Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.838 views

Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian-1)

Oleh: Tatang Hidayat 

(Presenter dalam The 4th Ulumuna Annual International Conference and 1st Indonesia – USA Transnational Collaboration and Network Forum at Mataram NTB, Indonesia)

Sabtu (29/6/2019) fajar kala itu adzan bersahutan menggemparkan alam sunyi negeri 1000 masjid, pagi buta yang dingin itu saya bersegera menuju masjid raya yang kebetulan dekat dengan penginapan. Masjid Raya Mataram sangat luas, namun jama’ah shalat Shubuh saat itu tidak sampai satu shaf penuh. 

Setelah shalat Shubuh diselenggarakan, beberapa jama’ah duduk membuat sebuah halqah, ternyata itu adalah ta’lim yang diselenggarakan jama’ah masjid, dibacakannya beberapa hadis baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Hingga menunggu waktu isyraq, saya ikut menyimak mendengarkan hadis-hadis Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, setelah waktu isyraq tiba, saya melaksanakan shalat sunnah 2 raka’at kemudian baru keluar meninggalkan masjid. 

Pagi itu adalah hari yang selama ini ditunggu-tunggu, konferensi internasional yang telah lama saya nantikan, forum dimana bisa belajar dan merasakan pengalaman yang mulia dan berharga satu forum dengan para peneliti dari Negara Amerika Serikat, Belanda, dan beberapa perwakilan peneliti dari kampus-kampus di Indonesia.

Nama lengkap forumnya The 4th Ulumuna Annual International Conference and 1st Indonesia – USA Transnational Collaboration and Network Forum yang diselenggarakan 29 Juni 2019 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Adapun yang bertindak sebagai keynote speaker Prof. Nelly Van Dorn-Harder dari Wake Forest University. Konferensi pagi itu diresmikan oleh Rektor UIN Mataram Lombok. Setelah diresmikan baru para pembicara utama menyampaikan gagasannya terutama berkaitan dengan tasawuf. 

Adapun dari sesi panel presentasi hasil riset, saya kebagian di ruangan satu yang bertindak sebagai panelisnya Prof. Akh. Muzakki, M. Ag., Grad. Dip. SEA. M. Phil, Ph. D. selaku Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya. 

Siang itu hati saya kembali mengharu biru karena mendapatkan kesempatan yang mulia dan berharga menyampaikan hasil riset selama ini yang saya perjuangankan berkaitan dengan sosok yang saya cintai, kagumi dan diteladani selama ini, beliau adalah Asy Syahid KH. Zainal Musthafa, seorang ulama dan mujahid yang berasal dari Sukamanah Tasikmalaya. 

Berat memang sebetulnya saat saya harus menyampaikan perjuangan Asy Syahid KH. Zainal Musthafa, karena terlalu mulia perjuangan beliau harus disampaikan oleh seseorang yang sebenarnya belum layak untuk menyampaikannya. Namun saya memberanikan diri menyampaikannya setelah mendapat do’a dan restu dari guru-guru saya, terutama ada Dr. KH. Aam Abdussalam, M. Pd. dari PP Sukahideng Tasikmalaya yang membimbing penulisan riset ini sebagai penulis kedua. Begitupun doa yang diberikan oleh Drs. KH. Anwar Nuryamin, Ust. Yusuf Hazim, Ust. Acep Wahid dari Pesantren Sukamanah Tasikmalaya. Seandainya tidak ada doa dan restu yang diberikan beliau-beliau, tentunya saya tidak berani untuk menyampaikannya. 

Ada beberapa poin yang saya angkat dalam riset ini, di antaranya :

Pertama, motif dari perlawanan KH. Zainal Musthafa bukan hanya atas dasar melawan kezaliman penjajahan kafir Belanda dan kafir Jepang, tetapi hakikatnya dilandasi dengan nilai-nilai tauhid karena menolak kemusyrikan. Saat itu setiap pagi masyarakat Tasikmalaya diharuskan melakukan saikeirei, membungkuk setengah badan ketika matahari terbit ke arah Tokyo. Oleh karena itu, landasan perjuangan KH. Zainal Musthafa dilandasi dengan ketauhidan dan menginginkan Indonesia merdeka berdasarkan Islam.

Kedua, berdasarkan referensi lain ternyata ada seorang ulama lagi yang diketahui menolak melakukan saikeirei yakni Haji Abdul Karim Amrullah atau Haji Rasul (ayah Buya Hamka) dari Maninjau, Sumatera Barat. Ini menunjukkan meskipun terpisah dengan jarak yang cukup jauh antara Tasikmalaya Jawa Barat dan Maninjau Sumatera Barat, tetapi karena dasarnya sama adalah tauhid yang kuat maka dalam menyikapi saikeirei pun kedua ulama tersebut ada kesamaan dengan menolaknya. 

Ketiga, dari segi nasab ada hal yang menarik dalam diri KH. Zainal Musthafa, karena nasab beliau ke atasnya belum diketahui dikarenakan kurangnya referensi. Namun ketika penulis bersilaturahim kepada salah seorang cucu beliau, yakni Yusuf Hazim, ternyata beliau memperlihatkan kepada penulis salah satu pusaka yakni berupa pedang yang kata Yusuf Hazim diturunkan secara turun temurun dan dikatakan pedang ini berasal dari Kerajaan Mataram Islam. Ini hal yang menarik untuk terus ditelusuri nasab KH. Zainal Musthafa. 

Keempat, KH. Zainal Musthafa bergabung dengan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1933. KH. Zainal Musthafa tercatat sebagai Wakil Rois Syuriyah NU Cabang Tasikmalaya. Namun sebelum melakukan perlawanan, beliau mengundurkan diri dari NU. Ini menunjukkan di samping supaya NU tidak terbawa dalam aksi perlawanan beliau, di sisi lain perjuangan beliau bukan untuk kepentingan organisasi atau kelompok, tetapi perjuangan beliau untuk kepentingan umat dan bangsa dengan cara-cara syariah Islam dalam meninggikan Kalimatullah di muka bumi.

Kelima, jejaring ulama luas yang sudah dimiliki KH. Zainal Musthafa sebelum perlawanan. Hal tersebut dibuktikan sebagaimana hasil wawancara Ahmad Mansyur Suryanegara selaku Sejarawan Universitas Padjadjaran kepada EZ. Muttaqin salah satu santri Sukamanah yang saat itu diperintahkan oleh KH. Zainal Musthafa untuk mengirimkan surat kepada KH. Ahmad Sanusi Pimpinan Pondok Pesantren Syamsul Ulum Gunung Puyuh Sukabumi. Namun EZ. Muttaqin tertangkap di stasiun Bandung dan ditelanlah surat tersebut. Seandainya surat tersebut sampai ke KH. Ahmad Sanusi, dapat dipastikan akan timbul solidaritas protes sosial di Sukabumi.

Keenam, latar belakang pasukan dalam perlawanan Sukamanah hampir sama dengan peristiwa perang Jawa (1825-1830) yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro yang melibatkan banyak pihak baik dari kalangan ulama, santri, dan masyarakat. Pertempuran Sukamanah melibatkan berbagai pihak diantaranya santri Sukamanah, masyarakat Sukamanah, dan pasukan-pasukan Muslim (Lazkar Hizbullah dan Sabilillah) yang ikut bergabung dibawah koordinasi KH Zainal Musthafa.

Ketujuh, KH. Zainal Musthafa dan pasukan Sukamanah sangat memahami dengan utuh konsep jihad Fii Sabilillah, nyatanya saat terjadi pertempuran pasukan Sukamanah diperbolehkan menyerang setelah tentara kafir Jepang memasuki garis batas pertempuran. Yang membuat sedih KH. Zainal Musthafa ternyata yang dikirim pasukan di garis depan adalah kenpeitei yakni polisi pribumi yang bekerjasama dengan tentara kafir Jepang. 

Kedelapan, saat peristiwa peperangan, KH. Zainal Musthafa bertindak sebagai komando sambil terus berdzikir memakai tasbih. Saat peperangan sengit terjadi kemudian banyak dari kenpeitei Jepang tewas akhirnya KH. Zainal Musthafa memerintahkan pasukannya untuk menghentikan peperangan dan mundur karena dikhawatirkan kenpeitei yang tewas dan berasal dari pribumi masih banyak yang mendirikan shalat.  

Dengan demikian, sebenarnya pasukan KH. Zainal Musthafa bukan kalah tetapi mengalah karena dikhawatirkan pasukan musuh yang tewas dan berasal dari pribumi masih mendirikan shalat. Bersambung...

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Terlintas Pikiran “Porno” Haruskah Mandi Besar?

Terlintas Pikiran “Porno” Haruskah Mandi Besar?

Selasa, 28 Sep 2021 05:50

Kekejaman PKI Harus Terus Diingat

Kekejaman PKI Harus Terus Diingat

Senin, 27 Sep 2021 21:32

Pemimpin Taliban Larang Para Prajuritnya Terlalu Narsis

Pemimpin Taliban Larang Para Prajuritnya Terlalu Narsis

Senin, 27 Sep 2021 20:45

Akal Juga Butuh Nutrisi Bergizi

Akal Juga Butuh Nutrisi Bergizi

Senin, 27 Sep 2021 19:56

CIA Dilaporkan Berencana Culik Atau Bunuh Pendiri Wikileaks Julian Assange Pada 2017

CIA Dilaporkan Berencana Culik Atau Bunuh Pendiri Wikileaks Julian Assange Pada 2017

Senin, 27 Sep 2021 18:35

Pemuda Palestina Pukul Mundur Pasukan Israel Dan Pemukim Ilegal Yahudi Yang Coba Masuki Nablus

Pemuda Palestina Pukul Mundur Pasukan Israel Dan Pemukim Ilegal Yahudi Yang Coba Masuki Nablus

Senin, 27 Sep 2021 17:38

Training Masak ala Quranic Quantum Food yang tayang 2x di Khazanah Trans7

Training Masak ala Quranic Quantum Food yang tayang 2x di Khazanah Trans7

Senin, 27 Sep 2021 14:46

Pajak, Haruskah Ada dalam Dunia Pendidikan?

Pajak, Haruskah Ada dalam Dunia Pendidikan?

Senin, 27 Sep 2021 11:08

Boyband BTS & Behind The Scene Agenda Besar SDGs

Boyband BTS & Behind The Scene Agenda Besar SDGs

Senin, 27 Sep 2021 09:30

Bukhori Kritik Wacana Opsi TNI-Polri sebagai Penjabat Kepala Daerah: Pemerintah Jangan Seret Mereka

Bukhori Kritik Wacana Opsi TNI-Polri sebagai Penjabat Kepala Daerah: Pemerintah Jangan Seret Mereka

Senin, 27 Sep 2021 08:22

Belajar Quantum Emotional Healing Langsung ke Masternya, DR. Syamsul Balda

Belajar Quantum Emotional Healing Langsung ke Masternya, DR. Syamsul Balda

Senin, 27 Sep 2021 07:49

Taliban: Bandara Kabul Siap Untuk Penerbangan Internasional

Taliban: Bandara Kabul Siap Untuk Penerbangan Internasional

Ahad, 26 Sep 2021 21:15

Komunis Benci Agama, Tapi Anehnya Mendukung Pancasila

Komunis Benci Agama, Tapi Anehnya Mendukung Pancasila

Ahad, 26 Sep 2021 21:00

Hamas Desak Sudan Lindungi Aset Warga Palestina

Hamas Desak Sudan Lindungi Aset Warga Palestina

Ahad, 26 Sep 2021 20:50

Turki Pertimbangkan Beli Rudal S-400 Rusia Kedua Meski Keberatan AS

Turki Pertimbangkan Beli Rudal S-400 Rusia Kedua Meski Keberatan AS

Ahad, 26 Sep 2021 20:35

Serangan Balik

Serangan Balik

Ahad, 26 Sep 2021 20:31

Santri Darul Aman Gombara Raih Gelar Juara Kombanas Virtual 2021

Santri Darul Aman Gombara Raih Gelar Juara Kombanas Virtual 2021

Ahad, 26 Sep 2021 20:26

73 Anak Palestina Terluka Akibat Serangan Pasukan Zionis Israel Di Tepi Barat Dalam 2 Pekan Terakhir

73 Anak Palestina Terluka Akibat Serangan Pasukan Zionis Israel Di Tepi Barat Dalam 2 Pekan Terakhir

Ahad, 26 Sep 2021 20:04

Gaji Fantastis Wakil Rakyat

Gaji Fantastis Wakil Rakyat

Ahad, 26 Sep 2021 19:49

 Penyerangan kepada Ustaz Tak Boleh Diremehkan!

Penyerangan kepada Ustaz Tak Boleh Diremehkan!

Ahad, 26 Sep 2021 19:24


MUI

Must Read!
X