkan di Surabaya ada siswa yang menangis 2 hari karena gagal masuk sekolah negeri padahal dia anak yang berprestasi dan rata-rata nilainya 92. Itu karena dampak dari  sistem zonasi. (https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/regional/read/2019/06/18/18002141/zonasi-ppdb-gadis-ini-menangis-2-hari-karena-gagal-masuk-sma-negeri#ampshare=https://surabaya.kompas.com/read/2019/06/18/18002141/zonasi-ppdb-gadis-ini-menangis-2-hari-karena-gagal-masuk-sma-negeri).

Ketiga, ada permainan KK(Kartu keluarga). Karena besarnya keinginan untuk masuk sekolah favorit, segala cara dilakukan  orang tua, termasuk dengan permainan KK.

Fakta-fakta miris seputar penerapan sistem zonasi  tersebut membuktikan bahwasanya  kebijakan penguasa sangat tidak  bijak karena tak menyentuh akar masalah kesenjangan bidang pendidikan.

Meskipun sistem zonasi ini tujuan awalnya adalah pemerataan siswa di sekolah-sekolah negeri, tapi kenyataannya tidak membawa hasil bahkan yang terjadi adalah memunculkan  polemik di mana-mana.

Jika kita menganalisis lebih jauh maka akan kita dapatkan akar masalah di bidang pendidikan bukanlah pemerataan jumlah siswa. akan tetapi akar masalahnya adalah pertama. Sistem pendidikan yang ada di negeri ini. Sistem kapitalis sekular yang diadopsi negeri ini dari barat menjadikan pendidikan pun diatur ala kapitalis. Yang punya uang banyak(kapital) maka akan bisa mengenyam pendidikan di sekolah yang bonafit. Sekolah tersebut identik dengan biaya pendidikan mahal tapi terjamin mutunya. Akhirnya wajar jika muncullah kesenjangan. Sekolah bermutu hanya untuk orang yang memiliki kekayaan yang mumpuni.

Di luar soal kurikulum, akar problem pendidikan adalah pemerataan pembangunan bidang infrastruktur dan suprastruktur pendidikan. Banyak kita jumpai ada sekolah-sekolah yang tidak layak untuk ditempati sebagai tempat belajar mengajar. Harusnya pemerintah terjun ke bawah langsung untuk senantiasa mengecek bagaimana kondisi sekolah-sekolah yang ada.

Sistem pendidikan yang baik butuh ditopang kekuatan ekonomi dan political will negara, serta sistem-sistem  lain yg baik. Karena tidak dapat dipungkiri untuk menyokong sistem pendidikan yang baik maka dibutuhkan dana yang besar pula. Jika kekayaan alam negara saja banyak yang diprivatisasi, dijual ke para pemilik modal. Sedangkan menggantung kan pendapatan negara dari pajak saja tidak akan bisa menyokong sistem pendidikan dan lainnya.

Dengan sistem ekonomi kapitalistik dan sistem politik sekuler demokrasi yang diterapkan hari  ini akan sulit mewujudkan sistem pendidikan yang ideal sebagaimana yang pernah ada dalam sejarah islam di masa lampau.

Hanya  dengan penerapan Islam kaffah yang mampu mewujudkan pendidikan yang adil merata dengan output generasi paripurna sebagaimana yang diterapkan pada masa Kekhilafahan. Sehingga bisa lahirlah para ilmuwan dan cendekiawan seperti Ibnu Sina(ahli kedokteran), Al khawarizmi(ahli matematika) dan lainnya. Wallaahu a'lam bis as shawaab.*

Miya Ummu Akmal

Praktisi Pendidikan

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Soal Pembatalan Haji 2020, PKS: Pemerintah Melanggar Undang-Undang!

Soal Pembatalan Haji 2020, PKS: Pemerintah Melanggar Undang-Undang!

Selasa, 02 Jun 2020 23:40

Hikmah di Balik Pembatalan Ibadah Haji 1441H

Hikmah di Balik Pembatalan Ibadah Haji 1441H

Selasa, 02 Jun 2020 22:36

Apple Kunci iPhone Jarahan Untuk Selamanya Ketika Protes Atas Tewasnya Flyod Berlanjut di AS

Apple Kunci iPhone Jarahan Untuk Selamanya Ketika Protes Atas Tewasnya Flyod Berlanjut di AS

Selasa, 02 Jun 2020 22:35

Batalkan Pemberangkatan Haji 2020 Secara Sepihak, Legislator Sebut Menag Offside

Batalkan Pemberangkatan Haji 2020 Secara Sepihak, Legislator Sebut Menag Offside

Selasa, 02 Jun 2020 21:22

Bangladesh Laporkan Kematian Pertama Akibat COVID-19 di Kamp Pengungsi Rohingya

Bangladesh Laporkan Kematian Pertama Akibat COVID-19 di Kamp Pengungsi Rohingya

Selasa, 02 Jun 2020 21:10

Australia Selidiki Serangan Terhadap Wartawannya Oleh Polisi AS Saat Meliput Demonstrasi

Australia Selidiki Serangan Terhadap Wartawannya Oleh Polisi AS Saat Meliput Demonstrasi

Selasa, 02 Jun 2020 20:46

Seorang Karyawan Kantor PM Israel Benyamin Netanyahu Positif Terinfeksi Virus Corona

Seorang Karyawan Kantor PM Israel Benyamin Netanyahu Positif Terinfeksi Virus Corona

Selasa, 02 Jun 2020 19:15

Koalisi Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houtsi yang Akan Menargetkan Warga Sipil Khamis Mushalit

Koalisi Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houtsi yang Akan Menargetkan Warga Sipil Khamis Mushalit

Selasa, 02 Jun 2020 19:00

IPO Desak KPU RI Terapkan Protokol Next Normal untuk Pilkada 2020

IPO Desak KPU RI Terapkan Protokol Next Normal untuk Pilkada 2020

Selasa, 02 Jun 2020 17:47

Ahli Sebut Penggunaan Masker Saat Berolahraga Dimungkinkan

Ahli Sebut Penggunaan Masker Saat Berolahraga Dimungkinkan

Selasa, 02 Jun 2020 15:57

Data Pemilih Bocor, Komisioner KPU Perlu Dirombak Total

Data Pemilih Bocor, Komisioner KPU Perlu Dirombak Total

Selasa, 02 Jun 2020 14:41

Utamakan Keselamatan, Keberangkatan Jamaah Haji Tahun Ini Dibatalkan

Utamakan Keselamatan, Keberangkatan Jamaah Haji Tahun Ini Dibatalkan

Selasa, 02 Jun 2020 13:53

Meski Covid-19 Belum Berakhir, Pengamat Sarankan Pilkada tetap Dilaksanakan di Tahun 2020

Meski Covid-19 Belum Berakhir, Pengamat Sarankan Pilkada tetap Dilaksanakan di Tahun 2020

Selasa, 02 Jun 2020 12:55

Terkait New Normal, Politisi PKS Minta Ojek Online Boleh Bawa Penumpang dengan Protokol Kesehatan

Terkait New Normal, Politisi PKS Minta Ojek Online Boleh Bawa Penumpang dengan Protokol Kesehatan

Selasa, 02 Jun 2020 12:39

Din Syamsuddin Doakan Ade Armando

Din Syamsuddin Doakan Ade Armando

Selasa, 02 Jun 2020 11:37

Trump Ancam Kirim Militer AS untuk Tumpas Kerusuhan Sipil Akibat Kematian George Flyod

Trump Ancam Kirim Militer AS untuk Tumpas Kerusuhan Sipil Akibat Kematian George Flyod

Selasa, 02 Jun 2020 11:35

Soal Covid-19, Jangan Samakan Negeri Gingseng dengan Negeri Tetangga

Soal Covid-19, Jangan Samakan Negeri Gingseng dengan Negeri Tetangga

Selasa, 02 Jun 2020 11:10

Dilarang WHO, Legislator Minta Pemerintah Klarifikasi Penggunaan ‘Klorokuin’ untuk Pasien Covid-19

Dilarang WHO, Legislator Minta Pemerintah Klarifikasi Penggunaan ‘Klorokuin’ untuk Pasien Covid-19

Selasa, 02 Jun 2020 10:21

Ade Armando: Memang Salah Saya Apa?

Ade Armando: Memang Salah Saya Apa?

Selasa, 02 Jun 2020 09:56

Pakar Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan Saat WFH

Pakar Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan Saat WFH

Selasa, 02 Jun 2020 09:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X