Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.434 views

Tagih Janji Perwujudan Kedaulatan Pangan

Sahabat VOA-Islam...

Indonesia adalah negeri yang Allah ssubhanahu wa ta’ala anugerahi kekayaan alam yang sangat berlimpah, termasuk sumber daya bahan pangan. Bahan pangan negeri ini tersebar di darat dan di lautan dengan jenis beragam dan jumlah yang sangat besar.

Potensi ini dibuktikan pula dengan data yang mudah ditemukan dari berbagai sumber, termasuk di dalamnya dokumen pemerintah sendiri. Dengan potensi ini, maka sungguh sangat cukup dan bahkan berlebih, sumber daya pangan apabila dikelola dan dioptimalkan secara baik untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan rakyattanpa tergantung pada impor. 

Akan tetapi sebuah realita yang tidak bisa dinafikan, seakan sebuah tren, rezim kapitalis neoliberal hari ini sangat gemar menyejahterakan petani luar negeri melalui kebijakan impor pangan yang dilakukan secara masif. Sedangkan perwujudan kedaulatan pangan yang dijanjikan dalam program nawacita di awal periode pemerintahan ini, kian gagal diwujudkan.

Seperti halnya pernyataan mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Muhammad Said Didu yang menyebutkan bahwa, Presiden Joko Widodo berbohong soal janjinya saat kampanye 2014 lalu. Ia menyoroti janji Jokowi untuk tidak akan mengambil utang luar negeri dan tidak akan impor pangan bila terpilih menjadi presiden. Pungkasnya “janji yang tidak terealisasi adalah pelaksanaan program yang tidak mencapai target, tetapi janji yang tidak dilaksanakan atau malah melaksanakan yang sebaliknya adalah bohong. Bilang tidak akan impor dan utang, ternyata malah impor dan utang,” (tempo.co 22/1/2019)

Faktanya berbagai macam produk pangan seperti beras, jagung, gula, cabai, kedelai, kacang tanah, nyaris semuanya impor. Contoh saja berdasarkan data statistik, Indonesia menjadi juara impor gula pada periode 2017-2018 dengan besar impor 4,47 juta metrik ton. Angka itu diikuti oleh Cina di posisi kedua dengan 4,2 juta metrik ton dan Amerika Serikat dengan 3,11 juta metrik ton. (tempo.co 22/1/2019)

Selain itu ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri menyoroti sederet kebijakan terkait impor besi baja, gula, beras, hingga garam, yang merupakan penyebab defisit neraca dagang. Dalam tulisannya yang berjudul “Neraca Perdagangan Cetak Rekor Terburuk & Benalu di Lingkungan Dekat Presiden”, Faisal menjelaskan, jika ditelusuri lebih seksama, penyebab utama lonjakan defisit neraca perdagangan ternyata adalah kemerosotan tajam surplus perdagangan nonmigas. (katadata.co.id, 16/01/2019)

Kegiatan impor yang terus dilakukan dalam jumlah besar tentu akan sangat merugikan petani, ditambah dengan suasana panen raya dan surplus ketersedian pangan yang melebihi kebutuhan konsumsi. Maka pantas akibatnya harga hasil produksi pangan ditingkat petani kian melonjak terjun bebas. Mereka nyaris selalu rugi besar karena biaya produksi yang mereka keluarkan ternyata tak tertutupi oleh harga jual barang, akhirnya terjadilah pelemahan sektor pertanian dalam negeri, yang juga dapat mematikan sumber ekonomi para petani lokal.

Potensi negeri yang makmur apabila diurusi dengan tata kelola yang baik maka dipastikan akan mampu mewujudkan ketahanan pangan, yaitu diartikan sebagai kemampuan suatu bangsa untuk menjamin seluruh penduduknya memperoleh pangan yang cukup, mutu yang layak, aman dan disarankan pada optimalisasi pemanfaatan dan berbasis pada keragaman sumberdaya lokal. Maka kebijakan impor sungguh sangat mengkhiananti makna dari perwujudan ketahanan pangan ini.

Perlu dilakukan penelaan terhadap realita permasalahan ini, yaitu didapatkan bahwa pemerintah tetap mengimpor pangan adalah disebabkan oleh dua faktor utama yaitu; pertama, buruknya sistem pengelolaan pangan yang dilakukan negeri ini, dikarenakan mengadopsi konsep tata kelola pertanian neoliberal dan menjalankan sistem ekonomi kapitalis liberal.

Kedua, adalah karena terperangkapnya Indonesia dalam agenda liberalisasi global, dan yang pasti tidak bia dihindari karena mengadopsi sitem kapitalisme liberal yang menyebabkan visi dan kebijakan pangan negara dikendalikan oleh kapitalis global, seperti kebijakan pasar bebas. Sehingga agenda liberalisasi global kian sukses dengan menjerat Indonesia dalam jebakan impor pangan, dengan membangun persepsi seakan-akan kita akan kekurangan pangan jika tidak melakukan impor.

Sehingga umat hari ini patut disadarkan, bahwa rezim neoliberal tidak akan mampu menjamin perwujudan ketahanan dan kedaulatan pangan yang dijanjikan. Rezim ini sama sekali tidak serius merealisasikan janji kesejahteraan yang digemakan, tentu hal ini tampak pada kebijakan pangannya yang berkebalikan dengan janjinya. Memang demikianlah karakter rezim neoliberal yaitu abai dan gagal mensejahterakan rakyat. Mereka tidak akan menjadikan pelayanan kemaslahatan rakyat sebagai arah politik.

Maka pilihan terbaik dan utama untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan adalah kembali pada sistem Islam yang diterapkan dalam naungan Daulah Khilafah. Negara Khilafah mulai sejak berdirinya konsisten menjalankan politik dalam negerinya yaitu mengurusi kemaslahatan rakyat dan politik luar negerinya mengemban dakwah dan jihad. Dengan implementasi politik ekonomi Islam yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, maka kemuliaan dan kesejahteraan rakyat benar-benar akan terwujud.

Sebagaimanan janji Allah subhanahu wa ta'ala dalam firmannya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (TQS . Al A’raaf: 96). Wallahu a'lam bis-shawab. [syahid/voa-islam.com]

Astri Marlia Febryanti, Aktivis Mahasiswa

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Soal Politik Uang, Gus Sholah: Ambil Saja, Anggap Sedekah tapi Jangan Pilih Orangnya

Soal Politik Uang, Gus Sholah: Ambil Saja, Anggap Sedekah tapi Jangan Pilih Orangnya

Jum'at, 22 Feb 2019 23:09

Penelitian: Sekolah Islam Tidak Sebar Radikalisme

Penelitian: Sekolah Islam Tidak Sebar Radikalisme

Jum'at, 22 Feb 2019 22:31

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Jum'at, 22 Feb 2019 21:47

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Jum'at, 22 Feb 2019 21:35

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Jum'at, 22 Feb 2019 21:00

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:55

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Jum'at, 22 Feb 2019 20:23

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:04

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jum'at, 22 Feb 2019 19:55

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Jum'at, 22 Feb 2019 17:47

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Jum'at, 22 Feb 2019 17:45

Militer Rusia dan Suriah Blokir Rute Pasokan Makanan dan Barang ke Kamp Pengungsi Rukban

Militer Rusia dan Suriah Blokir Rute Pasokan Makanan dan Barang ke Kamp Pengungsi Rukban

Jum'at, 22 Feb 2019 17:00

Lindungi Rakyat Kecil, Anies Siap Hadapi Mafia

Lindungi Rakyat Kecil, Anies Siap Hadapi Mafia

Jum'at, 22 Feb 2019 16:45

Misteri 'Earpice'

Misteri 'Earpice'

Jum'at, 22 Feb 2019 16:42

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa

Jum'at, 22 Feb 2019 16:21

Tak Jadi Ditarik Sepenuhnya, AS Sisakan 200 Tentara Sebagai 'Penjaga Perdamaian' di Suriah

Tak Jadi Ditarik Sepenuhnya, AS Sisakan 200 Tentara Sebagai 'Penjaga Perdamaian' di Suriah

Jum'at, 22 Feb 2019 16:15

Catut Logo Persis, Deklator Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Minta Maaaf

Catut Logo Persis, Deklator Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Minta Maaaf

Jum'at, 22 Feb 2019 14:50

Tersesat dan Bohong Dana Desa Perintah Jokowi

Tersesat dan Bohong Dana Desa Perintah Jokowi

Jum'at, 22 Feb 2019 14:21

Mahfud MD Disebut Kesurupan oleh Andi

Mahfud MD Disebut Kesurupan oleh Andi

Jum'at, 22 Feb 2019 12:21

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

Jum'at, 22 Feb 2019 11:38


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X