Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.117 views

Bencana Alam dan Muhasabah

Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA*

Baru-baru ini bangsa Indonesia kembali ditimpa bencana alam dan musibah besar berupa letusan gunung Semeru di Jawa Timur pada tanggal 22 Desember 2021 dan meletusnya gunung anak Krakatau di Lampung pada tanggal 3 Februari 2022.

Sebelum ini, gunung anak Krakatau telah meletus yang mengakibatkan Tsunami di Selat Sunda menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung yang menewaskan 429 orang (www.pikiran-rakyat.com). Bahkan bencana Tsunami tahun 2004 di Aceh telah menewaskan 200 ribu lebih orang dan menghancurkan ribuan bangunan di daerah pesisir pantai Banda Aceh, Aceh Besar dan Meulaboh.

Kini bangsa Indonesia kembali berduka dan menangis dengan meletusnya gunung Simeru dan anak Krakatau. Sebelum meletus gunung Semeru baru-baru ini, bencana alam banjir berskala besar melanda sebahagian besar daerah di Indonesia. Belum selesai persoalan banjir ditangani di sejumlah daerah di Indonesia, datang bencana alam gunung meletus yaitu gunung Semeru dan anak Karakatau.

Banyak musibah yang datang silih berganti menghantam Indonesia bagaikan siang dan malam. Berbagai bencana itu berupa banjir, longsor, kebakaran, gempa bumi, meletus gunung, bahkan bencana paling dahsyat Tsunami dan lainnya. Seakan tanpa henti, Indonesia selalu ditimpa bencana alam yang menewaskan warga dan menghancurkan harta benda.

Terjadinya banyaknya musibah di Indonesia mengundang tanda tanya. Mengapa bencana alam selalu menimpa negara kita Indonesia? Mengapa Indonesia lebih banyak ditimpa musibah dibandingkan negara-negara muslim lainnya? Apakah penyebab bencana tersebut karena proses alam semata tanpa ada kaitannya dengan perilaku buruk dan maksiat manusia? Atau penyebabnya karena perbuatan maksiat yang dilakukan sebahagian orang secara terang-terangan dan tidak ada upaya untuk mencegah dan melarangnya.

Berbagai pertanyaan tersebut wajar muncul. Mengingat Indonesia adalah negara mulim yang paling banyak dilanda bencana alam dan musibah dibandingkan dengan negara-negara muslim lainnya. Maka tulisan ini mencoba untuk memberi solusi dan jawaban terhadap berbagai pertanyaan tersebut.

 

Penyebab Bencana Dalam Pandangan Islam

Sebagai muslim, kita wajib merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah mengenai segala persoalan kehidupan di dunia ini, termasuk persoalan bencana alam dan musibah. Karena, Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah petunjuk dan pedoman hidup umat Islam. Apa yang disampaikan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah kebenaran yang wajib diyakini oleh seorang yang mengaku dirinya sebagai muslim. Inilah iman dan aqidah seorang muslim yang membedakannya dengan seorang kafir. Bila dia yakin maka berarti dia muslim, bila tidak maka dia kafir.

Al-Quran dan As-sunnah telah menjelaskan penyebab terjadinya bencana alam dan azab Allah swt adalah kemaksiatan yang merajelala. Di antara ayat-ayat Al-Qur’an yang mengatakan hal tersebut yaitu firman Allah swt:“Dan tidaklah Kami membinasakan Kami membinasakan suatu negeri kecuali penduduknya melakukan kezaliman.”(Al-Qashash: 59). Allah Swt juga berfirman: “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-‘Araf: 96). Allah swt berfirman: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).

Begitupula banyak hadits-hadits yang menjelaskan bahwa penyebab bencana alam dan azab adalah maksiat. Di antaranya, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya manusia jika melihat kemunkaran tapi tidak menghentikannya, maka Allah Swt akan menimpakan hukuman kepada mereka secara menyeluruh.” (HR. Tirmizi).

Zainab Ummul Mukminin radhiyallahu anha pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan dibinasakan, sedangkan orang-orang shalih di tengah-tengah kita? Rasulullah saw bersabda: “Ya, jika kejahatan merajalela. (HR. Muslim). 

Rasulullah saw bersabda, “Jika terjadi kemaksiatan dalam suatu kaum, tapi mereka tidak memberantasnya, padahal mereka mampu melakukannya, maka dikhawatirkan Allah akan menurunkan siksa-Nya kepada mereka semua.” (HR. Abu daud). Riwayat yang lain menyebutkan, “Padahal yang tidak melakukan kemaksiatan lebih banyak dari yang melakukan kemaksiatan.”

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt tidak mengazab manusia secara umum hanya karena perbuatan maksiat dari orang-orang tertentu, kecuali mereka semua mengetahui kemaksiatan tersebut, namun mereka tidak memberantasnya. Padahal mereka sebenarnya mampu. Jika mereka melakukan seperti itu maka Allah akan mengazab semuanya, yang tidak melakukan dan yang melakukan.” (HR. Abu Daud).

Para sahabat juga menjelaskan hal yang sama. Di antara mereka adalah perkataan Ali bin Abi Thalib  radhiyallahu ‘anhu , “Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Allah Swt menyuruh kaum mukminin untuk tidak melegalkan kemunkaran yang terjadi pada mereka. Jika tidak, Allah akan menimpakan azab secara menyeluruh kepada mereka”.

Di antara bentuk kemaksiatan adalah kelalaian manusia terhadap kewajiban kepada Allah Swt. Kita disibukkan dengan berbagai kesenangan dan kenikmatan dunia. Kita berlomba-lomba mengejar harta, pangkat, jabatan sehingga melupakan kewajiban shalat berjama’ah, membaca al-Quran, berdoa/berzikir, membayar zakat, syukur nikmat dan sebagainya. Kesenangan dan kenikmatan dunia telah membuat kita lalai dari kewajiban kita kepada Allah Swt.

Disamping itu, praktek syirik, khurafat, tahayul dan ajaran sesat yang bertentangan dengan tauhid dan aqidah Islam tumbuh subur dan berkembang. Begitu pula praktek bid’ah dalam ibadah menjadi tradisi yang dilegalkan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai kriminal (jinayat) seperti pembunuhan, penganiaan, perzinaan, pemerkosaan, pencurian, korupsi, minum-minuman keras dan sebagainya banyak terjadi di mana-mana. Krisis moral (akhlak) seperti menipu, manipulasi, ghibah, memaki, menghina, menfitnah dan sebagainya melanda masyarakat. Berbagai maksiat tersebut terjadi tanpa ada upaya dari kita untuk mencegah dan melarangnya.

Termasuk kemaksiatan adalah membiarkan terjadinya kemungkaran dihadapan atau disekitar kita tanpa ada upaya untuk mencegah dan melarangnya. Rasulullah saw juga bersabda, “Demi jiwaku dalam genggaman Allah, kalian benar-benar mau melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar atau (kalau tidak) Allah akan menimpakan kepada kalian siksa dari-Nya, lalu kalian memohon doa kepada Allah maka Dia tidak akan menerimanya.” (HR. At-Tirmizi dan Ibnu Majah).

Abu Bakar radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah saw bersabda, “Jika manusia mengetahui kezaliman dan tidak memberantasnya, maka Allah akan menimpakan azab kepada mereka.” (HR. Abu Daud). 

Jarir radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah saw bersabda, “Jika suatu kaum mengetahui kemaksiatan, tapi mereka tidak memberantasnya, padahal mereka mampu melakukannya, maka Allah akan menimpakan azab kepada mereka sebelum mereka meninggal.” (HR. Abu Daud)

Allah swt menimpakan bencana alam dan musibah agar kita sadar terhadap tujuan hidup kita,  menegur kita agar tidak serakah dalam mengambil kekayaan alam, mengingatkan kita untuk bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, dan memberi peringatan kepada kita agar kita bertaubat dan kembali ke jalan yang lurus, serta memberikan azab sebagai balasan atas maksiat yang dilakukan.

 

Mewaspadai Bencana Alam

Kita mesti waspada terhadap bencana alam dan azab Allah yang datang secara tiba-tiba akibat kemaksiatan dilakukan. Allah Swt berfirman, “Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya.”(Al-An’am: 44-45).

Allah Swt juga berfirman, “Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?. Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?. Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)?. Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.”(Al-‘A’raf: 97-99)

Ketika bencana atau azab dari Allah datang, maka semua orang akan terkena dampaknya, baik orang zhalim (pelaku maksiat) maupun orang shalih (baik), baik ulama maupun orang awam, baik orang tua maupun orang muda dan anak-anak. Allah swt berfirman, “Dan takutlah terhadap bencana yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu.” (Al-Anfal: 25). 

Agar tidak ditimpa suatu musibah atau azab, maka kita hendaklah kita meninggalkan maksiat dengan selalumentaati Allah Swt dan Rasul-Nya. Allah berfirman, “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian kami binasakan sama sekali (negeri itu).” (Al-Isra’: 16). Bila musibah datang, maka tidak ada yang bisa menolaknya kecuali Allah Swt. Allah Swt berfirman, “Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.” (Yunus: 107).

Akhirnya, mari kita bermuhasabah (introspeksi diri) terhadap berbagai bencana alam dan musibah yang menimpa tanah air kita selama ini. Allah swt mendatangkan bencana alam dan musibah kepada kita dengan maksud untuk menegur dan memberi peringatan kepada bangsa Indonesia atas perbuataan maksiat yang merajalela di sekitar kita dan tanpa ada upaya dari kita untuk mencegah dan melarangnya. Agar kita sadar terhadap maksiat yang kita lakukan selama ini, termasuk meninggalkan kewajiban nahi munkar (melarang kemungkaran) dan agar kita bertaubat kembali ke jalan yang lurus (Islam) serta memohon ampun kepada Allah swt. Semoga Allah swt mengampuni dosa-dosa kita dan melindungi kita dari bencana alam dan azabnya. Aamin..!

 

*) Penulis adalah Dosen Fiqh dan Ushul Fiqh Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Doktor Fiqh dan Ushul Fiqh pada International Islamic University Malaysia (IIUM), Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, Anggota Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News

MUI

Must Read!
X