Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.236 views

Pemerintah Afghanistan Salahkan Taliban Karena Hentikan Pembicaraan Damai

KABUL, AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Pemerintah Afghanistan mengecam Taliban pada hari Rabu (19/1/2021) karena gagal untuk secara aktif berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang berusaha untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lama di negara itu.

Setelah berbulan-bulan musyawarah dan putaran pertama yang gagal mencapai terobosan besar, pemerintah Afghanistan dan Taliban bertemu lagi di Qatar - tetapi sejauh ini hanya membahas agenda putaran kedua.

"Sayangnya, pembicaraan berjalan lambat," Waheed Omar, penasihat media untuk Presiden Ashraf Ghani mengatakan kepada wartawan.

“Taliban tidak memiliki visi yang jelas. Kami tidak melihat perubahan pada mereka. ”

Kabul mendorong gencatan senjata permanen dan untuk melindungi pemerintahan mereka yang ada sejak penggulingan Taliban oleh invasi pimpinan AS setelah serangan teror 11 September 2001.

Namun sejak putaran kedua perundingan dimulai pada 6 Januari di Doha belum ada pengumuman yang signifikan tentang bagaimana perundingan itu berjalan.

Pembicaraan tersebut telah dirusak oleh gelombang kekerasan, dengan serentetan pembunuhan pejabat tinggi, hakim, jurnalis dan aktivis baru-baru ini yang membuat negara yang lelah perang itu terguncang.

Omar mengatakan tidak ada rencana untuk membebaskan lebih banyak tahanan Taliban untuk membantu memacu pembicaraan, mengatakan pengalaman pemerintah sebelumnya dalam membebaskan pejuang Taliban gagal mengurangi pertempuran.

"Taliban tidak hanya tidak mengurangi kekerasan, tetapi mereka meningkatkan kekerasan," kata Omar.

Sebelum dimulainya pembicaraan damai pada 12 September, pihak berwenang membebaskan lebih dari 5.000 narapidana Taliban seperti yang diminta oleh kelompok itu dalam kesepakatan dengan Washington tahun lalu.

Sebagai imbalannya, Taliban setuju untuk memberikan beberapa jaminan keamanan dan berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang bertujuan untuk mengakhiri perang negara itu.

Di bawah kesepakatan penting yang ditandatangani tahun lalu, AS berjanji untuk menarik semua pasukan asing dari Afghanistan pada Mei 2021.

Pemerintah Afghanistan saat ini tengah cemas menunggu pelantikan Presiden terpilih Joe Biden dan segala arah kebijakan baru dari pemerintahan yang akan datang. (Aby)

Afghan authorities lambasted the Taliban Wednesday for failing to actively participate in peace talks seeking to end the country’s long-running war.

Read more: Iran sanctions US President Trump, Secretary Pompeo, other American officials

 

Following months of deliberations and a first round that failed to achieve any major breakthrough, the Afghan government and Taliban are meeting again in Qatar -- but so far only discussing the agenda for round two.

“Unfortunately, the talks are going at a snail’s pace,” Waheed Omar, media adviser to President Ashraf Ghani told reporters.

“The Taliban have no clear vision. We see no changes in them.”

Afghan President Ashraf Ghani, right, casts his vote at Amani high school, near the presidential palace in Kabul, Afghanistan, Saturday, Sept. 28, 2019. Afghans headed to the polls on Saturday to elect a new president amid high security and Taliban threats to disrupt the elections, with the rebels warning citizens to stay home or risk being hurt. (AP Photo/Rahmat Gul)

Afghan President Ashraf Ghani, right, casts his vote at Amani high school, near the presidential palace in Kabul, Afghanistan, Saturday, Sept. 28, 2019. Afghans headed to the polls on Saturday to elect a new president amid high security and Taliban threats to disrupt the elections, with the rebels warning citizens to stay home or risk being hurt. (AP Photo/Rahmat Gul)

Kabul is pushing for a permanent ceasefire and to protect governance arrangements in place since the ouster of the Taliban by a US-led invasion following the September 11, 2001 terror attacks.

But since the second round of talks began on January 6 in Doha there has been no significant announcement about how negotiations were proceeding.

The talks have been marred by a surge in violence, with a recent spate of high-profile killings of officials, judges, journalists and activists leaving the war-weary country reeling.

Omar said there was no plan to release more Taliban prisoners to help spur the talks along, saying the government’s previous experience of releasing insurgents failed to reduce fighting.

“The Taliban not only did not reduce the violence, but they increased the violence,” Omar said.

In this photograph taken on November 3, 2015, Afghan Taliban fighters look on as they listen to Mullah Mohammad Rasool Akhund (unseen), the newly appointed leader of a breakaway faction of the Taliban, at Bakwah in the western province of Farah. (AFP)

In this photograph taken on November 3, 2015, Afghan Taliban fighters look on as they listen to Mullah Mohammad Rasool Akhund (unseen), the newly appointed leader of a breakaway faction of the Taliban, at Bakwah in the western province of Farah. (AFP)

Before the start of the peace talks on September 12, authorities released more than 5,000 Taliban inmates as demanded by the group in a deal with Washington last year.

In return, the Taliban agreed to give some security guarantees and participate in peace talks aimed at ending the country’s war.

Under the landmark deal signed last year, the US pledged to pull out all foreign forces from Afghanistan by May 2021.

Both the Taliban and the Afghan government are anxiously awaiting President-elect Joe Biden’s inauguration and any new policy directions from the incoming administration.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Selasa, 02 Mar 2021 19:05

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Selasa, 02 Mar 2021 18:35

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

Selasa, 02 Mar 2021 17:45

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Selasa, 02 Mar 2021 17:05

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Selasa, 02 Mar 2021 16:35

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Selasa, 02 Mar 2021 07:48

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Selasa, 02 Mar 2021 07:11

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Selasa, 02 Mar 2021 06:54

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Selasa, 02 Mar 2021 06:39

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Senin, 01 Mar 2021 20:35

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Senin, 01 Mar 2021 20:01

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Senin, 01 Mar 2021 17:03

Politik Mabuk Jokowi

Politik Mabuk Jokowi

Senin, 01 Mar 2021 14:54

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Senin, 01 Mar 2021 14:28

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

Senin, 01 Mar 2021 13:48

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Senin, 01 Mar 2021 12:15

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Senin, 01 Mar 2021 12:05

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Ahad, 28 Feb 2021 22:36

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

Ahad, 28 Feb 2021 21:06

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

Ahad, 28 Feb 2021 18:52


MUI

Must Read!
X