Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.031 views

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Oleh : Tatang Hidayat (Pegiat Student Rihlah Indonesia)

Rabu (26/6/2019) sore itu baru saja kereta api meninggalkan Stasiun Bandung, sinar matahari yang cerah menuju senja di ufuk barat seolah menemani sepanjang perjalanan saya menuju arah timur Jawa.

Perjalanan saya hari itu untuk memenuhi undangan panitia The 4 th Ulumuna Annual International Conference and the 1st Indonesia – USA yang diselenggarakan  UIN Mataram di Lombok. Abstrak yang saya kirim ke panitia seminar menceritakan  perjuangan Asy Syahid KH. Zainal Musthafa dan Perlawanan Sukamanah ternyata diterima untuk dipresentasikan.

Sebelum keberangkatan mempresentasikan hasil riset sederhana yang telah dilakukan selama 5 tahun lamanya, saya menyempatkan datang ke Museum Mandala Wangsit Siliwangi Bandung yang didalamnya tersimpan beberapa bukti perjuangan Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa diantaranya kohkol peninggalan Pesantren Sukamanah, sorban Asy Syahid KH. Zainal Musthafa dan pedang bambu yang digunakan oleh santri-santri Sukamanah dalam melawan Jepang.

Saya juga melakukan silaturahim terlebih dahulu kepada orang-orang yang memberikan kontribusi terhadap riset ini, yakni guru-guru saya di antaranya bapak Dr. KH. Aam Abdussalam, M. Pd. selaku Ketua Prodi IPAI UPI sekaligus tokoh dari Pesantren Sukahideng Tasikmalaya dan Drs. KH. Anwar Nuryamin selaku ketua BKOSPK Pondok Pesantren KH. Zainal Musthafa Sukamanah.

Silaturahim tersebut saya lakukan dalam meminta do’a restu untuk kelancaran sebuah ikhtiar mengenalkan nusantara kepada dunia melalui para tokoh pejuang, khususnya para tokoh yang berasal dari Jawa Barat. Setelah do’a dan restu diberikan, saya semakin mantap untuk berangkat ke Lombok Nusa Tenggara Barat, ya negeri yang mendapat julukan negeri 1000 masjid.

Saya juga menyempatkan menjenguk terlebih dahulu Bapak Ahmad Husna (Pimpinan Majalah Suara Ulama) yang sedang berbaring sakit di Rumah Sakit Advent Bandung.

Beliau telah banyak perannya dalam hidup saya terutama dalam membuka literasi biografi ulama-ulama pejuang di Jawa Barat, beliau merupakan jurnalis senior yang tidak sulit dihubungi dan tidak pelit ilmu, bahkan selalu meluangkan waktu jika ada beberapa informasi yang sangat saya perlukan, asbab beliau lah saya mulai menelusuri dengan serius biografi tokoh-tokoh ulama pejuang di Jawa Barat. Tidak lama setelah saya dari Lombok, saya dapat informasi beliau kembali ke rahmatullah setelah berjuang melewati sakitnya. Allohuyarham.

Di sisi lain, saya meminta do’a restu juga kepada Ust. Yusuf Hazim dan Ust. Acep Wahid selaku cucu dari Asy Syahid KH. Zainal Musthafa yang telah banyak memberikan kontribusi terhadap naskah yang saya susun. Do’a dan restu yang beliau berikan menambah keyakinan saya untuk mengenalkan Perjuangan Asy Syahid KH. Zainal Musthafa dan Perlawanan Sukamanah kepada dunia.

Sepanjang perjalanan malam itu, saya ditemani sebuah buku yang sangat sulit didapatkan namun atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, akhirnya saya bisa mendapatkannya, yakni buku yang berjudul Ulama Ulama Oposan yang didalamnya memuat tentang kisah perjuangan Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa.

Ketika saya membaca buku ini, tak terasa mata saya mulai berat dan tidak kuat lagi untuk meneruskan membacanya yang tandanya saya harus segera istirahat. Sejenak saya pejamkan mata yang waktu itu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB sembari mempersiapkan energi untuk besok hari, ya karena besok pagi saya berniat untuk menelusuri jejak-jejak sejarah perjuangan para tokoh pendahulu Nusantara dan bangunan heritage di Surabaya.

Mata saya pun akhirnya terpejam, tidur malam itu saya lalui dengan udara dingin dari AC dan ditemani suara mesin kereta api. 

Kamis (27/6/2019) ketika perjalanan sudah memasuki waktu Shubuh, kereta api sudah sampai di kawasan Jawa Timur, terdengar kumandang adzan bersahutan, saya terbangun dan segera mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat Shubuh dengan menghormati waktu di kereta api.

Tak lama setelah melaksanakan Shalat shubuh di kereta api, kemudian dilanjut dengan membaca dzikir pagi dan meneruskan membaca buku tentang biografi Asy Syahid KH. Zainal Musthafa, sinar matahari di ufuk timur mulai menyinari setiap jendela gerbong kereta api melalui kaca-kaca jendela dan waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB pagi tandanya kereta api akan segera tiba di Stasiun Gebung Surabaya.

Setibanya di Stasiun Gubeng Surabaya, saya pergi dahulu ke mushola stasiun untuk melaksanakan shalat Qadha Shubuh berhubung tadi melaksanakan Shalat Shubuh untuk menghormati waktu di kereta, begitulah sedikit yang saya pahami menurut  Imam  Syafi'i rahimahullah,  sholat  seseorang  di kendaraan ketika tidak terpenuhi rukun dan syarat sahnya hanya  untuk  menghormati  waktu  sholat (li hurmatil waqti ). Ketika sudah sampai di tempat tujuan, maka  mengulang  sholat  yang  dianjurkan Imam Syafi’i Rahimahullah.

Shalat li hurmatil waqti ialah shalat yang dilakukan dalam keadaan tidak sempurna (karena tidak memenuhi syarat sah dan rukun) untuk menghormati waktu shalat. Beberapa contoh orang yang shalat li hurmatil waqtipertama, Orang yang bepergian naik kereta api yang menghabiskan lebih dari dua waktu shalat (misalnya 14 jam perjalanan), dan khawatir ketinggalan saat kereta berhenti di suatu stasiun.

Kedua, orang yang habis operasi dan bekas operasinya belum boleh terkena air (masih mengandung najis). Ketiga, pendaki gunung yang pakaiannya terkena najis dan tidak membawa pakaian lain yang suci. Keempat, Orang yang berada di tengah hutan yang tidak bisa wudlu karena air tidak terjangkau dan tidak bisa tayamum karena tanahnya lembab. 

Kelima, Orang yang ditahan di tempat najis. Keenam, Orang yang tidak bisa menghadap kiblat padahal ia tahu arah kiblat. Masih banyak contoh yang lainnya (Hilmi Abedillah dalam tebuireng.online, 6/1/2018). Bersambung...

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Kamis, 23 Sep 2021 18:30

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56


MUI

Must Read!
X