Kamis, 4 Zulhijjah 1447 H / 3 Maret 2022 15:15 wib
4.906 views
Militer Filipina Identifikasi Pemimpin Baru Islamic State Asia Tenggara
MINDANAO, FILIPINA (voa-islam.com) - Militer Filipina mengatakan pada hari Rabu (2/3/2022) bahwa mereka telah mengidentifikasi amir baru kelompok ekstremis Islamic State (IS) untuk Asia Tenggara (ISEA) sebagai pemimpin faksi jihadis lokal yang menjadi sasaran dalam serangan yang sedang berlangsung di Filipina selatan.
Abu Zacharia (juga dikenal sebagai Jer Mimbantas dan Faharudin Hadji Satar) diyakini selamat dari operasi militer di provinsi Lanao del Sur yang diluncurkan pada hari Selasa dan melibatkan serangan udara dan pasukan darat.
“Kami mendapat informasi bahwa Abu Zacaria ditunjuk sebagai amir (IS) untuk Asia Tenggara,” Brigadir Jenderal Jose Maria Cuerpo II mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu. Cuerpo adalah komandan Brigade Infanteri ke-103, yang memimpin serangan itu.
Serangan itu menyerbu pangkalan Zacharia di desa pedalaman di kota Maguing, kata militer. Ia mengumumkan bahwa tersangka jihadis lainnya telah tewas, sehingga jumlah korban tewas menjadi tiga jihadis dan satu tentara.
Lanao del Sur adalah tempat ratusan jihadis pro-Islamic State mengepung Marawi, ibu kota provinsi, selama lima bulan pada tahun 2017.
Pada hari Selasa, militer melancarkan serangan udara sebelum fajar saat mengirim pasukan darat untuk menyerang posisi Zacharia dan anak buahnya. Militer telah mengejar kelompok Zacharia sejak Januari, kata Cuerpo, seraya menambahkan bahwa laporan intelijen baru-baru ini memperingatkan bahwa kelompoknya mungkin sedang mempersiapkan babak baru permusuhan.
“Kami punya bukti, itulah sebabnya kami melancarkan serangan,” kata Cuerpo.
Abu Zacharia menggantikan Owaida Marohombsar (juga dikenal sebagai Abu Dzar), pemimpin Kelompok Daulah Islamiyah-Maute yang terbunuh di Lanao del Norte, provinsi tetangga, sekitar bulan Maret 2019.
Cuerpo mengatakan Zacharia adalah bagian dari kelompok Maute yang merebut Marawi pada 2017 dan melibatkan pasukan pemerintah dalam pertempuran lima bulan, di mana sebanyak 1.200 orang tewas dan sebagian besar kota hancur.
Dia meloloskan diri saat pasukan merebut kembali Marawi sementara pemimpin regional IS, Isnilon Hapilon, tewas dalam pertempuran di sana. Hapilon digantikan oleh Abu Dzar.
“Apa yang ditemui Angkatan Darat Filipina pada hari Selasa adalah kelompok yang sama yang kami kejar ketika kami berada di Marawi. Kelompok ini adalah sisa-sisa dari IS-Maute. Baru-baru ini mereka mencoba merekrut lebih banyak anggota,” kata Brawner, yang memimpin pasukan di Marawi.
Marawi terletak sekitar 37 km barat laut Maguing.
Faksi Islamic State lain yang berbasis di Pulau Jolo, di rantai Sulu paling selatan Filipina, sementara itu dipimpin oleh Hatib Hajan Sawadjaan, yang kelompoknya dituding melakukan pemboman mematikan pada 2019 dan 2020. Sawadjaan tidak terdengar lagi sejak Juli 2020 dan diyakini tewas dalam bentrokan dengan pasukan pemerintah. (BN)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!